Monday, May 19, 2014

Diet MSG

Monday, May 19, 2014 Posted by rizka farizal 12 comments
Credit: viatarian.com

Sekitar 10 tahun yang lalu, aku pernah menemani ibu berobat alternatif. Ibu pernah didiagnosa mengalami gangguan pada rahimnya. Saat aku menemani ibu berobat, ibu menyuruhku berobat juga. Kebetulan mataku bengkak-bengkak sana sini. Saat diperiksa, tak dinganya ternyata ada sedikit masalah pada bagian payudara. Bukan tumor apalagi kanker juga sih. Hanya agak tebel saja pada organ itu. Ibuku yang saat itu juga berobat tentu kagetlah karena anaknya juga penyakitan. Konon katanya, hampir setiap remaja mengalami gangguan seperti aku. Sayangnya, banyak remaja yang terlambat dan tidak memeriksakan diri makanya banyak remaja yang baru sadar adanya masalah dari organ vitalnya. Buktinya, saat teman-temanku proses rekrutmen kerja mereka menjalani proses medical check up, banyak temanku yang baru menyadari ada masalah pada organ vitalnya tersebut.

Saat menjalani pengobatan alternatif, biasalah mayoritas pengobatan alternatif punya "makanan pantangan". Aku dilarang makan yang mengandung MSG. Waduh, mayoritas makanan lezat yang beredar kan mengandung MSG. Mulai dari cemilan, fast food, "makanan santai", sampai makanan berat dibumbui MSG di dalamnya. Karena makanan pantangan itu, keluargaku selalu masak tanpa MSG di rumah. Aku juga dilarang mengkonsumsi cemilan yang mengandung bahan MSG di sekolah. Tersiksa? Pastilah. 
MSG (Monosodium Glutamate) merupakan garam natrium dari asam glutamate. Menurut dr. Russell Blaylock, MSG merupakan zat kimia yang dapat mematikan sel-sel otak. MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, parkinson, autism, mempercepat pertumbuhan sel-sel kanker, dan menimbulkan efek samping seperti kejang, mual, alergi, ruam, asma, sakit kepala, mulut terasa kering, hilang ingatan.
Pernah suatu kali aku nekat makan sate dan cemilan ber-MSG karena ngiler banget saat itu. Eh, ternyata saat berobat ketaun deh. Tak hanya itu, aku juga merasakan payudaraku agak tebel setelah mengkonsumsi makanannya. Memang berasa beda banget saat makanan pake MSG vs tanpa MSG. Akhirnya, saat masa pengobatan tersebut aku selalu nyinyir kepada penjual makanan "ini masaknya pake MSG atau tidak?"Cemilan, fast food, minuman bersoda tidak pernah dikonsumsi saat itu.

Silakan liat video bahaya MSG dari sumber di sini

Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan, aku pun sembuh. Tak ada lagi makanan pantangan. Semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi asalkan halal. Namun, aku masih waspada dengan makanan MSG. Karena aku sudah pernah merasakan sebelum vs setelah mengkonsumsi MSG yang memang sangat menimbulkan efek pada bagian tubuhku. Dibilang diet MSG tak juga sih. Hanya menguranginya. Kalau ada cemilan tanpa MSG yang lezat, aku lebih pilih cemilan itu. Mie instan aku batasi mengkonsumsinya per bulan. Makan baso, mie ayam, soto, dan makanan berkuah lainnya biasanya aku minta tanpa MSG kepada penjualnya. Kan menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobatinya. Aku juga tak mau menyesal jika suatu saat menderita penyakit yang lebih kronis hanya karena berlebihan mengkonsumsi MSG.

Referensi:
http://www.naturalnews.com/020550.html
Reaksi:

12 comments:

  1. kalo seperti sekarang bakal susah banget tuh menghindari MSG, karena hampir semua makanan ada MSGnya. Baik yang instan maupun yang di masak di warung-waring...
    semoga penyakitnya gak datang lagi yaa.. dan senantiasa sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang susah
      ini aku hanya meminimalisir makanan yg ber-MSG

      Delete
  2. kurangi pemakaian msg atau micin. dimulai dari masakan dirumah. saat jajan seperti bakso. selain bahaya kanker bila konsumsi berlebih, juga bahaya ke perkembangan otak. saya ingat jaman televisi hanya 1 (tvri) pernah ada tanyangan bahaya msg terhadap ( percobaan dengan ayam ) oleh dr iwan budiarso kalo tidak salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuah aku baru tau ada siaran di tvri seperti itu

      Delete
  3. kita bisa mengurangi pemakaian msg untuk masakan kita, tapi mungkin agak sulit menghindari pembelian makanan yang siap saji dari msg, jadi harus benar2 teliti atau jangan terlalu sering membeli makanan yang siap saja atau dimasak dijajanan jananan ya, lebih baik membuat sendiri agar lebih bisa menghindari msg

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, harus teliti memilih makanan yang dijual

      Delete
  4. serem juga jadinya kalu beli jajanan diluar rumah

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. ada pake bumbu tradisional
      hehe

      Delete
  6. Yup. Bener-bener.. kalau di rumah susah sekali mengontrol penggunaan MSG karena mama selalu pakai. Nah sekarang punya dapur sendiri, jadi bebas msg.
    tapi memang yaaaa makanan berMSG itu cenderung lebih lezat dan terlihat waaaaah *ngilerr

    ReplyDelete
    Replies
    1. eciee yg sudah punya dapur sendiri
      mau dunk dimasakin oleh pita :))

      Delete