Thursday, July 30, 2015

Warna Warni Kemenangan Keluarga Besar Rambai

Thursday, July 30, 2015 Posted by rizka farizal 4 comments
Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa ilahaillaahu Allahu Akbar 
Allahu Akbar wa lillah ilham

Keluarga besar rambai sangat antusias menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1436 H. Bagaimana tidak? Setelah setahun tidak berkumpul akhirnya berkumpul lagi di rumah tuo kami. Karena telah lama tidak berkumpul, nenek berinisiatif mengadakan buka bersama seluruh keluarga besar rambai pada penghujung Ramadhan. Kami sekeluarga sangat senang dengan acara buka bersama karena dapat menjalin silaturrahim dan dapat menyicipi masakan rumahan favorit hasil masak sendiri. Berhubung kesehatan nenek sudah tidak fit, maka master chef tahun ini adalah anak dan cucunya. Kami pun masak bersama-sama sambil ngobrol hingga menghidangkan makanan untuk berbuka puasa.

Akhirnya mentari terbenam dari balik bukit Danau Maninjau, mengeluarkan rona jingga yang indah pada senja hari. Kemudian adzan maghrib berkumandang pertanda berbuka puasa pada penghujung Ramadhan. Tak lama kemudian takbir pun berkumandang pertanda hari kemenangan di bulan Syawal telah tiba.

Keluarga besar rambai langsung menikmati masakan berbuka puasa termasuk aku pastinya. Sejujurnya aku kalap dengan hidangan berbuka puasa. Menunya banyak dan lezat-lezat. Daripada saliva mengalir terus lebih baik aku comot-comot semua menu berbuka puasa. Jarang-jarangnya bisa menikmati masakan rumahan yang ngga ada tagihan bill-nya. Hehehe. 

suasana berbuka puasa keluarga besar rambai
Beberapa menu berbuka puasa

Usai berbuka puasa, aku sholat maghrib kemudian ngobrol-ngobrol bersama keluarga besar rambai. Beberapa sepupuku juga ada yang bermain kembang api di halaman. Kemudian om mengajakku dan sepupu melihat rakik-rakik sebagai acara malam takbiran. Sejujurnya aku sudah lelah dan pengen nempel di kasur saat itu. Namun, karena belum pernah melihat rakik-rakik dari tahun-tahun sebelumnya, akupun bela-belain habis isya melihat rakik-rakik. Lagian sebagai orang Maninjau malu juga sih, hampir tiap tahun lebaran di Maninjau tapi belum pernah sekalipun melihat rakik-rakik. Sebelumnya hanya melihat foto-foto dan mendengarkan cerita-cerita dari keluarga yang melihat rakik-rakik. #kesian

Rakik-rakik adalah tradisi malam takbiran yang telah diadakan sejak jaman Belanda di Maninjau. Rakik-rakik (rakit-rakit) merupakan seni merakit bambu dengan menambahkan aksesoris lampu obor, lampion dan telong (rakik-rakik kecil yang tergantung di samping rakik-rakik utama). Saat menjalankan rakik-rakik ke danau, sesekali terdengar gema badia batuang (meriam bambu) dan kembang api di selingkaran Danau Maninjau. Supaya lebih meriah, rakik-rakik diiringi dengan lantunan takbir yang berkumandang dan atraksi tambua tansai sebagai kesenian tradisional Maninjau.

Acara rakik-rakik diselenggarakan oleh banyak jorong di Maninjau. Kebetulan tahun ini, jorongku mengadakan rakik-rakik di Masjid Ummil Qura’, Bancah. Letaknya tidak jauh dari rumah tuo kami. Acara rakik-rakik Masjid Ummil Qura’ lebih awal, sekitar jam 22.00 WIB. Hal itulah yang membuatku semakin antusias melihat rakik-rakik. Karena tahun-tahun sebelumnya di atas jam 00.00 WIB, dimana aku sudah tepar jam segitu.

Sekitar jam 22.00 WIB, aku dan para sepupu sudah sampai di Masjid Ummil Qura’. Posisi rakik-rakik masih di tengah danau saat itu. Namun, warga sekitar sudah memadati halaman masjid untuk melihat rakik-rakik.

Perlahan-lahan rakik-rakik sudah mulai ke tepian danau. Hiasan rakik-rakik semakin terlihat indah. Suara tambua tansai dan lantunan takbir juga semakin jelas terdengar. Melihat kemeriahan rakik-rakik, aku dan para sepupu langsung mengabadikan fotonya.

Rakik-rakik
Narsis dulu kaka

Puas melihat rakik-rakik, kamipun pulang ke rumah. Beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk merayakan hari kemenangan esok.

