Thursday, May 07, 2015

Desain Interior Impian

Thursday, May 07, 2015 Posted by rizka farizal 3 comments
Setiap orang punya rumah impiannya masing-masing. Kalau rumah impian versi aku sih rumah yang berdesain minimalis dengan luas yang lapang, halamannya memiliki kebun lengkap dengan sayuran organic, sedangkan interior ruangan maunya sih bernuansa shabby chic.

Shabby chic?

Kalau yang pernah ke cafe Tree House dan Djoeroe Masak di Bandung pasti tau interior Shabby chic. Itu loh interior dari bahan yang sudah "lusuh" di daur ulang menjadi baru, indah dan mewah. Bahan yang sudah didaur ulang tersebut justru banyak dipakai orang yang berekonomi menengah ke atas. Bahan shabby chic itu biasanya berwarna pastel dan ada bunga-bunganya. So, kesannya unyu-unyu lembut gitu deh.

Sebenarnya beberapa stuff yang shabby chic seperti dinding ruangan, kotak perhiasan, sarung bantal bisa dibuat sendiri. Buat kotak perhiasan; tinggal beli saja kertas kado yang wallpaper shabby chic trus tempel ke kotak perhiasan. Buat sarung bantal; tinggal beli bahan meteran berwarna pastel atau bunga-bunga lembut kemudian jahit seukuran bantal yang tersedia. Sedangkan dinding ruangan tinggal beli cat berwarna pastel.

Bagaimana nasib furniture lainnya?
Dulunya aku bingung tuh mencari furniture yang shabby chic. Apalagi di kota kecilku ini. Ngga bakal ada tuh furniture shabby chic.

Iseng-iseng aku meluncur ke website online shop yang lagi happening di media sosial. Apalagi kalau bukan Shopious. Beneran loh hampir setiap blogwalking ada yang mengulas Shopious. Ditambah lagi dengan Instagram Shopious yang instagramable.

Shopious adalah media iklan online shop yang ada di Instagram. Penjual Instagram tidak perlu repot mengupload foto jualannya ke Shopious karena semuanya dilakukan secara otomatis sehingga penjual bisa santai-santai menunggu orderan datang. Tidak hanya itu, penjual juga tidak perlu membuat beraneka ragam hashtag Instagram. Karena Shopious langsung memasukan produk jualan dari Instagram tanpa hashtag ke website Shopious. Jadi, jika ada pembeli yang tidak mempunyai akun Instagram, masih bisa belanja produk di website Shopious. Keren dan praktis kan?

Oh iya, Shopious fungsinya hanya untuk mengiklankan produk dan tidak menyimpan stok barang. Jadi, jika barang yang dicari sold out, jangan salahkan Shopious yah!

Awalnya aku kira Shopious hanya menjual produk fashion seperti pakaian, sepatu, tas dan aksesoris. Ngga taunya setelah diubek-ubek, Shopious juga menjual gadget dan furniture rumah. Aku pun semakin KEPO dengan website Shopious. Sampai akhirnya aku menemukan furniture yang bernuansa shabby chic. Duh, mataku ngga bisa berkedip melihat produk shabby chic yang unyu-unyu. Mana banyak lagi produknya.

tempat telur shabby chic credit: Shopious

jam tangan shabby chic credit: Shopious
lemari shabby chic credit: Shopious
kulkas shabby chic credit: Shopious
kitchen set shabby chic credit: Shopious
kursi shabby chic credit: Shopious
sarung bantal shabby chic credit: Shopious

Beli furniture via online shop ngga ribet tuh?
Ngga donk!

Karena online shop Shopious mempermudah pembeli saat order. Pembeli tinggal klik foto barang atau nama toko. Pada setiap foto tertera nomor kontak penjual. Kemudian pembeli langsung menghubungi nomor kontak penjual barang atau toko. Gampil bingits, kan?

Iya, kalau barangnya kecil dan gampang dikirim via pos atau jasa kurir sih gampang. Kalau furniture-nya segede gaban gimana donk? Hei, ngga usah khawatirlah. Sudah banyak kan jasa pengiriman dan pengangkutan barang yang segede gaban. So, ngga masalahlah beli kursi atau lemari Shabby chic impian.

Bagaimana kredibilitas Shopious?

Shopious memiliki kredibilitas tinggi dan merupakan media online terpercaya. Shopious menyeleksi ketat terhadap penjual dan toko-toko yang ada dalam website. Shopious me-review produk dan toko-toko kemudian mengajak bicara pemilik toko untuk mengetahui kejujuran tokonya. Setelah itu penjual dan pemilik toko diwajibkan membayar biaya membership untuk menjadi member Shopious. Jadi, Insya Allah aman berbelanja di Shopious.

 
tonton video Shopious bentar yuk
Reaksi:

3 comments: