Sunday, May 11, 2014

Refleksi Diri

Sunday, May 11, 2014 Posted by rizka farizal 17 comments
Seorang hamba ingin memiliki pekerjaan yang nyaman dengan penghasilan yang “cukup”. Ingin mendapatkan jodoh yang sesuai kriterianya. Ingin naik haji saat usia belia. Ingin mempunyai kendaraan dan mobil pribadi. Ingin mempunyai keturunan. Ingin ini dan ingin itu.

Tapi tapi...

Seorang hamba itu hanya diam menunggu nasib baik berpihak padanya. Berharap rejeki nomplok datang padanya. Kurang bergerak dan antusias demi mewujudkan keinginannya.

Dan...

Seorang hamba itu sering menunda-nunda sholat karena pekerjaannya. Sering melukai hati orang tuanya. Tidak melakukan segala perintah-Nya. Pelit menyisihkan uang sakunya untuk orang yang membutuhkan. Jarang “bangun” di sepertiga malam. Jarang tilawah padahal jika sehari tilawah 1 juz hanya membutuhkan waktu 30 – 40 menit. *waktu yang lebih singkat dibandingkan nonton dorama 1 episode, nonton film bioskop, atau baca 1 buah buku sampai ending. 

Bagaimana mungkin keinginannya terwujud? Padahal Allah SWT sudah membuka lebar pintu impian untuknya. Wajar sajalah jika Allah SWT juga menunda-nunda mewujudkan keinginannya. Jangan salahkan Tuhan dan jangan bilang Tuhan tak cinta jika seorang hamba itu juga tidak mencintai Tuhan. You do and you get it!

#SemangatPagi
Reaksi:

17 comments:

  1. siapakh gerangan hamba yang dimaksud dalam cerita ini? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin hambalah gerangan itu

      Delete
    2. hmm kasih tau gak yah orangnya

      Delete
  2. kadang saya juga sering menunda mbak :(

    ReplyDelete
  3. Aduh.. aku merasa tersentil juga nih... aku masih suka menunda-nunda juga nih :(

    ReplyDelete
  4. Berdoa adalah jawaban" dr pertanyaan kita, dan pasti DIA akan mengabulkan juga disaat yang tepat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin
      semoga waktu yg tepat itu cepat datang

      Delete
  5. makasih pencerahannya, jadi Allah belum memberikan yang kita inginkan itu memang karena kitanya sering menunda nunda perintahnya...ya

    ReplyDelete