Wednesday, May 20, 2015

Pengen Cantik, Euy

Wednesday, May 20, 2015 Posted by rizka farizal 6 comments
Pengen cantik, euy

Tetiba hasrat itu terpikir dibenakku. Maklum keseharianku biasanya sangat cuek, kadang ngga pakai bedak, ngga pakai lipstick atau lips balm, sering pakai pakaian belel. Dengan penampilan seperti itu, aku sering banget diceramahin mami. Maklum mami aku itu orangnya modis, ratu matching di kantor, suka dandan. Bener-bener bertolak belakang lah denganku.

Pengen cantik, euy

Sadar perempuan itu harus dandan biar cantik tapi kan disesuaikan juga dengan situasinya. Kalau acara pesta nikahan sering sih dandan pake bedak, lips balm, kerudung ala hijabers, baju agak rempong. Tapi kan ngga tiap hari pergi nikahan atau acara formal. Lebih banyak acara santai dengan kostum dan dandanan yang santai juga.

Pengen cantik, euy

Gimana ya? Dandanan yang rempong aja bisanya hanya pakai bedak dan lips balm. Ngga punya alat make up yang lengkap. Bahkan, nama-nama alat make up aja banyak yang ngga tau. #Kesian Belum lagi takut dengan alat make up yang dipakai di kelopak mata bawah. *apa ya nama alatnya? Rasanya orang yang dandanin mau nyolok mataku. Hiks.

Pengen cantik, euy

Tetiba ada yang mengajak make up class plus nonton film Hijab gratis. Oh Tuhan, tau saja kalau aku pengen banget belajar dandan. Rejeki anak sholeh. Begitulah ungkapan yang tepat. Alhamdulillah…

Acara make up class diadakan oleh MAZAYA. Sebuah brand make up muslimah baru di Indonesia. Bersama Blogger BDG dan Komunitas Indonesia Hijab Blogger, aku mengikuti rangkaian acara make up class yang diadakan di arena show, Trans Studio. Meskipun agak telat tapi tetap antusias mengikuti rangkaian acaranya.


Melihat bedak yang bermacam-macam, aku pun bingung memakai bedak. "Duh, ini pakainya gimana ya?", kataku kepada teh efi yang duduk di samping. Teh efi pun mengajarkanku cara memakai bedak. Kebetulan juga teh efi sudah pernah mengikuti make up class yang diadakan MAZAYA.



Setelah berbedak, kami diajarkan cara menggunakan eye shadow, lipstick dan blush on. Pluk pluk dandannya pun selesai.

Suka banget deh dengan produk MAZAYA. Halal sudah pasti. Kandungan produknya juga nyaman. Selain warnanya netral minimalis, pastel, ngga menor, bahannya pun ringan di kulit. Cocok bangetlah dipake sehari-hari untuk hang out nge-mall gituh.

Ada yang berpendapat kalau berdandan (tabarujj) dilarang digunakan kepada laki-laki yang bukan mahram. Tapi kalau bertabarujj untuk laki-laki yang mahram, itu sangat dianjurkan. Selain itu, bertabarujj dengan minimalis dan tidak menor saat ke luar rumah juga ngga ada salahnya kan? Memang kecantikan hakiki itu bukan dari fisik (face) tapi dari hati. Namun, sebagai perempuan berpenampilan rapi juga ibadah.

Beruntungnya lagi, setelah make up class ada acara jumpa pers dengan artis film Hijab. Saat itu, artis yang datang adalah Clarissa Putri, Natasha Rizki dan Mike Luccok. Ketiga artis itu menceritakan proses pengambilan, suka duka selama syuting film Hijab. Menurut mereka, film Hijab itu tidak seberat judulnya, komedi ringan. Setiap orang bisa menonton. Setiap artis bermain natural, tidak ada kesan yang menceramahi. Dan yang paling utama adalah setiap pemain dapat mengambil pesan dari film Hijab. 

Bersama pemain fim Hijab dan Blogger BDG

Review Film Hijab
 

Film Hijab adalah film komedi yang bercerita tentang 3 orang muslimah (Bia, Sari, Tata) yang berhijab karena "terjebak". Selain itu, ada 1 orang muslimah lagi (Anin) yang masih belum berhijab tapi bersahabat dengan ketiga orang muslimah. Mereka sering berkumpul bersama keluarga setiap bulannya lewat acara arisan. Hingga suatu ketika, suami Sari (Gamal) bercelutuk "sepertinya arisan ini adalah arisan bapak-bapak karena yang bayar bapak-bapak". Semuanya pun terdiam.

Keempat muslimah tersebut mulai menyadari bahwa mereka harus mandiri. Mereka pun berencana membuka boutique Hijab bernama Meccanism. Berbekal modal orang tua dan temannya orang tua Anin, mereka pun memulai usahanya. Strategi marketing pun mereka ke luarkan. Mulai dari media sosial, bekerja sama dengan seleb fashion blogger, launching store Meccanism, sampai diundang acara International Fashion Week. Selama menjalankan bisnis, mereka juga mengalami kondisi pasang surut. Mulai dari complaint pelanggan sampai masalah keluarga.

Bisa dibilang Film Hijab itu film kontroversi. Ada yang berpendapat positif. Ada juga yang berpendapat negatif. How about me? Menurutku film Hijab ada positif dan negatifnya. Positifnya pesan film Hijab itu tentang urgensi restu suami. Sebagai istri hendaklah patuh kepada suami. Istri harus jujur kepada suami. Pesan itu sangat jelas disampaikan film Hijab. Pesan lainnya adalah saat scene terakhir. Anin yang mulanya belum menggunakan Hijab kemudian menggunakan Hijab dengan hati nuraninya. Tanpa paksaan. Subhanallah.

Adapun negatif film Hijab adalah adanya scene yang menunjukan bir, mabuk, club "dunia malam". Padahal minuman keras itu haram dalam Islam. Ada juga scene yang menunjukan Sari tidak berhijab syar’I (kelihatan lehernya).

Terlepas dari pro kontra film Hijab, aku sangat senang menghadiri undangan MAZAYA. Selain impianku untuk belajar make up tercapai, aku juga bisa bertemu artis Clarissa Putri yang katanya mirip denganku. Please, jangan muntah yah! Itu bukan pendapatku tapi pendapat sepupuku. Mungkin ada yang salah dengan matanya. Peace!
Reaksi:

6 comments:

  1. udah beberapa kali denger tentang film hijab ini.
    awalnya ngira film serius sih, tapi lama kelamaan gue tau kalau ternyata film ini dibawa secara komedi :)

    ReplyDelete
  2. Pingin ikut make up class juga. Huhuhu... gak bisa dandan...

    ReplyDelete
  3. ajak saya donk biar bisa pake make up biar lebih cantik lagi, hehe

    ReplyDelete