Wednesday, April 30, 2014

5 Jam Keliling Indonesia Sebelum HUT ke-39 Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Wednesday, April 30, 2014 Posted by rizka farizal 11 comments
Hari gini baru ke Taman Mini? Kasihan yah aku. Hmm, tak apalah meskipun sudah berumur lebih dari 20 tahun dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah berumur 39 tahun yang penting aku sudah pernah mengunjunginya. Aku beruntung bisa mengunjungi taman seluas 150 hektar di Jl. Raya Taman Mini, Cipayung, Jakarta Timur yang didirikan oleh Ibu Siti Hartinah Soeharto (akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto). Beruntungnya lagi pertama kali ke Taman Mini kemarin adalah H-2 menjelang ulang tahun ke-39 TMII. Aku pergi tanggal 18 April 2014 sedangkan tanggal 20 April 2014 adalah puncak perayaan HUT ke-39 TMII. Meskipun demikian pada tanggal 17 sampai 27 April 2014, sudah diselenggarakan beberapa acara menyambut HUT ke-39 TMII dengan tema Negeriku Satoe Indonesia “Pelestari Budaya Nusantara, Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Berikut ini beberapa rangkaian acaranya:
Gelar Pembukaan HUT, Gelar "Gita Natya Nusantara" pada 17 April 2014 pukul 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Festival Kuliner Nusantara pada 17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di depan Teater Bhinneka Tunggal Ika
Expo Karya Kriya Kreatif Nusantara, Pameran & Bursa Produk Kreatif pada 17 - 18 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Area Dermaga Seni & Desa Seni
Parade Busana Daerah ke-6 pada 18 April 2014 pukul 13.00 - 17.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Expo Nusantara (Pameran Produk Unggulan Daerah),
Pameran Bersama Museum, Pameran Keris Paksi pada 17 - 20 April 2014 pukul 08.00 - 16.00 di Areal Arsipel & Teater Bhinneka Tunggal Ika
Pameran & Seminar Nasional Flora/ Fauna pada 18 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 16.00 di depan Anjungan Maluku
Citra Budaya Tradisi Bali Night "Sang Sutasoma" pada 20 April 2014 pukul 10.00 - 22.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Lomba Seni Beladiri Pencak Silat pada 22 - 24 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Teater Bhinneka Tunggal Ika TMII
Kontes Burung Merpati (Just for Fun Contest) pada 26 - 27 April 2014 pukul 10.00 - 15.00 di Kawasan Danau Arsipel
Pawai Budaya Nusantara dan Gelar Tari Kolosal pada 27 April 2014 Pukul 14.00 - 16.00 di Plaza Tugu Api Pancasila
Selain beragam acara dalam rangka memeriahkan HUT ke-39 TMII, pengunjung juga diberikan tiket gartis pada tanggal 20 April 2014 dan buy one get one pada tanggal 21 – 25 April 2014. Whoa! Kapan lagi pergi ke Taman Mini dengan tiket gratis? Rugi banget donk aku yah perginya bukan pada saat tanggal tersebut. Hiks.

5 Jam Keliling Indonesia, Bisa loh!

Tanggal 18 April 2014, aku berangkat bersama adik, ibu, serta seorang driver yang setia mengantarkan kami. Meskipun pada hari tersebut long weekend tapi tidak terjadi kemacetan sehingga kami sampai di TMII jam 10.00 WIB. Sesampai di sana tidak terlihat keramaian pengunjungnya. Mungkin karena hari Jumat yang kepotong Jumatan atau banyaknya pengunjung yang bermaksud mengunjungi TMII saat gratisan atau buy one get one makanya pengunjung tidak begitu ramai.

Katrok! Begitulah ekspresiku saat pertama kali mengunjungi TMII. Maklumlah dengan area seluas 150 hektar tersebut, aku belum familiar dengan lokasi bangunan yang ada di TMII. Tidak seperti Dora the explorer yang selalu membawa peta, lah aku malah lupa nge-print peta lokasi TMII. Padahal TMII memiliki 33 Anjungan Daerah, 18 Museum, 7 Rumah Ibadah, taman flora dan fauna, wahana, dan bangunan komersil lainnya. Buat yang belum pernah mengunjungi TMII, persiapkan peta yah saat mengunjungi TMII. Jangan seperti aku yang ujung-ujungnya bengong melihat kemegahan bangunan TMII.

Karena tidak hafal lokasi bangunan TMII, Aku, adik, dan Ibu berkeliling melihat bangunan TMII. “Hei lihat bangunan keong itu sepertinya menarik dikunjungi”, sahutku. “Oh iya itu kan gedung Teater IMAX Keong Mas yang bisa nonton film. Yuk kita nonton di sana”, celutuk adik. Kamipun turun dan langsung mengunjungi Teater IMAX Keong Mas. Sedangkan driver bersiap-siap akan melaksanakan jumatan. Aku, adik, dan ibuku langsung narsis berfoto-fiti depan gedung teater tersebut. Tak sengaja aku melihat jam penayangan film berikutnya pada jam 11.00 WIB. Akhirnya, kami pun langsung membeli tiket dan masuk ke ruangan teater. “Wow! Gede banget layar teaternya”, gumamku dengan katroknya. Dengan mencari posisi duduk yang pas di depan layar, Kami langsung menikmati film Born to be Wild yang diputar saat itu. Aku sangat menikmati film yang menceritakan dua orang perempuan asing yang rela tinggal di hutan demi membesarkan gajah di Kenya dan orang utan di Kalimantan. Mereka sangat nyaman tinggal di tempat yang jauh dari gemerlapan dunia sambil membesarkan hewan di sana. Two thumbs for her!

Bersama Ibu di depan Teater IMAX Keong Mas

Lebih kurang satu jam menonton di gedung Teater IMAX Keong Mas, Kami langsung mengunjungi wahana kereta gantung yang terletak di depan gedung teater. Saat ingin mengantri, aku dan adik sempat bingung. “Eh kita mau naik kereta gantung atau cable car, Kak?” gumam adik. Aku pun bingung perbedaan kereta gantung dan cable car. Akhirnya aku bertanya kepada petugas tiket. “Mba perbedaan kereta gantung dan cable car apa ya?” Petugasnya pun menjawab “cable car itu bahasa Inggrisnya kereta gantung, mba”. Aku pun langsung malu. Astaga kok tidak bisa kepikiran bahwa kereta gantung itu bahasa Inggrisnya cable car? *langsung toyor kepala sendiri.

Tiketpun di tangan, Kami pun langsung mengantri dan menaiki wahana kereta gantung. Meskipun kepanasan, aku sangat menikmati perjalanan dengan menaiki kereta gantung. Aku bisa melihat bangunan TMII dari atas dan meninjau bangunan yang fotogenik untuk selfie. Aku terkesima dengan 7 rumah ibadah yang dibangun berdekatan. Hal tersebut sangat mencerminkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Aku terpesona dengan miniatur peta Indonesia yang dibuat semirip mungkin dengan wilayah Indonesia sebenarnya. Aku terpesona dengan keberagaman rumah adat Indonesia yang sangat unik. Aku juga terpesona dengan gedung TMII terutama gedung dunia anak-anak yang seperti gedung-gedung pada film animasi Disney. Aku terpesona semuamuanya. Hehehe.

Hei, kita bukan kembar loh

Puas menaiki kereta gantung, Kami pun hunting souvenir, makan, dan sholat. Aku suka dengan Masjid Pangeran Diponegoro yang terletak di samping gereja. Meskipun, ada masjid yang lebih besar yaitu Masjid At-Tin tapi Masjid Diponegoro lumayan nyaman karena Masjidnya bersih, cukup luas, dan lokasinya tepat di tengah area TMII. 

