Friday, June 27, 2014

Opening Syaamil Qur'an Goes to Mall

Friday, June 27, 2014 Posted by rizka farizal No comments
Life style

Dua buah kata yang dianggap gaul jaman sekarang. Bagi kebanyakan orang, life style adalah saat update dengan media baik itu media online maupun offline, memakai fashion yang sedang trend, memiliki gadget terbaru, makan di tempat mewah, dan semua life style duniawi. Hal itu juga banyak dijumpai oleh kaum muslim/muslimah.

Jika melihat potensi pasar dan bisnis penduduk muslim di dunia bahwa >60% muslim adalah Indonesia. Memang Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di Indonesia. Terserah apakah muslim KTP atau muslim tulen tapi umat muslim Indonesia sering dilirik negara asing. Cara berpakaian muslimah yang sedang booming dengan hijabers pun sering dilirik negara muslim lainnya. Demikian juga dengan kebiasaan dan perilaku umat muslim Indonesia seperti memberikan label halal pada kemasan makanan, cara menjalankan ibadah Ramadhah, tradisi lebaran banyak yang menarik. 

Berdasarkan GDP, Indonesia memiliki pertumbuhan > 4.000 USD. Artinya banyak "orang kaya baru" yang muncul di Indonesia. Iya, Indonesia memang banyak orang kaya dan konsumtif tapi masih banyak juga orang miskin yang masih membutuhkan bantuan orang kaya. Masih banyak kan orang kaya yang hanya kaya untuk dirinya sendiri?

Dan…

Karena orang kaya baru mulai banyak di Indonesia, life style pun sudah menjadi kebutuhan. Media merupakan sarana promosi life style yang makin meroket. Berdasarkan data statistik, penduduk Indonesia menggunakan media TV 94% (6% sisanya adalah anak kosan yang tak punya TV seperti aku nih), radio 68%, handphone naik dari 30% menjadi 60% (47% berasal dari kelas menengah ke bawah). Bahkan 71% penduduk Indonesia online setiap harinya. Sehingga, tak heran acara TV, fashion, kuliner, pendidikan menjadi life style umat muslim di Indonesia.

Dampak dari berbagai media tersebut menimbulkan masalah yaitu P.O.R.N.O.G.R.A.F.I. Pornografi sudah makin menjadi-jadi dari berbagai kalangan bahkan anak yang masih ingusan banyak yang menikmati pornografi. Menurut riset, Indonesia merupakan negara yang memiliki akses pornografi terbesar. Sebuah riset kepada 400 orang tua menunjukkan bahwa 60% memberikan peralatan teknologi kepada anaknya tanpa alasan, 20% karena permintaan anak. Sehingga, 37% anak mengakses pornografi di rumah sendiri, 11% di rumah teman. So, hampir 1 dari 2 anak melihat pornografi dari rumah sendiri dengan alasan iseng (21%), penasaran (18%), terbawa teman (9%), takut dibilang kuper (3%). 

Padahal…

Pornografi memiliki banyak dampak negatif. Menurut kesehatan (Dr. Donald Hilton), pronografi dapat mengakibatkan kerusakan 5 bagian otak (perbuatan berulang-ulang terhadap pemuasan seksual). Pornografi juga mengakibatkan kasus AIDS meningkat 30%, pengguna narkoba mencapai 30 Triliun, hedonisme dan kriminalitas meningkat.

Lalu, solusinya apa?

Solusinya adalah menjadikan Al Qur’an sebagai life style. Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Al Qur’an bukan hanya menjadi pajangan di lemari buku tapi Al Qur’an harus ditadaburi setiap harinya. Al Qur'an tidak hanya disimpan di musholla tapi Al Qur'an dibawa dan dibaca setiap hari. Lebih baik dianggap "gaul akhirat" daripada "gaul dunia". Karena bagaimanapun semua manusia tidak kekal dan akan menjalani hidup akhirat.

Al Qur’an sebagai Life Style

Melihat berbagai macamnya life style duniawi umat Islam bahkan banyak dampak negatifnya, Syaamil Qur’an menindaklanjutinya dengan memberikan talkshow pada tanggal 21 Juni 2014 di BTC, Bandung. Acara yang dibuka oleh Ibu Atalia Kamil (Istri Walikota Bandung) sekaligus launching: Syaamil Qur’an Goes to Mall. Dengan host Teh Tina, pengisi acara talkshow adalah Kang Rachmad (Direktur Syamil Inovation) dan Bunda Ari Indriyani (Sales Manager Sygma). 

Koleksi pribadi

Menurut Kang Rachmad, Al Qur’an sebagai life style adalah bagaimana menjadikan Al Qur'an sebagai wujud keseharian (kehidupan masyarakat sehari-hari). Al Qur’an sebagai life style juga artinya mushaf Al Qur’an secara fisik sebagai bagian dari produk media kreatif Islami yanmana Syaamil Qur’an berikhtiar mengembangkan media kreatif Islam.

Koleksi pribadi

Sementara Bunda Ari menjelaskan akar masalah dari pornografi, narkoba, hedonisme, dan kekerasan itu adalah karena faktor kurangnya kedekatan orang tua dan anak dan adanya krisis keteladanan. Memang sosok teladan bagi kebanyakan umat muslim sekarang adalah public figure. Life style public figure pun sering ditiru umat muslim. Bunda Ari juga menambahkan bahwa kelemahan anak Indonesia sekarang adalah kecerdasan ketahanmalangan (ketahanan terhadap stress). Tak heran banyak anak-anak sekarang yang sering galau, apatis, dan tidak move on. Betul kan?

Syaamil Tab dan Syaamil Note

Credit: syaamil quran

Kata siapa gadget hanya untuk hedonisme, buktinya Syaamil Qur’an punya produk Syaamil Tab dan Syaamil Note. Sambil menyelam minum air, sambil bergadget sambil bertilawah, membaca buku Islami, dan menikmati aplikasi Islami yang sangat bermanfaat. Visi Syaamil Qur’an adalah menjadikan Al Qur’an sebagai lokomatif umat muslim. Sehingga, Al Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat muslim.

Adapun aplikasi dari Syaamil Tab adalah:
  • Miracle the practice
  • Kompilasi aplikasi muslim kosmopolitan (tasbih dengan telunjuk, arah kiblat, waktu sholat)
  • Aplikasi Syaamil Qur’an terjemahan perkata
  • Aplikasi tafsir Ibnu Katsir
  • Aplikasi panduan haji dan umroh
  • Aplikasi e book pustaka sains popular Islami
  • Aplikasi e book it’s my world
  • Aplikasi e book syaamil kids
  • Aplikasi game abata
  • Bonus animasi film dan lagu anak

Referensi:

Slide talkshow Syaamil Qur’an
http://syaamilquran.com/
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment