Saturday, May 24, 2014

Jawabanmu Harimaumu

Saturday, May 24, 2014 Posted by rizka farizal 11 comments
Situasi 1:

T: Apa yang paling bernilai dalam keluargamu?
A: Agama
T: Apakah ada yang lain selain agama? Pendidikan? Perekonomian? Ngacung siapa yang selain agama?
A: Tetep agama?
T: Sudah mengerti kan 3 unsur nilai? 
A: Sudah
T: Apakah dalam keluargamu agama selalu diprioritaskan? Apakah ritual agama selalu dijalankan dalam keluarga? Apakah ada tempat khusus ibadah dalam rumahmu? Jika ada salah satu diantara anggota keluarga melanggar perintah agama, apakah dihukum? Jika beragama Islam, apakah setiap sholat fardhu selalu berjamaah dan tepat waktu? 
Jika tidak melakukan itu semua, maka agama yang paling bernilai dalam keluarga itu B*LLS*IT
A: semuanya langsung terdiam

Situasi 2:

T: Apa masalah yang kamu alami sekarang?
A: Saya harus lulus kuliah dan menyelesaikan skripsi
T: Kenapa kamu ingin lulus kuliah?
A: Karena saya ingin menyenangkan orang tua
T: Kalau begitu, kamu kuliah untuk menyenangkan orang tua bukan untuk mencari ilmu?
A: (terdiam)
B: Kalau sudah lulus kuliah untuk mencari ilmu lalu bekerja lalu menjadi orang kaya juga bisa membahagiakan orang tua
T: Oke, berarti selama ini kalian kuliah hanya untuk membahagiakan orang tua. Apakah kalian tidak mempunyai tujuan sendiri selama kuliah? Apakah kalian tidak belajar dengan sepenuh hati mencari ilmu?
A&B: (terdiam)

Monday, May 19, 2014

Diet MSG

Monday, May 19, 2014 Posted by rizka farizal 12 comments
Credit: viatarian.com

Sekitar 10 tahun yang lalu, aku pernah menemani ibu berobat alternatif. Ibu pernah didiagnosa mengalami gangguan pada rahimnya. Saat aku menemani ibu berobat, ibu menyuruhku berobat juga. Kebetulan mataku bengkak-bengkak sana sini. Saat diperiksa, tak dinganya ternyata ada sedikit masalah pada bagian payudara. Bukan tumor apalagi kanker juga sih. Hanya agak tebel saja pada organ itu. Ibuku yang saat itu juga berobat tentu kagetlah karena anaknya juga penyakitan. Konon katanya, hampir setiap remaja mengalami gangguan seperti aku. Sayangnya, banyak remaja yang terlambat dan tidak memeriksakan diri makanya banyak remaja yang baru sadar adanya masalah dari organ vitalnya. Buktinya, saat teman-temanku proses rekrutmen kerja mereka menjalani proses medical check up, banyak temanku yang baru menyadari ada masalah pada organ vitalnya tersebut.

Saat menjalani pengobatan alternatif, biasalah mayoritas pengobatan alternatif punya "makanan pantangan". Aku dilarang makan yang mengandung MSG. Waduh, mayoritas makanan lezat yang beredar kan mengandung MSG. Mulai dari cemilan, fast food, "makanan santai", sampai makanan berat dibumbui MSG di dalamnya. Karena makanan pantangan itu, keluargaku selalu masak tanpa MSG di rumah. Aku juga dilarang mengkonsumsi cemilan yang mengandung bahan MSG di sekolah. Tersiksa? Pastilah. 
MSG (Monosodium Glutamate) merupakan garam natrium dari asam glutamate. Menurut dr. Russell Blaylock, MSG merupakan zat kimia yang dapat mematikan sel-sel otak. MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, parkinson, autism, mempercepat pertumbuhan sel-sel kanker, dan menimbulkan efek samping seperti kejang, mual, alergi, ruam, asma, sakit kepala, mulut terasa kering, hilang ingatan.
Pernah suatu kali aku nekat makan sate dan cemilan ber-MSG karena ngiler banget saat itu. Eh, ternyata saat berobat ketaun deh. Tak hanya itu, aku juga merasakan payudaraku agak tebel setelah mengkonsumsi makanannya. Memang berasa beda banget saat makanan pake MSG vs tanpa MSG. Akhirnya, saat masa pengobatan tersebut aku selalu nyinyir kepada penjual makanan "ini masaknya pake MSG atau tidak?"Cemilan, fast food, minuman bersoda tidak pernah dikonsumsi saat itu.

Silakan liat video bahaya MSG dari sumber di sini

Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan, aku pun sembuh. Tak ada lagi makanan pantangan. Semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi asalkan halal. Namun, aku masih waspada dengan makanan MSG. Karena aku sudah pernah merasakan sebelum vs setelah mengkonsumsi MSG yang memang sangat menimbulkan efek pada bagian tubuhku. Dibilang diet MSG tak juga sih. Hanya menguranginya. Kalau ada cemilan tanpa MSG yang lezat, aku lebih pilih cemilan itu. Mie instan aku batasi mengkonsumsinya per bulan. Makan baso, mie ayam, soto, dan makanan berkuah lainnya biasanya aku minta tanpa MSG kepada penjualnya. Kan menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobatinya. Aku juga tak mau menyesal jika suatu saat menderita penyakit yang lebih kronis hanya karena berlebihan mengkonsumsi MSG.

Referensi:
http://www.naturalnews.com/020550.html

Sunday, May 18, 2014

Workshop Tulis Nusantara 2014

Sunday, May 18, 2014 Posted by rizka farizal 9 comments
Sudah tau belum bahwa Kemenparekraf mengadakan lomba tulis nusantara 2014? Jika pada belum tau, silakan cek website-nya teaterpetass.com. Pada intinya, Kemenparekraf mengadakan lomba tulis nusantara untuk ketiga kalinya. Tahun ini bekerjasama dengan wonderful Indonesia, nulisbuku.com, plotpoint, dan grasindo. Lomba yang berhadiah total ratusan juta rupiah, traveling ke China, dan akan dibukukan ini mengusung tema Menjelajah Inspirasi Kearifan Budaya Indonesia dan memiliki 4 kategori yaitu novel, cerpen fiksi, nonfiksi, dan puisi. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 karya untuk setiap kategori. Bisa 1 novel, 1 cerpen fiksi, 1 nonfiksi, dan 1 puisi. Deadline tanggal 7 Juli 2014.

Dalam rangka mengkampanyekan lomba sekaligus mempermudah calon pesertanya, Kemenparekraf mengadakan workshop Menulis di beberapa kota. Untuk kota Bandung telah diadakan workshop menulis pada tanggal 17 Mei 2014 di Gedung BKM, Jl. Burangrang No 17.19. Pemateri workshop adalah mas Arif Assidiq (pengajar plotpoint) dan mba Mira Reinayati (editor Grasindo).

masih sepiiii

Setelah workshop dibuka oleh perwakilan Kemenparekraf, mas Arif langsung memberikan materi pertama. Sebelum memberikan materi, mas Arif menjelaskan latar belakang terbentuknya plotpoint. Ternyata awalnya plotpoint membuat scenario film, kemudian memberikan wokshop. Tahun 2012, plotpoint diakuisisi oleh Bentang Pustaka yang merupakan anak perusahaan Mizan. Saat ini, plotpoint telah menerbitkan buku berskala nasional untuk remaja hingga dewasa. Cukup sekian penjelasan tentang plotpoint. Hehe.

Mas arif saat memberikan materi

Kearifan lokal itu maksudnya apa?

Kearifan lokal membahas tentang sebuah budaya yang selalu memiliki nilai dan diterjemahkan dalam perangkat, pelaku, dan ritual. Di dalamnya terdapat satu kata kunci yaitu nilai. Nilai merupakan sesuatu yang berharga. Kearifan lokal juga dapat didefinisikan sebagai metode pemecahan masalah yang ada di budaya sebuah tempat. Di dalamnya terdapat satu kata kunci lagi yaitu masalah. Masalah merupakan nilai terancam hilang atau saat nilai belum didapat. 

Berdasarkan definisi di atas, kita dapat membuat sebuah cerita kearifan lokal. Cerita merupakan informasi tentang perubahan. Cerita harus memiliki 5W+1H.

What menjelaskan definisi/identitas
Wheremenjelaskan lokasi
Who menjelaskan pelaku
When menjelaskan waktu
Why menjelaskan informasi kenapa terjadinya perubahan
How menjalaskan informasi bagaimana terjadinya perubahan

Deskripsi berbeda dengan cerita. Deskripsi hanya menjelaskan definisi contohnya puisi. Cerita (novel, fiksi, non fiksi) menjelaskan 3 informasi dasar yaitu:
  1. Apa yang berubah di akhir cerita?
  2. Bagaimana hal tersebut di awal cerita?
  3. Apa yang terjadi sehingga hal tersebut bisa berubah?
Kondisi awal --> kondisi akhir --> apa yang membuat berubah
Cerita menjelaskan plot, karakter, dan setting
Contoh deskripsi:

Pada hari Minggu Ku turut Ayah ke kota
Naik Delman istimewa Ku duduk di muka
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk

Syair lagu naik delman merupakan deskripsi karena hanya menjelaskan kondisi awal tanpa kondisi akhirnya.

Contoh cerita:

Balonku ada lima
Rupa rupa warnanya
Hijau kuning kelabu merah muda dan biru
Meletus balon hijau 
Dorrr
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Ku pegang erat-erat

Syair lagu balonku merupakan cerita. Karena menjelaskan kondisi awal yaitu memiliki 5 balon, menjelaskan kondisi akhir yaitu hanya tinggal 4 balon, dan menjelaskan perubahannya yaitu balonnya tinggal 4 karena balon hijau meletus sehingga balon yang tersisa langsung dipegang erat-erat.

Nah, karena cerita merupakan informasi mengenai perubahan, maka hubungan cerita dan kearifan lokal berbentuk:
  • Perubahan pada/dalam kearifan lokal
  • Perubahan jika kearifan lokal berubah
  • Perubahan sebab/akibat kearifan lokal
  • Perubahan agar/sehingga kearifan lokal
  • Perubahan ketika/sebelum/sesudah/sejak/saat/dengan/tanpa kearifan lokal
  • Perubahan andai kearifan lokal (hilang/hadir/berubah)
Contoh cerita kearifan lokal: pemuda Sumatera membiasakan diri sarapan dengan ketan, pisang, dan kopi sebelum memulai aktivitasnya bertani.

Dimana ada workshop, di situ ada latihan

Setelah menjalaskan materi, mas Arif memberikan latihan menulis selama 5 menit untuk setiap tugas kepada para peserta. Materi latihannya seputar perubahan dan karakter yaitu perubahan tanpa karakter, perubahan akibat karakter minor (non karakter), dalam diri karakter, akibat karakter lain, dan akibat peristiwa eksternal. Setelah 5 menit, peserta disuruh membaca hasil tulisannya. Sejujurnya, aku minder dengan tulisan peserta workshop. Mereka dapat menulis dengan diksi yang indah. Sementara aku kan masih gelap dengan namanya diksi. Selain aku, ternyata ada peserta lain yang juga minder dengan pemakaian diksi. Dia sempat bertanya kepada mas Arif bagaimana tips membuat diksi yang indah. Menurut mas Arif "diksi bukanlah mengejar keindahan tapi diksi mengejar ketepatan pemakain katanya. Tidak masalah membuat cerita tanpa memakai diksi. Namun, jika masih ingin mencari inspirasi dapat membaca buku lebih banyak. Membaca dapat menambah kosa kata diksi sehingga diksi dapat digunakan saat menulis dengan mudah".

Setelah mas Arif selesai memberikan materinya, sesi selanjutnya dilanjutkan oleh mba Mira. Mba Mira hanya memberikan 5 buah kartu materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, acara ditutup dengan bagi-bagi buku oleh mba Mira.





kartu tanda mata dari mba Mira

Evaluasi untuk Panitia
Sebenarnya aku sangat senang dengan adanya workshop menulis ini. Selain dapat menambah ilmu tentang dunia menulis yangmana aku buta dengan dunia tersebut, workshop pun juga gratis. Namun, aku kecewa dengan workshop tersebut karena 2 hal. Pertama, karena acaranya sangat ngaret. Masa jadwalnya jam 11.00 tapi baru mulai jam 12.30. Satu setengah jam ngaretnya loh. Kedua, menurutku sih panitianya kurang prepare. Panitia tidak menyediakan laptop sehingga pemateri yang tidak membawa laptop tidak bisa memberikan materinya dengan baik. Itu saja sih evaluasinya. Semoga acara ke depannya lebih baik dan tetap mengadakan workshop gratis di Bandung yah. Bye the way, jangan lupa jika ingin menjadi peserta lomba tulis nusantara 2014 persiapkan naskahnya yah!

Referensi:
Modul workshop tulis nusantara 2014

Saturday, May 17, 2014

Sisi Gelap Anak Sekolahan di Negeriku

Saturday, May 17, 2014 Posted by rizka farizal 8 comments
Gambar: dari sini

Aku tertohok dengan quote di atas. Memang banyak kasus kekerasan pada anak sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sampai kuliah. Masih hangat kasus pelecehen seksual pada anak TK di salah satu sekolah internasional. Anak-anak yang masih unyu dan polos menjadi korban nafsu pegawai sekolahnya. Anak-anak yang jauh dari baligh harus mengalami guncangan batin, stress, dan sejenisnya.

Masih hangat berita seorang anak SD yang mengalami kekerasan oleh kakak kelasnya. Hanya karena sepotong es, seorang anak SD masuk rumah sakit hingga tewas oleh perbuatan kakak kelas yang sok jagoan. 

Naik tingkat ke SMP, begitu banyak anak sekolah yang menjadi penikmat pornografi. Bahkan sudah ada yang mempraktekannya. 

Naik tingkat ke SMA, banyak anak sekolah yang mengganggap tawuran bukanlah hal yang tabu. Bahkan ada anak sekolah yang berpendapat bukan anak SMA namanya jika tidak tawuran. 

Tamat SMA, status siswa yang sudah berubah menjadi mahasiswa ternyata bukan merubah status anak baik menjadi anak maha baik. Banyak kejadian ospek pada beberapa universitas yang merenggut nyawa. Tak hanya 1, 2, 3 universitas tapi lebih. Proses penyambutan mahasiswa baru yang sangat tidak etis. Belum habis masa euphoria setelah berganti status dari siswa menjadi mahasiswa ternyata berujung dengan maut.

MIRIS MIRIS MIRIS!!! Setiap level sekolah ada kasus kekerasan!

Jika sudah begini, siapa yang patut disalahkan?

Keluarga? Ini bisa menjadi penyebab utamanya. Karena keluarga merupakan orang terdekat dengan anak. Keluargalah yang harusnya memberikan pendidikan budi pekerti untuk anak-anaknya. Keluargalah yang harus memberikan "perhatian" lebih untuk anaknya. Keluarga harus memberikan filter tentang "dunia jahat" kepada anaknya. Keluarga jugalah yang harusnya selektif memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya.
Pendidikan pada diri seorang anak sesungguhnya dimulai jauh sebelum anak tersebut memiliki tubuh dan kesadaran manusiawinya (Miranda Risang Ayu)
Pendidik dan semua perangkat sekolah? Bisa sih. Karena sekolah merupakan amanah yang diberikan keluarga untuk membina anak-anak. Sekolahlah yang harusnya memberikan materi budi pekerti kepada anak didiknya. Meskipun tak semua pendidik mengajar budi pekerti tapi semua tenaga pendidik seharusnya paham tentang materi budi pekerti.
Jika Anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan menjadi terdidik. Jika Anda mendidik seorang wanita, maka sebuah generasi akan terdidik (Brigham Young)
The tragedy of education is played in two scenes - incompetent pupils facing competent teachers and incompetent teachers facing competent pupils. (Martin H. Fischer)
Media dan kemajuan IPTEK? Bisa sih. Dengan perkembangan internet, games, buku, film yang beredar di masyarakat memang banyak yang tidak layak untuk anak-anak. Bahkan sebuah buku dan film yang ditujukan untuk anak-anak memiliki selipan "guyonan" yang tidak senonong. Contohnya: Games Redneck, Point Blank, Kartun Naruto, Crayon Shinchan, dll bisa dilihat penjelasannya di sini. Tapi jika ada orang yang bisa mengawasinya tentu bisa diminimalisir, bukan? Apalagi sudah banyak akses pornografi yang difilter oleh lembaga baik kominfo, provider, maupun sekolah.

Kurangnya pengetahuan agama? Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan terhadap umatnya. Sayangnya seorang anak yang mendalami agama dianggap sok suci oleh temannya. Seorang keluarga yang selalu membina keluarga agamis dianggap ekstrem oleh orang lain. Padahal dengan agama yang baik, akan terbentuk juga keluarga madani.
Ilmu apapun sebenarnya tidak ada yang mudhorot, karena semua datang dari Tuhan dan diperuntukkan untuk kemaslahatan (Dian Nafi)
Perilaku anak yang terlalu pembangkak? Bisa juga sih. Banyak anak yang sok jagoan, sok punya kekuasaan sehingga sering mem-bully anak yang lemah. Banyak anak durhaka yang tidak mau mendengar peringatan dari orang tua dan tenaga pendidiknya.
Ibarat manusia tanpa keperibadian, universiti moden tidak mempunyai pusat yang sangat penting dan tetap, tidak ada prinsip-prinsip utama yang tetap, yang menjelaskan tujuan akhirnya. Ia tetap menganggap dirinya memikirkan hal-hal universal dan bahkan menyatakan memiliki fakulti dan jurusan sebagaimana layaknya tubuh suatu organ - tetapi ia tidak memiliki otak, jangan akal (intellect) dan jiwa, kecuali oleh dalam suatu fungsi pengurusan murni untuk pemeliharaan dan perkembangan jasmani. Perkembangannya tidak dibimbing oleh suatu prinsip yang akhir dan tujuan yang jelas, kecuali oleh prinsip nisbi yang mendorong mengejar ilmu tanpa henti dan tujuan yang jelas. (Syed Muhammad Naquib al-Attas)
Terus gimana? Kita tidak boleh hanya berdiam diri saja terhadap sisi gelap anak sekolah sekarang. Banyak alternatif yang telah dilakukan. Aku memang bukan pakar pendidikan, praktisi pendidikan, atau sejenisnya. Tapi menurutku sih home schooling, pendidik yang perhatian terhadap anak didiknya, media yang selalu difilter, evaluasi OSPEK bisa menjadi solosinya. Khusus untuk home schooling, menurut aku sih punya sisi positif dan negatif. Sisi positifnya keluarga lebih dekat dengan anaknya dan mengajarkan edukasi positif untuk anaknya. Namun, sisi negatifnya anak akan kurang memiliki jiwa berkompetisi, leadership, berorganisasi, dan bersosialisasi dengan temannya. Tapi home scholling pilihan masing-masing keluarga sih. *mohon maaf jika ada yang tidak setuju.
The difference between school and life? In school, you’re 368 up, 59 down taught a lesson and then given a test. In life, you’re given a test that teaches you a lesson. (Tom Bodett)
Oke! Apapun itu, aku tahu seharusnya tiap keluarga punya solusi alternatif terhadap anak-anaknya. Semoga saja tidak ada kekerasan terhadap anak sekolah. Ingatlah bahwa masa depan bangsa lahir dari generasi muda. 
Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini. (Malcolm X)

Sunday, May 11, 2014

Refleksi Diri

Sunday, May 11, 2014 Posted by rizka farizal 17 comments
Seorang hamba ingin memiliki pekerjaan yang nyaman dengan penghasilan yang “cukup”. Ingin mendapatkan jodoh yang sesuai kriterianya. Ingin naik haji saat usia belia. Ingin mempunyai kendaraan dan mobil pribadi. Ingin mempunyai keturunan. Ingin ini dan ingin itu.

Tapi tapi...

Seorang hamba itu hanya diam menunggu nasib baik berpihak padanya. Berharap rejeki nomplok datang padanya. Kurang bergerak dan antusias demi mewujudkan keinginannya.

Dan...

Seorang hamba itu sering menunda-nunda sholat karena pekerjaannya. Sering melukai hati orang tuanya. Tidak melakukan segala perintah-Nya. Pelit menyisihkan uang sakunya untuk orang yang membutuhkan. Jarang “bangun” di sepertiga malam. Jarang tilawah padahal jika sehari tilawah 1 juz hanya membutuhkan waktu 30 – 40 menit. *waktu yang lebih singkat dibandingkan nonton dorama 1 episode, nonton film bioskop, atau baca 1 buah buku sampai ending. 

Bagaimana mungkin keinginannya terwujud? Padahal Allah SWT sudah membuka lebar pintu impian untuknya. Wajar sajalah jika Allah SWT juga menunda-nunda mewujudkan keinginannya. Jangan salahkan Tuhan dan jangan bilang Tuhan tak cinta jika seorang hamba itu juga tidak mencintai Tuhan. You do and you get it!

#SemangatPagi

Thursday, May 08, 2014

Parenting Entertraining Muhammad Teladanku Talkshow

Thursday, May 08, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Jika ditanya siapa tokoh idola, maka akan muncul nama-nama public figure seperti Dude Herlino, Joe Taslim, Iker Cassilas, Ronalo, Lee Min Ho, Siwon Super Junior, personil SNSD, personil JKT48, Raisa, Emma Watson, Kristen Stewart, B.J Habibie, Thomas Alva Edison, dan deretan nama public figure lainnya yang popular pada bidangnya masing-masing. Tak salah jika mengidolakan public figure tersebut. Tapi, hei apakah kamu lupa dengan nama seorang sosok yang harusnya menjadi teladan umat Islam? Sosok yang sangat sempurna dan telah dijamin masuk surga. Sosok yang sangat mencintai umatnya dan selalu ingat dengan umatnya sampai sekarang meskipun jasad beliau telah tiada. 

Adalah Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang harusnya menjadi idola umat Islam semua. Sosok yang dalam kesehariannya dapat menjadi teladan keluarga. Sayangnya, banyak umat muslim yang mulai kurang memiliki kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW karena terganti oleh public figure. Padahal, public figure belum tentu juga mencintai fans-nya. Tak seperti Nabi Muhammad SAW yang selalu mencintai umatnya. 

Melihat keadaan tersebut, Neno Warisman mencetuskan ide untuk mewujudkan sejuta keluarga pencinta Rasulullah SAW pada saat pembentukan Sygma Parenting Community (2011). Gayungpun bersambut dengan dibentuknya Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT) oleh PT Sygma Daya Insani tahun 2013. Pembukaan acara PEMT diadakan tanggal 15 Juli 2013 di Jakarta kemudian acara selanjutnya diadakan di Bandung tanggal 21 Juli 2013. Sampai saat ini, PEMT sudah digelar di 6 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makasar. Penyelenggaraan acara tersebut sukses dan mendapat sambutan positif dari ribuan peserta yang mengikutinya.

Untuk mengetahui proses dibalik kesuksesan acara PEMT, PT Sygma Daya Insani menyelenggaraan talkshow “Dibalik Layar Kesuksesan Parenting Entertraining Muhammad Teladanku” di Bandung Islamic Book Fair, Gedung Landmark, Jl. Braga 129 Bandung, pada tanggal 4 Mei 2014. Acara tersebut menghadirkan bintang tamu Bapak Benny Triandi (Direktur Utama Sygma Daya Insani), Kang Harry BPM (Kuping Creative Solution), Ustadz Darlis Fajar (MQ FM), dan dipandu oleh MC Kang Wildan (MQ FM) serta performance dari Kang Cahya (Kuping Creative Solution). 

Panggung PEMT Talkshow

Dari kiri ke kanan: Kang Wildan, Pak Benny Triandi, Ustadz Darlis Fajar, Kang Harry

Sygma Daya Insani (SDI) yang didirikan tahun 2005 dan berubah menjadi PT tahun 2012 merupakan perusahaan direct selling yang mengajak keluarga Indonesia dan memiliki motto “smart family” memberikan nuansa antara nilai kekeluargaan. Pak Benny melihat dalam sebuah keluarga, ayah aktif ke masjid, ibu ada yang berpendapat tentang urgensi sholat di masjid, sedangkan anak-anak sangat jarang ke masjid. Melihat keadaan tersebut, SDI memberikan smart family yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. SDI datang ke rumah keluarga dengan buku-buku Islami tentang Muhammad Teladanku, datang ke sekolah, kantor, dan majlis ta’lim dengan memberikan edukasi smart family. Menurut Pak Benny, buku Muhammad Teladanku bukan mengenai larisnya jual beli buku tapi dari intisari buku yang bisa didengar dan disampaikan kepada keluarga untuk membentuk ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Program unggulan SDI adalah Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT) yang kemudian berubah nama menjadi Family Entretraining Muhammad Teladanku (FEMT). Acara tersebut terinspirasi dari buku Muhammad Teladanku yang disampaikan melalui gabungan gerak, musik, lagu, monolog, dan multimedia. Menurut Pak Benny, PEMT merupakan jembatan yang mempertemukan jarak terputus antara umat dengan Rasulullah SAW. Acara tersebut sangat membekas bagi peserta karena acaranya tidak hanya memiliki panggung yang megah, layar 3D dan backsound menggelegar, sholawat dengan media tapi acara tersebut juga membekas karena belum adanya keteladanan seperti Nabi Muhammad SAW. Penonton diajak berinteraksi dengan menggugah kesadaran tentang sosok Rasulullah SAW sebagai contoh teladan sempurna bagi umat manusia. Sehingga, banyak peserta yang tersentuh bahkan menangis saat acara PEMT. Semua hal tersebut tak lepas dari kesuksesan pengisi acara yang berhasil memberikan kekuatan kepada penonton. Pengisi acara tidak hanya memberikan kekuatan kepada penonton saat di panggung tapi juga menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-harinya. “Yang penting adalah menyapa tanpa menggurui kemudian memberikan keteladanan”, kata Pak Benny.

Suasana penonton PEMT Talkshow

Menurut Kang Harry, PEMT bukan sebuah karya tapi ekspresi kecintaan. Musik yang dibawa memberikan energi yang berbeda sehingga banyak penonton yang bersedih. Menurut Kang Harry, PEMT yang bersumber dari buku Muhammad Teladanku dan Sirrah Nabawiyah dibuat dengan persiapan konsep yang matang dan proses yang berulang-ulang sehingga konten acara yang disuguhkan bisa menggugah penonton. “Energinya sangat luar biasa, selalu berbeda di setiap kali penyelenggaraan. Peserta ikut mempengaruhi energi baru tersebut”, kata Kang Harry. Kang Harry sangat berkesan saat membawakan lagu “Rinduku”. “Entah kenapa, saat membawakan lagu tersebut, ada energi luar biasa yang membuat saya tak kuasa menahan kaharuan. Hal itu bukan hanya saya yang merasakan, pengisi acara maupun penonton pun ikut merasakan keharuan”, kata Kang Harry.

Ustadz Darlis Fajar sangat berkesan dengan buku Muhammad Teladanku karena bukunya sangat bagus dan unik. “Banyak buku sejarah Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah SAW tapi buku tentang teladan Rasulullah SAW hanya ini satu-satunya” kata Ustadz. Beliau juga mengusulkan agar buku Muhammad Teladanku jangat disingkat menjadi Mute karena kata Mute tersebut tidak enak didengar. PEMT sangat menarik menurut Ustadz Darlis Fajar karena banyak orang yang lebih menyukai visual daripada membaca buku berlembar-lembar.

Cuplikan video PEMT

Sebagai peserta talkshow, aku sangat terkesan dengan acara Parenting Entertraining Muhammad Teladanku. Karena acara tersebut memiliki edukasi tinggi dan yang paling utama semakin mendekatkan diri kepada sosok Nabi Muhammad SAW. Sosok yang sangat perfect dan memberikan contoh teladan kepada umat manusia. Aku ingin melihat kehangatan Rasulullah SAW saat membina keluarganya. Aku juga tergugah dengan cuplikan video yang ditampilkan saat talkshow. Banyak respon positif bahkan banyak peserta yang berkaca-kaca saat memberikan komentar acara PEMT. Acara tersebut juga membuatku introspeksi diri tentang seberapa besar kecintaanku terhadap sosok teladan Nabi Muhammad SAW. Seberapa besar keteladanan beliau yang sudah aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat kecil euy. Hiks. Dan di akhir acara saat membagikan door prize, aku kembali bersedih. Bukan karena aku tak mendapatkan hadiah. *apalah artinya hadiah. Tapi aku sedih karena pertanyaan dari pengisi acara yang tak bisa aku jawab. Aku tak tau nama sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam benakku, aku hanya hafal nama Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Padahal banyak sahabat Rasulullah SAW lain seperti Mush’ab bin Umair (Duta pertama Nabi Muhammad SAW), Abu Khabsyah (sahabat Rasulullah SAW saat perang Badar).

Pemenang doorprize

Nah, jika ingin mengikuti PEMT atau yang sekarang bernama FEMT bisa mengikutinya di kota-kota berikut ini. Kalau ditanya HTM, menurut Kang Harry harganya sebanding dengan semangkok baso. Bingung juga harga semangkok baso itu berapa. Dan ternyata setelah ditanya panitia sekitar Rp 100.000. Yuk berpartisipasi dan menjadi pencinta Nabi Muhammad SAW.

Jakarta 16 Mei 2014 
UPT. Balai Latihan Kesenian Jakarta Timur Lokasi Proyek : Jl. H. Naman No. 17, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lampung, 15 Juni 2014 (tentative)
Surabaya, 22 Juni 2014 
Ballroom World Trade Center (WTC), Jl. Pemuda 27-31, Surabaya, Jawa Timur
Jakarta, 12 Juli 2014 
Graha Sucofindo, Jl. Pasar Minggu Raya Kav. 34, Pancoran, Jakarta Selatan
Bandung, 13 Juli 2014 
Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda 30, Bandung

Friday, May 02, 2014

Lunturnya Esensi Pendidikan

Friday, May 02, 2014 Posted by rizka farizal 10 comments

2 Mei adalah hari pendidikan nasional. Sayangnya hari pendidikan kurang meriah seperti hari libur sehari sebelumnya yang diperingati tanggal 1 Mei. Tak apalah tidak menjadi hari libur, toh jika hari libur melulu kapan Indonesia akan maju?

Yang membuat sedih adalah esensi dari pendidikan. Seharusnya pendidikan merupakan fondasi utama untuk kemajuan bangsa. Pendidikan dapat melahirkan generasi profesional yang dapat memajukan bangsa. Pendidikan menciptakan kemajuan dari berbagai sektor teknologi, kesehatan, dll yang dapat dirasakan seperti saat ini.

Saat ini, pendidikan bukan hanya bertujuan untuk membentuk generasi tangguh yang ahli pada bidangnya tapi pendidikan ditentukan dari selembar ijazah. Pendidikan bukan ditentukan dari proses belajar tapi ditentukan dari nilai akhir. Kelulusan siswa ditentukan dari nilai UN. Tahapan administrasi rekrutmen kerja ditentukan dari transkrip akademik. Tak heran banyak siswa dan mahasiswa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai maksimal daripada belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan semata.

Aku terinspirasi dari tulisan Nurmillaty Abadiah yang merupakan peserta UN 2014 di sini. Dalam tulisan tersebut diceritakan kondisi pelaksanaan UN yang banyak kecurangan. Memang pemerintah sudah meminimalisir kecurangan UN dengan membuat 20 opsi soal tapi dalam pelaksanaannya masih saja ada joki, nyontek, SMS, dan segala macam kecurangan. Tujuan untuk melihat kemajuan proses belajar sekolah hanya ditentukan dari nilai UN.

Seharusnya nilai dapat menjadi tolak ukur pendidikan. Jika siswa dan mahasiswa belajar dan smart, maka apapun soalnya akan bisa dijawab dengan benar. Namun, dalam pelaksanaannya banyak juga soal yang diberikan terlalu sulit, tidak dipelajari saat proses belajar mengajar, dan tidak ada dalam kurikulum sehingga maksud hati untuk mengerjakan ujian dengan bersih berubah menjai aksi kecurangan. Idealis berubah menjadi realistis.

Berbicara tentang pendidikan memang tidak akan habisnya. Semoga saja dunia pendidikan semakin maju, dapat melahirkan generasi profesional, dan tidak ada lagi kecurangan saat ujian. Sebagai anak didik, mari kita miliki kesadaran diri dan memahami esensi pendidikan seutuhnya untuk mendapatkan ilmu yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, nusa, dan bangsa.