Saturday, April 12, 2014

Dilema MLM

Saturday, April 12, 2014 Posted by rizka farizal 27 comments
Bisnis MLM (multi level marketing) merupakan bisnis yang sedang marak saat ini. Bisnis yang bermodalkan promosi mulut ke mulut tanpa membayar iklan yang besar pada perusahaan. Bagi beberapa orang yang senang menggeluti bisnis tersebut tentu sangat menikmatinya. Berbekal networking yang luas, bisnis ini dapat dijalankan kapanpun dan dimanapun. Tapi bukan untukku.

Masih teringat dibenakku saat tingkat pertama kuliah (TPB), seorang teman mengajakku joint bisnis MLM. Saat itu bisnisnya berupa pulsa. Panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume temanku menjelaskan bisnis tersebut tapi aku kurang menyambutnya dengan antusias. Maap teman. Sebenarnya bisnis dengan produk pulsa sangat menguntungkan. Karena mayoritas orang pasti butuh pulsa di jaman sekarang. Sempat sih aku berpikir dua kali untuk join dengan bisnisnya tapi akhirnya aku putuskan untuk menolaknya.

Setahun kemudian, tetiba seorang teman SMP yang sudah lama tidak bertemu menghubungiku. Dia mengajakku untuk bertemu sekadar silaturrahim di suatu tempat. Karena sudah lama tidak bercerita, aku memberikan respon positif kepadanya. Saat bertemu dengan temanku, tiba-tiba temanku mengajakku berkenalan dengan temannya yang lain. Tiba-tiba ada seorang perempuan muda menjelaskan tentang bisnis MLM inisial "T" yang menjual produk obat-obatan. Wuah, ternyata ujung-ujungnya aku diajak join MLM. Aku sangat jengkel kepada temanku saat itu. Di samping Dia tidak jujur karena ujung-ujungnya diajak MLM, Dia pun memaksaku untuk menuliskan nama dan no HP teman-temanku yang ada dalam phone book. Temanku langsung menelpon seorang temanku pada tempat tersebut dan membawa-bawa namaku. Siapa sih yang tidak kesel dengan cara menarik paksa buat joint pada bisnis tersebut? Bahkan keesokan harinya teman yang mengajakku join itu menelpon temanku yang lain karena dia telah menghafal no HP yang pernah aku berikan. Karena cara menariknya downline-nya seperti itu, pastilah aku tolak ajakan teman untuk join pada bisnis tersebut.

Setahun kemarin, seorang adik kelas SMA tiba-tiba mengirimkan pesan via facebook kepadaku. Dia mengajakku untuk join bisnis MLM inisial "O" yang menjual produk kecantikan. Ini satu-satunya MLM yang aku terima. Di samping karena adik kelasku langsung to the point mengajakku join dan menyebutkan perusahaannya, aku juga suka dengan produk kecantikan yang dijualnya. Akhirnya adik kelasku menjelaskan prosedur registrasi, proses naik level, jumlah bonus, tutup point (tupo), dsb. Dengan membayar 50 ribu rupiah saja, aku telah menjadi member. Dalam sebulan aku coba menjual produk tersebut kepada temanku dan tidak ada yang tertarik. Meskipun aku orang Minang yang sering disebut orang bahwa orang Minang pintar dagang tapi aku tak bakat jualan. Hiks. Dalam sebulan pula aku mencari downline. Aku menghubungi beberapa temanku. Ada perasaan tak enakan juga tiba-tiba menghubungi teman yang sudah lama tidak berkomunikasi lalu joint MLM. Tak ada yang mau join saat itu. Hampir akhir bulan, akupun desperate dengan bisnis MLM. Target untuk tupo tak cukup dan seandainya aku membeli sendiri produknya demi tupo, rugi juga harus membeli lebih banyak dan bonus tupo pun sedikit sekali. Karena hanya bisa beli pulsa. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti meneruskannya. Aku hanya join sebulan saja. Sejak saat itu, aku berniat jika ada teman yang mengajakku join MLM aku harus berani menolaknya.

Beberapa hari yang lalu saat aku pulang belanja, tiba-tiba ada seseorang yang mengajakku untuk join pada sebuah komunitas anak muda dan komunitas tersebut juga bisa menghasilkan uang tiap harinya. Aku tidak liat uang sih tapi yang membuatku tertarik adalah komunitas anak mudanya. Aku suka gabung dengan komunitas untuk menambah perkenalan dengan orang lain. Buktinya aku sampai join 4 komunitas blog saat ini. Aku juga pernah berhasrat gabung dengan komunitas lingkungan tapi karena jadwal kegiatan yang tidak cocok denganku akhirnya tidak jadi ikutan. So, dengan antusias aku ingin mengikuti komunitas anak muda dan langsung menghubungi contact person yang tertera pada brosur tersebut. Aku menanyakan tentang komunitas tersebut dan orang yang aku hubungi pun membalas pesanku. Bahkan, Dia mengajakku hari tersebut untuk menceritakan komunitas dan job desk yang dilakukan. Aku juga menanyakan apakah komunitas tersebut bergerak pada MLM? "Tidak" katanya. Sebelum membuat janji dengan orang tersebut, aku sempat googling dengan komunitas tersebut. Duh, ternyata tidak ada yang menjelaskan detail komunitas tersebut. Tapi banyak orang yang memberikan informasi biodata komunitas tersebut via twitter pribadi. Langsung aku hubungi beberapa orang yang gabung pada komunitas tersebut. Hmm, kalau lihat timeline-nya komunitas tersebut sangat positif sih. Akhirnya aku membuat janji ketemuan dengan orang tersebut.

Keesokan harinya, aku pergi ke tempatnya. Saat itu, banyak orang juga yang baru pertama kali ke sana. Akhirnya beberapa orang "leader" menjelaskan komunitas tersebut. Eng ing eng ternyata komunitas anak muda tersebut adalah bisnis MLM inisial "M" yang menjual produk obat-obatan. Duh, aku dah males dengerin presentasinya karena memang aku tidak tertarik MLM. Sebenarnya diantara bisnis MLM yang aku ketahui, bisnis inisial "M" adalah yang paling menarik. Dalam bisnis tersebut tidak ada yang namanya tupo, tidak perlu juga menjual produknya, bonus didapat tiap hari, dan secara perhitungan matematis binisnya sangat menguntungkan. Mereka yang presentasi saat itu juga bilang bahwa bisnis tersebut diketuai oleh anggota DPR dari parpol yang diprediksi memenangkan PEMILU 2014. *tebak sendirilah parpolnya. Hanya saja aku tetap idealis untuk tidak mengikuti bisnis MLM. Aku kecewa karena orang tersebut menipuku karena membawa nama komunitas anak muda dan ternyata bukan. Aku juga tidak begitu antusias karena biaya registrasi + biaya produk yang 1X Seumur Hidup mahal. Jadi, harga produknya 650 ribu. Namun, jika kita join 3, 7, 9, atau 15 point tinggal dikali saja dengan 650 ribu. Makin banyak point pertama kita, makin banyak bonus yang didapatkan tiap harinya. Mahal kan? Aku juga bingung dengan member di sana. Mereka semua adalah anak muda tapi mereka bisa mendapatkan modal yang mahal. Dan saat ditanya apakah aku mau join atau tidak? Aku sih jawabnya mikir-mikir dulu. *padahal dalam hati ingin langsung menolaknya. Sampai saat ini aku belum memberikan konfirmasi kepada orang-orang pada "komunitas" tersebut.

Aku mohon maaf jika ada yang membaca tulisanku mengikuti bisnis MLM. Sama sekali aku tidak bermaksud menjelek-jelekan bisnis tersbut. Justru aku salut dengan orang yang telah join. Aku salut dengan teman sosial media yang tiap kali mempromosikan produk atau bisnisnya. Tapi ya itu tadi, aku tidak tertarik dengan bisnisnya. Please, jangan tawari aku lagi join dengan bisnis tersebut. Dan untuk yang telah menjadi member dan ingin menarik downline, tolong jangan berbohong jika sebenarnya kamu ingin mengajak orang lain join dan menjadi downline. Apa salahnya sih langsung jujur ingin menarik orang lain? Jangan memakai embel-embel ingin ketemuan karena sudah lama bertemu, komunitas ini itu, dsb.
Reaksi:

27 comments:

  1. soal MLM jg byk yg bermodus penipuan dan uang haram.cb Rizka baca juga artikel mas bram (dr. bram irfanda) seputar MLM. di irfanda.com mungkin bisa ngasih insight ttg MLM. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah fatwa haram itu juga menjadi pertimbangan aku utk tdk join MLM
      Btw, kok linknya gak bisa di buka ya?

      Delete
  2. Curhatannya panjang, ya.

    Btw, bisnis MLM itu sebenarnya bagus. Cuman kadang orangnya yang nggak bekerja secara profesional. Terkesan memaksa-maksa dan terburu-buru. Sehingga imej-nya jadi jelek. Dan... ya, sayang sekali, kan. Semua itu ya otomatis karena banyak faktor.

    Misalnya, pengin cepet balik modal, pengin cepat kaya (seperti yang biasa diiming-imingkan saat presentase), dan banyak faktor lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. buahahah
      moga gak bosen baca curhatanku mas

      Delete
  3. haha, kena juga yah
    dulu teman sebangku SMA-ku juga ikutan MLM
    tiap hari aku diprospek sama dia sampe bosen :D
    tapi emang aku nya udah tahu MLM itu apa, jadinya ga ngefek

    btw, joint itu untuk persendian, mungkin maksud mbak Rizka join (gabung) yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih atas koreksinya mas
      Nanti aku revisi

      Delete
  4. Hm, sama, Mbak. Aku juga pernah diajakin & ikutan MLM gitu. Setelah beberapa kali & akhirnya aku tahu seperti apa bisnisnya, kini aku sudah tahu bahwa emang gak cocok dengan model bisnis begituan. Aku ni keturunan pedagang, tapi kok bakat berdagangnya ke mana ya? Hehe...
    Lucu (sebal)nya, aku pernah "ketipu" terjebak pd pertemuan akbar suatu bisnis MLM tsb, mana acaranya sampai larut malam. Orang yg mengajakku gak bilang blak-blakan sih, dikiranya aku belum tahu bisnis tsb, pdhl sebelumnya aku udh pernah gabung & gak diterusin... Kan kesel banget, mana gak bisa apa2, ujung2nya ngikutin smp acaranya selesai :'(.

    ReplyDelete
    Replies
    1. puk puk puk
      memang ngeselin terjebak saat pertemuan pertama MLM
      sabar mba

      Delete
  5. Wkwkkwkw kalau ada teman lama yang ngajak ketemuan berarti modus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk
      jadi waspada gini klo ada teman lama yg mau ketemuan

      Delete
  6. Saya sering banget diprospek... dan pernah satu kali benar-benar daftar dan membayar sejumlah uang. Pada akhirnya saya tidak melakukan apa-apa karena memang tidak mengerti sistem yang dijalankan.. lalu sadar bahwa uang saya melayang begitu saja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuah pernah juga
      ikhlasin pita
      lagian sekarang sudah punya bisnis bareng suami kan?

      Delete
  7. menurutku sih MLM itu sangat menyita waktu kak.. jadi selagi masih bisa melakukan hal lain mending yang lain aja deh.. hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju menyita waktu
      makasih sudah mampir mas

      Delete
  8. Dalam bayanganku, namanya punya bisnis itu bagi yang tidak memproduksi barang sendiri, ya minimal jadi agen. Kalau cuma jadi perantara penjualan namanya sales, entah independen ataupun berjenjang. MLM itu entah masuk yang mana, karena teman2ku menyebutnya bisnis. Yang penting halal aja, apapun bentuknya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh berarti MLM bukan bisnis mak?

      Delete
  9. Aku lbh suka jual beli lgsng tanpa mlm an,jd aku beli barang atau bikn terus jual.simple.

    ReplyDelete
  10. MLM memang bagaikan simalakama...namun sekarang lebih banyak ketidakjujuran yg dilakukan saat mencari downline...., yg penting tetap harus hati2 agar tidak terjerat MLM yg abal2.......keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waspada waspada
      salam hangat juga dari Bandung, Pak

      Delete
  11. wah saya juga punya pengalaman sama mbak, tapi gak sampe 'diboongin' sih, sama di tawarin gabungnya, cuma yaa emang gak minat dan tertarik aja, jadi gimana gituuu yah..
    dan sama, ngerasa salut banget juga sama yg jalanin bisnis MLM ini, karena terbukti kalau bener2 dijalanin, bisa bikin sukses ya ^^

    ReplyDelete
  12. wkwkwk jadi inget jaman dulu, diajak temen buat ketemuan ternyata modus. Karena males berdebat, aku cuma bilang pikir-pikir dulu. Akhirnya via sms ku tolak ajakan dia.
    Ada pula yg "pamer" laptop. Waktu itu belum banyak yg punya laptop. Ternyata dia lagi presentasi. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. LOL
      ternyata pamer pake laptop org yah?

      Delete
  13. wah-wah di sini komunitas anti MLM ya, hati-hati memilih MLM, apalagi kalau menjanjikan di luar akal sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan komunitas juga mas. hehe
      iya musti hati-hati. Aku pernah baca ada MLM yg memang kerjanya banyak tipuan. Moga tak jadi orang yg ditipu deh kita

      Delete
  14. Mari selamatkan bumi sekaligus Investasi-Bisnis anti rugi yang didukung oleh tenaga profesional dan teknologi terbaru . http://www.bisnismanfaatpenghijauan.com http://www.greenwarriorindonesia.com

    Kombinasi revolusioner : Menanam pohon menyelamatkan bumi, investasi dengan ROI tinggi dan bisnis multiplikasi dengan komisi dan rewards yang dahsyat. Mohon direview terlebih dahulu, pemahaman yang tepat akan sangat bermanfaat. Salam dan Terimakasih :)

    ReplyDelete