Saturday, August 09, 2014

Buka Bersama Urang Rambai

Saturday, August 09, 2014 Posted by rizka farizal No comments
Mungkin banyak yang bertanya tentang penamaan blog ini. *GeeR. FYI, genrambai yang merupakan alamat URL blog ini artinya gen = keturunan, rambai = nama perkampungan kecil di Maninjau, Sumatera Barat. Iya, aku berasal dari Rambai (bukan Rumbai di Pekanbaru loh!). Meskipun alm kakek dan nenekku sudah lama pindah dari Rambai dan aku pun belum pernah menginjakkan kaki di Rambai, tapi setiap ada perkumpulan semisal halal bihalal, arisan, dll di Maninjau keluarga besarku selalu memperkenalkan diri bahwa kami berasal dari Rambai. Meskipun iya itu tadi, nenekku sudah pindah dari Rambai dan sekarang tinggal di Bancah, Maninjau.

Urang Rambai kini keturunannya sudah makin berkembang. Dari hanya beberapa orang di sebuah rumah (kakek nenek buyutku), kini sudah banyak anggota keluarganya. Jadi ceritanya nenek buyutku mempunyai 3 orang anak dan semuanya perempuan. Anak tertua adalah nenekku, anak kedua dipanggil nenek rancak (alm), dan anak bungsu dipanggil nenek muda. 

Nenekku mempunyai 8 orang anak yaitu 4 orang perempuan dan 4 orang laki-laki (sekarang tersisa 3 orang perempuan dan 4 orang laki-laki). Masing-masing anak nenekku mempunyai anak juga (cucu red.) dan jumlah cucu dari nenekku adalah 13 orang anak. *13 is lucky number. Cucu tertuanya adalah aku (2* tahun, sengaja disensor) dan cucu terakhir adalah sepupu laki-lakiku yang masih 18 bulan. *selisih umurnya jauuuuhhh bingits yah. Hampir loh aku dipanggil tante. huhu. Alm nenek rancak mempunyai 3 orang anak yaitu 1 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Sedangkan nenek muda mempunyai 7 orang anak yaitu 4 orang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Saat ini, urang Rambai yang tinggal di Maninjau hanya 2 keluarga, urang Rambai yang tinggal di Bukittinggi hanya Nenekku, sepupuku, dan ibuku. Urang Rambai lainnya merantau ke luar Sumatera Barat. Ada yang di Bengkulu, Batam, Jambi, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Banjarmasin. *Kebayang donk sepinya rumah tua kami di Maninjau saat semuanya merantau.

Bersyukur,

Saat lebaran 1435 H kemaren banyak urang Rambai yang mudik ke Maninjau. Dengan banyaknya yang mudik, nenekku sebagai urang paling tuo saat ini mengundang adik, anak, dan cucunya berbuka bersama di rumah nenekku, Bancah, Maninjau. Pas banget buka bersamanya pada hari terakhir Ramadhan.

Sebagai master chef di keluarga, nenekku membuat menu berbuka. Jangan salah loh meskipun nenekku sudah uzur tapi hampir semua menu buka bersama diracik oleh nenek sendiri. Nenekku Keren! 

30 menit menjelang berbuka, 

Keluarga besar alm nenek rancak dan nenek muda sudah sampai di rumah nenekku, Bancah. Rumah yang sebelumnya sepi bahkan sempat tidak dihuni menjadi padat dengan urang Rambai. Beruntungnya, saat ini rumah di Bancah sudah mempunyai 3 buah kamar mandi sehingga tidak terlalu antri saat ke kamar mandi. *buka bersama sekalian syukuran dapur baru juga sih.

Narsis sebelum berbuka *meskipun matanya gak kobe

Ngiungggggggg

Sirine buka puasa pun berbunyi. FYI, sirine seperti bunyi ambulance merupakan bunyi yang ditunggu saat buka puasa di Sumatera Barat. Noted! Bukan Maninjau saja tapi Sumatera Barat. Iya, bedug sudah diganti dengan sirine. Mungkin karena bedug bunyinya tidak terlalu kenceng makanya diganti sirine.

Urang Rambai pun langsung mengambil menu tajil dan berbuka puasa. Hmm, makanannyo lamak bana.

Beberapa menu yang tersorot kamera

Usai berbuka puasa dan sholat maghrib berjamaah, keluarga alm nenek rancak dan nenek muda pun pulang ke Rumah masing-masing. Hopefully, tahun depan kebersamaan berbuka puasa terulang kembali.
You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them. Desmond Tutu
Finally, serbuuu makanan
We cannot destroy kindred: our chains stretch a little sometimes, but they never break.Marquise de Sévigné
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment