Sunday, June 29, 2014

Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Sunday, June 29, 2014 Posted by rizka farizal 10 comments
Hiburan 

Adalah sesuatu yang sangat aku butuhkan usai menempuh sidang. Meskipun sudah selesai tetap saja hectic mengerjakan revisi dan persyaratan wisuda. Jika sebelum kampanye PEMILU, internet sudah cukup bagiku untuk refreshing. Aku bisa stalker via media sosial, baca berita via media online, dan nonton via youtube. Namun, semua itu berubah saat kampanye PEMILU. Debat dan kampanye via media sosial pun lebih heboh daripada debat capres yang ditayangkan setiap minggu. Media online pun diisi dengan berita capres yang kontroversi, entah benar entah salah. Jenuh! Aku sangat butuh hiburan untuk menghilangkan kejenuhan.

Gayung pun bersambut. Tetiba saat aku menunggu dosen pembimbing, aku mengecek facebook. Eng ing eng, ternyata ada 3 undangan menonton Cahaya dari Timur: Beta Maluku untuk blogger Bandung yang bekerja sama dengan Indosat IM3. Pas banget ada 1 undangan yang tersisa. Aku langsung daftarlah apalagi undangannya tidak hanya nonton gratis tapi juga meet & greet dengan pemain filmnya. 10 menit sebelum jadwal acara yang tertera pada undangan, aku sudah sampai di Cinema XXI, Ciwalk. Tak berapa lama kemudian, aku bertemu dengan blogger Bandung lainnya yaitu: Bang Aswi, Vanisa, dan Santi.

Credit: dari sini

Menjelang film dimulai, aku sempat googling sinopsis dari film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Hmm, kalau baca sinopsisnya sih seru banget. Secara aku senang dengan film dengan setting daerah yang jarang terekspos. Aku senang dengan film inspirasi karena bisa merangsang aku untuk move on dari unconfident apalagi filmnya merupkan kisah nyata. Aku senang dengan film yang memupuk persatuan bangsa. Semua itu bisa aku rasakan saat membaca sinopsis filmnya. Bahkan, filmnya sangat pas dengan kondisi saat ini. Kombinasi dari persatuan yang luntur menjelang PEMILU dan demam Piala Dunia 2014.

Penasaran dengan sinopsisnya? Ini nih sinopsis film Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang bersumber dari sini.

SINOPSIS
Credit: dari sini
Genre: Drama
Produser: Glenn Fredly
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Penulis Naskah: Irfan Ramli, Swastika Nohara
Pemain: Chico Jericho (Sani Tawainella), Abdurrahman Arif (Josef Matulessy), Aufa Assegaf (Hari Zamhari Lestaluhu), Bebeto Leutualy (Salim Ohorella), Jajang C. Noer (Mama Alvin), Safira Umm (Haspa Umarella), Burhanuddin Ohorella (Alvin)
Produksi: PT Visinema Pictures
Durasi: 150 menit
Soundtrack: Tinggikan by Glenn Fredly

Sani Tawainella (Chicco Jericho) ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola. Di tengah kesulitan hidup serta pilihan antara keluarga atau tim sepakbolanya, Sani ditugaskan membawa timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Namun keputusannya membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim justru menyebabkan perpecahan. Sanggupkah Sani melalui semua ini dan membawa cerita baik bagi Maluku?

Trailer Cahaya dari Timur: Beta Maluku 

REVIEW

Review Alur

Credit: dari sini
Aku puas setelah menonton film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Karena filmnya memang bagus. Berdasarkan alur cerita, film ini berawal dari konflik Ambon tahun 2000. Konflik yang banyak menimbulkan korban dan kerugian materi. Melihat kondisi ini, Sani Tawainela, seorang tukang ojek dan mantan pemain bola tergugah untuk melatih anak-anak bermain bola di Tulehu supaya anak-anak tidak terlibat konflik Maluku. Kemudian Raffi, mantan setimnya dulu, ikut melatih anak-anak bermain bola. Selama menjadi pelatih, Sani mengalami berbagai gejolak. Dimulai dari Haspa yang tidak terlalu menyukai Sani sebagai pelatih karena penghasilannya sebagai tukang ojek berkurang sampai kepada Raffi yang mengkhianati Sani dengan mengklaim sebagai pelatih tunggal tim sepak bola (SSB) Tulehu. 

Alhasil, Sani akhirnya mundur sebagai pelatih tim sepak bola Tulehu. Sebelum mengundurkan diri menjadi pelatih sepak bola (SSB) Tulehu, Sani sempat memberikan band kapten kepada Zamhari (Jago). Tak lama setelah mundur menjadi pelatih, Yosef sebagai guru olahraga SMP Kristen di Passo mengajak Sani menjadi pelatih sepak bola di sekolahnya. Sani pun menerima tawaran. Akan tetapi, kepala sekolah di Passo tidak langsung menerima Sani sebagai pelatih karena Sani beragama Islam sementara sekolah tersebut merupakan sekolah Kristen. Adegan ini sangat menarik bagiku karena adegan ini secara tersirat mengatakan bahwa konflik agama bukan memecahbelah persatuan. 

