Saturday, June 28, 2014

Akhirnyaaaa Sidang Juga

Saturday, June 28, 2014 Posted by rizka farizal 3 comments
Lebih setahun perjuanganku mengerjakan tesis. Lamaaaaa sekali ya? Iya, memang aku tidak seberuntung orang lain yang hampir lancar mengerjakan tesis. Banyak sekali hambatannya. Mulai dari topik tesis yang jauh berbeda dari Tugas Akhir saat S1 dulu. FYI, Tugas Akhir S1 dulu tentang gravity sedangkan S2 tentang seismik. Beda banget kan barangnya? Alhasil, aku belajar tesis seperti slogan SPBU Pertamina. Dimulai dari nol ya! Aku harus belajar software, teori, dan teknis lainnya dari nol. 

Meskipun demikian, aku enjoy banget. Karena topik tesisnya, aku sendiri yang pilih. “Pak, Saya mau topik tentang overpressure”, pintaku saat pertama bertemu dosen pembimbingku. Dosen pembimbingku langsung approve tanpa sebelumnya menyuruhku presentasi. Dosen pembimbingku pun berkata “Kenapa Kau mau topik tentang overpressure? Karena Kau merasa ter-overpressure ya? Dan aku hanya senyum-senyum saja. Padahal, aku pilih topik itu karena aku terinspirasi dari bencana blow-out Lumpur Sidoarjo (LUSI) yang merupakan dampak dari overpressure. Peristiwa LUSI itu terjadi sekitar bulan Juni 2006. Pas banget saat aku sedang hectic dengan persiapan SPMB. Pada tahun yang sama, aku juga diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Mineral, ITB. Fakultas yang memberikan ilmu tentang hazard, mineral, migas, geothermal, dan seluk beluk bumi. Pastinya penyebab peristiwa blow-out LUSI itu bisa dijawab oleh dosen-dosen di Fakultas tersebut. Sayangnya, saat aku ingin mengerjakan Tugas Akhir S1, overpressure belum familiar bagiku. Aku kira overpressure itu hanya anak teknik perminyakan dan geologi yang bisa mendalami ilmunya. Aku tidak tau kalau geofisika bisa memprediksi tekanan pori dan overpressure dengan data seismik. Ya elah ngapain aja aku kuliah S1 kalau baru tahu tekanan pori dan overpressure saat S2? Hmm, mungkin inilah hikmahnya aku kuliah S2. Sehingga, ilmu yang belum aku tau saat S1, aku pelajari saat S2.

Topik tesis aku tak jauh beda dengan diriku saat mengerjakannya. Iya, aku memang merasa ter-overpressure. Selain belajar dari nol, aku juga sempat ganti data dari 2D ke 3D. Meskipun datanya diganti dengan yang lebih mudah, tetap saja aku lama mengerjakan tesisnya. *salahin kemampuan otak sendiri.

20 Juni 2014

Adalah hari penentuan nasibku. Segala ikhtiarku sebelumnya diputuskan dalam satu hari. Aku harus bisa membuang sikap gugup, gemetaran, suara telepati, dan komunikasi yang kurang lancar. Hari itu juga adalah hari terkahir sidang untuk wisuda Juli 2014. Jika aku tidak lulus sidang, maka aku tidak hanya akan malu dan sedih mengulang sidang tapi aku juga akan mengecewakan Ibuku ditambah membayar SPP lagi. Puji Syukur, Alhamdulillah dinyatakan lulus dengan nilai Tesis II AB. *sujud syukur

Aku sangat beruntung memiliki orang-orang hebat disekitarku dan baik banget memberikan ilmunya kepadaku. Aku sangat beruntung mendapatkan Bapak Ign. Sonny Winardhie, Ph.D, dosen pembimbing yang super duper baik. Seorang dosen pembimbing yang sangat sangat membimbing anak bimbingannya. Baru kali ini ada seorang dosen yang mau mengajarkan anak bimbingannya menggunakan software. Padahal dosen lain menyuruh belajar ke teman. Terima kasih telah memberikan ilmunya dengan detail sampai nulis memenuhi papan tulis. Terima kasih telah merestuiku untuk koloqium dan sidang padahal masih banyak revisi yang dikerjakan sebelum sidang. Terima kasih telah mengizinkanku untuk menggunakan komputer di lab. Terima kasih telah memberikan nilai Tesis I aku A padahal masih banyak revisi. Terima kasih telah membantuku saat sidang. Terima kasih telah berkali-kali mentraktir makanan terutama domino pizza. Bahkan, ucapan terima kasihpun dariku, masih belum bisa membalas jasa beliau. Semoga Pak Sonny sehat selalu dan segera dapat gelar professor. Aamiin.

Terima kasih kepada dosen penguji: Bapak Afnimar, Ph.D dan Ibu Dr. Setyaningsih serta pemimpin sidang Bapak Dr. Wahyudi P. Terima kasih telah meluluskan dan memberikan nilai AB kepadaku. Alhamdulillah. Padahal, aku merasa tidak maksimal saat sidang. Aku juga sudah siap dengan keputusan terburuk saat itu. Tidak lulus sidang. Dan saat sidang, aku mendapatkan nasihat bahwa “seseorang itu harus bisa menjelaskan pekerjaan/tugas yang telah dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain. Bukan bahasa text book yang sangat ilmiah sehingga orang lain yang bukan se-background menjadi kebingungan dengan penjelasannya”. Oke! Aku sadar kok saat sidang, penjelasanku sangat text book dengan hanya menghafal rumus.

Terima kasih kepada anak-anak Rumah C: Mumuy, Jihan, dan Adhi. Salut banget deh dengan kebaikannya memberikan ilmu. Setiap pertanyaanku entah langsung menyampiri ke Rumah C atau bertanya via WhatsApp, selalu mereka jawab. Gak pake lama lagi membalasnya. Semoga kalian cepat mendapatkan gelas M.T dan cepat kerja yang nyaman yah.

Terima kasih kepada asisten Lab Seismik: Waskito, Anno, Kak Abi. Ke lab dapat pencerahan karena mereka semua. Semoga Anno lancar S2. Semoga Kak Abi dan Waskito cepat dapat kerja di tempat yang nyaman.

Terima kasih kepada anak-anak Rumah A: Hasan, Ilham, dan Ina yang telah mau mengajarkan processing dan interpretasi juga. Maaf loh ya sering bertanya-tanya. Semoga kalian sukses. Especially, semoga Ilham dan Ina cepat menuju ke pelaminan.

Terima kasih kepada Nando yang telah sering aku repotin dengan laptop. Sumpah yah kalau tak ada Nando yang ahli IT dan hardware mungkin laptopku akan dimuseumkan saja. Maaf loh ndo hanya bisa membayar seharga Rp 2M (Makasih Mas). Semoga Nando cepat lulus dan cepat kerja.

Terima kasih atas support-nya kepada teman seperjuangan tesis: Gestin dan Daus. Mungkin kalau tak ada kalian, aku sudah menyerah duluan dan memutuskan untuk mundur sidangnya. Maklum, H-2 sebelum sidang aku masih running, nge-draft, dan dan buat PPT.

Terima kasih kepada pegawai TU: Mbak Lilik, Bu Ning, Pak Pur. Terima kasih telah memberikan slot waktu sidang kepadaku. Maaf banget karena aku telat mengumpulkan berkas koloqium, telat mengumpulkan draft sebelum sidang, telat mengumpulkan jurnal, injury time mengumpulkan berkas wisuda. Maklum saja, aku memang deadliner sejati.

Terima kasih kepada genk koncer: Astrid, Konsep, Iktri, Gestin, Trias. Makasih telah sering mengingatkanku untuk selalu mengerjakan tesis. Semoga persahabatan kita tidak akan pernah luntur. Sukses selalu untuk kalian semua.

Terima kasih kepada Cantika yang telah memberikan cake saat aku ke luar dari ruangan sidang. Cake-nya enak loh. Semoga Cantika cepat lulus.

Dan yang utama terima kasih kepada Ibuku yang telah berjuang mencari uang sehingga aku bisa lulus dan mendapat gelar S.T M.J S.T M.T. Mohon maaf jika aku kelamaan lulusnya. Semoga aku cepat membalas jasa Ibu dengan bekerja. Aamiin. Terima kasih juga kepada nenek, om tis, tante besty, Nadya, ante, Ma Uo, Bella, Kak Aity, Mas Handoyo, Debrina, Fauzi, Rey, JoshNic, Tania, Kak Suhada atas ucapan selamatnya.

Demi draft yang hanya 47 halaman ini, perjuangannya sangat ter-overpressure bingits. Hmm, yang penting sudah dapat ilmunya

Salam Overpressure!
Reaksi:

3 comments:

  1. alhamdulillah... bangga dengan perjuangan Rizka n Gestin, akhirnya kalian bisa lulus dan wisuda bareng.. semoga acara wisudanya lancar ya temans. maap ga bisa dateng. perjuangan masih panjang.. semoga bisa dapet kerjaan yang kalian inginkan yaa...

    ReplyDelete
  2. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete