Monday, June 30, 2014

Munggahan ke Warung Susu Susanti

Monday, June 30, 2014 Posted by rizka farizal 11 comments
Ramadhan tiba...
Ramadhan tiba...
Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
(Ramadhan tiba, Opick)

Tidak terasa sudah Ramadhan ya? Rasanya baru kemaren merayakan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2013, eh sekarang sudah Ramadhan lagi. Time has flown. Karena Ramadhan adalah bulan mulia, yuk kita perbanyak ibadah untuk mendapatkan taqwa disisi-Nya.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia, bulan Ramadhan selalu disambut meriah. Apalagi menjelang berbuka, beuh mayoritas muslim/muslimah pasti riweuh banget. Ada yang masak sendiri, ada yang ngabuburit sambil menonton TV, ada yang ngabuburit dengan berbuka puasa bersama. Setiap orang punya cara sendiri untuk ngabuburit jelang berbuka puasa.

Ngomongin tentang café atau tempat makan untuk berbuka puasa, aku ada rekomendasi tempat yang okeh nan keceh loh. Beberapa hari yang lalu, aku dan blogger Bandung (Bang Aswi, Kang Ade Truna, Teh Erry, Teh Tyan, Teh Efi, Diana, dan Ummi Bindya) munggahan di tempat tersebut. Tempatnya cocok banget untuk melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa. Harga makanan dan minumannya cocok dikantong. Lokasinya strategis di tepi jalan. Pokoknya recommended bangetlah.

Ini loh cafénya

Susi Susanti
Credit: dari sini

Eh keliru maksudnya 

Susu Susanti
Credit: dari sini

Saat munggahan ke Warung Susu Susanti aku dan blogger Bandung disambut oleh Teh Gadis (manager marketing Susu Susanti). Menurut Teh Gadis, nama Susu Susanti dipilih untuk memudahkan pelanggan mengingatnya. Angkatan 90’s ke atas pasti kenal donk dengan sosok Susi Susanti. Sosok yang telah berkali-kali meraih medali emas dalam kompetisi Badminton. 

Teh Gadis

Susu Susanti merupakan anak perusahaan Bebek Garang. Berbicara mengenai Bebek Garang, orang Bandung sudah taulah yah. Secara Bebek Garang merupakan bebek terlaris di kota Bandung. Di samping rasa bebeknya yang seGAR meNGgairahkan (GARANG), tidak alot, harganya sesuai dengan kantong, tempatnya menarik dengan adanya permainan tradisional (UNO, alma, ular tangga), pelayanannya pun memuaskan. Hmm, MANTAP!!!

Bebek Debus by Bebek Garang

Susu Susanti yang pengolahannya diracik sendiri juga tidak kalah segar menggairahkan. Sesuai dengan tagline "Segar Menggairahkan", sekali nyicip saja sudah langsung memberikan aura segar menggairahkan. Jangan salah loh! Penikmat Susu Susanti bukan hanya anak-anak tapi juga kawula muda, dewasa, nenek dan kakek merasakan sensasi segar dan menggairahkan.

Susu Susanti mempunyai beragam menu. Hi, perhatiin deh nama menunya! Unik banget yah. Ada Smokies, Suraber, Subego, Suloland, Sukresek, Suvani, dll. Kata Teh Gadis pemilihan nama menu memang sengaja dibuat yang unik dan kreatif supaya menarik pelanggan. Nama menu dibuat karena owner Susu Susanti memang suka nyeleneh dan gokil. 

Credit: dari sini

Waktu munggahan kemaren, aku nyobain Smokies. Yoghurt ditambah ice cream dan cookies. Yoghurtnya enak dan tidak kecut. Ice cream dan cookies yang sudah tercampur menambah cita rasa menggairahkan. Pokoknya berasa beda bangetlah. 

Smokies

Selain Smokies, banyak lagi menu menarik nan segar di Susu Susanti. Teh Efi nyobain Subego, Teh Tyan nyobain Suloland, Kang Ade Truna nyobain Suraber dan Smokies, Teh Erry nyobain Smokies dan Subego. Dan mereka semua mengatakan bahwa Susu Susanti T.O.P.

Credit: dari sini

Pelayanan merupakan hal yang selalu aku lirik saat berkunjung ke café atau tempat makan. Aku sering kesal jika menu yang disajikan terlalu lama dihidangkan. Belum lagi jika pelayannya tidak ramah. Bagaimanapun lezatnya makanan di café, aku pasti akan berpikir berulang kali mengunjungi café, jika pelayanannya mengecewakan. Beruntungnya, Susu Susanti memiliki pelayanan yang memuaskan. Pelayannya ramah. Menu yang dihidangkan pun tidak terlalu lama untuk disajikan. Keren!

Seperti halnya Bebek Garang yang menyediakan fasilitas permainan tradisional, Susu Susanti pun menyediakan fasilitas permainan tradisional. Tidak hanya itu, Susu Susanti juga menyediakan fasilitas WiFi gratis. So, bisa betah deh nongkrong lama-lama di Susu Susanti.

Suasana Warung Susu Susanti
Sebenarnya Susu Susanti sudah didirikan sejak tahun 2012 di Jl. Riau. Namun, dengan melihat kondisi pasar, Susu Susanti akhirnya dipindahkan ke Jl. Purwakarta No.33, Antapani. Kebetulan dalam rangka grand opening Susu Susanti di Jl. Purwakarta No.33, Antapani pada tanggal 26-28 Juni 2014, Susu Susanti membagikan 500 gelas gartis kepada followers @SusuSusanti. Tinggal follow dan retweet @SusuSusanti pergi ke Warung Susu Susanti dan pilih Suraber atau Smokies. Gampang kan? Animo pembagian Susu Susanti gratis disambut meriah oleh pelanggan. Menurut Teh Gadis, hari pertama habis 150 gelas, hari kedua habis 150 gelas, dan hari ketiga tersisa 200 gelas yang siap untuk dibagikan secara gratis.

Credit: dari sini

Bagaimana, penasarankan kan? Eits, jangan ngiler saja. Ngabuburit donk ke Susu Susanti. Alamatnya di Jl. Purwakarta No.33, Antapani. Jam buka 13.00 – 21.00 (khusus Ramadhan buka jam 15.00 – 22.00). Kalau mau delivery juga bisa, tinggal hubungi telepon Bebek Garang di No. 022-70060060.

Sumber Gambar:
https://twitter.com/SusuSusanti

Sunday, June 29, 2014

Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Sunday, June 29, 2014 Posted by rizka farizal 10 comments
Hiburan 

Adalah sesuatu yang sangat aku butuhkan usai menempuh sidang. Meskipun sudah selesai tetap saja hectic mengerjakan revisi dan persyaratan wisuda. Jika sebelum kampanye PEMILU, internet sudah cukup bagiku untuk refreshing. Aku bisa stalker via media sosial, baca berita via media online, dan nonton via youtube. Namun, semua itu berubah saat kampanye PEMILU. Debat dan kampanye via media sosial pun lebih heboh daripada debat capres yang ditayangkan setiap minggu. Media online pun diisi dengan berita capres yang kontroversi, entah benar entah salah. Jenuh! Aku sangat butuh hiburan untuk menghilangkan kejenuhan.

Gayung pun bersambut. Tetiba saat aku menunggu dosen pembimbing, aku mengecek facebook. Eng ing eng, ternyata ada 3 undangan menonton Cahaya dari Timur: Beta Maluku untuk blogger Bandung yang bekerja sama dengan Indosat IM3. Pas banget ada 1 undangan yang tersisa. Aku langsung daftarlah apalagi undangannya tidak hanya nonton gratis tapi juga meet & greet dengan pemain filmnya. 10 menit sebelum jadwal acara yang tertera pada undangan, aku sudah sampai di Cinema XXI, Ciwalk. Tak berapa lama kemudian, aku bertemu dengan blogger Bandung lainnya yaitu: Bang Aswi, Vanisa, dan Santi.

Credit: dari sini

Menjelang film dimulai, aku sempat googling sinopsis dari film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Hmm, kalau baca sinopsisnya sih seru banget. Secara aku senang dengan film dengan setting daerah yang jarang terekspos. Aku senang dengan film inspirasi karena bisa merangsang aku untuk move on dari unconfident apalagi filmnya merupkan kisah nyata. Aku senang dengan film yang memupuk persatuan bangsa. Semua itu bisa aku rasakan saat membaca sinopsis filmnya. Bahkan, filmnya sangat pas dengan kondisi saat ini. Kombinasi dari persatuan yang luntur menjelang PEMILU dan demam Piala Dunia 2014.

