Wednesday, September 10, 2014

Tembok Koto Gadang Bukan Tembok China

Wednesday, September 10, 2014 Posted by rizka farizal 12 comments
Saat libur lebaran lalu, selain ke Danau Maninjau, Puncak Lawang aku juga sempat ke Tembok Koto Gadang yang terletak di perbatasan Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di Bukittinggi, aku baru pertama kali loh ke Koto Gadang. Maklumlah sejak didirikan tahun 2013, aku belum pernah ke Bukittinggi dan mengunjungi Tembok Koto Gadang. *kesian yah.

Tembok Koto Gadang membelah dinding Ngarai Sianok

Untuk menuju Tembok Koto Gadang, aku, Nadya, mami, dan Elsa melewati objek wisata Panorama dan Lobang Jepang terlebih dahulu. Lanjut terus dari sana akan menemukan perempatan jalan di Bantolaweh. Kami pun belok kiri dan langsung menuju Tembok Koto Gadang. Tak sampai 5 menit melewati jalan yang landai dan dikelilingi pepohonan, Kami pun berhenti di parkiran persis di belakang Lobang Jepang. Lokasi parkir dengan Tembok Koto Gadang tidak berdekatan. Karena itu, kami harus berjalan kaki satu putaran jalan untuk menuju gerbang Tembok Koto Gadang. *langsung siapin tenaga untuk menelusuri Tembok Koto Gadang.

Monumen di gerbang Tembok Koto Gadang

Tembok Koto Gadang yang memiliki panjang 1.7 meter diresmikan tanggal 26 Januari 2013 (*sehari sebelum ultahku donk) oleh Menkominfo Tifatul Sembiring. Konon katanya Tembok Koto Gadang milik pribadi Tifatul Sembiring. Tembok Koto Gadang yang memiliki desain seperti Tembok China versi mini membentang di Ngarai Sianok dan menjadi penghubung Bukittinggi dengan Kabupaten Agam. Bisa jadi Tembok Koto Gadang merupakan simbol persaudaraan yang menghubungkan 2 daerah tersebut.

Jalan setapak menuju Tembok Koto Gadang

Sudah lebih 10 menit menuruni jalan setapak, Kami masih belum menemukan Tembok Koto Gadang. Lelah. Kami pun beristirahat di pondok yang menjual karupuak kuah gadang jo mie. Aku pun langsung membeli karupuak kuah gadang jo mie. Saat menyantapi karupuak kuah, aku teringat masa kecil dulu yang sering membeli karupuak kuah jo mie. Hmm, raso karupuak kuahnyo nda barubah.

Karupuak kuah gadang jo mie

Tiba-tiba rintik gerimis pun muncul saat Kami masih di pondok. Meskipun demikian, beberapa pengunjung yang melintasi jalan setapak tetap semangat menerjang rintik gerimis. Lebih dari 5 menit, gerimis belum juga reda. Kami pun sepakat untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Tembok Koto Gadang. Karena hanya membawa 1 buah payung, Kami meminta kresek kepada penjual di pondok. Aloha! Aku pun menggunakan kresek di kepala.

Bertopi kresek dengan muka ngga karuan :((

Kami melewati jalan setapak dengan perlahan. Di tengah perjalanan, aku menanyakan lokasi Tembok Koto Gadang kepada penjual di sekitarnya. "Bu, bara jauah lai Tembok dari siko?" tanyaku menggunakan Bahasa Minang. "Tembok Chino? Dakek lai nyo. Kiro-kiro 100 meter lai", jawab penjual setempat dengan menggunakan Bahasa Minang. Wuah, ternyata Tembok Koto Gadang lebih dikenal Tembok China di sini.

Bentuk Tembok Koto Gadang memang mirip dengan Tembok China. Tapi Tembok Koto Gadang dengan Tembok China itu berbeda. Sebagai penduduk Indonesia, seharusnya Kita tetap menyebutnya Tembok Koto Gadang agar Tembok Koto Gadang bisa dikenal ke mancanegara. Kalau bukan Kita siapa lagi? Kita dapat membandingkannya dengan Jam Gadang. Jam Gadang itu mirip dengan Big Bang di Inggris. Tapi Kita selalu membanggakan Jam Gadang ke mancanegara. Alhasil Jam Gadang yang menjadi icon kota Bukittinggi pun terkenal ke mancanegara.

Akhirnya setelah berjalan menyusuri jalan setapak sambil memandangi pesona Ngarai Sianok, Kami pun menemukan Jembatan merah yang menghubungkan sungai dan dinding Ngarai Sianok. Jembatan merah terbuat dari kayu sehingga pengunjung akan merasakan goyangan seperti gempa mini saat melewati jembatannya. Supaya jembatan tidak roboh, pengunjung yang melewati jembatan merah dibatasi sebanyak 10 orang. Karena itu, pengunjung harus mengantri sebelum melewatinya.

Jembatan merah yang menuju Tembok Koto Gadang

Setelah melalui goyangan di Jembatan Merah, kami pun tiba di Tembok Koto Gadang. Tembok Koto Gadang ini memiliki banyak anak tangga sehingga banyak orang juga yang menyebutnya Janjang Koto Gadang. Dari Tembok Koto Gadang, Kami bisa melihat pesona indahnya Ngarai Sianok dengan sungai yang mengalir, pepohonan yang rindang, dan hawa yang sejuk. *Ya Allah indah nian Ngarai Sianok, sejuk lagi.

Nadya terpesona dengan Ngarai Sianok


Tak sampai menyelusuri banyak anak tangga hingga ke puncak tangga tertinggi, Kami pun memutuskan untuk pulang. Selain sudah lelah, cuaca yang masih gerimis menjadi halangan untuk tetap menaiki anak tangga.

Anak tangga Tembok Koto Gadang

Perjalanan pulang lebih melelahkan daripada perjalanan datang. Kalau sebelumnya Kami datang menelurusuri jalan setapak dengan menurun, sekarang harus melewati jalan setapak dengan menanjak. Apalagi sebelumnya Kami juga telah berjalan sekitar 15-20 menit. Wajar donk kami kelelahan dengan nafas terengah-engah saat balik pulang.

How to get there?

Tembok Koto Gadang terletak di Ngarai Sianok, perbatasan Bukittinggi dan Koto Gadang. Jika menaiki kendaraan pribadi, belok kiri saat menemukan perempatan Bantolaweh. Kemudian parkir persis di belakang Lobang Jepang. Saat itu, biaya parkiran tidak sampai Rp 10.000. Jika menggunakan transportasi umum, naiklah angkot merah yang mangkal di pasar bawah. Tanyalah kepada sopir angkot yang menuju Sianok. Sedangkan jika jalan kaki, tinggal turun melewati anak tangga dari Pical Sikai kemudian langsung tiba di parkiran mobil. Nggak akan berjam-jam kok jalan kakinya. Lumayanlah bisa trecking dan berolahraga. ;))

Tuesday, September 09, 2014

Menikmati Kelezatan dan Keromantisan Jubilare

Tuesday, September 09, 2014 Posted by rizka farizal , 7 comments
Dewasa ini, Bandung tidak hanya dijuluki kota mode, kota FO, kota kembang, paris van java tapi juga dijuluki kota surga kuliner. Banyak banget makanan lezat di Bandung. Mulai dari jajanan kaki lima, warung nasi, restaurant, sampai café-café middle up ada di Bandung.

Jubilare dine & wine adalah salah satu café middle up bernuansa romantis dan desain interior yang cozy di Bandung. Jubilare berasal dari latin yang artinya berteriak dan bersorak-sorai. Karena itu tujuan Jubilare untuk menyediakan makanan luar biasa dan pelayanan yang ramah kepada pelanggan dengan sukacita. Tak hanya itu, Jubilare yang didirikan tahun 2012 mempunyai visi untuk menjadi top European restaurant di Bandung. Makanya Jubilare berusaha memberikan terbaik kepada pelanggannya.

Jubilare dine & wine. Mendengar kalimatnya saja sudah banyak orang yang berpikir dua kali. Ada orang yang begitu mendengar kalimat Jubilare dine & wine langsung mengganggap café mewah, harga mahal, dan pelanggannya orang tua yang high class. Padahal menurut chef dan staff Jubilare sendiri pelanggannya banyak anak-anak muda dan harganya pun sesuai dengan kualitas menu yang disajikan. Iya, komposisi makanan yang disajikan merupakan bahan impor dan sebagian besar sayuran tumbuh dari perternakan organik Jubilare sendiri yaitu di Lembang.

Ada juga muslim yang begitu mendengar nama Jubilare dine & wine langsung mengganggap menu-menu yang disajikan tidak halal dan mayoritas mengandung alkohol. Temen aku saja sampai shock gituh saat aku cerita abis makan dari Jubilare. "Kamu minum wine, ka? Guilty pleasure. Biar merasa sekseh ya?" kata salah satu temenku inisial K. Menurut L, aku mau gitu minum wine? Aku masih ingin masuk surga kaleee. Calmly, please! Jubilare itu memang menyajikan minuman beralkohol tapi banyak juga minuman non alcohol dan makanan yang halal. So, jangan khawatir deh.