Selesai beribadah dan istirahat, Kami langsung mengunjungi anjungan dan bangunan TMII. Kami sempat mengunjungi Museum Indonesia, Museum Jurnalistik, anjungan Bali, Aceh, Riau, dan tentunya Sumatera Barat yang merupakan asal nenek moyang Kami. Setelah mengunjungi anjungan Sumatera Barat, hujanpun langsung membasahi Kami. Tak tanggung-tanggung hujannya sangat deres dan langitpun kelam. Sedih deh tidak bisa mampir semua anjungan yang ada di TMII. Untuk mengobati kesedihan, driver Kami mengajak berkeliling semua anjungan TMII. Lumayanlah bisa keliling Indonesia meskipun hanya di mobil. Hehehe.

Ibuku narsis yah, hehehe

Omaigat, alay bingits sih

Biasa saja donk ekspresinya, dek

Miss universe dari Bukittinggi

Berasa di kampung halaman sendiri

Bersama marapulai di anjungan Sumatera Marat

Saat berkeliling, sebenarnya aku sangat tertarik dengan Museum Migas karena aku mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Aku ingin melihat museum tersebut apakah sangat edukatif dan informatif menceritakan dunia migas. Maklum banyak orang yang masih awam dengan pekerjaan di dunia migas. Banyak orang yang beranggapan bahwa pegawai migas tersebut hanya dari Teknik Perminyakan saja. Padahal, di dunia migas ada bidang eksplorasi dan eksploitasi yang hanya dipelajari oleh jurusan teknik tertentu. Banyak kan yang tidak tahu pekerjaan Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Kimia? Hmm, yasudahlah ternyata cuaca sangat tidak mendukungku saat itu. Semoga saja museum Migas tersebut sesuai ekspektasiku. Semoga lain waktu bisa mengunjungi museum tersebut.

Bosan berkeliling area TMII dan hujanpun semakin deras. Akhirnya jam 15.00 WIB, Kami pun pulang. Meskipun sedikit kecewa karena tidak bisa mengunjungi semua gedung TMII, tapi Kami sudah cukup happy bisa mengunjungi TMII untuk pertama kalinya. Semoga Kami bisa mengunjungi TMII untuk kedua kalinya dan semoga banyak perubahan di TMII.

Buat yang belum tahu TMII, berikut ini bangunan yang ada di TMII:

  1. Anjungan 33 provinsi di Indonesia
  2. Museum; museum minyak bumi dan gas, museum transportasi, museum Indonesia Komodo, museum listrik & energi baru, museum telekomunikasi, museum penerbangan, museum Bay’at al Qur’an, museum serangga, museum asmat, museum olahraga, museum Timor Timur, museum purna bhakti, museum perangko, museum pusaka, museum Indonesia.
  3. Rumah ibadah; Masjid Pangeran Diponegoro, Wihara Arya Dwipa Arama, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Kristen Protestan Haleluya, Klenteng Kong Miao, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Sasono Adiroso Pangeran Sambernyowo.
  4. Wahana rekreasi; kereta aeromovel, balon raksasa, theater 4D, pemancingan telaga mina, istana anak-anak, teater imax keong emas, kereta gantung, PP-IPTEK, snowbay waterpark.
  5. Flora dan Fauna; taman reptilia, taman budaya tionghoa, taman kupu, taman dunia air tawar, taman berkisar, taman burung, taman melati, taman bunga keong mas, taman persahabatan negara bon blok, taman apotek hidup, taman menasik haji, taman kaktus.

Tali Asih untuk TMII

Selama mengunjungi TMII, pastinya sangat berkesan mengunjungi TMII. Aku bisa berkeliling Indonesia dan melihat keberagaman Indonesia yang begitu unik dalam satu hari. Namun, ada beberapa hal yang mengganjal dalam diriku saat mengunjungi TMII. Harapannya semoga TMII bisa menerima tali asihku supaya TMII makin lebih baik ke depannya. Berikut ini tali asih untuk TMII:

  1. Mengadakan event baik seni budaya, event perlombaan dan olimpiade pelajaran, maupun event lainnya yang diadakan di TMII. Sehingga, pengunjung akan semakin banyak mengunjungi TMII. 
  2. Mempermudah akses mengunjungi TMII. Sebagai anak daerah yang jauh dari Jakarta, tentu mengunjungi TMII merupakan hal yang sangat menyenangkan bagiku. Aku berharap TMII banyak menyelenggarakan event yang mempermudah penduduk dari luar Jakarta mengunjungi TMII. Baik berupa perlombaan yang hadiahnya bisa mengunjungi dan menginap di hotel TMII maupun event gathering penduduk kurang mampu yang difasilitasi TMII. 
  3. Menambah bangunan berarsitektur tinggi dan wahana permainan menarik. TMII bisa menambah museum konstruksi dan museum bahasa terutama bahasa daerah di Indonesia. Selain itu, aku berharap TMII membuat sebuah restoran dengan harga terjangkau yang menunya semua masakan dan makanan Indonesia. Sehingga, aku tidak perlu jauh-jauh ke luar kota hanya untuk mencicipi dendeng batokok dari Padang, pempek Palembang, bika Ambon dari Medan, bandeng presto dari Semarang, nasi gudeg dari Jogja, coto Makasar, ayam taliwang dari Lombok, ayam betutu dari Bali, dll. Aku juga berharap TMII menambah tempat berbelanja semua kerajinan dan souvenir daerah Indonesia. Sebenarnya aku agak sedikit hampa mengunjungi semua anjungan dari seluruh Indonesia tapi aku tidak bisa membawa souvenir khas dari masing-masing daerah tersebut. Nah, untuk wahana sebaiknya juga ditambah dengan wahana yang menarik dan sedikit menguji adrenalin.
  4. Mengevaluasi event HUT TMII. Menurut aku, TMII memberikan tiket gratis hanya untuk satu hari kurang menarik. Karena banyak orang yang beranggapan bahwa satu hari tersebut pasti pengunjung TMII sangat sesak, penuh, dan mepet seperti ikan pepes. Saya menyarankan tiket gratis selama 2 hari dan 5 hari berikutnya tetap memberikan tiket buy one get one. Aku berharap selama rangkaian HUT TMII dipersiapkan pawang hujan supaya pengunjung bisa sepuasnya mengunjungi TMII dan event TMII pun dapat terselenggara tanpa hambatan hujan. Demi menjaga ketertiban, sebaiknya selama rangkaian HUT tersebut kendaraan pribadi hanya di parkir pada suatu tempat dan tidak boleh berkeliling TMII menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan untuk event, aku berharap TMII lebih banyak memberikan pentas seni budaya dari setiap provinsi, perlombaan menulis, memasak, menyanyi lagu daerah, melukis, video yang dibedakan kategori pelajar, mahasiswa, dan umum dengan hadiah mengunjungi TMII, serta perlombaan seni budaya dari setiap perwakilan daerah Indonesia.

Terakhir, aku ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-39, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Semoga TMII dapat selalu mempertahankan kebudayaan Indonesia, membanggakan Indonesia, memiliki pengunjung yang tidak hanya sekedar berkunjung tapi juga pengunjung yang sangat mencintai kebudayaan Indonesia.

Thursday, April 17, 2014

Pendongeng Dadakan

Thursday, April 17, 2014 Posted by rizka farizal 14 comments

Selain nongkrong di lab hampir tiap hari sambil ngerjain tesis yang belum selesai-selesai, aku juga punya kesibukan lain. Aku juga udah pernah cerita pada posting sebelumnya kalau aku ngajarin anak yang kurang mampu. Aku sangat menikmati kegiatannya. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Sabar sudah pastilah. Musti pintar bagi waktu dengan tesis sudah jelas. Melatih komunikasi lisan itu juga sudah pasti. Masih banyak lagi sih manfaatnya terutama untuk masa depanku. Sebagai perempuan memang perlu persiapan untuk menjadi seorang ibu. *sudah mikirin ibu saja padahal suami saja belum *huks*

Selama mengajar aku tidak hanya mengajar matematika sesuai tugasku. Tapi sesekali aku juga harus siap diminta adik-adikku kegiatan lain. Aku tidak bisa menolak permintaan adik-adikku untuk mendongeng. Waduh, kenapa tiba-tiba aku jadi lupa ingatan dengan dongeng yang sering aku dapatkan dari ayah, suami tante, dan kakekku dulu. *memang aku lebih banyak mendengarkan dongeng dari para lelaki. Ayahku sering mendongeng tentang cerita rakyat (terutama cerita rakyat Minangkabau seperti Malin Kundang, Sabai Nan Aluih, Legenda Sungai Janiah, dll), suami tante sering mendongeng kisah inspiratif, tokoh fabel (Si Kancil dll), kakek yang biasa aku panggil Abo mendongeng kisah Islam. Banyak sekali dongeng dan cerita yang aku dapatkan dari mereka tapi memang umurku makin menua semua dongeng tersebut sudah lupa. Huaaaa

Namun, beruntungnya tempat aku ngajar itu ada sebuah rumah buku yang banyak koleksi buku anak-anak. Jadinya aku tak mati gaya saat disuruh berdongeng. Hehe.

Kejadian menjadi pendongeng dadakan merupakan pelajaran banget bagiku. Aku musti punya segudang dongeng dibenakku biar kalau disuruh mendongeng lagi sudah ada persiapan. Tak hanya untuk adik-adik yang aku ajar tapi juga untuk sepupu, dan anakku kelak.

Perbekalan Mendongeng
1. Rajin baca buku dongeng dan cerita anak-anak yang inspiratif
2. Browsing cerita baik dari dalam negeri maupun luar negeri
3. Download aplikasi android tentang dongeng dan cerita anak-anak. Sudah ada yang didownload aplikasinya pake bahasa inggris pula
4. Ikut komunitas pendongeng/menghadiri seminar dongeng. Nah, kalau yang ini sulit sih dapat informasinya. Kalau ada pembaca yang tau kasih tau dunk :-)

Cukup sekian deh perbekalannya. Yuk, kita berikan dongeng kepada anak-anak kecil sekarang. Jangan biarkan anak-anak kecil sekarang terlena dengan beragam games dan sosial media. Semoga cerita rakyat dan dongeng inspiratif tetap dikenal anak-anak jaman sekarang.

Saturday, April 12, 2014

Dilema MLM

Saturday, April 12, 2014 Posted by rizka farizal 27 comments
Bisnis MLM (multi level marketing) merupakan bisnis yang sedang marak saat ini. Bisnis yang bermodalkan promosi mulut ke mulut tanpa membayar iklan yang besar pada perusahaan. Bagi beberapa orang yang senang menggeluti bisnis tersebut tentu sangat menikmatinya. Berbekal networking yang luas, bisnis ini dapat dijalankan kapanpun dan dimanapun. Tapi bukan untukku.

Masih teringat dibenakku saat tingkat pertama kuliah (TPB), seorang teman mengajakku joint bisnis MLM. Saat itu bisnisnya berupa pulsa. Panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume temanku menjelaskan bisnis tersebut tapi aku kurang menyambutnya dengan antusias. Maap teman. Sebenarnya bisnis dengan produk pulsa sangat menguntungkan. Karena mayoritas orang pasti butuh pulsa di jaman sekarang. Sempat sih aku berpikir dua kali untuk join dengan bisnisnya tapi akhirnya aku putuskan untuk menolaknya.

Setahun kemudian, tetiba seorang teman SMP yang sudah lama tidak bertemu menghubungiku. Dia mengajakku untuk bertemu sekadar silaturrahim di suatu tempat. Karena sudah lama tidak bercerita, aku memberikan respon positif kepadanya. Saat bertemu dengan temanku, tiba-tiba temanku mengajakku berkenalan dengan temannya yang lain. Tiba-tiba ada seorang perempuan muda menjelaskan tentang bisnis MLM inisial "T" yang menjual produk obat-obatan. Wuah, ternyata ujung-ujungnya aku diajak join MLM. Aku sangat jengkel kepada temanku saat itu. Di samping Dia tidak jujur karena ujung-ujungnya diajak MLM, Dia pun memaksaku untuk menuliskan nama dan no HP teman-temanku yang ada dalam phone book. Temanku langsung menelpon seorang temanku pada tempat tersebut dan membawa-bawa namaku. Siapa sih yang tidak kesel dengan cara menarik paksa buat joint pada bisnis tersebut? Bahkan keesokan harinya teman yang mengajakku join itu menelpon temanku yang lain karena dia telah menghafal no HP yang pernah aku berikan. Karena cara menariknya downline-nya seperti itu, pastilah aku tolak ajakan teman untuk join pada bisnis tersebut.

Setahun kemarin, seorang adik kelas SMA tiba-tiba mengirimkan pesan via facebook kepadaku. Dia mengajakku untuk join bisnis MLM inisial "O" yang menjual produk kecantikan. Ini satu-satunya MLM yang aku terima. Di samping karena adik kelasku langsung to the point mengajakku join dan menyebutkan perusahaannya, aku juga suka dengan produk kecantikan yang dijualnya. Akhirnya adik kelasku menjelaskan prosedur registrasi, proses naik level, jumlah bonus, tutup point (tupo), dsb. Dengan membayar 50 ribu rupiah saja, aku telah menjadi member. Dalam sebulan aku coba menjual produk tersebut kepada temanku dan tidak ada yang tertarik. Meskipun aku orang Minang yang sering disebut orang bahwa orang Minang pintar dagang tapi aku tak bakat jualan. Hiks. Dalam sebulan pula aku mencari downline. Aku menghubungi beberapa temanku. Ada perasaan tak enakan juga tiba-tiba menghubungi teman yang sudah lama tidak berkomunikasi lalu joint MLM. Tak ada yang mau join saat itu. Hampir akhir bulan, akupun desperate dengan bisnis MLM. Target untuk tupo tak cukup dan seandainya aku membeli sendiri produknya demi tupo, rugi juga harus membeli lebih banyak dan bonus tupo pun sedikit sekali. Karena hanya bisa beli pulsa. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti meneruskannya. Aku hanya join sebulan saja. Sejak saat itu, aku berniat jika ada teman yang mengajakku join MLM aku harus berani menolaknya.

Beberapa hari yang lalu saat aku pulang belanja, tiba-tiba ada seseorang yang mengajakku untuk join pada sebuah komunitas anak muda dan komunitas tersebut juga bisa menghasilkan uang tiap harinya. Aku tidak liat uang sih tapi yang membuatku tertarik adalah komunitas anak mudanya. Aku suka gabung dengan komunitas untuk menambah perkenalan dengan orang lain. Buktinya aku sampai join 4 komunitas blog saat ini. Aku juga pernah berhasrat gabung dengan komunitas lingkungan tapi karena jadwal kegiatan yang tidak cocok denganku akhirnya tidak jadi ikutan. So, dengan antusias aku ingin mengikuti komunitas anak muda dan langsung menghubungi contact person yang tertera pada brosur tersebut. Aku menanyakan tentang komunitas tersebut dan orang yang aku hubungi pun membalas pesanku. Bahkan, Dia mengajakku hari tersebut untuk menceritakan komunitas dan job desk yang dilakukan. Aku juga menanyakan apakah komunitas tersebut bergerak pada MLM? "Tidak" katanya. Sebelum membuat janji dengan orang tersebut, aku sempat googling dengan komunitas tersebut. Duh, ternyata tidak ada yang menjelaskan detail komunitas tersebut. Tapi banyak orang yang memberikan informasi biodata komunitas tersebut via twitter pribadi. Langsung aku hubungi beberapa orang yang gabung pada komunitas tersebut. Hmm, kalau lihat timeline-nya komunitas tersebut sangat positif sih. Akhirnya aku membuat janji ketemuan dengan orang tersebut.

Keesokan harinya, aku pergi ke tempatnya. Saat itu, banyak orang juga yang baru pertama kali ke sana. Akhirnya beberapa orang "leader" menjelaskan komunitas tersebut. Eng ing eng ternyata komunitas anak muda tersebut adalah bisnis MLM inisial "M" yang menjual produk obat-obatan. Duh, aku dah males dengerin presentasinya karena memang aku tidak tertarik MLM. Sebenarnya diantara bisnis MLM yang aku ketahui, bisnis inisial "M" adalah yang paling menarik. Dalam bisnis tersebut tidak ada yang namanya tupo, tidak perlu juga menjual produknya, bonus didapat tiap hari, dan secara perhitungan matematis binisnya sangat menguntungkan. Mereka yang presentasi saat itu juga bilang bahwa bisnis tersebut diketuai oleh anggota DPR dari parpol yang diprediksi memenangkan PEMILU 2014. *tebak sendirilah parpolnya. Hanya saja aku tetap idealis untuk tidak mengikuti bisnis MLM. Aku kecewa karena orang tersebut menipuku karena membawa nama komunitas anak muda dan ternyata bukan. Aku juga tidak begitu antusias karena biaya registrasi + biaya produk yang 1X Seumur Hidup mahal. Jadi, harga produknya 650 ribu. Namun, jika kita join 3, 7, 9, atau 15 point tinggal dikali saja dengan 650 ribu. Makin banyak point pertama kita, makin banyak bonus yang didapatkan tiap harinya. Mahal kan? Aku juga bingung dengan member di sana. Mereka semua adalah anak muda tapi mereka bisa mendapatkan modal yang mahal. Dan saat ditanya apakah aku mau join atau tidak? Aku sih jawabnya mikir-mikir dulu. *padahal dalam hati ingin langsung menolaknya. Sampai saat ini aku belum memberikan konfirmasi kepada orang-orang pada "komunitas" tersebut.

Aku mohon maaf jika ada yang membaca tulisanku mengikuti bisnis MLM. Sama sekali aku tidak bermaksud menjelek-jelekan bisnis tersbut. Justru aku salut dengan orang yang telah join. Aku salut dengan teman sosial media yang tiap kali mempromosikan produk atau bisnisnya. Tapi ya itu tadi, aku tidak tertarik dengan bisnisnya. Please, jangan tawari aku lagi join dengan bisnis tersebut. Dan untuk yang telah menjadi member dan ingin menarik downline, tolong jangan berbohong jika sebenarnya kamu ingin mengajak orang lain join dan menjadi downline. Apa salahnya sih langsung jujur ingin menarik orang lain? Jangan memakai embel-embel ingin ketemuan karena sudah lama bertemu, komunitas ini itu, dsb.

Thursday, April 10, 2014

Memanfaatkan Jari Ungu

Thursday, April 10, 2014 Posted by rizka farizal 12 comments
Kemarin adalah pesta demokrasi Indonesia PEMILU 2014. Setelah ragu mau coblos atau golput, akhirnya aku memutuskan untuk coblos. Karena dipikir-pikir golput itu bukan solusi efektif untuk kemajuan negara. Bahkan banyak ruginya. Kasian saja dengan pemerintah sudah keluarin dana ratusan triliun kemudian banyak surat suara dibuang ke tong sampah karena tidak digunakan penduduknya. *ikutin tagline WWF Indonesia #IngatLingkungan. 

Hari-hari sebelumnya sempat beredar di jejaring sosial bahwa penduduk rantau yang tidak memiliki surat A5 masih bisa coblos. Tinggal datang ke TPS jam 7-9 pagi dan laporkan ke panitia KPPS lalu balik lagi ke TPS jam 12 sambil nunjukin KTP. Kemudian coblos deh pilihan yang sesuai dengan hati nurani. Alhasil, aku yang tidak sempat mengurus surat A5 pergi ke TPS jam 7 pagi. Bahkan, bapak kosan sempat heran karena semangat bingits ke TPS pagi-pagi. Sampai TPS, ternyata petugasnya bilang tidak perlu melapor dan datang saja jam 12.00. Akupun akhirnya pulang. Huhu padahal sudah mandi pagi ke TPS nya, gak, ujung-ujungnya disuruh ke TPS jam 12.

Selama menunggu jam 12.00, aku membuka sosial media. Ternyata banyak keluhan di sosial media bahwasanya penduduk rantau yang tidak punya surat A5 tetap tidak bisa coblos. Akupun jadi linglung. Waduh, males juga ke TPS jam 12.00 kalau ujung-ujungnya gak dibolehin coblos.

Akhirnya aku nekat jam 12.00 ke TPS dekat kosan. Petugas TPS membolehkan aku coblos. Anehnya lagi, kan lokasi TPS dekat kosanku ada 4. Keempat TPS tersebut terletak dalam satu lokasi cuma beda sekat dinding saja, tapi antrian paling banyak untuk yang tidak memiliki surat A5 hanya TPS aku saja donk. Bahkan petugas TPS berkali-kali menyuruh orang-orang yang masih mengantri untuk pindah ke TPS sebelah tapi tetep saja mereka gak mau ke TPS sebelah. Entahlah, apa mungkin gak semua TPS membolehkan penduduk rantau yang tidak memiliki surat A5 untuk mencoblos? I don’t know.

Orang yang mengantri jam 12.00 semuanya mahasiswa yang tidak memiliki surat A5. Maklumlah lingkungan tempat tinggalku mayoritas mahasiswa yang tinggal di kosan. Antriannya pun cukup lama. Di samping orangnya banyak, petugasnya pun kewalahan mengisi formulir catatan orang yang dianggap "spesial" ini. Sampai ibu petugasnya ngomel "makanya besok urus dululah surat A5 biar gak antri panjang". Hukhuk

Namaku pun akhirnya dipanggil. Sempat bingung saat membuka surat suara terutama surat pemilihan anggota DPD yang isinya foto semua calon anggota legislatif tanpa partai. Karena aku pernah liat foto salah satu calonnya beberapa hari yang lalu, jadinya aku pilih orang itu saja. Usai coblos aku pun langsung celupin tinta ungu. #pamerjariungu

Pulang dari TPS, aku buka sosial media lagi (anak gaul socmed nih). Banyak bingits kontes selfie pamer jari ungu di twitter. Duh, aku kan orangnya gak suka kontes narsis. Jadinya gak ikutan deh. Salah seorang temanku juga ada yang membuat status tentang pesta discount 1 hari hanya menunjukkan jari ungu.

Akupun langsung menuju BIP dan mengunjungi store starbucks. Sudah terlihat beberapa orang yang mengantri di sana. Tak lama mengantri tiba-tiba pelayannya mengatakan bahwa menu gratisannya sudah habis. Padahal baru buka jam 13.00, masa jam 13.15 sudah habis saja dunk. Sedikit bingits persediannya. Hiks

Belum rejeki dengan starbucks, akupun menuju matahari. Aku memang berencana ingin membeli pakaian baru. Sudah lamaaaaa bingits aku gak shopping beli baju sampai bajuku itu lagi itu lagi. Setelah pilih barang, aku pun ke cashier. Rejeki emang sedang berpihak kepadaku. Tinggal nunjukin jari ungu aku dapet double discount. Hihihi.

Setelah ke BIP aku ke ciwalk. Seharian kemarin berhedonisasi. Hihi. Aku ingin membeli baskin robbins yang kataya ada buy 1 get 1. Ternyata pas ke sana ada ketentuan hanya untuk pengguna indosat. Yah aku kan bukan pengguna indosat. Ya sudah belum rejeki lagi. Setelah puas shopping di ciwalk, aku pun pulang. Sebelum pulang, aku singgah ke store the little thing she needs (TLTSN) yang katanya juga ada buy 1 get 1. Waktu datang ke sana, tinggal pilih barang saja sih. Tapi tapi karena seharian kemarin sudah menghabiskan banyak uang dengan shopping di matahari dan tempat lain akhirnya mengurungkan niat belanja sepatu di TLTSN. Lagian sepatu aku masih banyak yang bagus, jarang dipake, dan masih dibungkus dalam kotak rak sepatu sih.

Yippiyyy, aku senang sekali bisa berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia. Selain bisa menyalurkan aspirasi juga dapet discount belanja. Hihihi. Buat yang kemarin golput jangan nyesel yah. Kamu harus bisa menerima keputusan hasil PEMILU untuk 5 tahun mendatang. Gak boleh ngomel-ngomel kalo pemerintahan 5 tahun mendatang gak sesuai dengan hatimu. Salam Indonesia Satu.

Wednesday, April 09, 2014

Mendapat Keoptimisan dari Tukang Sol Sepatu

Wednesday, April 09, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Suatu kali aku mengesol sandal yang telah jebol kepada bapak tukang sol sepatu yang lewat depan kosan. Sembari menunggu sandal dipermak, aku mengobrol dengan bapaknya. Bapaknya menceritakan keluarga dan anak-anaknya. Beliau juga bertanya aku itu berasal darimana. "Bukittinggi" jawabku. "Wuah bapak pernah dulu jualan keliling lampu hias di Padang beberapa tahun yang lalu" sahut bapaknya. Kamipun makin lanjut bercerita.

Sampai suatu kali bapaknya menanyakan sesuatu kepadaku "saat ini masih kuliah ya?". Aku jawab "iya Pak, lagi S2". Bapaknya langsung menyahut "wuah enak yah bisa kuliah sampai S2, nanti abis kuliah langsung kerja donk?". "hehe, iya Pak. Tapi gak tau juga bakal ada orang yang mau memperkerjakan aku atau gak. Kan cari kerja sulit", jawabku dengan nada pesimis. "Masa sih gak ada yang mau memperkerjakan. Kan sudah kuliah tinggi-tinggi", kata bapak tukang sol sepatu dengan optimis.

Aku memang orang yang sangat pesimis. Di saat teman-temanku sudah bekerja di perusahaan bonafit dengan gaji fantastis, lah aku masih saja merengek kepada keluarga minta uang tiap bulan. Aku selalu merasa diriku ini mahkluk yang tidak mempunyai kelebihan sama sekali. Tidak bisa ini, tidak bisa itu. Bahkan banyak kerabatku yang sering menganggap remeh aku. Kurang inilah, kurang itulah. Musti belajar inilah, belajar itulah.

Akan tetapi, aku justru mendapat semangat dari seorang bapak tukang sol sepatu yang belum pernah aku kenali sebelumnya. Betul kata bapak tukang sol sepatu. Rejeki itu akan ada untuk setiap orang yang berusaha. Aku telah belajar sampai jenjang pendidikan sekarang ini. Masa sih tidak ada pelajaran yang bisa aku petik selama ini? Tak ada ilmu yang sia-sia. Karena semua ilmu itu bermanfaat untuk orang lain. Aku bersyukur mendapatkan ilmu pada bidang yang aku jalani saat ini. Meskipun aku tidak menyukai bidangnya karena bukan passion tapi ilmu yang aku pelajari saat ini merupakan ilmu yang memperlihatkan kekuasaan Allah. Aku tau tentang penciptaan bumi, isi dalam bumi, pergerakan bumi, sumber energi, dan juga bencana yang mungkin terjadi pada bumi. 

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat". (QS. 58 : 11 )

Terima kasih atas keoptimisannya, bapak tukang sol sepatu. Semoga bapak diberikan kelimpahan rejeki oleh Allah. Aamiin.

Tuesday, April 08, 2014

[H-1 PEMILU] Coblos gak eaaaa?

Tuesday, April 08, 2014 Posted by rizka farizal 14 comments
Besok adalah PEMILU 2014 untuk memilih calon anggota legislatif. Entah kenapa aku tidak bergitu antusias untuk mencoblos tahun ini. Aku yakin banyak orang lain yang tidak antusias PEMILU tahun ini seperti aku. Memang belakangan tahun ini, negara ini makin kacau. Banyaknya korupsi, kurang adanya perubahan pembangunan dari tahun ke tahun, dan petinggi parpol orang-orang di lingkaran setan (keluarga dan kerabat saja).

Bagiku ketidak antusian coblos tahun ini karena 2 hal. Pertama, males mengurus surat A5 yangmana KTP aku masih di Bukittinggi sementara aku di Bandung. Kedua, bingung saja mau coblos siapa karena aku sudah kurang kepercayaan terhadap pemimpin lagislatif. Sebel saja seandainya parpol yang aku pilih ujung-ujungnya korupsi, melempem, tidak tegas, dan kurang menyalurkan aspirasi rakyat.

Tapi tapi tapi…

Untuk penyebab pertama ternyata panitia KPU telah memberikan kemudahkan dengan tidak perlu coblos tanpa A5. Poster di bawah ini sudah banyak berseliweran di dunia maya.



Nah, untuk alasan kedua aku juga berpikir ulang untuk tetap coblos. Apalah artinya golput dengan alasan aksi cuek terhadap calon legislatif yang entah akan bisa menyalurkan aspirasi rakyat dan merubah roda pembangunan bangsa. Karena kalaupun jumlah golput itu 99% dan hanya 1% yang menyuarakan aspirasinya tetep saja hasil PEMILU itu disahkan. Dalam PEMILU tidak ada ketentuan yang mengatakan bahwa PEMILU yang sah itu jika jumlah pemilih lebih dari sekian persen orang. Tidak kan? So, lebih baik coblos dan pilih parpol yang terbaik diantara parpol lainnya deh. Apapun yang terjadi besok semoga dimudahkan untuk tidak mager ke TPS eaaaa.

Sunday, April 06, 2014

#FirstMoment : Jualan via FJB

Sunday, April 06, 2014 Posted by rizka farizal 11 comments
Kemaren lusa, aku berhasrat ingin menjual sebuah gadget. Awalnya aku ingin menjualnya ke BEC, sebuah mall khusus elektronik di Bandung. Sebelum menjualnya, aku googling dulu tentang sistem penjualan gadget di BEC. Ternyata hasil googling banyak yang membuatku untuk mengurungkan niat menjualnya di sana. Bisa baca tulisan dari forum tersebut di sini. Akupun juga membaca komen-komen yang ada dalam thread tersebut. Banyak yang menyarankan jika ingin menjual gadget, yah di FJB (Forum Jual Beli) Ka*k*s aja. Akupun berpikir ulang "ntar kalau pembelinya di luar Bandung kan repot musti paketin barang".

Aku pun langsung teringat dengan adikku yang belum lama ini menjual barang-barang kosannya via FJB di kampusnya. Maklum setau aku (atau emang aku kuper barangkali yah) di kampusku tak ada FJB. Ya sudah akhirnya aku minta tolong adikku mem-publish informasi tentang barang yang mau dijual. 

Jam 12, adikku publish dan jam 12.30 sudah ada yang menghubungi aku donk. Dan beberapa saat kemudian makin banyak yang menghubungi aku. Kaget saja ternyata banyak peminat barangku. Hmm, mungkin karena barangnya masih baru barangkali yah. Setelah tawar menawar barang, aku pun langsung setuju kepada orang yang bisa membelinya dengan harga yang lebih mahal.

Please, jangan seperti aku...

Aku langsung menyetujui orang yang ingin membeli barang dengan kelebihan harga sedikit. Padahal kan aku bisa saja sok jual mahal dulu sampai menunggu seharian orang-orang nanya barang aku. At least kan dapat untung yang lebih banyak.

Please, jangan seperti aku...

Saat beberapa orang yang mau beli barang aku menjumpai kata-kata yang tak asing bagiku. "Sis, nanti malam cod yah?" Apapula itu istilah cod? Ternyata setelah nanya adikku, cod artinya si calon pembeli mau melihat barang dan sudah dipastikan akan membeli barang yang dijual. Oalah ketauan banget deh anak baru FJB.

Please, seperti aku (*mihihi kegeeran)...

Saat banyak orang yang menanyakan barang yang dijual dan menghubungi berkali-kali bahkan tak cocok dengan harganya, sebagai penjual haruslah membalas setiap pertanyaan mereka. Ntar dibilang sombong loh sama si pembeli. Trus, kalau sudah ada yang mau cod duluan dan ada orang yang mau membeli dengan harga lebih mustinya tetap pegang janji dengan orang yang mau cod duluan. Makanya jangan langsung buru-buru cod kepada seseorang agar kalau ada orang lain yang mau bayar lebih kitanya jadi tak nyesel.

Please, seperti aku (*mihihi kegeeran lagi)...

Kalau ada yang mau cod, pilihlah tempat yang dekat dengan tempat tinggal. Supaya tak perlu ribet pergi ke tempat yang jauh. Mihihi, bilang saja mager perginya.