Penasaran dengan sinopsisnya? Ini nih sinopsis film Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang bersumber dari sini.

SINOPSIS
Credit: dari sini
Genre: Drama
Produser: Glenn Fredly
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Penulis Naskah: Irfan Ramli, Swastika Nohara
Pemain: Chico Jericho (Sani Tawainella), Abdurrahman Arif (Josef Matulessy), Aufa Assegaf (Hari Zamhari Lestaluhu), Bebeto Leutualy (Salim Ohorella), Jajang C. Noer (Mama Alvin), Safira Umm (Haspa Umarella), Burhanuddin Ohorella (Alvin)
Produksi: PT Visinema Pictures
Durasi: 150 menit
Soundtrack: Tinggikan by Glenn Fredly

Sani Tawainella (Chicco Jericho) ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola. Di tengah kesulitan hidup serta pilihan antara keluarga atau tim sepakbolanya, Sani ditugaskan membawa timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Namun keputusannya membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim justru menyebabkan perpecahan. Sanggupkah Sani melalui semua ini dan membawa cerita baik bagi Maluku?

Trailer Cahaya dari Timur: Beta Maluku 

REVIEW

Review Alur

Credit: dari sini
Aku puas setelah menonton film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Karena filmnya memang bagus. Berdasarkan alur cerita, film ini berawal dari konflik Ambon tahun 2000. Konflik yang banyak menimbulkan korban dan kerugian materi. Melihat kondisi ini, Sani Tawainela, seorang tukang ojek dan mantan pemain bola tergugah untuk melatih anak-anak bermain bola di Tulehu supaya anak-anak tidak terlibat konflik Maluku. Kemudian Raffi, mantan setimnya dulu, ikut melatih anak-anak bermain bola. Selama menjadi pelatih, Sani mengalami berbagai gejolak. Dimulai dari Haspa yang tidak terlalu menyukai Sani sebagai pelatih karena penghasilannya sebagai tukang ojek berkurang sampai kepada Raffi yang mengkhianati Sani dengan mengklaim sebagai pelatih tunggal tim sepak bola (SSB) Tulehu. 

Alhasil, Sani akhirnya mundur sebagai pelatih tim sepak bola Tulehu. Sebelum mengundurkan diri menjadi pelatih sepak bola (SSB) Tulehu, Sani sempat memberikan band kapten kepada Zamhari (Jago). Tak lama setelah mundur menjadi pelatih, Yosef sebagai guru olahraga SMP Kristen di Passo mengajak Sani menjadi pelatih sepak bola di sekolahnya. Sani pun menerima tawaran. Akan tetapi, kepala sekolah di Passo tidak langsung menerima Sani sebagai pelatih karena Sani beragama Islam sementara sekolah tersebut merupakan sekolah Kristen. Adegan ini sangat menarik bagiku karena adegan ini secara tersirat mengatakan bahwa konflik agama bukan memecahbelah persatuan. 

Yosef pun menjelaskan kepada Kepala Sekolah bahwa tidak perlu melihat perbedaan agama. Bagaimanapun sekolah sangat membutuhkan seorang pelatih sepak bola untuk meraih penghargaan kompetisi sepak bola di Maluku. Akhirnya, Sani pun diterima sebagai pelatih di sekolah sepak bola (SSB) Passo. 

Alvin dan Salim Ohorella (biasa dipanggil Salembe) hanya mau berlatih sepak bola apabila pelatihnya Kaka Sani. Alvin dan Salembe pun akhirnya ke luar dari tim sepak bola Tulehu dan pindah ke tim sepak bola Passo agar bisa dilatih Kaka Sani. 

Pertandingan tim sepak bola antara Passo dan Tulehu dimulai. Tim Tulehu sebenarnya tidak menyukai pertandingannya karena mereka harus bertanding dengan Alvin dan Salembe yang merupakan mantan pemain setimnya ditambah lagi dengan Kaka Sani yang merupakan mantan pelatihnya. Namun, pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Tim Tulehu. Raffi sebagai pelatih sangat senang atas kemenangannya. Sedangkan Sani dan timnya sangat kecewa. Namun, tak lama setelah pertandingan justru Sani yang terpilih sebagai pelatih utama U-15 Tim Maluku untuk meraih piala Medco 2006 di Jakarta. Karena Sani dianggap bisa mempersatukan pemain Kristen dan Islam.

Sani pun kemudian memilih tim Maluku. Hari Zamhari (Jago), Salim Ohorella (Salembe), Alvin, Kasim, Franky, dan tim kesebelasan lainnya terpilih sebagai pemain tim Maluku. Zamhari pun terpilih menjadi kapten tim kesebelasan U-15 Maluku.

Menjelang ke Jakarta, banyak konflik yang terjadi. Konflik pertikaian dalam keluarga Sani dan masalah finansial SSB Maluku. Meskipun masalah finansial ujung-ujungnya dapat di atasi tapi masalah keluarga merupakan konflik batin yang tetap dibawa Sani sampai ke Jakarta.

Aku suka dengan durasi menjelang akhir film ini. Karena motivasi, disiplin, dan persatuan sangat menggelora seperti geloranya stadion sepak bola. Aku paling suka saat adegan di kamar ganti. Saat itu, Sani bisa membangkitkan semangat anak-anak yang sempat loyo karena kekalahan babak pertama. “Beta bukan Tulehu, bukan Passo, bukan Kristen, bukan Islam, tapi beta M.A.L.U.K.U”. Jiwa nasionalispun ke luar pada setiap pemain demikian juga dengan penonton seperti aku saat itu.

Berdasarkan alur ceritanya, aku sangat menikmati film Cahaya dari Timor: Beta Maluku. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film. Motivasi, disiplin, dan persatuan. Meskipun ending film dapat ditebak penonton karena Maluku pasti memenangkan Piala Medco 2006. Bagaimanapun, seperti aku bilang sebelumnya bahwa film ini merupakan kisah nyata. Karena Maluku memang pernah menjadi juara Piala Medco 2006. Keren!!!

Credit: dari sini

Review Acting

Acting dari pemain Cahaya dari Timor: Beta Maluku sangat bagus. Aku suka dengan bahasa Maluku yang sangat kental sehingga berasa sedang berada di Maluku. Pemainnya pun bisa menggunakan bahasa Maluku dengan baik. 

Chico Jericho bisa memerankan Sani Tawainella dengan baik. Acting Chicho juga natural. Abdurrahman Arif bisa memerankan Josef Matulessy dengan baik. Meskipun sejujurnya aku tidak suka dengan orang Islam yang memerankan tokoh Kristen. Iya, aku tau film hanya acting tapi agama bukan acting loh. Safira Umm bisa memerankan Haspa Umarella dengan lumayan baik. Menurutku adegan Safira saat sedih kurang menyentuh penonton. Tapi adegan yang lain oke sih. Aufa Assegaf yang memerankan Zamhari dan Burhanuddin Ohorella yang memerankan Alvin pun juga bagus acting-nya. Zamhari terlihat cool menjadi kapten tim Maluku. Aku paling suka dengan Bebeto Leutualy yang memerankan Salim Ohorella (Salembe). Menurutku super star dari pemain anak-anak itu adalah Bebeto. Bebeto bisa membuatku kesal saat adegan marah-marah. Bebeto bisa membuatku salut saat adegan di kamar ganti yang membuat teman-temannya bersemangat. Hmm, mungkin jika ada ajang pemilihan pemeran pembantu terbaik tahun ini, Bebeto bisa menjadi pemenangnya. Pemeran Raffi juga memiliki acting memukau. Aku juga suka dengan Ibu yang memerankan ibunya Salembe (Nama aslinya siapa ya?). Ibunya Salembe polos, menggemaskan, dan sangat menginspirasi. Terakhir, pemeran Kasim sebagai kiper sepertinya kurang maksimal saat menjadi kiper. Kuda-kudanya kurang dapet.

Review Latar & Setting

Kalau membicakan lokasi itu tidak perlu berpikir lama. Karena sumpah lokasinya indah banget. Sebagai penggemar traveling, aku jadi ingin banget ke Maluku. Pantainya bening, pasirnya putih dan bersih, deburan ombaknya memberikan aura romantis. Aku yakin setelah film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, pariwisata Maluku akan semakin berkembang karena banyaknya traveler yang berkunjung.