Yosef pun menjelaskan kepada Kepala Sekolah bahwa tidak perlu melihat perbedaan agama. Bagaimanapun sekolah sangat membutuhkan seorang pelatih sepak bola untuk meraih penghargaan kompetisi sepak bola di Maluku. Akhirnya, Sani pun diterima sebagai pelatih di sekolah sepak bola (SSB) Passo. 

Alvin dan Salim Ohorella (biasa dipanggil Salembe) hanya mau berlatih sepak bola apabila pelatihnya Kaka Sani. Alvin dan Salembe pun akhirnya ke luar dari tim sepak bola Tulehu dan pindah ke tim sepak bola Passo agar bisa dilatih Kaka Sani. 

Pertandingan tim sepak bola antara Passo dan Tulehu dimulai. Tim Tulehu sebenarnya tidak menyukai pertandingannya karena mereka harus bertanding dengan Alvin dan Salembe yang merupakan mantan pemain setimnya ditambah lagi dengan Kaka Sani yang merupakan mantan pelatihnya. Namun, pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Tim Tulehu. Raffi sebagai pelatih sangat senang atas kemenangannya. Sedangkan Sani dan timnya sangat kecewa. Namun, tak lama setelah pertandingan justru Sani yang terpilih sebagai pelatih utama U-15 Tim Maluku untuk meraih piala Medco 2006 di Jakarta. Karena Sani dianggap bisa mempersatukan pemain Kristen dan Islam.

Sani pun kemudian memilih tim Maluku. Hari Zamhari (Jago), Salim Ohorella (Salembe), Alvin, Kasim, Franky, dan tim kesebelasan lainnya terpilih sebagai pemain tim Maluku. Zamhari pun terpilih menjadi kapten tim kesebelasan U-15 Maluku.

Menjelang ke Jakarta, banyak konflik yang terjadi. Konflik pertikaian dalam keluarga Sani dan masalah finansial SSB Maluku. Meskipun masalah finansial ujung-ujungnya dapat di atasi tapi masalah keluarga merupakan konflik batin yang tetap dibawa Sani sampai ke Jakarta.

Aku suka dengan durasi menjelang akhir film ini. Karena motivasi, disiplin, dan persatuan sangat menggelora seperti geloranya stadion sepak bola. Aku paling suka saat adegan di kamar ganti. Saat itu, Sani bisa membangkitkan semangat anak-anak yang sempat loyo karena kekalahan babak pertama. “Beta bukan Tulehu, bukan Passo, bukan Kristen, bukan Islam, tapi beta M.A.L.U.K.U”. Jiwa nasionalispun ke luar pada setiap pemain demikian juga dengan penonton seperti aku saat itu.

Berdasarkan alur ceritanya, aku sangat menikmati film Cahaya dari Timor: Beta Maluku. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film. Motivasi, disiplin, dan persatuan. Meskipun ending film dapat ditebak penonton karena Maluku pasti memenangkan Piala Medco 2006. Bagaimanapun, seperti aku bilang sebelumnya bahwa film ini merupakan kisah nyata. Karena Maluku memang pernah menjadi juara Piala Medco 2006. Keren!!!

Credit: dari sini

Review Acting

Acting dari pemain Cahaya dari Timor: Beta Maluku sangat bagus. Aku suka dengan bahasa Maluku yang sangat kental sehingga berasa sedang berada di Maluku. Pemainnya pun bisa menggunakan bahasa Maluku dengan baik. 

Chico Jericho bisa memerankan Sani Tawainella dengan baik. Acting Chicho juga natural. Abdurrahman Arif bisa memerankan Josef Matulessy dengan baik. Meskipun sejujurnya aku tidak suka dengan orang Islam yang memerankan tokoh Kristen. Iya, aku tau film hanya acting tapi agama bukan acting loh. Safira Umm bisa memerankan Haspa Umarella dengan lumayan baik. Menurutku adegan Safira saat sedih kurang menyentuh penonton. Tapi adegan yang lain oke sih. Aufa Assegaf yang memerankan Zamhari dan Burhanuddin Ohorella yang memerankan Alvin pun juga bagus acting-nya. Zamhari terlihat cool menjadi kapten tim Maluku. Aku paling suka dengan Bebeto Leutualy yang memerankan Salim Ohorella (Salembe). Menurutku super star dari pemain anak-anak itu adalah Bebeto. Bebeto bisa membuatku kesal saat adegan marah-marah. Bebeto bisa membuatku salut saat adegan di kamar ganti yang membuat teman-temannya bersemangat. Hmm, mungkin jika ada ajang pemilihan pemeran pembantu terbaik tahun ini, Bebeto bisa menjadi pemenangnya. Pemeran Raffi juga memiliki acting memukau. Aku juga suka dengan Ibu yang memerankan ibunya Salembe (Nama aslinya siapa ya?). Ibunya Salembe polos, menggemaskan, dan sangat menginspirasi. Terakhir, pemeran Kasim sebagai kiper sepertinya kurang maksimal saat menjadi kiper. Kuda-kudanya kurang dapet.

Review Latar & Setting

Kalau membicakan lokasi itu tidak perlu berpikir lama. Karena sumpah lokasinya indah banget. Sebagai penggemar traveling, aku jadi ingin banget ke Maluku. Pantainya bening, pasirnya putih dan bersih, deburan ombaknya memberikan aura romantis. Aku yakin setelah film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, pariwisata Maluku akan semakin berkembang karena banyaknya traveler yang berkunjung.

Review Kostum dan Tata Rias

Secara umum, kostum dan tata rias pemain filmnya bagus. Busananya sederhana dan pas dengan kondisinya. Make up pemainnya natural dan tidak menor.

Review Sound dan Soundtrack

Sound sangat tertata dengan baik dan dapat memberikan roh terhadap film. Soundtrack Tinggikan juga lumayan bagus karena dinyanyikan oleh penyanyi sekelas Glenn Fredly sih. Meskipun begitu, sebenarnya aku paling suka dengan lagu Glenn Fredly saat final Piala Medco dengan Bahasa Maluku. Lagunya sangat menggelora apalagi menggunakan Bahasa Maluku.

Tinggikan (OST Cahaya dari Timur: Beta dari Maluku)
Credit: dari sini

Review Pengambilan Gambar

Pengambilan gambar lumayan bagus. Gambarnya jernih. Hanya saat adegan awal yang terjadi konflik Maluku gambarnya kurang smooth. Sehingga, aku kurang berkesan saat adegan konflik Maluku. Padahal, konflik Maluku yang ditonjolkan pada latar belakang film ini.

RATING

Overall, film Cahaya dari Timur: Beta Maluku bagus. Karena itu, aku memberikan rating 4.5 skala 5 untuk filmnya.


Well, karena aku juga meet & greet dengan pemain filmnya. Ini beberapa foto narsisku dengan pemain filmnya. Hehe

Credit: dari sini

Referensi
http://cahayadaritimur.com/
http://www.21cineplex.com/cahaya-dari-timur-beta-maluku-movie,3540,04CDTR.htm

Sumber gambar:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.293874600791063&type=1
http://cahayadaritimur.com/#galeri
Reaksi:

10 comments:

  1. Jadi kepingin nonton nih... Aku juga lagi kepingin nonton film Indonesia, dari kemarin yg hits film luar meluluu hehehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo nonton
      Aku malah belum nonton film luar. Padahal yg bagus juga film luar

      Delete
  2. Ntar nonton aah.. keknya bagus..

    ReplyDelete
  3. Ulasannya lengkap dan jelas banget teh :) dan filmnya juga ok nih, thank you reviewnya ^^

    modimelodi | A blog by Moudy

    ReplyDelete
  4. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete
  5. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    ReplyDelete
  6. datang berkunjung sambil menyimak, o iya minal aidin

    walfaidin ya, ditunggu kunbalnya

    ReplyDelete
  7. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    ReplyDelete

  8. Leo
    21 Juli-21 Agustus
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    Peruntungan: Dont worry, hari ini masih milik Anda sehingga segala sesuatu yang masih belum terselesaikan segera saja dituntaskan, jangan ditunda-tunda lagi. Terhadap ajakan teman kalau memang sekiranya mendatangkan keuntungan ya mau saja, akan tetapi kalau hanya buang-buang waktu lebih baik ditolak saja karena sayang jika momen yang bagus ini disia-siakan begitu saja.
    --------------------

    Saran: Ambil Paket Usaha ya MURAH, spt:
    Paket Usaha Ayam Tulang Lunak "GEROBAKAN" merupakan
    paket usaha kuliner yang mudah dijalankan,
    murah & mempunyai tingkat pengembalian modal
    yang sangat singkat. Hanya dengan Rp. 7.500.000,-
    Anda sudah dapat menjalankan BISNIS KULINER
    yang terbaik saat ini.

    Anda akan mendapatkan :

    Gerobak, peralatan masak bakar&goreng, kompor,
    ATL perdana (+pepes) , brosur, spanduk, kaos dan
    berikut training.

    Silakan kunjungi web kami:

    www.tulanglunakgerobakan.com

    --------------------


    Karir: Tunjukkan power yang Anda miliki. Jangan mau Anda diremehkan terus-menerus.
    --------------------
    Kesehatan: Emosi kadangkala masih sulit untuk dikendalikan, untuk itu cobalah lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan.
    --------------------
    Keuangan: Bisa melakukan spekulasi tetapi harus dengan pertimbangan yang lebih teliti.
    --------------------
    Asmara: Tak perlu menutupi kenangan di masa lalu. Biarlah pasangan Anda mengetahuinya.


    ReplyDelete