Menu Pilihan Jubilare

Jubilare memiliki banyak menu pilihan yang lezat dan diracik oleh chef master. Makanan yang disajikan pun tidak mengandung bahan penyedap dan MSG. Iya, para chef Jubilare menyadari pentingnya kesehatan dan menghormati pelanggannya. Karena itu racikan makanan menggunakan bahan-bahan alami yang sehat.

Mint Breeze

Mint breeze

Mint breeze merupakan minuman berwarna hijau yang mengandung mint, kiwi, lemon juice. Disajikan dengan topping cheery. Lalu aku mengaduk minumannya supaya komposisinya merata. Rasa minuman yang asem nan kecut menimbulkan kesegaran apalagi minumnya di siang hari. Seperti minum air di padang pasir deh.

Baby Brown

Baby brown

Nama yang sangat imut-imut untuk sebuah minuman. Baby brown yang mengandung bandrex, syrup, dan vanilla ice cream sangat membuatku menggoda. Slurp. Aku langsung meminumnya dan rasa bandrex-nya sangat dominan. Aku suka sekali minumannya. Sampai berkali-kali nyicipinnya.

Blue Sea

Blue sea

Blue sea disaji dengan apik sehingga terlihat mewah dan eksotis. Minuman ini mengandung Curaçao. Itu loh buah dari Spanyol yang sangat mirip dengan jeruk yang kecil, pahit, tapi baunya wangi. Selain itu, blue sea juga dicampur apple syrup, lemon, jeruk. Rasanya pun seger dan cocok banget diminum di tepi pantai. Cocok ya dengan namanya? Aku hanya nyicip sedikit saja sih karena ngga terlalu suka dengan minuman berwarna meskipun warnanya itu dari Curaçao.

Strawberry Sensation

Strawberry sensation

Mendengar namanya sudah dapat ditebak bahwa minumannya mengandung strawberry. Iya, minumanannya memang mengandung strawberry meskipun ada komposisi lain seperti peach dan yoghurt. Rasa strawberry sangat pekat dalam minumannya. Ya ialah. Eh tapi karena aku ngga terlalu suka strawberry, jadi biasa saja minumnya. Nggak nagih seperti baby brown.

Cheese Fritter

Cheese fritter

Bagi penyuka cheese seperti aku pasti suka banget dengan makanan cheese fritter. Karena cheese-nya sangat berasa. Makanan berbentuk roll dari cheese dan tepung yang digoreng ini dimakan dengan dua pilihan yaitu mayonaise dan sambal mirip sambel mata. Mayonaise-nya enak, sambel matanya pun juga enak. Jika cheese fritter dikombinasikan dengan mayonise enak dan cocok dilidah. Tapi jika cheese fritter dikombinasikan dengan sambel mata, kok aneh rasanya yah? Rasanya campur-campur saat cheese fritter pakai sambel mata.

Jubilare Chicken Quasadila

Jubilare Chicken Quasadila

Saat makanan ini disajikan, aku tak sabar ingin menyicipnya. Disamping namanya yang sangat khas dengan nama café-nya, makanannya pun juga menggoda. Sajian Jubilare chicken quasadila dilihat dari atas mirip roti cane yang berisi daging ayam yang dicincang seperti martabak telur. Namun, saat dicicip rasanya gurih, ayamnya empuk, dan sambelnya seperti campuran pedes dan manis. Ternyata menurut chef-nya makanan ini memiliki smoke chicken, cheese, salad, dan tomato jam yang spesial. Pantes rasanya enak.

Angel Hair Pasta

Angel Hair Pasta

Angel hair pasta merupkan pasta yang sangat beda. Pastanya tipis dan lembut seperti rambut. Mirip sohun tapi berwarna kuning. Makanan ini disajikan dengan seafood seperti barramundi dan udang. Tak lupa dicampur dengan sambel sehingga cita rasa pastanya sangat enak untuk semua kalangan. Menurutku sih. hihi

Chicken Teriyaki

Chicken Teriyaki

Chicken teriyaki yang disajikan berbeda dengan chicken teriyaki lainnya. Chicken-nya gurih dan lembut. Sambal teriyaki pun sudah meresap ke tepung sehingga sambalnya tidak begitu terasa. Chicken teriyaki disaji dengan nasi. Tapi, entah kenapa nasi yang disajikannya agak keras yah? Heuuu.

Jubilare Beef Stroganoff 

Jubilare Beef Stroganoff

Jubilare beef stroganoff juga merupakan makanan andalan Jubilare. Makanan ini memiliki beef yang empuk dan nasi mentega yang gurih. Sayangnya saat kemaren aku cicip, bumbunya seperti ada yang kurang. Entah kurang garam, entah ada bumbu yang lupa tercampur. Meskipun demikian, aku sangat menikmati makanannya dan berkali-kali menyicipinya. Beef dan nasi menteganya enak banget sih.

Jubilare Aromatic Fried Rice

Jubilare Aromatic Fried Rice

Nasi goreng pernah menjadi makanan terlezat kedua di dunia. Mungkin karena itulah Jubilare menyajikan menu nasi goreng dengan nama Jubilare aromatic fried rice. Eits, jangan salah loh nasi gorenganya sangat berbeda. Nasi goreng ini menggunakan rempah-rempah yang dominan jahe. Tapi rempah-rempahnya sangat khas. Bau rempah-rempahnya tidak menusuk hidung apalagi sampai bersin saat menyiumnya. Saat aku cicip, dagingnya juga kenyal dan enak banget. Menurut chef-nya, dagingnya adalah wagyu. Oh pantes rasa dagingnya enak. Wagyu sih. Ada nasi goreng ada kerupuk. Jubilare juga menyajikan kerupuk pada nasi goreng. Kerupuknya juga bukan kerupuk murahan tapi kerupuk berkualitas seperti kerupuk yang di nasi bubur.

US Black Angus Sirloin

US Black Angus Sirloin

Makanan ini seperti steak sirloin impor. Dengan tingkat kematangan medium, sirloin ini sangat pas dilidah. Apalagi dicolek dengan sambal pilihan dan mash potato yang lembut. Eh tapi menurutku sih menu sirloin tidak begitu spesial. Karena banyak café dan resto yang menyajikan menu mirip-mirip sirloin ini.

Stuff Baby Chicken

Stuff Baby Chicken

Saat mendengar namanya aku langsung membayangkan bayi-bayi ayam yang masih empuk dan belum diberikan zat kimia pada tubuhnya. Pasti rasanya enak. Dan saat aku menyicipinya. Hmm, memang enak. Ayamnya empuk, bumbu rempah-rempahnya sangat pas, rasanyapun tidak pedas dan tidak kemanisan. Tak hanya itu, risotto yang diselipkan ke dalam ayamnya pun enak dan tidak terlalu lembek.

Italian Panacota

Italian Panacota

Panacota merupakan makanan seperti pudding tapi sangat lembut. Jubilare menyajikan tiga pilihan Italian panacota: rasa original, green tea, dan fruity. Original sudah pasti masih perawan dan belum dicampuri komposisi lain. Green tea dicampur dengan green tea. Fruity ditaburi yoghurt dan fruity. Green tea panacota berhasil membuat diet green tea ku pun tidak terealisasikan. *Aku nggak mau makan green tea karena green tea melangsingkan tubuh padahal aku kan ingin gemuk. Rasa green tea tidak terlalu pekat sehingga membuatku ketagihan menyicipnya. Jika diurutkan berdasarkan kesukaan, setelah green tea itu original, dan terakhir fruity. Aku kurang suka dengan fruity karena rasanya terlalu manis. *Kan aku sudah manis. ;))

British Chocolate Cake

British Chocolate Cake

British chocolate cake merupakan salah satu dessert andalan Jubilare. Chocolate cake mirip brownies tapi tidak terlalu kental coklatnya. Rasanya lembut dan manis. *tidak manis bangetttt. Sebagai penyuka ice cream, aku makin nagih dengan adanya horn cone. Wuahhh beneran enak banget loh.

Romantisnya Jubilare Dine & Wine  
Jubilare dine & wine memiliki tempat yang cozy. Apalagi suasana malem hari, beuh sangat romantis. Karena hanya dihiasi lilin-lilin dan sedikit lampu. Dengan suasana yang romantis itulah Jubilare menawarkan paket-paket engaged untuk pasangan yang sedang kasmaran. Tak heran setiap bulannya ruangan Jubilare di-booking untuk pasangan yang ingin mengungkapkan perasaan kepada pujaan hatinya. Bahkan, satu ruangan pun dikosongkan hanya untuk kedua pasangan. Jubilare juga menyajikan menu masakan dan dekorasi berbeda untuk pasangan-pasangan yang akan lamaran. Wuah romantis kan jika pasangan memberikan cake bertuliskan "Will you marry me?" buatan Jubilare.