Review Kostum dan Tata Rias

Secara umum, kostum dan tata rias pemain filmnya bagus. Busananya sederhana dan pas dengan kondisinya. Make up pemainnya natural dan tidak menor.

Review Sound dan Soundtrack

Sound sangat tertata dengan baik dan dapat memberikan roh terhadap film. Soundtrack Tinggikan juga lumayan bagus karena dinyanyikan oleh penyanyi sekelas Glenn Fredly sih. Meskipun begitu, sebenarnya aku paling suka dengan lagu Glenn Fredly saat final Piala Medco dengan Bahasa Maluku. Lagunya sangat menggelora apalagi menggunakan Bahasa Maluku.

Tinggikan (OST Cahaya dari Timur: Beta dari Maluku)
Credit: dari sini

Review Pengambilan Gambar

Pengambilan gambar lumayan bagus. Gambarnya jernih. Hanya saat adegan awal yang terjadi konflik Maluku gambarnya kurang smooth. Sehingga, aku kurang berkesan saat adegan konflik Maluku. Padahal, konflik Maluku yang ditonjolkan pada latar belakang film ini.

RATING

Overall, film Cahaya dari Timur: Beta Maluku bagus. Karena itu, aku memberikan rating 4.5 skala 5 untuk filmnya.


Well, karena aku juga meet & greet dengan pemain filmnya. Ini beberapa foto narsisku dengan pemain filmnya. Hehe

Credit: dari sini

Referensi
http://cahayadaritimur.com/
http://www.21cineplex.com/cahaya-dari-timur-beta-maluku-movie,3540,04CDTR.htm

Sumber gambar:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.293874600791063&type=1
http://cahayadaritimur.com/#galeri

Saturday, June 28, 2014

Akhirnyaaaa Sidang Juga

Saturday, June 28, 2014 Posted by rizka farizal 3 comments
Lebih setahun perjuanganku mengerjakan tesis. Lamaaaaa sekali ya? Iya, memang aku tidak seberuntung orang lain yang hampir lancar mengerjakan tesis. Banyak sekali hambatannya. Mulai dari topik tesis yang jauh berbeda dari Tugas Akhir saat S1 dulu. FYI, Tugas Akhir S1 dulu tentang gravity sedangkan S2 tentang seismik. Beda banget kan barangnya? Alhasil, aku belajar tesis seperti slogan SPBU Pertamina. Dimulai dari nol ya! Aku harus belajar software, teori, dan teknis lainnya dari nol. 

Meskipun demikian, aku enjoy banget. Karena topik tesisnya, aku sendiri yang pilih. “Pak, Saya mau topik tentang overpressure”, pintaku saat pertama bertemu dosen pembimbingku. Dosen pembimbingku langsung approve tanpa sebelumnya menyuruhku presentasi. Dosen pembimbingku pun berkata “Kenapa Kau mau topik tentang overpressure? Karena Kau merasa ter-overpressure ya? Dan aku hanya senyum-senyum saja. Padahal, aku pilih topik itu karena aku terinspirasi dari bencana blow-out Lumpur Sidoarjo (LUSI) yang merupakan dampak dari overpressure. Peristiwa LUSI itu terjadi sekitar bulan Juni 2006. Pas banget saat aku sedang hectic dengan persiapan SPMB. Pada tahun yang sama, aku juga diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Mineral, ITB. Fakultas yang memberikan ilmu tentang hazard, mineral, migas, geothermal, dan seluk beluk bumi. Pastinya penyebab peristiwa blow-out LUSI itu bisa dijawab oleh dosen-dosen di Fakultas tersebut. Sayangnya, saat aku ingin mengerjakan Tugas Akhir S1, overpressure belum familiar bagiku. Aku kira overpressure itu hanya anak teknik perminyakan dan geologi yang bisa mendalami ilmunya. Aku tidak tau kalau geofisika bisa memprediksi tekanan pori dan overpressure dengan data seismik. Ya elah ngapain aja aku kuliah S1 kalau baru tahu tekanan pori dan overpressure saat S2? Hmm, mungkin inilah hikmahnya aku kuliah S2. Sehingga, ilmu yang belum aku tau saat S1, aku pelajari saat S2.

Topik tesis aku tak jauh beda dengan diriku saat mengerjakannya. Iya, aku memang merasa ter-overpressure. Selain belajar dari nol, aku juga sempat ganti data dari 2D ke 3D. Meskipun datanya diganti dengan yang lebih mudah, tetap saja aku lama mengerjakan tesisnya. *salahin kemampuan otak sendiri.

20 Juni 2014

Adalah hari penentuan nasibku. Segala ikhtiarku sebelumnya diputuskan dalam satu hari. Aku harus bisa membuang sikap gugup, gemetaran, suara telepati, dan komunikasi yang kurang lancar. Hari itu juga adalah hari terkahir sidang untuk wisuda Juli 2014. Jika aku tidak lulus sidang, maka aku tidak hanya akan malu dan sedih mengulang sidang tapi aku juga akan mengecewakan Ibuku ditambah membayar SPP lagi. Puji Syukur, Alhamdulillah dinyatakan lulus dengan nilai Tesis II AB. *sujud syukur

Aku sangat beruntung memiliki orang-orang hebat disekitarku dan baik banget memberikan ilmunya kepadaku. Aku sangat beruntung mendapatkan Bapak Ign. Sonny Winardhie, Ph.D, dosen pembimbing yang super duper baik. Seorang dosen pembimbing yang sangat sangat membimbing anak bimbingannya. Baru kali ini ada seorang dosen yang mau mengajarkan anak bimbingannya menggunakan software. Padahal dosen lain menyuruh belajar ke teman. Terima kasih telah memberikan ilmunya dengan detail sampai nulis memenuhi papan tulis. Terima kasih telah merestuiku untuk koloqium dan sidang padahal masih banyak revisi yang dikerjakan sebelum sidang. Terima kasih telah mengizinkanku untuk menggunakan komputer di lab. Terima kasih telah memberikan nilai Tesis I aku A padahal masih banyak revisi. Terima kasih telah membantuku saat sidang. Terima kasih telah berkali-kali mentraktir makanan terutama domino pizza. Bahkan, ucapan terima kasihpun dariku, masih belum bisa membalas jasa beliau. Semoga Pak Sonny sehat selalu dan segera dapat gelar professor. Aamiin.

Terima kasih kepada dosen penguji: Bapak Afnimar, Ph.D dan Ibu Dr. Setyaningsih serta pemimpin sidang Bapak Dr. Wahyudi P. Terima kasih telah meluluskan dan memberikan nilai AB kepadaku. Alhamdulillah. Padahal, aku merasa tidak maksimal saat sidang. Aku juga sudah siap dengan keputusan terburuk saat itu. Tidak lulus sidang. Dan saat sidang, aku mendapatkan nasihat bahwa “seseorang itu harus bisa menjelaskan pekerjaan/tugas yang telah dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain. Bukan bahasa text book yang sangat ilmiah sehingga orang lain yang bukan se-background menjadi kebingungan dengan penjelasannya”. Oke! Aku sadar kok saat sidang, penjelasanku sangat text book dengan hanya menghafal rumus.

Terima kasih kepada anak-anak Rumah C: Mumuy, Jihan, dan Adhi. Salut banget deh dengan kebaikannya memberikan ilmu. Setiap pertanyaanku entah langsung menyampiri ke Rumah C atau bertanya via WhatsApp, selalu mereka jawab. Gak pake lama lagi membalasnya. Semoga kalian cepat mendapatkan gelas M.T dan cepat kerja yang nyaman yah.

Terima kasih kepada asisten Lab Seismik: Waskito, Anno, Kak Abi. Ke lab dapat pencerahan karena mereka semua. Semoga Anno lancar S2. Semoga Kak Abi dan Waskito cepat dapat kerja di tempat yang nyaman.

Terima kasih kepada anak-anak Rumah A: Hasan, Ilham, dan Ina yang telah mau mengajarkan processing dan interpretasi juga. Maaf loh ya sering bertanya-tanya. Semoga kalian sukses. Especially, semoga Ilham dan Ina cepat menuju ke pelaminan.

Terima kasih kepada Nando yang telah sering aku repotin dengan laptop. Sumpah yah kalau tak ada Nando yang ahli IT dan hardware mungkin laptopku akan dimuseumkan saja. Maaf loh ndo hanya bisa membayar seharga Rp 2M (Makasih Mas). Semoga Nando cepat lulus dan cepat kerja.

Terima kasih atas support-nya kepada teman seperjuangan tesis: Gestin dan Daus. Mungkin kalau tak ada kalian, aku sudah menyerah duluan dan memutuskan untuk mundur sidangnya. Maklum, H-2 sebelum sidang aku masih running, nge-draft, dan dan buat PPT.

Terima kasih kepada pegawai TU: Mbak Lilik, Bu Ning, Pak Pur. Terima kasih telah memberikan slot waktu sidang kepadaku. Maaf banget karena aku telat mengumpulkan berkas koloqium, telat mengumpulkan draft sebelum sidang, telat mengumpulkan jurnal, injury time mengumpulkan berkas wisuda. Maklum saja, aku memang deadliner sejati.

Terima kasih kepada genk koncer: Astrid, Konsep, Iktri, Gestin, Trias. Makasih telah sering mengingatkanku untuk selalu mengerjakan tesis. Semoga persahabatan kita tidak akan pernah luntur. Sukses selalu untuk kalian semua.

Terima kasih kepada Cantika yang telah memberikan cake saat aku ke luar dari ruangan sidang. Cake-nya enak loh. Semoga Cantika cepat lulus.

Dan yang utama terima kasih kepada Ibuku yang telah berjuang mencari uang sehingga aku bisa lulus dan mendapat gelar S.T M.J S.T M.T. Mohon maaf jika aku kelamaan lulusnya. Semoga aku cepat membalas jasa Ibu dengan bekerja. Aamiin. Terima kasih juga kepada nenek, om tis, tante besty, Nadya, ante, Ma Uo, Bella, Kak Aity, Mas Handoyo, Debrina, Fauzi, Rey, JoshNic, Tania, Kak Suhada atas ucapan selamatnya.

Demi draft yang hanya 47 halaman ini, perjuangannya sangat ter-overpressure bingits. Hmm, yang penting sudah dapat ilmunya

Salam Overpressure!

Friday, June 27, 2014

Opening Syaamil Qur'an Goes to Mall

Friday, June 27, 2014 Posted by rizka farizal No comments
Life style

Dua buah kata yang dianggap gaul jaman sekarang. Bagi kebanyakan orang, life style adalah saat update dengan media baik itu media online maupun offline, memakai fashion yang sedang trend, memiliki gadget terbaru, makan di tempat mewah, dan semua life style duniawi. Hal itu juga banyak dijumpai oleh kaum muslim/muslimah.

Jika melihat potensi pasar dan bisnis penduduk muslim di dunia bahwa >60% muslim adalah Indonesia. Memang Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di Indonesia. Terserah apakah muslim KTP atau muslim tulen tapi umat muslim Indonesia sering dilirik negara asing. Cara berpakaian muslimah yang sedang booming dengan hijabers pun sering dilirik negara muslim lainnya. Demikian juga dengan kebiasaan dan perilaku umat muslim Indonesia seperti memberikan label halal pada kemasan makanan, cara menjalankan ibadah Ramadhah, tradisi lebaran banyak yang menarik. 

Berdasarkan GDP, Indonesia memiliki pertumbuhan > 4.000 USD. Artinya banyak "orang kaya baru" yang muncul di Indonesia. Iya, Indonesia memang banyak orang kaya dan konsumtif tapi masih banyak juga orang miskin yang masih membutuhkan bantuan orang kaya. Masih banyak kan orang kaya yang hanya kaya untuk dirinya sendiri?

Dan…

Karena orang kaya baru mulai banyak di Indonesia, life style pun sudah menjadi kebutuhan. Media merupakan sarana promosi life style yang makin meroket. Berdasarkan data statistik, penduduk Indonesia menggunakan media TV 94% (6% sisanya adalah anak kosan yang tak punya TV seperti aku nih), radio 68%, handphone naik dari 30% menjadi 60% (47% berasal dari kelas menengah ke bawah). Bahkan 71% penduduk Indonesia online setiap harinya. Sehingga, tak heran acara TV, fashion, kuliner, pendidikan menjadi life style umat muslim di Indonesia.

