Wednesday, April 02, 2014

Ke luar ITB itu Sulit

Wednesday, April 02, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Tulisan ini terinspirasi dari tulisan di sini. Tulisan yang banyak di-share oleh banyak temanku di facebook. Ternyata penulisnya seangkatan denganku. Dia harus mengundurkan diri karena tenggang waktu kuliah yang hampir habis sementara masih banyak jumlah SKS yang belum dituntaskannya. Kepada penulis di sini, Saya ingin mngucapkan tetap semangat menjalani hidup. Konon katanya anak yang pernah D.O itu banyak yang sukses. Bisa lihat bacaannya di sini atau di sini

Bagiku ke luar ITB lewat pintu sabuga dengan bertoga itu memang sulit bagi orang yang kemampuan otaknya pas-pasan sepertiku. Aku masih teringat betapa down-nya aku saat menerima nilai transkrip akademik semester pertama yang hancur lebur. Aku sempat berhasrat ingin mengikuti SPMB tahun berikutnya dengan memilih universitas lain dan program studi yang lebih gampang kuliahnya. Tapi keluargaku menyemangatiku sehingga akupun tidak jadi mengikuti SPMB lagi. Semester kedua nilaiku lebih meningkat dari semester pertama tapi masih tetap saja nilainya kecil. 

Saat tingkat dua, aku baru masuk ke program studi. Lagi-lagi nilaiku masih jeblok. Aku sempat berhasrat lagi dan tidak sanggup kuliah di kandang gajah itu. Tapi, keluargaku selalu menyemangatiku untuk bertahan di kampus yang katanya Institut Terbaik Bangsa. Bersyukur semester berikutnya nilaiku makin meningkat sampai semester akhir. 

Saat semester akhir, aku juga mengalami kendala menyelesaikan tugas akhir. Hampir 1 tahun, aku menyelesaikan tugas akhir tersebut. Alhamdulillah aku berhasil ke luar dari ITB setelah 4.5 tahun kuliah di sana. Aku tidak menyangka ternyata aku bisa melewati masa-masa stres dan hampir berhasrat ke luar ITB. Aku tidak menyangka ternyata aku bisa lulus berbarengan dengan teman seangkatanku. Karena saat aku lulus baru setengah orang yang baru diwisuda dari jumlah semua mahasiswa pada program studiku. 

Setelah aku lulus sarjana, aku masuk lagi ke kampus ITB. Aku menjadi mahasiswa magister dengan program studi yang sama dengan program studi sarjanaku. Aku bersyukur selama menjadi mahasiswa magister nilaiku sangat bagus dari ekspektasiku. 

Sayangnya sudah lebih dari 2 tahun menempuh kuliah magister, aku masih belum bisa ke luar memakai toga dari kampus tersebut. Penyebabnya adalah kelamaan mengerjakan tesis. Sudah lebih 1 tahun aku mengerjakan tesis tapi masih belum bisa lulus. Lagi-lagi karena kemampuan otakku yang pas-pasan ditambah sering bermalas-malasan. Hiks. 

Untuk adik-adikku yang masih belum lulus dari ITB, semoga kalian bisa lebih rajin belajar. Untuk adik-adikku yang ingin masuk ITB, rajin-rajinlah belajar setelah diterima menjadi mahasiswa. Jangan hanya puas menjadi mahasiswa ITB. Karena ke luar ITB lewat pintu sabuga dengan memakai toga itu sulit.
Reaksi:

4 comments:

  1. Membaca ini jadi nostalgia masa2 kuliah di kampus "sangar" tsb :D. Aku pun merasa terseok2 mengikuti jalannya sistem perkuliahan. IPK akhirku gak tinggi2 amat :p. Aku lulus gak tepat waktu, agak molor dikit. Beruntung punya dosen pembimbing yg mensupport utk tak memolor2 waktu :).

    Sekarang sedang S2 toh, Mbak. Ngambil apa? Aku mau banget kembali merasakan tegang & suka dukanya meraup ilmu pengetahuan di kampus. Doain aku bisa lanjut studi ya Mbak... Salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah sesama alumni gajah duduk nih
      Sekarang aku ambil jurusan teknik geofisika. Sama kaya S1 dulu

      Delete
  2. Maaf Mba, apakah untuk melianjutkan S2 IPK S1 diperhitungkan ? IPK yang di bawah 2,5 apakah bisa masuk S2 di ITB ?

    ReplyDelete
  3. Klo gak salah IPK di atas 2.75 deh.

    ReplyDelete