Promo Promo

Jubilare yang pernah disiarkan pada beberapa stasiun TV seperti kompasTV, trans7, BandungTV berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Salah satunya dengan promo dan discount. Promo yang menarik adalah adanya cup cake gratis. Wuah menarik sekali, bukan? Cara mendapatkan cup cake gratis mudah loh. Cukup dengan meng-upload foto sedang makan dan setting lokasinya di Jubilare kemudian mention ke twitter @jubilarebdg. Tunjukin buktinya ke pelayan Jubilare dan langsung dapat cup cake-nya. Mudah, kan?

How to get there?

Jubilare terletak di Jl. Karang Sari No. 14, Bandung. Jika naik transportasi umum dari Dago, naiklah angkot Caheum-Ledeng ke arah Ledeng yang mangkal di Jl. Tamansari. Saat melewati Jl. Setia Budi, angkotnya akan berbelok ke kiri sebelum berbelok ke kanan di Jl. Sukajadi. Nah, jalan yang belok kiri dari Jl. Setia Budi itulah yang bernama Jl. Karang Sari. Jubilare terletak di sebelah kanan jalan. So, langsung berhenti saja di Jl. Karang Sari No.14.

Jubilare dine & wine

Jl. Karangsari No.14, Bandung
Phone: (022)955 555 86 
Twitter: @jubilarebdg 
Website: www.jubilaredinewine.com
Buka: 11.00 – 23.00 WIB 
Fasilitas: WiFi, band akustik (weekend
Harga: minuman (Rp 18.000 – Rp 95.000), appetizer (Rp 20.000 – Rp 40.000), menu utama (Rp 60.000 – Rp 350.000), dessert (Rp 20.000 – Rp 30.000)

Wednesday, September 03, 2014

BIG99 Cafe, Cafe PT KAI Pertama

Wednesday, September 03, 2014 Posted by rizka farizal , 6 comments
PT KAI merupakan perusahaan kereta api satu-satunya di Indonesia. Baru-baru ini, PT KAI sudah melebarkan sayapnya. Tak hanya bisnis kereta api, tapi juga bisnis kuliner dan rencananya juga bisnis perhotelan. Bisnis kuliner kereta api Bandung yang pertama bernama Restaurant Kereta Api (Reska) yang terletak di dekat stasiun Bandung. Karena ingin lebih dekat dengan masyarakat, Reska membuat cabang yang jauh dari stasiun kereta api.

Adalah Big99 Café cabang dari Reska. Big99 merupakan restaurant PT KAI pertama yang terletak jauh dari stasiun. Big99 yang terletak di Jl. Bengawan No. 25. Katanya sih tempat Big99 di Bengawan dulunya bekas kantor PT KAI.
Big99 baru diresmikan oleh pegawai PT KAI tanggal 29 Agustus 2014. Café ini bisa dinikmati dengan duduk di kursi dan bisa juga dengan lesehan. Bagi pemiliknya angka 99 dianggap hoki. Karena itulah dinamakan Big99 Café.

Bersama blogger dan +InfoBandung 

Menu andalan Big99 adalah milkyway. Karenanya logo Big99 itu sapi. Sayangnya, saat kemaren aku ke sana, si milkyway sudah habis terjual. Jadinya nggak bisa nyicip deh. Hiks.

Hebatnya, Big99 memiliki varian menu yang diandalkan. Tak hanya milkyway, menu makanannya pun banyak. Aku pun menanyakan makanan andalannya kepada waitress yang ramah dan berjilbab. "Makanannya apa yang laris, teh?", kataku kepada waitress. "Hmm, kalau yang laris dari sejak opening siang tadi sih grilled salmon", jawab si waitress. Kalau melihat komposisinya yang mengandung ikan salmon dari Norwegia dipanggang dengan saus paprika merah, acar sayuran, dan kentang bakar keju memang maknyos sepertinya. Aku pun langsung memesan grilled salmon.