Please, seperti aku (*ini mah sudah tak kegeeran lagi namanya)...

Pastiin sebelumnya pembeli ingin membayar uang dengan cash atau transfer. Nah, kalau ada yang mau transfer langsung dicek rekeningnya.

Begitulah pengalaman pertamaku berjualan via FJB. Dan menurutku jualan via FJB itu menyenangkan karena tak perlu repot-repot ke toko dan barang yang mau ditawarkan pun bisa dibayar lebih mahal daripada dijual di toko. Selagi teknologi online berkembang, lebih baik dimanfaatkan donk. :))

Saturday, April 05, 2014

Tangan di Atas Tak Akan Pernah Turun Tahta

Saturday, April 05, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Ilustrasi gambar dari sini
Aku tidak pernah menjadi miskin karena memberi. Justru sebaliknya, makin merasa bertambah rejeki, nikmat, dan hadiah. Bukan bermaksud untuk riya, pamer, atau apapun, aku hanya ingin berbagi pengalaman. Semoga siapa saja yang membaca tulisanku bisa mengambil hikmah dari pengalaman yang pernah aku alami.

4 tahun yang lalu, dengan statusku masih mahasiswa S1 tanpa penghasilan apapun aku nyumbang. Aku hanya menggunakan uang tabunganku yang sebenarnya tak banyak. Selang 3 bulan kemudian, berkat rejeki yang tidak disangka-sangka aku diajak keluargaku umroh. Karena nikmat dari Allah, aku bisa menginjakan kaki di jazirah Arab, sholat di depan maqam Nabi Muhammad SAW, mengelilingi Ka’Bah, sholat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, naik unta, shopping shopping, dan ditutup dengan tour ke Dubai sambil foto fiti di depan Burj Al Arab dan Burj Khalifa. 

6 bulan yang lalu, dengan statusku (masih) mahasiswa S2 dan masih belum menjadi pegawai, aku juga nyumbang. Padahal saat itu tabunganku sangat menipis karena pengeluaran kuliah yang membludak. Tak disangka tak sampai sebulan kemudian aku dapat freelance jadi pengajar anak kurang mampu. Padahal aku tak pernah hunting lowongan freelance loh. Meskipun penghasilan yang aku dapatkan hanya bisa cukup untuk seminggu tapi aku sangat bersyukur. Dan tak disangka belum sampai sebulan kemudian, aku menemukan passionku dengan blogging. Akupun sering mengikuti kontes. Alhamdulillah,meskipun baru dihitung jari ngontes sudah ada hadiah yang aku terima. Bahkan, kontes yang pertama aku ikuti di sini menembus top 3. Wuah lumayan banget hadiahnya bisa nambahin SPP kuliah padahal hanya nulis doank. Dan setelah 5 bulan ngontes, setiap bulannya selalu ada kado mungil yang dikirim kurir ke kosanku. Mulai dari merchandise, buntelan buku bahkan lemari bukuku tak muat lagi menampungnya, voucher, bahkan gadget. 

Aku baru memberi beberapa rupiah saja sudah dibalas dengan berlipat-lipat. Apalagi jika kamu bisa memberi lebih lagi. Mungkin saja selang beberapa waktu kemudian dapat mobil, haji, nambah gaji, atau naik jabatan. Who knows?

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS 2: 261)

Allah SWT saja sudah menjajikan dengan sebutir benih dibalas 7 bulir yang masing-masing bulirnya memiliki 100 biji. Jangan khawatirlah hartamu akan habis jika memberi. Dan jangan berharap juga dikasih ini dan itu tapi sebelumnya tak pernah memberi. Tangan di atas tak akan pernah turun tahta menjadi tangan di bawah. Karena tangan di atas akan selalu lebih baik daripada tangan di bawah. So, jika sudah punya penghasilan di atas 10 juta tapi ngeluarin duit hanya beberapa puluh ribu rupiah saja keberatan, itu mah namanya ter-lha-lhu!

Friday, April 04, 2014

Sepucuk Surat di Bawah Bantal

Friday, April 04, 2014 Posted by rizka farizal 9 comments
Aku telah pernah menulis moment pertama berjilbab dan diikutkan dalam kontes sebanyak dua kali dengan judul Sepucuk surat demi berhijab dan Surat di Bawah Bantal. *Ketauan banci kontesnya. Alhamdulillah, salah satu dari artikel tersebut menjadi salah satu pemenang kategori most sharing social media. Tapi aku masih berasa ada yang kurang dari penulisan tersebut. Karena tulisannya di-submit ke website/blog penyelenggara dengan jumlah kata yang terbatas. Sehingga, banyak cerita yang terpaksa aku potong demi mencukupkan persyaratan jumlah maksimal kata. Oke, sekarang akan aku ceritakan moment pertama saat berjilbab. Moment tersebut tak akan pernah aku lupakan.

***

Sebelum menjadi pelajar SMP, aku tidak tau tentang urgensi jilbab. Maklumlah masih SD dan aku juga jarang mempelajari isi kandungan Al-Qur’an. Tak pernah aku merasa kepo dan bertanya kepada muslimah yang berjilbab: kenapa mereka berjilbab? Apakah berjilbab itu dilakukan setelah naik haji? Apakah berjilbab itu ibadah wajib? Apakah berjilbab itu ada dalilnya? Aku memang sangat cuek dengan ibadah akhirat. Yang aku tau ibadah hanya menjalankan rukun Islam yang 5 perkara itu. Bahkan, mendiang ayahku pernah berceloteh "kamu kapan mau berjilbab?" Ya karena aku masih SD jawabanku "nanti-nanti saja jika telah kuliah kerja dan sudah tua". Lalu adik ibuku yang ikut ngobrol saat itu langsung nyeletuk "etek dulu juga rencananya saat kerja eh tapi malah sudah pakai jilbab sekarang". Saat itu etek masih kuliah. Aku pun hanya bisa speechless.

Sampai akhirnya aku masuk SMP. Meskipun aku masuk SMP negeri tapi di sanalah aku tau tentang urgensi jilbab. Aku diajar oleh guru agama yang bernama Ibu Rahmi Adnan. Nama guruku itu selalu hafal dibenakku. Guruku itu setiap kali mengajar selalu bercerita tentang jilbab. Baik itu dalil Al Qur’an tentang jilbab maupun hukuman terhadap muslimah yang tidak berjilbab. Setiap belajar agama dengan guruku itu, muslimah yang tidak berjilbab wajib memakai mukena lengkap. "Wahai wanita-wanita modern". Sambil menunjuk kami yang tidak berjilbab, guruku selalu mengucapkan kalimat tersebut setiap belajar agama. Bulu romaku selalu merinding bahkan mataku berkaca-kaca setiap guruku bercerita tentang hukuman bagi muslimah yang tidak berjilbab. Ya Allah, aku tidak mau rambutku digantung di akhirat lalu disiram pake air neraka sampai melelah. Aku maunya makan ice cream dan coklat meleleh di surga. *gak nyambung. Aku juga tidak mau membuat dosa orang lain karena melihat aurat yang setiap hari aku pamerkan.

Karena tak mau berlama-lama berdosa, akupun mengutarakan niat untuk berjilbab kepada ibuku. Pertama kali mengutarakan jilbab, ibu tak memberikan respon positif kepadaku. Maklumlah aku kan oranganya bandel, tutur kata kurang santun, sering pake rok mini, dan sangat labil sampai berubah-ubah pikiran. Sebenarnya aku tak setuju dengan pemahaman beberapa muslimah yang mengatakan "jilbabin dulu hatinya (akhlak) baru pake jilbab". Padahal "akhlak dan jilbab itu suatu hal yang berbeda. Akhlak itu budi pekerti. Jika muslimah berjilbab melakukan dosa, hal itu bukan karena jilbabnya namun karena akhlaknya. Muslimah berjilbab belum tentu berakhlak mulia. Namun, muslimah berakhlak mulia pasti berjilbab". Betul kan?

Beberapa kali mengutarakan niatku untuk berjilbab tak pernah disambut baik oleh ibuku. Akhirnya aku menuliskan sepucuk surat untuk ibu. Isi surat tersebut menjelaskan bahwa aku betul-betul berniat berjilbab, tidak akan melepaskan jilbab di kemudian hari, dan akan merubah akhlakku. Bahkan, aku membawa-bawa amanah dari mendiang ayah karena mendiang ayah pernah secara tidak langsung menyuruhku berjilbab. Surat tersebut aku letakkan di bawah bantal sebelum aku pergi ke sekolah. *Nah, untuk kelakukanku yang menyelipkan sepucuk surat di bawah bantal ini, aku jadi sering disindir oleh keluargaku karena mengungkapkannya via surat.

Sepulang sekolah, ibu langsung menghampiriku. "Kamu serius ingin berjilbab? Tapi kamu harus istiqomah dan jangan melepaskan jilbabmu itu di kemudian hari. Kamu juga harus mengubah akhlakmu sehingga mencerminkan muslimah yang santun". "Aku janji" sahutku kemudian. "Oke, kalau begitu nanti Ibu belikan kamu baju baru dan jilbab baru", kata ibu. Akupun langsung bahagia.

Keesokan harinya, Ibu langsung membeli baju dan jilbab baru kepadaku. Aku juga sempat belanja jilbab putih ke pasar dengan uang tabunganku. Itu adalah pertama kalinya aku berbelanja dan tawar-menawar di pasar. Biasanya aku hanya belanja majalah atau aksesoris yang mini ke pasar. 

21 Januari 2002, aku resmi berjilbab. Bismillah. Dengan memakai baju dan jilbab baru, aku berniat akan istiqomah berjilbab. Lalu aku berangkat ke sekolah. Tiba di sekolah banyak temanku yang mengucapkan selamat atas hijrahku. Ada juga temanku yang shock dengan penampilan baruku. Termasuk teman semejaku. Dia langsung tersenyum dengan tertegun lalu menutup mulutnya saat melihat perubahanku. 

Saat baru berjilbab, aku menggunakan jilbab gaul (istilah jaman dulu) kecuali kalau pergi ke sekolah. Aku memakai celana, baju kekecilan, jilbab yang selalu berganti-ganti modelnya. Model jilbab dibuat menjadi pitalah, jilbab dililit sampai mencekek leherlah. Bisa dibilang akulah orang yang paling ribet model jilbabnya jika berkumpul dengan temanku. Sampai-sampai temanku selalu merespon dengan model jilbab yang selalu berganti-ganti dan warna berubah-ubah.

Setelah kuliah, aku mulai merubah penampilan jilbabku. Aku masih ingat dengan temanku yang menyeletuk "kamu tidak pernah pakai rok yah?". Memang pada awal kuliah aku masih berpenampilan ala jilbab gaul. Sampai akhirnya aku aktif mengikuti unit keagamaan dan aku tersadar tentang penampilan jilbab itu harus syar’i. Yah percuma saja sih pake jilbab masih setengah-setengah. Tidak ada nilai ibadahnya juga kan? 

Alhamdulillah setelah lebih dari 12 tahun berjilbab, aku mencoba berpenampilan jilbab syar’i. Pakai rok, jilbab nutupin dada, dan pakai kaos kaki. Aku berharap tetap istiqomah dengan jilbab. Tak akan melepaskannya karena alasan apapun. 

Sampai saat ini, aku tidak hanya merubah penampilan jilbabku. Aku juga pernah memberikan nasihat tersirat kepada orang lain untuk menggunakan jilbab. Pertama kepada adikku. Aku mengucapkan selamat ulang tahun saat adik ulang tahun dan doanya semoga adik dimudahkan menggunakan jilbab. Ternyata keesokan harinya adikku langsung berjilbab. Kedua saat kuliah, aku pernah menjadi mentor agama. Duh, malu juga sih orang seperti aku yang masih dangkal ilmu agama disuruh jadi mentor juniorku. Aku pernah dengan sengaja menyuruh adik mentorku membaca surat QS. An Nuur: 31, QS. Al Ahzab: 59, dan QS. Al-A’raaf: 26. Aku hanya menyuruh membaca doank loh tanpa berceramah panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume. Alhamdulillah, seminggu kemudian aku berjumpa lagi dengan adik mentorku dan dia telah berubah penampilan. Hmm, memang ilmu yang bermanfaat itu harus dibagi karena ilmu tidak akan pernah berkurang bahkan semakin bertambah. Dan sebagai seorang muslim kita juga diperintahkan untuk saling menasihati ke jalan yang lurus supaya kita bisa reunion di surga nanti.

Ya Allah terima kasih telah memberikan hidayah berjilbab kepadaku saat umurku masih belia. Terima kasih telah memberikan perantara-Mu kepadaku sehingga aku makin tau anjuran dan ibadah yang harus dilakukan. Semoga aku selalu istiqomah dengan berjilbab. Aamiin.

Thursday, April 03, 2014

Ibuku Protector

Thursday, April 03, 2014 Posted by rizka farizal 2 comments
Beberapa hari yang lalu, adikku bercerita tentang pengalamannya mengikuti training outdoor pegawai baru di perusahaannya. Selama serangkaian proses training tersebut, adikku didampingi oleh beberapa konselor. Hasil analisis akhir dari konselor mengatakan bahwa hal utama yang mempengaruhi kehidupan adikku adalah keluarga. Keluarga yang sangat protector kepada adikku sehingga banyak hal yang menjadikan adikku kurang kreatif.

Ibuku memang seorang yang sangat protector. Aku pun bisa memakluminya. Karena semenjak ayah pergi, ibu sangat menjaga aku dan adikku. Ibu sangat cemas jika ada suatu hal yang menimpa kami. Sehingga ibu memiliki sifat protector. Aku tak pernah diizinkan pulang malam seperti acara buka bersama dengan temanku karena tidak ada yang menjemput antarkan. Aku selalu diwanti-wanti untuk tidak menghidupkan kompor saat ibu tidak di rumah karena khawatir kompor meledak dan terjadi kebakaran. Aku sulit mendapat izin untuk pergi traveling bersama teman sekolahku karena khawatir pergi ke tempat yang "aneh-aneh".

Setelah lulus SMA, aku pisah dengan ibu karena aku kuliah di Bandung. Selang 3 tahun kemudian, adikku juga mengikuti jejak yang sama denganku kuliah di Bandung tapi berbeda universitas. Setelah di Bandung pun ibu juga sering protector kepadaku. Saat hendak pulang kampung, ibu selalu cerewet untuk mematikan listrik, mengingatkanku untuk tidak lupa membawa tiket, mengingatkanku untuk tidak lupa membawa semua perlengakapan ini dan itu. Ibu sangat khawatir kepadaku.

Selama di Bandung, aku melampiaskan kebebasanku. Aku mengalami transformasi dari apatis menjadi kreatif. Meskipun banyak kegiatanku itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Aku tidak pernah bilang kepada ibu jika aku mengikuti kegiatan keagamaan, kaderisasi di himpunan, traveling dengan temanku, termasuk aktivitas terakhirku saat ini ngelesin adik yang kurang mampu, sering ngeblog dan mengikuti kontes nulis. Walaupun pada akhirnya aku pun juga bilang kepada ibu jika aku mengikuti kegiatan ini dan itu. Dan lagi-lagi juga kegiatanku kurang didukung oleh ibu. Ikut kegiatan keagamaan diwanti-wanti dengan adanya ajaran sesat, ikut unit dan himpunan diwanti-wanti jangan terlalu aktif agar tidak mengganggu kuliah, ngelesin anak yang kurang mampu diwanti-wanti agar tetap fokus mengerjakan tesis. Nah, untuk yang ngeblog bahkan sampai ikutan kontes belum pernah cerita sih. Walaupun aku pernah ketauan mengikuti sebuah kontes karena musti daftar via facebook dan si facebook mulai comel sehingga tulisan yang aku share ke fanspage bisa dibaca semua orang termasuk ibu, tante, dan omku. Huhu. Beruntungnya aku diberi respon positif oleh mereka. Kata Ibu tulisanku bagus, penulisannya tanpa typo, idenya bagus bahkan mahasiswanya kalah dengan cara menulisku. (FYI, ibuku seorang dosen). Sementara tante, Dia langsung menyodorkan link tulisanku kemudian dibaca omku. Menurutnya "anak ini pendiam tapi bisa nulis juga ternyata. Bisa-bisa di kemudian hari kerja di Jawa Pos". Semua keluargaku pun tau dengan passion baruku. hihi

Meskipun aku seperti melampiaskan kebebasan tapi aku tidak pernah tuh melakukan kegiatan negatif seperti remaja lainnya (foya-foya, mesum, apalagi merokok). Aku hanya bebas untuk hal yang positif. So, tidak semua anak merantau yang baru pisah dari orang tua loh mengalami kebebasan melakukan kegiatan negatif.

