Thursday, May 08, 2014

Parenting Entertraining Muhammad Teladanku Talkshow

Thursday, May 08, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Jika ditanya siapa tokoh idola, maka akan muncul nama-nama public figure seperti Dude Herlino, Joe Taslim, Iker Cassilas, Ronalo, Lee Min Ho, Siwon Super Junior, personil SNSD, personil JKT48, Raisa, Emma Watson, Kristen Stewart, B.J Habibie, Thomas Alva Edison, dan deretan nama public figure lainnya yang popular pada bidangnya masing-masing. Tak salah jika mengidolakan public figure tersebut. Tapi, hei apakah kamu lupa dengan nama seorang sosok yang harusnya menjadi teladan umat Islam? Sosok yang sangat sempurna dan telah dijamin masuk surga. Sosok yang sangat mencintai umatnya dan selalu ingat dengan umatnya sampai sekarang meskipun jasad beliau telah tiada. 

Adalah Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang harusnya menjadi idola umat Islam semua. Sosok yang dalam kesehariannya dapat menjadi teladan keluarga. Sayangnya, banyak umat muslim yang mulai kurang memiliki kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW karena terganti oleh public figure. Padahal, public figure belum tentu juga mencintai fans-nya. Tak seperti Nabi Muhammad SAW yang selalu mencintai umatnya. 

Melihat keadaan tersebut, Neno Warisman mencetuskan ide untuk mewujudkan sejuta keluarga pencinta Rasulullah SAW pada saat pembentukan Sygma Parenting Community (2011). Gayungpun bersambut dengan dibentuknya Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT) oleh PT Sygma Daya Insani tahun 2013. Pembukaan acara PEMT diadakan tanggal 15 Juli 2013 di Jakarta kemudian acara selanjutnya diadakan di Bandung tanggal 21 Juli 2013. Sampai saat ini, PEMT sudah digelar di 6 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makasar. Penyelenggaraan acara tersebut sukses dan mendapat sambutan positif dari ribuan peserta yang mengikutinya.

Untuk mengetahui proses dibalik kesuksesan acara PEMT, PT Sygma Daya Insani menyelenggaraan talkshow “Dibalik Layar Kesuksesan Parenting Entertraining Muhammad Teladanku” di Bandung Islamic Book Fair, Gedung Landmark, Jl. Braga 129 Bandung, pada tanggal 4 Mei 2014. Acara tersebut menghadirkan bintang tamu Bapak Benny Triandi (Direktur Utama Sygma Daya Insani), Kang Harry BPM (Kuping Creative Solution), Ustadz Darlis Fajar (MQ FM), dan dipandu oleh MC Kang Wildan (MQ FM) serta performance dari Kang Cahya (Kuping Creative Solution). 

Panggung PEMT Talkshow

Dari kiri ke kanan: Kang Wildan, Pak Benny Triandi, Ustadz Darlis Fajar, Kang Harry

Sygma Daya Insani (SDI) yang didirikan tahun 2005 dan berubah menjadi PT tahun 2012 merupakan perusahaan direct selling yang mengajak keluarga Indonesia dan memiliki motto “smart family” memberikan nuansa antara nilai kekeluargaan. Pak Benny melihat dalam sebuah keluarga, ayah aktif ke masjid, ibu ada yang berpendapat tentang urgensi sholat di masjid, sedangkan anak-anak sangat jarang ke masjid. Melihat keadaan tersebut, SDI memberikan smart family yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. SDI datang ke rumah keluarga dengan buku-buku Islami tentang Muhammad Teladanku, datang ke sekolah, kantor, dan majlis ta’lim dengan memberikan edukasi smart family. Menurut Pak Benny, buku Muhammad Teladanku bukan mengenai larisnya jual beli buku tapi dari intisari buku yang bisa didengar dan disampaikan kepada keluarga untuk membentuk ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Program unggulan SDI adalah Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT) yang kemudian berubah nama menjadi Family Entretraining Muhammad Teladanku (FEMT). Acara tersebut terinspirasi dari buku Muhammad Teladanku yang disampaikan melalui gabungan gerak, musik, lagu, monolog, dan multimedia. Menurut Pak Benny, PEMT merupakan jembatan yang mempertemukan jarak terputus antara umat dengan Rasulullah SAW. Acara tersebut sangat membekas bagi peserta karena acaranya tidak hanya memiliki panggung yang megah, layar 3D dan backsound menggelegar, sholawat dengan media tapi acara tersebut juga membekas karena belum adanya keteladanan seperti Nabi Muhammad SAW. Penonton diajak berinteraksi dengan menggugah kesadaran tentang sosok Rasulullah SAW sebagai contoh teladan sempurna bagi umat manusia. Sehingga, banyak peserta yang tersentuh bahkan menangis saat acara PEMT. Semua hal tersebut tak lepas dari kesuksesan pengisi acara yang berhasil memberikan kekuatan kepada penonton. Pengisi acara tidak hanya memberikan kekuatan kepada penonton saat di panggung tapi juga menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-harinya. “Yang penting adalah menyapa tanpa menggurui kemudian memberikan keteladanan”, kata Pak Benny.

Suasana penonton PEMT Talkshow

Menurut Kang Harry, PEMT bukan sebuah karya tapi ekspresi kecintaan. Musik yang dibawa memberikan energi yang berbeda sehingga banyak penonton yang bersedih. Menurut Kang Harry, PEMT yang bersumber dari buku Muhammad Teladanku dan Sirrah Nabawiyah dibuat dengan persiapan konsep yang matang dan proses yang berulang-ulang sehingga konten acara yang disuguhkan bisa menggugah penonton. “Energinya sangat luar biasa, selalu berbeda di setiap kali penyelenggaraan. Peserta ikut mempengaruhi energi baru tersebut”, kata Kang Harry. Kang Harry sangat berkesan saat membawakan lagu “Rinduku”. “Entah kenapa, saat membawakan lagu tersebut, ada energi luar biasa yang membuat saya tak kuasa menahan kaharuan. Hal itu bukan hanya saya yang merasakan, pengisi acara maupun penonton pun ikut merasakan keharuan”, kata Kang Harry.

Ustadz Darlis Fajar sangat berkesan dengan buku Muhammad Teladanku karena bukunya sangat bagus dan unik. “Banyak buku sejarah Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah SAW tapi buku tentang teladan Rasulullah SAW hanya ini satu-satunya” kata Ustadz. Beliau juga mengusulkan agar buku Muhammad Teladanku jangat disingkat menjadi Mute karena kata Mute tersebut tidak enak didengar. PEMT sangat menarik menurut Ustadz Darlis Fajar karena banyak orang yang lebih menyukai visual daripada membaca buku berlembar-lembar.

Cuplikan video PEMT

Sebagai peserta talkshow, aku sangat terkesan dengan acara Parenting Entertraining Muhammad Teladanku. Karena acara tersebut memiliki edukasi tinggi dan yang paling utama semakin mendekatkan diri kepada sosok Nabi Muhammad SAW. Sosok yang sangat perfect dan memberikan contoh teladan kepada umat manusia. Aku ingin melihat kehangatan Rasulullah SAW saat membina keluarganya. Aku juga tergugah dengan cuplikan video yang ditampilkan saat talkshow. Banyak respon positif bahkan banyak peserta yang berkaca-kaca saat memberikan komentar acara PEMT. Acara tersebut juga membuatku introspeksi diri tentang seberapa besar kecintaanku terhadap sosok teladan Nabi Muhammad SAW. Seberapa besar keteladanan beliau yang sudah aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat kecil euy. Hiks. Dan di akhir acara saat membagikan door prize, aku kembali bersedih. Bukan karena aku tak mendapatkan hadiah. *apalah artinya hadiah. Tapi aku sedih karena pertanyaan dari pengisi acara yang tak bisa aku jawab. Aku tak tau nama sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam benakku, aku hanya hafal nama Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Padahal banyak sahabat Rasulullah SAW lain seperti Mush’ab bin Umair (Duta pertama Nabi Muhammad SAW), Abu Khabsyah (sahabat Rasulullah SAW saat perang Badar).

Pemenang doorprize

Nah, jika ingin mengikuti PEMT atau yang sekarang bernama FEMT bisa mengikutinya di kota-kota berikut ini. Kalau ditanya HTM, menurut Kang Harry harganya sebanding dengan semangkok baso. Bingung juga harga semangkok baso itu berapa. Dan ternyata setelah ditanya panitia sekitar Rp 100.000. Yuk berpartisipasi dan menjadi pencinta Nabi Muhammad SAW.

Jakarta 16 Mei 2014 
UPT. Balai Latihan Kesenian Jakarta Timur Lokasi Proyek : Jl. H. Naman No. 17, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lampung, 15 Juni 2014 (tentative)
Surabaya, 22 Juni 2014 
Ballroom World Trade Center (WTC), Jl. Pemuda 27-31, Surabaya, Jawa Timur
Jakarta, 12 Juli 2014 
Graha Sucofindo, Jl. Pasar Minggu Raya Kav. 34, Pancoran, Jakarta Selatan
Bandung, 13 Juli 2014 
Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda 30, Bandung
Reaksi:

4 comments:

  1. bagus sekali ide dari Neno Warisman ini, patut didukung...

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas review yang lengkap seperti tertulis di atas. Memang tujuan utama kami adalah mengingatkan kembali tentang teladan Rasulullah Saw. Sekali lagi terima kasih :)

    ReplyDelete
  3. Acaranya bagus banget.. Mungkin isa menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua :))

    salam kenal,
    belajar-berkata.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Acara-acara seperti ini memang bagus bangeeet ya buat di galakkan..
    sasarannya juga langsung ke 'keluarga', tempat awal terbentuknya pribadi-peribadi ya ^^

    ReplyDelete