Begitu grilled salmon disajikan, salivaku pun langsung meleleh. Makanannya sangat menggoda. Tak mau berlama-lama, aku pun langsung menyicipi salmon. Hmm, salmonnya enak banget. Tidak keras dan tidak terlalu lembek. Apalagi salmonnya dicolek dengan saus paprika merah yang berasa manis-pedas. Makin enak, bro. Kentang bakar keju yang masih sepiring dengan salmon paling juara menurutku. Lezato!
Grilled Salmon

Sedangkan menu appetizer (sekaligus dessert), aku penasaran dengan lumpia bohay. Karena aku pernah mendengar bahwa lumpia bohay yang berasal dari Bandung sangat aduhay lezatnya. Tak lama setelah pesan, lumpia bohay pun tiba. Aku suka dengan penyajiannya yang dapat merubah menu jajanan kaki lima menjadi menu restaurant mewah. Rasanya pun sangat enak saat pertama masuk mulut. Pas banget dilidahku.
Lumpia Bohay

Untuk minuman, aku pun menanyakan minuman andalan selain milkyway. "Apa minuman andalan lain selain milkyway, teh?" kataku kepada waitress. "Irish coffe, black coffe", jawab waitress. Karena aku nggak suka black coffe, aku pun menanyakan irish coffe yang masih asing bagiku. "Irish coffe itu apa?", tanyaku lagi kepada waitress. “Irish coffe itu kopi Irlandia yang enak banget loh”, jawab si waitress. Yaudah deh aku langsung pesan irish coffe karena penasaran dengan rasanya.

Irish coffe pun tiba. Minuman hangat berwarna coklat muda yang disaji dengan cangkir putih memang menggoda. Aku pun langsung meminumnya dengan bismillah. Enak banget emang. Nggak seperti kopi pahit. Saat mencari bahan untuk menulis blog ini, aku pun kepo dengan komposisi Irish coffe. Setelah googling, aku menemukan artikel Wikipedia yang menjelaskan irish coffe.

Sumber: dari Wikipedia

Aku langsung shock begitu melihat komposisi wiski. Berkali-kali aku mengucapkan astaghfirullah dan menyesali ketololanku. Kenapa aku nggak kepo saat masih di café? Kenapa aku mau saja ditawari waitress berjilabab itu Irish coffe? Pelajaran banget deh buat aku. Kalau mau pesan menu itu PERHATIKAN KOMPOSISI MAKANAN. Jangan sampai makanannya mengandung komposisi yang DIRAGUKAN KEHALALANNYA.

Kelebihan Big99 memang dari segi cita rasa yang sangat lezat. Apalagi harganya pun masih bisa terjangkau. Namun, PR untuk Big99 adalah mengurus sertifikasi kehalalannya. Menu sih boleh lezat tapi kalau kehalalannya masih diragukan tentu pelanggan akan berpikir dua kali.

Promo Grand Opening
Big99 Café memiliki harga yang terjangkau. Harga makanan utama (steak, grilled, dll) 30an ribu, appetizer (zupa-zupa, lumpia bohay, salad, dll) antara 7rb sampai 15rb, milkyway big 21rb dan medium 12rb, juice 12rb, squash 10rb – 12rb.

Big99 memberikan promo 30% kepada semua pelanggan dari tanggal 29 Agustus sampai 13 September 2014. Selain itu, jika membeli menu milkyway ukuran Big akan mendapatkan voucher stiker LINE seharga 5*Rp 20.000. Menurutku, semua menu makanannya bisa dinikmati tanpa diragukan kehalalannya. Namun, untuk minuman disarankan memilih milkyway atau juice. *Jika memiliki konflik batin menyicipi irish coffe. *Tapi kalau tidak ragu dengan Irish Coffe, silakan saja dicicipi.
Yuk ke Big99, selagi promo

How to get there?
Big99 Café yang terletak di Jl. Bengawan No. 25. Letaknya berdekatan dengan Papyrus Photo Studio. Tak jauh juga dengan IBCC, Jl. Ahmad Yani.

Dari Dago, aku naik angkot Dipati Ukur – Panghegar dan berhenti di pertigaan jalan seberang IBCC. Dari pertigaan, jalan kaki sekitar 100 meter. Big99 terletak di sebelah kiri jalan.

Big99 Café
Jl. Bengawan No. 25 
Fasilitas: lesehan, live music (weekend), ruang meeting (kapasitas 15 orang)
Buka: 09.00 - 21.00 WIB (weekdays) dan 09.00 - 22.00 WIB (weekend)
Twitter: @big99_cafe

***
KABAR GEMBIRA!
Big99 Café telah membaca artikel ini. Mereka pun juga telah memberikan konfirmasi dan membalas pertanyaanku. Berikut ini jawaban dari pihak Big99 Café :

So, Insya Allah menu  Big99 Café adalah HALAL termasuk Irish coffe. By the way, terima kasih jawabannya Big99 Café. ;))