Dampak dari berbagai media tersebut menimbulkan masalah yaitu P.O.R.N.O.G.R.A.F.I. Pornografi sudah makin menjadi-jadi dari berbagai kalangan bahkan anak yang masih ingusan banyak yang menikmati pornografi. Menurut riset, Indonesia merupakan negara yang memiliki akses pornografi terbesar. Sebuah riset kepada 400 orang tua menunjukkan bahwa 60% memberikan peralatan teknologi kepada anaknya tanpa alasan, 20% karena permintaan anak. Sehingga, 37% anak mengakses pornografi di rumah sendiri, 11% di rumah teman. So, hampir 1 dari 2 anak melihat pornografi dari rumah sendiri dengan alasan iseng (21%), penasaran (18%), terbawa teman (9%), takut dibilang kuper (3%). 

Padahal…

Pornografi memiliki banyak dampak negatif. Menurut kesehatan (Dr. Donald Hilton), pronografi dapat mengakibatkan kerusakan 5 bagian otak (perbuatan berulang-ulang terhadap pemuasan seksual). Pornografi juga mengakibatkan kasus AIDS meningkat 30%, pengguna narkoba mencapai 30 Triliun, hedonisme dan kriminalitas meningkat.

Lalu, solusinya apa?

Solusinya adalah menjadikan Al Qur’an sebagai life style. Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Al Qur’an bukan hanya menjadi pajangan di lemari buku tapi Al Qur’an harus ditadaburi setiap harinya. Al Qur'an tidak hanya disimpan di musholla tapi Al Qur'an dibawa dan dibaca setiap hari. Lebih baik dianggap "gaul akhirat" daripada "gaul dunia". Karena bagaimanapun semua manusia tidak kekal dan akan menjalani hidup akhirat.

Al Qur’an sebagai Life Style

Melihat berbagai macamnya life style duniawi umat Islam bahkan banyak dampak negatifnya, Syaamil Qur’an menindaklanjutinya dengan memberikan talkshow pada tanggal 21 Juni 2014 di BTC, Bandung. Acara yang dibuka oleh Ibu Atalia Kamil (Istri Walikota Bandung) sekaligus launching: Syaamil Qur’an Goes to Mall. Dengan host Teh Tina, pengisi acara talkshow adalah Kang Rachmad (Direktur Syamil Inovation) dan Bunda Ari Indriyani (Sales Manager Sygma). 

Koleksi pribadi

Menurut Kang Rachmad, Al Qur’an sebagai life style adalah bagaimana menjadikan Al Qur'an sebagai wujud keseharian (kehidupan masyarakat sehari-hari). Al Qur’an sebagai life style juga artinya mushaf Al Qur’an secara fisik sebagai bagian dari produk media kreatif Islami yanmana Syaamil Qur’an berikhtiar mengembangkan media kreatif Islam.

Koleksi pribadi

Sementara Bunda Ari menjelaskan akar masalah dari pornografi, narkoba, hedonisme, dan kekerasan itu adalah karena faktor kurangnya kedekatan orang tua dan anak dan adanya krisis keteladanan. Memang sosok teladan bagi kebanyakan umat muslim sekarang adalah public figure. Life style public figure pun sering ditiru umat muslim. Bunda Ari juga menambahkan bahwa kelemahan anak Indonesia sekarang adalah kecerdasan ketahanmalangan (ketahanan terhadap stress). Tak heran banyak anak-anak sekarang yang sering galau, apatis, dan tidak move on. Betul kan?

Syaamil Tab dan Syaamil Note

Credit: syaamil quran

Kata siapa gadget hanya untuk hedonisme, buktinya Syaamil Qur’an punya produk Syaamil Tab dan Syaamil Note. Sambil menyelam minum air, sambil bergadget sambil bertilawah, membaca buku Islami, dan menikmati aplikasi Islami yang sangat bermanfaat. Visi Syaamil Qur’an adalah menjadikan Al Qur’an sebagai lokomatif umat muslim. Sehingga, Al Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat muslim.

Adapun aplikasi dari Syaamil Tab adalah:
  • Miracle the practice
  • Kompilasi aplikasi muslim kosmopolitan (tasbih dengan telunjuk, arah kiblat, waktu sholat)
  • Aplikasi Syaamil Qur’an terjemahan perkata
  • Aplikasi tafsir Ibnu Katsir
  • Aplikasi panduan haji dan umroh
  • Aplikasi e book pustaka sains popular Islami
  • Aplikasi e book it’s my world
  • Aplikasi e book syaamil kids
  • Aplikasi game abata
  • Bonus animasi film dan lagu anak

Referensi:

Slide talkshow Syaamil Qur’an
http://syaamilquran.com/