Oke kembali ke topik. Ibuku memang sangat protector. Tapi aku tidak pernah menyalahkannya. Aku tau Ibu sangat sayang kepada aku dan adikku. Ibu ingin aku dan adikku menjadi anak yang baik-baik dan bisa membanggakan ibu, masyarakat, nusa, dan bangsa. Ibu ingin agar kami tidak terjerumus kepada kegiatan "aneh" yang sering beredar pada masyarakat sekarang. Entah itu ajaran sesat, entah itu pacaran sampai melakukan “suatu hal yang belum halal”, entah itu kecelakaan saat di jalan.

Untuk ibuku yang sangat aku hormati dan sayangi,

Terima kasih telah melindungi (protect) aku dan adikku selama ini 
Terima kasih telah memberikan kasih sayangnya kepada kami. 
Terima kasih telah mendidik kami untuk semua hal yang positif. 
Terima kasih atas semua jasamu selama ini 
Aku tau ibu telah lelah bekerja menghidupi kami sampai saat ini 
Aku tau dengan semua perjuangan ibu 
Maafkan aku dan adikku jika kami sering mengeluh kepadamu 
Maafkan aku masih belum bisa membanggakan ibu sampai saat ini 
Aku sayang ibu…

Dan untuk para pembaca semua, aku ingin berpesan bahwa tidak ada hambatan untuk kreatif. Jika memang kendalanya keluarga yang protector masih banyak jalan untuk menapakinya. Kita bisa memanfaatkan networking. Contohnya: aku kan pernah dilarang kegiatan malam seperti buka bersama karena tidak ada yang mengantar jemputku pulang. Nah, kalau kita kreatif kan bisa minta tolong dengan teman yang dikenal keluarga sehingga bisa tuh ikutan buka bareng bersama keluarga. Say yes to be creative!

Wednesday, April 02, 2014

Ke luar ITB itu Sulit

Wednesday, April 02, 2014 Posted by rizka farizal 4 comments
Tulisan ini terinspirasi dari tulisan di sini. Tulisan yang banyak di-share oleh banyak temanku di facebook. Ternyata penulisnya seangkatan denganku. Dia harus mengundurkan diri karena tenggang waktu kuliah yang hampir habis sementara masih banyak jumlah SKS yang belum dituntaskannya. Kepada penulis di sini, Saya ingin mngucapkan tetap semangat menjalani hidup. Konon katanya anak yang pernah D.O itu banyak yang sukses. Bisa lihat bacaannya di sini atau di sini

Bagiku ke luar ITB lewat pintu sabuga dengan bertoga itu memang sulit bagi orang yang kemampuan otaknya pas-pasan sepertiku. Aku masih teringat betapa down-nya aku saat menerima nilai transkrip akademik semester pertama yang hancur lebur. Aku sempat berhasrat ingin mengikuti SPMB tahun berikutnya dengan memilih universitas lain dan program studi yang lebih gampang kuliahnya. Tapi keluargaku menyemangatiku sehingga akupun tidak jadi mengikuti SPMB lagi. Semester kedua nilaiku lebih meningkat dari semester pertama tapi masih tetap saja nilainya kecil. 

Saat tingkat dua, aku baru masuk ke program studi. Lagi-lagi nilaiku masih jeblok. Aku sempat berhasrat lagi dan tidak sanggup kuliah di kandang gajah itu. Tapi, keluargaku selalu menyemangatiku untuk bertahan di kampus yang katanya Institut Terbaik Bangsa. Bersyukur semester berikutnya nilaiku makin meningkat sampai semester akhir. 

Saat semester akhir, aku juga mengalami kendala menyelesaikan tugas akhir. Hampir 1 tahun, aku menyelesaikan tugas akhir tersebut. Alhamdulillah aku berhasil ke luar dari ITB setelah 4.5 tahun kuliah di sana. Aku tidak menyangka ternyata aku bisa melewati masa-masa stres dan hampir berhasrat ke luar ITB. Aku tidak menyangka ternyata aku bisa lulus berbarengan dengan teman seangkatanku. Karena saat aku lulus baru setengah orang yang baru diwisuda dari jumlah semua mahasiswa pada program studiku. 

Setelah aku lulus sarjana, aku masuk lagi ke kampus ITB. Aku menjadi mahasiswa magister dengan program studi yang sama dengan program studi sarjanaku. Aku bersyukur selama menjadi mahasiswa magister nilaiku sangat bagus dari ekspektasiku. 

Sayangnya sudah lebih dari 2 tahun menempuh kuliah magister, aku masih belum bisa ke luar memakai toga dari kampus tersebut. Penyebabnya adalah kelamaan mengerjakan tesis. Sudah lebih 1 tahun aku mengerjakan tesis tapi masih belum bisa lulus. Lagi-lagi karena kemampuan otakku yang pas-pasan ditambah sering bermalas-malasan. Hiks. 

Untuk adik-adikku yang masih belum lulus dari ITB, semoga kalian bisa lebih rajin belajar. Untuk adik-adikku yang ingin masuk ITB, rajin-rajinlah belajar setelah diterima menjadi mahasiswa. Jangan hanya puas menjadi mahasiswa ITB. Karena ke luar ITB lewat pintu sabuga dengan memakai toga itu sulit.

Tuesday, April 01, 2014

Pro dan Kontra Satinah

Tuesday, April 01, 2014 Posted by rizka farizal 2 comments
Dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan berita Satinah. Seorang TKI bekerja di Arab Saudi berasal dari Ungaran yang divonis hukuman mati tanggal 3 April 2014. Satinah terbukti bersalah membunuh majikannya bernama Nura Al Gharib (70 tahun). Satinah bisa dibebaskan jika membayar diyat sebanyak 21M. Banyak kelompok yang pro dan kontra terhadap kasus Satinah.

Kelompok yang pro

Kelompok orang ini berusaha bahu membahu demi Satinah. Dengan jargon Save for Satinah, kelompok ini menyebarkan informasi dari segala media dan mengumpulkan uang demi Satinah. Bahkan, banyak artis yang ikut serta dalam usaha menyelamatkan Satinah. 

Kelompok yang kontra

Kelompok orang ini beranggapan bahwa Satinah memang terbukti bersalah. Satinah dianggap sebagai pembunuh majikan dan pencuri uang majikannya. Mereka beranggapan untuk apa menolong orang yang telah terbukti bersalah di pengadilan. Padahal kasus pengadilan Satinah ini memakan waktu hampir 7 tahun sejak peristiwa pembunuhan (Juni 2007).

Terlepas dari kelompok yang pro dan kontra di atas. Aku hanya ingin berpendapat bahwa terserah kamu mau berpihak kemana (pro atau kontra). Hanya saja untuk kelompok pro tolong donk jangan menganggap negatif kelompok yang kontra (pelit). Sebaliknya untuk kelompok yang kontra tolong donk jangan membuat orang yang mau menyumbang lalu tidak jadi menyumbang

"Karena sesungguhnya pengadilan yang maha adil itu adalah pengadilan akhirat. Tidak ada yang dapat memutar balikkan fakta, berbohong, menyogok, ataupun merubah keputusan Allah SWT". Semoga Ibu Satinah diberikan yang terbaik dari-Nya. Aamiin.