Keesokan harinya, keluarga besar rambai sudah hectic bersiap melaksanakan sholat Idul Fitri. Meskipun demikian, kami masih sempat masak menu lebaran. Setelah masak, kami bergegas dandan dan memakai baju lebaran. Yippyyyyy. Kami sengaja tidak membuat baju seragam lebaran supaya bajunya terlihat warna-warni.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar rambai melaksanakan sholat Ied di Masjid Ummil Qura’. Kami telah sampai di masjid sebelum jam 07.30 WIB. Berhubung tante dan sepupuku sudah datang duluan, keluarga rambai yang muslimah mendapat shaf terdepan.

Jam 07.30 WIB, sholat Ied dimulai. Kamipun sholat Ied dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua. Setelah itu, seorang khatib langsung berdiri di atas mimbar dan memberikan Khutbah Idul Fitri. Khatib berkhutbah cukup lama sehingga ada keluarga rambai yang ketiduran. Ooops.

Setelah satu jam berkhutbah, selesai juga pelaksanaan sholat Ied. Keluarga besar rambai pulang dan beberapa diantara kami sudah ada yang saling bermaaf-maafan di masjid. Akupun ikut bermaaf-maaf dan orang pertama yang aku sungkem adalah mamiku.

Sampai di rumah, aku kembali sungkeman dengan seluruh keluruh besar rambai. Termasuk om-om yang tidak bertemu di masjid serta nenek dan keluarga besar rambai yang berhalangan datang ke masjid.

Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)

Di atas meja makan sudah terhidang menu lebaran. Keluarga besar rambaipun langsung melipir ke meja makan dan mengambil menu lebaran. Hmm, menunya banyak banget. Ada ketupat, sayur toucho, rendang, itiak hijau, sop tunjang segede gaban, gulai rinuak, pangek ikan. Ada pula appetizer dan desert seperti lamang pisang, kue bolu koja, kolang-kaling, kue bolu dan buah-buahan. Ondeh mandeh, alun makan lah tabik salero deknyo. (Ya ampun, belum makan sudah ngiler duluan salivanya).

Kapan lagi bisa makan menu lezat sebanyak restaurant
Setelah perut kenyang, aku dan sepupu ber-selfie ria dengan memeragakan baju lebaran. Melihat kenarsisan cucu-cucunya, nenekpun tak mau kalah. Nenek juga ingin berfoto bersama dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Akhirnya foto bersama lebaran 1436 H terabadikan juga.

narsis dengan sepupu
bersama mami dan tadek
See... fotonya berwarna-warni karena kami memang merayakan warna warni kemenangan keluarga besar rambai.

Oke deh. Perut sudah kenyang, narsispun sudah kesampaian. THR mana? THR mana?

Kemudian omku membagikan THR kepada semua keponakan yang diikuti bagi-bagi THR oleh nenek, tante, tadek dll. Semua kebagian THR termasuk aku. Sebenarnya aku sudah malu mendapat THR. Maklum sudah lulus S2 dan mau bekerja tapi masih dapat jatah THR dari nenek, om-om, tante-tante, ibu dan lain-lain. Sudah ngumpet-ngumpet tapi masih dapat jatah THR. Kalau kata omku, umur boleh saja sudah tua, tapi hubungan keponakan selalu ada. Supaya adil dengan keponakan lainnya yang mendapat THR, om juga memberikan THR kepadaku sebagai kepedulian kepada keponakannya. Alhamdulillah.

Bagi keluarga besar rambai, THR bukan menunjukkan seberapa besar kekayaan yang diperoleh tapi seberapa besar perhatian dan kepedulian kepada sanak saudaranya. Dengan saling memberi akan muncul keakraban dan kedekatan dengan keluarga besar rambai. Tak heran sampai sekarang tradisi bagi-bagi THR masih ada di keluarga rambai. Tak hanya anak-anak kecil yang memperoleh THR tapi juga nenek, ibu dan saudara –saudara ibu juga dapat THR. Oh iya, berkat tradisi THR para sepupuku selalu merengek kepada orang tuanya apabila ragu untuk mudik. Menurut mereka, jika mereka tidak mudik, maka tidak akan dapat THR. #bukakartu Bagi aku dan para sepupu, tradisi THR dapat menambah tabungan. Tak heran kami bisa mengumpulkan 7 digit rupiah hasil THR yang kemudian ditabung untuk masa depan.

Sepupu dapat THR
Aku juga dapet. hehehe
Selesai dzuhur, aku, mami, tadek dan 2 orang sepupuku pergi silaturrahim ke rumah keluarga alm papi di Lubuk Basung. Jarak Maninjau ke Lubuk Basung tidak terlalu jauh dan perjalanannya berkisar 45 menit. Jalan dari Maninjau ke Lubuk Basung hanya 1 jalan utama, yaitu di tepi danau. Selama perjalanan aku memandangi Danau Maninjau yang elok. Perlahan Danau Maninjau mulai menghilang dan berganti dengan pohon-pohon, pasar dan perumahan.

Akhirnya kami tiba di rumah keluarga almarhum papi. Di sana kami bertemu dengan nenek dan saudara-saudara alm papi. Alhamdulillah semuanya sehat. Senang deh bisa bertemu mereka lagi. Semoga jalinan silaturrahim masih terjaga ya, nek, pak uo dan amak. Bersyukur kepada Allah yang masih mempertemukan aku dan keluarga alm papi pada hari kemenangan tahun ini. Semoga hari kemenangan berikutnya masih bisa dipertemukan dengan mereka lagi. Aamiin.

Bersama nenek lubuk basung. Sayang hasil fotonya tidak bagus. hiks
Puas berkumpul dengan keluarga alm papi dan menikmati hidangannya, kami pun balik ke Maninjau. Menjelang maghrib, kami singgah ke rumah famili lainnya di Maninjau. Alhamdulillah momen lebaran dapat menjalin silaturrahim yang putus-nyambung setelah setahun tidak bertemu.

Hari berikutnya…

Biasanya keluarga rambai mempunyai agenda wisata pada hari kedua dan ketiga. Entah itu keliling Danau Maninjau, melancong ke Bukittinggi, main-main di pantai atau piknik di Puncak Lawang seperti lebaran tahun sebelumnya yang aku ceritakan di sini.

Tahun ini aku berwisata dengan keluarga kecilku: aku, mami dan tadek. Kami berencana mengeksplor Malaysia-Singapore. Pemilihan Malaysia-Singapore karena hanya Malaysia satu-satunya penerbangan luar negeri yang ada di Bandara Internasional Minangkabau. #sedih Sedangkan pemilihan waktu wisata pada libur lebaran karena pada saat itulah kami mempunyai kecocokan jadwal. Ngga bentrok.

Bagi kami, libur lebaran adalah salah satu yang membuat kekompakan kami semakin bertambah. Dengan berlibur lebaran, kami sama-sama fun, sama-sama fresh, sama-sama senang, sama-sama kecewa selama perjalanan. Yap, liburan tidak selamanya mulus. Kadang-kadang ada problem selama liburan, misalkan tiba-tiba mobil rusak, tersesat di jalan dll. Alhasil liburan dapat membuat kami kompak dalam suka dan duka.

Berikut ini foto kebahagiaan kami selama libur lebaran Malaysia-Singapore



Dibalik warna-warni kemenangan keluarga besar rambai tersimpan sebuah hadiah istimewa

Sebenarnya sebelum lebaran, ada diantara keluarga besar rambai yang masih bimbang mudik. Alasannya pun beragam, ada yang sibuk, ada yang ingin lebaran dengan keluarga mertua, dll. Namun 2 minggu menjelang lebaran, banyak diantara keluarga besar rambai yang berubah pikiran dan ingin mudik. Alasannya tidak hanya ingin bertemu nenek dan keluarga yang sudah setahun tidak bertemu tapi juga ada satu hadiah istimewa. Apa coba hadiah istimewanya?

RUMAH BARU

Yap, bagi keluarga besar rambai tahun ini adalah pertama kalinya merayakan lebaran di rumah yang baru saja direnovasi. Jika tahun sebelumnya kami masih berlebaran di rumah tuo yang terbuat dari papan, maka tahun ini kami berlebaran di rumah batu yang bernuansa minimalis. Alhamdulillah bisa menikmati lebaran tahun ini di rumah baru.

Tahun 2014, masih dapurnya yang sudah direnovasi
Tahun 2015 rumah sudah direnovasi

Pembangunan rumah baru ini dipercayakan kepada para pekerja di Maninjau dan om aku sebagai project leader-nya. Kami puas dengan hasil rumahnya. Rumahnya bagus, kerjaannya rapi, biayanya irit. Rumah kami sangat nyaman ditempati karena interiornya rapi. Kami bisa merasakan udara sejuk dan memandangi hamparan sawah yang hijau dari halaman depan rumah dan menikmati deburan ombak Danau Maninjau dari halaman belakang rumah. Tidak hanya itu, rumah kami juga terlihat cantik dari luar. Bahkan dari kejauhan, rumah kami masih tetap kinclong.

Aku sempat kepikiran, "ini rumahnya bisa kinclong dari jauh pasti karena pemilihan cat rumahnya". Sempat kepo maksimal dengan pemilihan cat rumahnya. Sampai akhirnya aku menemukan sekaleng cat besar di kamar mandi? Kamar mandi? Yap, setelah mengecat, om aku membersihkan kaleng catnya dan menjadikan kaleng cat tersebut sebagai ember cucian. Lumayan deh kami bisa menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah-sampah bahan bangunan hasil renovasi termasuk kaleng cat.

By the way, tau ngga merk cat tersebut?

Dulux Weathershield!!!



Saat melihat merk cat Dulux, aku sih tidak ragu dengan hasil cat rumahnya. Pantes saja cantik karena Dulux mempunyai keunggulan sebagai berikut:

1. Berkualitas tinggi 
Dulux merupakan cat berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Cat Dulux untuk eksterior, tahan terhadap perubahan iklim Indonesia baik hujan maupun kemarau. Cat eksteriornya tidak mudah berjamur, mengelupas dan luntur sehingga tetap terlihat baru dan kinclong dari luar. Sedangkan cat Dulux untuk interior juga berkualitas tinggi. Bahannya terbuat dari bahan dasar air dan mudah membersihkan noda yang menempel pada dinding rumah.

Para pekerja yang mengecat rumahku memilih Dulux Weathershield. Dulux Weathershield digunakan untuk mengecat eksterior rumah. Dulux Weathershield mempunyai kelebihan tahan terhadap cuaca tropis Indonesia. Dengan teknologi Keep Cool, Dulux Weathershield dapat memantulkan panas dari cahaya matahari yang diserap dinding sehingga mengurangi suhu permukaan dinding rumah hingga 5 derajat C.

sumber: katalog warna dulux

2. Dapat memilih jenis produk dan warna sesuai pilihan sendiri 
Dulux memiliki banyak varian produk baik interior maupun eksterior serta warna-warni cat yang beragam. Kerennya, pembeli dapat memilih sendiri sesuai seleranya. Caranya:

Pembeli dapat berkonsultasi melalui Dulux Previews Consultant. Dulux akan memberikan saran kepada pembeli yang masih ragu memilih warna cat. Adapun cara berkonsultasi dengan Dulux Previews Consultant adalah ambil foto eksterior dan interior rumah yang akan dicat, daftarkan nama, alamat dan nomor telepon ke www.dulux.co.id kemudian Dulux Previews Consultant akan mensimulasikan warna dan mengirimkan hasilnya melalui email.

sumber: katalog warna dulux

Pembeli dapat meracik warna cat sendiri dengan Dulux Colour Solutions System. Pembeli dapat menemukan puluhan ribu formulasi warna di toko yang memiliki mesin tinting Dulux. Caranya: pilih warna yang diinginkan dari Dulux Fandeck yang tersedia di toko. Kemudian dapatkan warna yang diinginkan di toko dengan mesin tinting Dulux. 

3. Harga terjangkau dan sering promo khusus 
Berdasarkan perhitungan total pengeluaran renovasi rumah keluarga rambai, biaya yang dikeluarkan selama renovasi cukup murah. Om aku sebagai project leader dapat menjalankan prinsip ekonomi, yaitu dengan harga minimal dapat menghasilkan rumah yang maksimal. Karena aku tau cat rumah menggunakan Dulux, maka kesimpulanku harga cat Dulux lumayan terjangkau dan hemat untuk renovasi rumah kami. Tidak hanya terjangkau, harganya juga sesuai dengan kualitas produknya.

Berbicara mengenai promo, dalam memeriahkan lebaran tahun ini, Dulux memberikan promo Warna-warni kemenangan 2015 berupa potongan harga 100 ribu rupiah setiap pembelian produk Dulux senilai 1 juta rupiah. Alhamdulillah, ada rejeki anak sholeh ya. Yuk segera borong cat Dulux mumpung masih ada promonya.



Oh iya, dalam rangka memeriahkan warna warni kemenangan 2015, Dulux juga mengadakan photo competition di www.warnawarnikemenangan.com. Ayo ayo ikutan, siapa tau dapet xiaomi redmi 2, rocking chair, bedside table dan storage table. Aku sudah loh. Cara mengikuti kompetisi ini juga mudah kok.

  1. Pilih stiker kebahagiaan Pilih frame
  2. Upload foto
  3. Pilih next
  4. Tulis ceritamu
  5. Isi data dirimu (nama, no telp dan email) sebagai syarat dan ketentuan untuk memenangkan furniture cantik dari DULUX
  6. Submit
  7. Share on twitter atau share on facebook


Untuk informasi Dulux lainnya, dapat menghubungi kontaknya:

Website: http://warnawarnikemenangan.com/ 
Youtube: http://www.youtube.com/user/LetsColourID

Demikianlah Warna Kemenangan keluarga besar Rambai. Kami senang dengan Warna-Warni Kemenangan 2015. Semoga bisa berkumpul lagi lebaran tahun depan. Aamiin.

Referensi: 
Reaksi:

4 comments:

  1. hua...seru banget cerita lebarannya, sampe ke malsia pulak...., btw kami pakai dulux weathershield juga, warnanya terang n mengkilap...

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah seru mba
      iya euy dulux emang keren

      Delete