Wednesday, April 30, 2014

5 Jam Keliling Indonesia Sebelum HUT ke-39 Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Wednesday, April 30, 2014 Posted by rizka farizal 11 comments
Hari gini baru ke Taman Mini? Kasihan yah aku. Hmm, tak apalah meskipun sudah berumur lebih dari 20 tahun dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah berumur 39 tahun yang penting aku sudah pernah mengunjunginya. Aku beruntung bisa mengunjungi taman seluas 150 hektar di Jl. Raya Taman Mini, Cipayung, Jakarta Timur yang didirikan oleh Ibu Siti Hartinah Soeharto (akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto). Beruntungnya lagi pertama kali ke Taman Mini kemarin adalah H-2 menjelang ulang tahun ke-39 TMII. Aku pergi tanggal 18 April 2014 sedangkan tanggal 20 April 2014 adalah puncak perayaan HUT ke-39 TMII. Meskipun demikian pada tanggal 17 sampai 27 April 2014, sudah diselenggarakan beberapa acara menyambut HUT ke-39 TMII dengan tema Negeriku Satoe Indonesia “Pelestari Budaya Nusantara, Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Berikut ini beberapa rangkaian acaranya:
Gelar Pembukaan HUT, Gelar "Gita Natya Nusantara" pada 17 April 2014 pukul 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Festival Kuliner Nusantara pada 17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di depan Teater Bhinneka Tunggal Ika
Expo Karya Kriya Kreatif Nusantara, Pameran & Bursa Produk Kreatif pada 17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Area Dermaga Seni & Desa Seni
Parade Busana Daerah ke-6 pada 18 April 2014 pukul 13.00 - 17.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Expo Nusantara (Pameran Produk Unggulan Daerah),
Pameran Bersama Museum, Pameran Keris Paksi pada 17 - 20 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Areal Arsipel & Teater Bhinneka Tunggal Ika
Pameran & Seminar Nasional Flora/ Fauna pada 18 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 16.00 di depan Anjungan Maluku
Citra Budaya Tradisi Bali Night "Sang Sutasoma" pada 20 April 2014 pukul 10.00 - 22.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Lomba Seni Beladiri Pencak Silat pada 22 - 24 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Kontes Burung Merpati (Just for Fun Contest) pada 26 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Kawasan Danau Arsipel
Pawai Budaya Nusantara dan Gelar Tari Kolosal pada 27 April 2014 Pukul 14.00 - 16.00 di Plaza Tugu Api Pancasila
Selain beragam acara dalam rangka memeriahkan HUT ke-39 TMII, pengunjung juga diberikan tiket gartis pada tanggal 20 April 2014 dan buy one get one pada tanggal 21 – 25 April 2014. Whoa! Kapan lagi pergi ke Taman Mini dengan tiket gratis? Rugi banget donk aku yah perginya bukan pada saat tanggal tersebut. Hiks.

5 Jam Keliling Indonesia, Bisa loh!

Tanggal 18 April 2014, aku berangkat bersama adik, ibu, serta seorang driver yang setia mengantarkan kami. Meskipun pada hari tersebut long weekend tapi tidak terjadi kemacetan sehingga kami sampai di TMII jam 10.00 WIB. Sesampai di sana tidak terlihat keramaian pengunjungnya. Mungkin karena hari Jumat yang kepotong Jumatan atau banyaknya pengunjung yang bermaksud mengunjungi TMII saat gratisan atau buy one get one makanya pengunjung tidak begitu ramai.

Katrok! Begitulah ekspresiku saat pertama kali mengunjungi TMII. Maklumlah dengan area seluas 150 hektar tersebut, aku belum familiar dengan lokasi bangunan yang ada di TMII. Tidak seperti Dora the explorer yang selalu membawa peta, lah aku malah lupa nge-print peta lokasi TMII. Padahal TMII memiliki 33 Anjungan Daerah, 18 Museum, 7 Rumah Ibadah, taman flora dan fauna, wahana, dan bangunan komersil lainnya. Buat yang belum pernah mengunjungi TMII, persiapkan peta yah saat mengunjungi TMII. Jangan seperti aku yang ujung-ujungnya bengong melihat kemegahan bangunan TMII.

Karena tidak hafal lokasi bangunan TMII, Aku, adik, dan Ibu berkeliling melihat bangunan TMII. “Hei lihat bangunan keong itu sepertinya menarik dikunjungi”, sahutku. “Oh iya itu kan gedung Teater IMAX Keong Mas yang bisa nonton film. Yuk kita nonton di sana”, celutuk adik. Kamipun turun dan langsung mengunjungi Teater IMAX Keong Mas. Sedangkan driver bersiap-siap akan melaksanakan jumatan. Aku, adik, dan ibuku langsung narsis berfoto-fiti depan gedung teater tersebut. Tak sengaja aku melihat jam penayangan film berikutnya pada jam 11.00 WIB. Akhirnya, kami pun langsung membeli tiket dan masuk ke ruangan teater. “Wow! Gede banget layar teaternya”, gumamku dengan katroknya. Dengan mencari posisi duduk yang pas di depan layar, Kami langsung menikmati film Born to be Wild yang diputar saat itu. Aku sangat menikmati film yang menceritakan dua orang perempuan asing yang rela tinggal di hutan demi membesarkan gajah di Kenya dan orang utan di Kalimantan. Mereka sangat nyaman tinggal di tempat yang jauh dari gemerlapan dunia sambil membesarkan hewan di sana. Two thumbs for her!

Bersama Ibu di depan Teater IMAX Keong Mas

Lebih kurang satu jam menonton di gedung Teater IMAX Keong Mas, Kami langsung mengunjungi wahana kereta gantung yang terletak di depan gedung teater. Saat ingin mengantri, aku dan adik sempat bingung. “Eh kita mau naik kereta gantung atau cable car, Kak?” gumam adik. Aku pun bingung perbedaan kereta gantung dan cable car. Akhirnya aku bertanya kepada petugas tiket. “Mba perbedaan kereta gantung dan cable car apa ya?” Petugasnya pun menjawab “cable car itu bahasa Inggrisnya kereta gantung, mba”. Aku pun langsung malu. Astaga kok tidak bisa kepikiran bahwa kereta gantung itu bahasa Inggrisnya cable car? *langsung toyor kepala sendiri.

Tiketpun di tangan, Kami pun langsung mengantri dan menaiki wahana kereta gantung. Meskipun kepanasan, aku sangat menikmati perjalanan dengan menaiki kereta gantung. Aku bisa melihat bangunan TMII dari atas dan meninjau bangunan yang fotogenik untuk selfie. Aku terkesima dengan 7 rumah ibadah yang dibangun berdekatan. Hal tersebut sangat mencerminkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Aku terpesona dengan miniatur peta Indonesia yang dibuat semirip mungkin dengan wilayah Indonesia sebenarnya. Aku terpesona dengan keberagaman rumah adat Indonesia yang sangat unik. Aku juga terpesona dengan gedung TMII terutama gedung dunia anak-anak yang seperti gedung-gedung pada film animasi Disney. Aku terpesona semuamuanya. Hehehe.

Hei, kita bukan kembar loh

Puas menaiki kereta gantung, Kami pun hunting souvenir, makan, dan sholat. Aku suka dengan Masjid Pangeran Diponegoro yang terletak di samping gereja. Meskipun, ada masjid yang lebih besar yaitu Masjid At-Tin tapi Masjid Diponegoro lumayan nyaman karena Masjidnya bersih, cukup luas, dan lokasinya tepat di tengah area TMII. 

Selesai beribadah dan istirahat, Kami langsung mengunjungi anjungan dan bangunan TMII. Kami sempat mengunjungi Museum Indonesia, Museum Jurnalistik, anjungan Bali, Aceh, Riau, dan tentunya Sumatera Barat yang merupakan asal nenek moyang Kami. Setelah mengunjungi anjungan Sumatera Barat, hujanpun langsung membasahi Kami. Tak tanggung-tanggung hujannya sangat deres dan langitpun kelam. Sedih deh tidak bisa mampir semua anjungan yang ada di TMII. Untuk mengobati kesedihan, driver Kami mengajak berkeliling semua anjungan TMII. Lumayanlah bisa keliling Indonesia meskipun hanya di mobil. Hehehe.

Ibuku narsis yah, hehehe

Omaigat, alay bingits sih

Biasa saja donk ekspresinya, dek

Miss universe dari Bukittinggi

Berasa di kampung halaman sendiri

Bersama marapulai di anjungan Sumatera Marat

Saat berkeliling, sebenarnya aku sangat tertarik dengan Museum Migas karena aku mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Aku ingin melihat museum tersebut apakah sangat edukatif dan informatif menceritakan dunia migas. Maklum banyak orang yang masih awam dengan pekerjaan di dunia migas. Banyak orang yang beranggapan bahwa pegawai migas tersebut hanya dari Teknik Perminyakan saja. Padahal, di dunia migas ada bidang eksplorasi dan eksploitasi yang hanya dipelajari oleh jurusan teknik tertentu. Banyak kan yang tidak tahu pekerjaan Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Kimia? Hmm, yasudahlah ternyata cuaca sangat tidak mendukungku saat itu. Semoga saja museum Migas tersebut sesuai ekspektasiku. Semoga lain waktu bisa mengunjungi museum tersebut.

Bosan berkeliling area TMII dan hujanpun semakin deras. Akhirnya jam 15.00 WIB, Kami pun pulang. Meskipun sedikit kecewa karena tidak bisa mengunjungi semua gedung TMII, tapi Kami sudah cukup happy bisa mengunjungi TMII untuk pertama kalinya. Semoga Kami bisa mengunjungi TMII untuk kedua kalinya dan semoga banyak perubahan di TMII.

Buat yang belum tahu TMII, berikut ini bangunan yang ada di TMII:

  1. Anjungan 33 provinsi di Indonesia
  2. Museum; museum minyak bumi dan gas, museum transportasi, museum Indonesia Komodo, museum listrik & energi baru, museum telekomunikasi, museum penerbangan, museum Bay’at al Qur’an, museum serangga, museum asmat, museum olahraga, museum Timor Timur, museum purna bhakti, museum perangko, museum pusaka, museum Indonesia.
  3. Rumah ibadah; Masjid Pangeran Diponegoro, Wihara Arya Dwipa Arama, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Kristen Protestan Haleluya, Klenteng Kong Miao, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Sasono Adiroso Pangeran Sambernyowo.
  4. Wahana rekreasi; kereta aeromovel, balon raksasa, theater 4D, pemancingan telaga mina, istana anak-anak, teater imax keong emas, kereta gantung, PP-IPTEK, snowbay waterpark.
  5. Flora dan Fauna; taman reptilia, taman budaya tionghoa, taman kupu, taman dunia air tawar, taman berkisar, taman burung, taman melati, taman bunga keong mas, taman persahabatan negara bon blok, taman apotek hidup, taman menasik haji, taman kaktus.

Tali Asih untuk TMII

Selama mengunjungi TMII, pastinya sangat berkesan mengunjungi TMII. Aku bisa berkeliling Indonesia dan melihat keberagaman Indonesia yang begitu unik dalam satu hari. Namun, ada beberapa hal yang mengganjal dalam diriku saat mengunjungi TMII. Harapannya semoga TMII bisa menerima tali asihku supaya TMII makin lebih baik ke depannya. Berikut ini tali asih untuk TMII:

  1. Mengadakan event baik seni budaya, event perlombaan dan olimpiade pelajaran, maupun event lainnya yang diadakan di TMII. Sehingga, pengunjung akan semakin banyak mengunjungi TMII. 
  2. Mempermudah akses mengunjungi TMII. Sebagai anak daerah yang jauh dari Jakarta, tentu mengunjungi TMII merupakan hal yang sangat menyenangkan bagiku. Aku berharap TMII banyak menyelenggarakan event yang mempermudah penduduk dari luar Jakarta mengunjungi TMII. Baik berupa perlombaan yang hadiahnya bisa mengunjungi dan menginap di hotel TMII maupun event gathering penduduk kurang mampu yang difasilitasi TMII. 
  3. Menambah bangunan berarsitektur tinggi dan wahana permainan menarik. TMII bisa menambah museum konstruksi dan museum bahasa terutama bahasa daerah di Indonesia. Selain itu, aku berharap TMII membuat sebuah restoran dengan harga terjangkau yang menunya semua masakan dan makanan Indonesia. Sehingga, aku tidak perlu jauh-jauh ke luar kota hanya untuk mencicipi dendeng batokok dari Padang, pempek Palembang, bika Ambon dari Medan, bandeng presto dari Semarang, nasi gudeg dari Jogja, coto Makasar, ayam taliwang dari Lombok, ayam betutu dari Bali, dll. Aku juga berharap TMII menambah tempat berbelanja semua kerajinan dan souvenir daerah Indonesia. Sebenarnya aku agak sedikit hampa mengunjungi semua anjungan dari seluruh Indonesia tapi aku tidak bisa membawa souvenir khas dari masing-masing daerah tersebut. Nah, untuk wahana sebaiknya juga ditambah dengan wahana yang menarik dan sedikit menguji adrenalin.
  4. Mengevaluasi event HUT TMII. Menurut aku, TMII memberikan tiket gratis hanya untuk satu hari kurang menarik. Karena banyak orang yang beranggapan bahwa satu hari tersebut pasti pengunjung TMII sangat sesak, penuh, dan mepet seperti ikan pepes. Saya menyarankan tiket gratis selama 2 hari dan 5 hari berikutnya tetap memberikan tiket buy one get one. Aku berharap selama rangkaian HUT TMII dipersiapkan pawang hujan supaya pengunjung bisa sepuasnya mengunjungi TMII dan event TMII pun dapat terselenggara tanpa hambatan hujan. Demi menjaga ketertiban, sebaiknya selama rangkaian HUT tersebut kendaraan pribadi hanya di parkir pada suatu tempat dan tidak boleh berkeliling TMII menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan untuk event, aku berharap TMII lebih banyak memberikan pentas seni budaya dari setiap provinsi, perlombaan menulis, memasak, menyanyi lagu daerah, melukis, video yang dibedakan kategori pelajar, mahasiswa, dan umum dengan hadiah mengunjungi TMII, serta perlombaan seni budaya dari setiap perwakilan daerah Indonesia.

Terakhir, aku ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-39, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Semoga TMII dapat selalu mempertahankan kebudayaan Indonesia, membanggakan Indonesia, memiliki pengunjung yang tidak hanya sekedar berkunjung tapi juga pengunjung yang sangat mencintai kebudayaan Indonesia.
Reaksi:

11 comments:

  1. apa kbr mak?
    busyeeet lengkap bgt reviewnya. mending juga kamu mak udah dtg k TMII, nah aku malah sama sekali belum pernah hahaha


    mampir di post baruku jg ya mak, mgkn berkenan hehe
    http://mieagoblog.blogspot.com/2014/04/culinary-tourism-of-banda-aceh.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. moga lain waktu bisa ke TMII mak :))

      Delete
  2. :D saya juga baru sekali main ke TMII mbak...
    tapi dari dulu sampai sekarang backsoundnya selalu khas yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. backsound TMII apa mba?
      wuah gak ngeh akunya :((

      Delete
  3. saya terakhir ke TMII tahun 2010 atau 2011 ya *lupa hehehe

    waaaaaaaaah, keong mas jadi rinduuuu masa sd hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik yg ke TMII udah dari jaman SD
      moga saja gak bosen ke TMII ya titis

      Delete
  4. Masih mending pernah ke tmii saya belum pernah loo

    ReplyDelete
    Replies
    1. moga lain waktu bisa ke TMII mba

      Delete
  5. Hahaaa aku ke TMIInya males turun dari mobil, panas pas siang2. Cuma pas naik kereta gantung aja. Tapi kelihatan semua kok, bagus2

    ReplyDelete
    Replies
    1. TMII memang luas banget sih mak. Wajar saja males turun dari mobil.
      Tapi TMII tetap keren

      Delete
  6. wohoooo jalan-jalan ^^
    tmii itu luasnya loh..aku dari pagi sampe sore muterin xD
    tapi emang keren
    *pijit2 kaki

    ReplyDelete