Wednesday, January 01, 2014

First Giveaway

Wednesday, January 01, 2014 Posted by rizka farizal 27 comments
Dear bloggers,

Sudah tahun 2014 aja nih. Gak terasa waktu cepat berlalu.
Cepet aja yah. Aku ada giveaway kecil-kecilan nih. Temanya apa yah?

Sejujurnya aku bingung cari tema first giveaway. Pengen temanya tahun baruan, sudah banyak diadakan host lainnya. Pengen temanya ulang tahun (bulan ini aku ulang tahun loh :))? Eh tapi sudah banyak juga topik giveaway ini berseliweran.Pengen temanya me-review blog? Duh, aku sudah sadar diri duluan dengan banyaknya kekurangan pada blogku. Pengen temanya tentang bumi dan sumber daya mineral. Hmm, sepertinya temanya susah. 

Akhirnya setelah menemukan petunjuk, aku memutuskan tema first giveaway nya adalah menjawab pertanyaan berikut:

Jeng jeng jeng

  1. Quote/Motto/Motivasi/Pepatah/Kata Mutiara. Boleh dipilih tentang IPTEK, kekayaan alam, ilmu, atau makhluk hidup. Kalimatnya harus indah, unique, dan kreatif. 
  2. Malas situ manusiawi. Nah, bagaimana cara menghindari malas supaya selalu rajin? Hmm, jawabannya jangan standar seperti membuat jadwal kegiatan tiap hari, beri reward, dan punishment (selain ketiga jawaban tersebut yah). Berikan jawaban yang unique dan kreatif. 
  3. (optional) Pernahkan kamu merasa memilih jurusan/pekerjaan yang tidak sesuai dengan dirimu? Bagaimana cara menghadapinya? 

Syarat dan Ketentuan:

  1. Berdomisili di Indonesia. Mohon maaf aku tidak punya budget mengirimkan paket hadiahnya jika berdomisili di luar negeri. 
  2. Share informasi ini via media yang kamu punya. Boleh twitter/facebook/blog/G+. Cukup sekali share saja. Jangan berkali-kali karena cukup terganggu. 
  3. Tulis jawaban pada kolom komentar dengan format berikut ini: 

Nama:
ID twitter/email:
Domisili:
Share:
Jawaban:

Penilaian:

Karena mementingkan kualitas, jadi penilaiannya berdasarkan jawaban terbaik. Tidak adil jika pemenangnya ditentukan secara random. Kasian peserta yang sudah jawab sebaik mungkin tapi tidak dapat hadiah.

Hadiah:

1 orang pemenang pertama mendapatkan SINOGLASS 1 pc ergo shape glass pitcher with plastic cooling tube (warna hijau)

2 orang pemenang kedua mendapatkan buku berjudul Suite Francaise atau Stones into schools serta pulsa @Rp 5.000

3 orang pemenang ketiga mendapatkan pulsa @Rp 10.000,00

Untuk sementara hadiahnya untuk 6 orang pemenang. Kalau ada rejeki lainnya, aku tambahin deh hadiah dan jumlah pemenangnya. Hehe.

Lalu, gambar hadiahnya seperti apa yah? Ra-ha-sia! Hihi. Tapi yang pasti hadiahnya masih disegel dan belum pernah dipake.

Deadline: 17 Januari 2014

Pengumuman pemenang, Insya Allah paling lambat tanggal 24 Januari 2014. 

Diharapkan pemenang langsung memberikan konfirmasi maksimal 3X24 jam setelah waktu pengumuman pemenang.

Kalau ada yang ingin bertanya bisa via twitter @rizka2701.

Giveaway ini didukung oleh @Warung_Blogger sebagai media partner 



Regards
Reaksi:

27 comments:

  1. Nama: Kakaakin

    ID twitter/email: @kakaakin / kakaakin@gmail.com

    Domisili: Samarinda

    Share: Fb https://www.facebook.com/kakaakin/posts/10201169977358521

    Jawaban:
    1. Keumanhae!
    Itu adalah kalimat/kata motivasi yang kugunakan di awal tahun ini. Berasal dari Bahasa Korea, yang artinya 'berhentilah!'
    Maksudnya adalah aku memotivasi diri untuk berhenti dari hal-hal yang kurang baik di tahun kemaren.
    2. Aku adalah orang yang (agak) malas. Cara memotivasi diri adalah dengan menumbuhkan rasa iri pada orang lain. Iri yang kumaksud adalah iri yang positif. Kita iri melihat keberhasilan orang lain, atau pencapaian2 mereka. Sehingga kita terpacu untuk lebih giat lagi, agar tidak jauh tertinggal.
    3. Pernah. Waktu aku kerja di kampus, jadi asisten dosen. Aku merasa tidak cocok mengajar mahasiswa yang haus ilmu. Setelah beberapa lama, ternyata dengan lebih banyak membaca, aku bisa lebih nyaman saat di kelas. Jadi, apapun yang kita kerjakan, hadapi sepenuh jiwa. Karena resign belum tentu merupakan pilihan terbaik, dan bila tidak sepenuh jiwa, hanya akan memunculkan kesan kinerja kita yang kurang baik :)

    ReplyDelete
  2. ID twitter: Agyasaziya_R

    Domisili: Bandung

    Share: twitter
    https://twitter.com/Agyasaziya_R/status/418439658503036928

    Jawaban:
    1. Motivasi.
    Ilmu itu seperti mantra terampuh untuk memodifikasi otak pandir, juga layak disebut sebagai harta karun paling elegan yang dapat membeli mimpi termustahil yang dimiliki manusia. Perpaduan ilmu otak dan akhlak adalah ekstraksi jiwa terbaik dari para khalifah di penjuru dunia.

    2. Aku adalah penikmat film. Banyak plot yang menampilkan tokoh-tokoh dengan sifat malas tak karuan. Tahu bagaimana hidup mereka? Mengenaskan. Mereka statis, tidak memiliki target dan tujuan hidup yang terkoordinasi dengan baik alias berantakan. Nah, film, selain menghibur, juga bisa dinilai sebagai reflektor yang memperlihatkan apa jadinya jika kita malas. Film, bagiku, adalah hiburan sekaligus motivator ulung yang tidak menggurui. Kalo digurui dalam melakukan sesuatu biasanya aku malah makin malas. Hehe. Jadi, menghindari malas akan sangat sulit jika kita tidak punya gambaran efek malas itu sendiri di masa depan. Film adalah salah satu cara melihat apa yang akan terjadi jika kita punya sifat buruk. Mau tidak mau, itu akan jadi cambuk agar kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

    3. Pernah, yaitu mendapatkan tugas secara permanen untuk cuci piring di rumah( cuci piring adalah salah satu pekerjaan, kan? Hehehe). Itu sama sekali pekerjaan rumah yang tidak sesuai dengan diriku karena sering sekali memecahkan piring atau gelas. Mengesalkan. Cara menghadapinya? Uhmm...mendengarkan lagu-lagu favorit saat mencuci piring membuatku lebih enjoy dan mulai menyukainya. Kewajiban tidak bisa kita hindari, tetapi membuatnya menyenangkan itu tidak sulit jika kita mau berusaha.

    ReplyDelete
  3. Bismillah...
    Nama: Hima Rain
    ID twitter/email: @hima_rain /ririn_gust[at]yahoo[dot]co.id
    Domisili: Makassar
    Share: https://twitter.com/hima_rain/status/418431479572492288

    Jawaban:
    1. Fabiayyi alaa irabbikumaa tukaddziban, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?
    Subhanallah, ayat yang Insyaa Allah akan selalu mengingatkan diri untuk selalu istiqamah dan senantiasa bersyukur untuk semua nikmat dari kita bangun hingga kita tidur kembali. Tanpa nikmat tak ada kehidupan lain.

    2. Cara menghindari malas adalah dengan tetap memilih untuk rajin. Your choice is your future, so selalu percaya kalo dirimu itu rajin. Terkadang memaksa diri melakukan suatu kebaikan akan mengubah kita menjadi lebih baik.
    Rasa malas juga sering melandaku bahkan di saat-saat banyaaaak sekali ide yang muncul di kepalaku, alhasil tidak ada yang terealisasi satupun karena rasa malas. Intinya ubah mindset, malas itu mindset maka set selalu pikiran dalam mode rajin. Sebelum memulai bismillah dan hilangkan malas itu.

    3. Hum, pernah. saya dulu kuliah di jurusan sastra jepang dan seiring masa perkuliahan saya selalu berpikir saya semestinya tidak masuk jurusan ini, harusnya saya mengambil jurusan yang sesuai cita-citaku yaitu jadi guru sd.

    Dan sekali lagi ini masalah pilihan. Mau melanjutkan jurusan/pekerjaan itu atau berhenti dan kemudian memilih apa yang kau sukai. Saya sendiri waktu itu memilih tetap melanjutkan berada di sastra jepang, kemudian berusaha mencintai apa yang saya pilih. Lama kelamaan rasa suka pun muncul dan for the surprise saya juga bisa melakukan hal yang kusukai secara bersamaan, berwirausaha dalam bidang jahit-menjahit. Terkadang apa yang kau sukai belum tentu baik bagimu begitupula sebaliknya. Kalo versiku coba jalani saja dulu, kalo tidak suka baru pikirkan baik-baik mau diitinggalkan ato tidak.

    Terima kasih *smile

    ReplyDelete
  4. Dek Rizka, teteh mau ikut jawab yaa.

    1. Selalu merasa kagum dengan rumus Einstein tentang ENERGI. E= mc2. Setelah diubah, E= Energi, m=Motivasi, c=ceria ^^
    Rumus ini membantuku tuk menjalani hidup agar lebih berenergi, yaitu dengan menguatkan motivasi dan selalu ceria dalam setiap keadaan.

    2. Malas itu datang karena beberapa faktor sebenernya. Bisa dari kondisi eksternal maupun internal. Jika aku dilanda rasa malas, maka hal yang aku lakukan adalah memeriksa kembali motivasiku apakah sudah benar atau masih kurang baik dan mesti diperbaiki. Motivasi terbaik adalah melakukan segalanya karena dan untuk Allah, saat kita melakukan semua hal dengan ikhlas, maka hati lebih tenang. Setelah meluruskan kembali motivasi diri, aku akan me-recharge Ceriaku, tersenyum merupakan langkah awal yang baik tuk memperbaiki mood kita. Jika kita memiliki keduanya: Motivasi dan Ceria, insyaAllah ngga ada lagi kata malas...^^

    3. Pernah, bahkan mungkin sering. Dalam hidup itu selalu ada banyak "pilihan" yang ngga sesuai dengan keinginan dan rencana kita. Dari berbagai pengalaman pribadi yang udah dilalui, serta menyimak kisah orang-orang sukses yang pernah mengalaminya, saya akan tetap menyarankan agar kita melakukan pekerjaan itu dengan baik, sungguh-sungguh, dan penuh rasa tanggung jawab, agar jika suatu hari kita mengundurkan diri dari pekerjaan itu, bukan karena alasan "ngga becus", tapi karena kita telah menemukan "dunia kita" yang lebih membuat kita bersemangat. Jika memang sungguh-sungguh NGGA SUKA, dan bertentangan dengan hati, saya akan BERHENTI, lalu berdoa dan memperjelas kembali visi hidup saya sambil berikhtiar dan fokus pada pekerjaan yang kita inginkan. Karena, saat kita menyukai pekerjaan kita, insyaAllah potensi untuk mengembangkan diri lebih terbuka luas. Jika kita ngga suka dengan pekerjaan kita, berarti kita hanya akan melakukan sebuah kesia-siaan. Salah satunya: mengahbiskan waktu dan energi untuk sesuatu yang tidak kita sukai.

    kira-kira begitu menurutku...hehe...3 pertanyaan yang MANTAP dek..
    Barakallaahu fiik.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. tambahan no.3

    Contoh kasusnya:
    Saya suka mengajar, tapi ngga cocok dengan pekerjaan administratif, dan "riweuh" pagi-pagi mesti pergi ke sekolah adalah hal yang bikin saya stress. Lalu saya memutuskan berhenti mengajar, dan menemukan passion di bidang crafting. Alhamdulillaah, hobi ini bisa berkembang jadi bisnis yang cukup membahagiakan. Dan bonusnya: saya kadang dipanggil oleh sekolah atau di tempat lain untuk mengisi workshop dan itu memuaskan rasa kangen saya untuk mengajar ^^

    Mengajar Crafting, mengajar sambil nge-craft? wah....bener-bener mantap banget tuh buatku...masyaAllah...alhamdulillaah alladzii tatimmush shaalihaat...

    ReplyDelete
  7. Nama: Muhammad Fikry Hasyim
    ID twitter/e-mail: @fiki_flame / fikisweetania@yahoo.com
    Domisili: Jakarta
    Share: facebook https://www.facebook.com/fikisruntul#

    1. Jika hidup analogi dari sebuah pengembaraan, maka ilmu adalah enigma dari setiap pencarian yang tak terpetakan. Setiap ujungnya merupakan fatamorgana berantai yang akan mengajak pengembara meraih puncak keyakinan yang jauh dalam dirinya.
    2. Rasanya sudah tidak asing lagi mendegar kata “malas”. Hubunganku dengan kata tersebut sudah seperti botol dengan tutupnya.
    Tapi aku bersyukur, setiap kali kata itu merasuk dalam jiwaku, aku selalu punya penawar ampuh yang bisa memaksanya keluar. Satu kata “parents”. Bagiku membayangkan wajah mereka rasanya seperti mendapat asupan listrik 3000 volt dari PLTA Cianjur yang seketika menaikkan semangat hidupku 10x lipat. Ajaib! I really love them.
    Selain itu, untuk memotivasi diri, aku punya orang-orang super hebat bernama Sahabat disekelilingku. Ya, sahabatlah yang memotivasiku membakar semangat meng-abukan kata tersebut. Melihat mereka yang telah telah mencapai puncak, membuatku ingin terus mendaki, hingga aku bisa menepuk pundaknya. Sahabat jualah yang senantiasa menjulurkan tangannya untukku saat aku terpeleset dan membantuku kembali tegak sampai aku sejajar dengannya. Terima kasih untuk semua.
    3. Pernah, yaitu ketika aku ditugaskan mengurus sebuah laundry(penatu) untuk santri disalah satu pondok pesantren ternama di Indonesia. Menurutku di awal aku bekerja, mengurus pakaian kotor para santri merupakan hal paling membosankan. Walau bukan aku yang mencucinya, menghitung satu-persatu pakaian tersebut, mengklasifikasikan jenisnya, serta bergumul dengan bau yang beragam amatlah menyebalkan.
    Tapi seiring waktu berjalan, aku mencoba untuk mencintai pekerjaanku, sampai akhirnya aku bisa bercengkrama dengan pakaian-pakaian kotor tersebut, pastinya dengan tidak menjadi bagian dari mereka… hehe. Jadi “cintailah apa yang kita kerjakan”. Sesulit apapun keadaannya akan menjadi sangat menyenangkan jika sudah jatuh cinta.

    ReplyDelete
  8. Nama: Aliya
    Twitter: @amutualism
    Domisili: Garut
    Share:https://twitter.com/amutualism/status/418964729659265024

    Jawaban:

    1. "Ilmu adalah penyelamat, hanya jika ia melingkupi keseluruhan jati diri kita; hanya ketika ia menjadi jalan, yang menggali dan mengubah, serta yang melukai keberadaan alami kita seperti pacul melukai bumi."
    Sepintas, agak sulit memahami kata indah di atas, tapi ketika diselami maknanya dan merenunginya kita pasti paham apa yang dimaksud. Kita hanya perlu "diam" untuk mendengarkan suara hati yang terdalam.
    2. Malas! Salah satu penyakit manusia yang paling menghancurkan. Saya sering malas, tapi ketika rasa itu datang menghampiri saya hanya perlu mengingatkan diri bahwa hidup yang diberikan Tuhan adalah sebagai bentuk kasih sayang-Nya yang luar biasa, jika bermalas-malasan, mensia-siakan waktu bukankah berarti kita telah "mengkhianati" kebaikanNya. Dengan kata lain kita menjadi manusia yang tidak pernah bersyukur. Dan bukankah pula Tuhan telah bersumpah dengan waktu "Demi waktu!" Sesungguhnya manusia yang lalai ia akan rugi.
    3. Saya pernah kerja dibagian administrasi kimia. Sungguh sama sekali tidak terbayang karena bukan ahlinya (jur yang saya ambil berbeda) dan sedari SMA nilai kimia saya pas-pasan,pokoknya sempat membuat saya kelabakan karena sama sekali tidak mengerti istilah2 kimia. Akhirnya, saya putuskan untuk belajar banyak, dengan mulai bertanya, hingga menghafal, ternyata asyik lho saya jadi tahu jenis2/unsur2nya dan kimia (reaksi) itu sebenarnya ada disekeliling kita, dari memasak sampe air hujan. So, saya selalu percaya bahwa, belajarlah karena dengan belajar kita bisa "menggenggam" dunia.

    Terima kasih ^^

    ReplyDelete
  9. Nama: Sandi Iswahyudi
    ID twitter/email: @SandiIswahyudi / iswahyudi779@gmail.com
    Domisili: Kota Batu Jatim
    Share: Facebook
    https://www.facebook.com/sandi.iswahyudi

    Jawaban:

    1. Pesan dari pohon. “Wahai manusia, taukan bagaimana hidupku sebagai pohon. Aku itu tidak gelisah menerima rintangan berupa angin, badai, hujan, air, hewan dan manusia. Aku melewatinya dengan memahami bahwa ini hidupku. Aku tidak bersedih, menyesal dan putus asa tentang apa yang terjadi dalam hidupku. Kemudian aku berpikir untuk terus berjuang hidup dan tidak pernah menyerah atau putus asa. Karena, kehadiranku dinanti dan ditunggu oleh semua orang. Oleh manusia yang butuhkan udara segar. Oleh manusia yang butuhkan air segar dan sehat. Oleh manusia yang butuhkan kedamaian dan penyelamatan. Dari yang namanya tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya. Apakah dengan ini, aku akan sedih, menyesal dan berputus asa ?”
    2. Hal yang pernah aku lakukan ketika malas. Adalah diam tidak melakukan apa-apa. Aku biarkaan diam itu yang berkuas. Tapi aku beri waktu hanya 1 jaman. Setelah itu aku kembali bertanya dalam diri, “Apakah kondisi seperti ini yang aku inginkan ? Apakah kondisi ini akan menghasilkan kebaikan ? Apakah kondisi seperti ini yang akan kamu bawa ketika mati ?” Ingat, padahal mati itu rahasia sang kuasa. Setiap hari pasti ada saja manusia, hewan dan tumbuhan yang mati. Artinya kita yang sekarang hidup hanya menunggu waktu saja. Kemudian, pertanyaan yang mudah hasil dari belajar dari Aa Gym,“Setiap hari, saat subuh. Selalu siapkan diri dengan pertanyaan. Hari ini, hal apa yang bisa aku lakukan untuk membuat orang bahagia ? Kemudian saat malam hari. Lakukan evaluasi diri. Apa saja yang sudah kita lakukan di waktu pagi hingga malam.” Pertanyaan-pertanyaan diatas yang mampu membuat kita tidak akan malas.
    3. Dulu waktu tahun 2010, saya salah masuk Jurusan. Tidak sesuai dengan apa yang menjadi kesukaan. Karena, dulu memang saya tidak ada pandangan sama sekali tentang Jurusan apa yang sesuai dengan saya. Akhirnya, saya ambil jurusan sesuai dengan Jurusan waktu SMK, yaitu Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Ketidak sesuai ini dikarenakan banyak mata kuliah yang berbau kimia dan biologi. Haa, hal yang kurang aku suka. Cara yang aku lakukan, adalah menerima apa yang sudah terjadi. Karena ini bagian dari takdir. Setelah menerima apa yang sudah terjadi. Langsung saya lakukan pemetaan apa yang bisa saya lakukan untuk menjadikan saya beda dengan teman-teman minimal sekelas. Dari itu, ketika saya lihat temen-temen kurang dalam hal prestasi dan organisasi. Akhirnya saya masuk ke dalam dua hal tersebut, masuk beberapa organisasi untuk belajar manajeman diri dan orang. Kemudian belajar dan berkarya untuk pengembangan diri, pengalaman dan manfaat lainnya. Tahap selanjutnya selalu mengisi hari-hari dengan hal yang positif. Dengan hal itu, alhamdulillah saya menjadi lebih percaya diri dan lebih menikmati jurusan ini. Karena dengan masuk ke dalam dua sektor organisasi dan prestasi. Saya memahami dan menemukan apa yang dulu belum saya dapat. Bisa diboca  Semoga manfaat.

    ReplyDelete
  10. Nama : Muthi’ah al Haura
    ID twitter/e-mail : @muthiiihauraa/muthiiihauraa@gmail.com
    Domisili : Pekanbaru Riau
    Share : https://www.facebook.com/muthi.haura
    Jawaban :
    Bismillahirrohmanirrohim.
    1. Motivasi
    Pernah dengar kalimat ‘Man jadda wajadda’? Pastinya dong kalimat ini begitu familiar ditelinga kita. Kalimat yang mampu memotivasi aku dan juga mungkin kalian. Arti kalimat itu sangat sederhana yakni ‘Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya’. Walaupun artinya sederhana, tapi memiliki makna yang sangat luar biasa. Apabila kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dampaknya pasti sangat luar biasa.
    Jika kamu punya mimpi dan kamu tekadkan untuk berusaha lebih keras dari biasanya, melawan setiap kemalasan, maka mimpi itu akan terwujud. Belajar ketika orang lain tertidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan mengejar mimpi saat orang lain berharap.
    Man jadda wajadda! ;D

    2. Bagaimana cara menghindari malas? Wah, ini sebenarnya pertanyaan yang lumayan susah dijawab, soalnya aku juga susah kalau malas udah menghadang. Tapi biasanya kalau malas datang, aku langsung mikirin mimpi-mimpi aku. Aku penuhi otakku dengan semua mimpi yang aku ingin raih dan setelah itu biasanya aku jadi semangat lagi buat ngelakuin sesuatu untuk ngejar mimpi itu.
    Pokoknya intinya pas lagi malas melanda, jangan dituruti malas itu. Kalau dituruti mah simalas bakal kesenangan. Malas itu salah satu cobaan buat kita dalam menggapai impian. Malas itu akan ngelihat sejauh mana kita benar-benar berusaha untuk gapai impian yang kita inginkan.

    Sebisanya kita bunuh simalas. Bilang kediri sendiri bahwa kita nggak akan kalah dengan yang namanya malas dan bahwa kita bakal semangat buat gapai impian itu. Sampai kapan pun malas itu nggak bakal ada obatnya, selain mengalahkannya. Orang sukses itu adalah orang yang mampu mengalahkan kemalasan dirinya sendiri. ;D

    Kesuksesan itu terletak pada diri kita masing-masing. Seberapa keras kita buat gapai kesuksesan itu. Salah satu faktor penghalang kesuksesan itu adalah diri kita sendiri dengan mengikuti si ‘malas’. Mari sama-sama kita perangi si ‘malas’!

    3. Pernah. Disaat SMA ada pemilihan jurusan, mau IPA atau IPS. Dulu pas SMA aku pikir anak IPA itu keren dan disekolahku jurusan IPA itu jurusan favorit. Banyak teman-teman aku yang masuk IPA dan akhirnya pun aku juga ‘ikut-ikutan’ masuk IPA. Jadinya apa? Aku kewalahan ngadepin semua pelajaran hitung-hitungan yang memang bukan passion aku. Mau pindah jurusan juga nggak bisa disebabkan rasa malu dengan teman-teman. Akhirnya aku mutusin tetap di IPA.

    Cara aku ngadepinnya sih dengan belajar yang rajin walaupun tetap aja aku nggak bisa masuk 10 besar. Aku belajar dengan keras tiap hari, apalagi pas mau dekat ujian gitu. Rasanya mau muntah makan soal hitung-hitungan. Oh ya, aku ngadepinnya juga dengan ngikutin les.


    Dari kejadian itu aku ambil pelajarannya bahwa sebelum benar-benar memilih sesuatu, aku harus memikirkannya terlebih dahulu.

    Sekian jawaban dari aku. Trimakasih sudah mengizinkan aku mengikutinya. Salam sukses ;D


    ReplyDelete
  11. Nama: Siti Muthma'innah@yahoo.co.id
    ID twitter/email: @iindetya ; iin.sitimuthmainnah@yahoo.co.id
    Domisili: malang
    Share: https://twitter.com/iindetya/status/419514899375484928


    " setiap individu itu unik. tidak ada alasan bagimu untuk tidak menghargai seseorang. "
    dari awal Tuhan tidak menciptakan kita semua sama. sedikitpun tidak. sejatinya kita sangat berbeda. ada orang yang suka film romantis. ada yang membencinya. ada yang suka dengan film india ada yang biasa saja. ada yang cuek dengan buku. ada yang sangat care sama buku sampai2 kita dilarang menyentuhnya karena bisa merusaknya. ada yang berjiwa punk, ada yang berjiwa islami. begitulah kita hidup. selalu berbeda. dengan perbedaan itu kita kita menjadi lebih baik. muncullah HAM. muncullah hukum. muncullah nilai, norma, budaya. dan muncullah perkataan sopan santun. dengan begitu kita dapat hidup berdampingan, saling menghargai, saling menghormati, saling memahami, dan sejahtera. tak ada perpecahan.

    malas itu sejatinya tidak dapat dihindari. dia selalu datang bahkan sekuat apapun kita menahannya. kalo udah gitu apa boleh buat. kita harus berlaku kasar sama "malas" ini. depak dia keluar begitu kakinya menyentuh pintu rumahmu. caranya?
    1. tempel semua targetmu. entah pake spidol besar dengan huruf kapital, atau dengan potongan huruf yang kalian buat sendiri atau hanya dengan stick note. silahkan kalian buat target itu bisa langsung mengena ketika kalian melihatnya. semua bergantung sama individu itu sendiri. kalo aku sih lebih prefer sama tempelan2 huruf dengan font yang cukup besar (bisa dibaca pada jarak 3 meter) dari kertas warna-warni. tapi aku juga tempelin stick note di dinding2 dekat tempatku belajar (karna aku ga punya meja belajar) juga selalu kasih note di sticky laptop dan hape. hehe banyak banget yaah. tapi itu tergantung pribadi masing2. aku orangnya lola kalo disuruh sadar. jadi pengingat2 itu aku pasang dimana.
    2. belajar disiplin. start now! disiplin akan membuat hidupmu lebih teratur dan efisien. aku punya toleransi pada diriku sendiri. saat seperti apa aku boleh malas dan saat seperti apa aku tidak boleh malas.
    3. ingat kerugiannya kalo kamu malas. misalnya kalo gak belajar sekarang hasil ujianku akan jelek. aku pasti dapat nilai E dan harus ngulang. masa iya harus kuliah sama adek tingkat?? iuuuh. nah, dengan begitu kamu akan mengusir rasa malas itu dan kembali beraktivitas.
    4. lakukan kesenanganmu dulu. kalo dengan target kamu gak mempan, dan dengan belajar disiplin juga gak mempan. dengan ingat kerugian gak mempan maka inilah pilihan terakhir. lawan rasa malas itu dengan kesenanganmu saat itu. misal aku malas menyicil mengerjakan tugas. lebih baik aku tidur dulu/nonton film dulu habis itu ngerjain tugas sambil nyemil. tapi... kalo ternyata gak berhasil turuti saja malas itu. kalo kamu merasa malas cepatlah tidur. jangan ganti baju, cuci muka, dsb. mengapa? percayalah, cepat atau lambat kamu akan merasa trauma (meski sedikit. tapi kan nanti bisa jadi bukit) dan kerugian2 akibat kemalasanmu akan muncul. pernah kan kamu tiba-tiba terbangun karena ada masalah yang belum beres akibat kemalasanmu? itu akan menjadi trauma buat kamu yang nantinya akan membuatmu lebih bersemangat untuk mengusir rasa malas.

    pernah. salah pilih jurusan itu karena aku tidak tau persis aku ingin menjadi apa. juga aku tidak tau apa passion ku. yang kulakukan? aku tetap menjalaninya dengan modifikasi. ketika aku tau jurusan ini benar2 jalan yang sesat buatku aku bertekad untuk menemukan jati diriku secepatnya. lebih tepatnya passion. setelah ketemu baru aku kombinasikan. aku sedang kuliah di keperawatan tapi passionku ada di nulis. jadi aku bertekad untuk semakin rajin belajar lalu menjadi perawat profesional. dan suatu saat nanti aku akan menulis buku tentang pengalamanku dan beberapa nonfiksi yang menyisipkan praktik-praktik keperawatan. hal yang amat keren bukan??^^

    ReplyDelete
  12. Nama : Noorma FMZ
    Twitter : @pie2th
    Domisili : Semarang
    share : https://www.facebook.com/NoormaFitrianaM.Zain.Kesesi.Pekalongan/posts/3877539674495?notif_t=like

    jawaban : kata motivasi, "NGGAK MAU GAGAL"
    kalimat itu memang sudah aku alami, karena pernah gagal, so untuk tahun ini aku nggak mau gagal lagi, dengan lebih hati2 dan teliti bila mengerjakan sesuatu, karena kegagalan akan terus ada selama kita masih melakukan hal yang sama seperti yang lalu..

    2. menurut golongan darah, orang yang mempunyai goldar O seperti aku adalah orang yang suka menunda2 pekerjaan. yah, itu memang benar, rasa malas yang memang terus mengeliyuti pikiran ketika melihat dan menganggap DEadline masih lama, padahal yang namanya menunda2 pekerjaan itu waktu juga yang akan membunuh kita sendiri.
    betapa ruginya bila kita menyiia nyiakan waktu hanya karena malas kita.. kalau nggak mau gagal, yo harus hilangkan rasa malas itu!
    ingatkan bahwa orang malas itu tidak akan mendapatkan apa-apa...

    3. pernah, dulu cita-citaku pengen banget jadi bidan, tapi kenyataan berkata lain saat aku mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan aku cacat dan tak bisa jalan sempurna (sekarang sudah sembuh). kecelakaan itu membuat aku pupus harapan, dan tak bisa kuliah di kebidanan, namun.. dengan ijin Allah, aku bisa kuliah di pendidikan, memang Guru bukanlah cita-cita awalku, tapi.... kesenangan menjadi Guru itu timbul ketika aku punya anak, bayangkan saja kalau aku sebagai orang tua tidak bisa mengajari hal yang baik untuk anakku,, ohh.. mungkin aku sudah menjadi orang yang gagal untuk mendidik. So, aku sangaat menikmati peralihan cita-cita ini, meskipun baru menjadi Guru untuk anakku, dan itu wajib, karena pendidikan utama seorang anak adalah di rumah dengan kedua orang tuanya..

    ReplyDelete
  13. Rizka, bunda ikut meramaikan GA-nya, ya:

    Nama: Yati Rachmat
    Twitter: @yatirachmat
    Domisili: Pamulang, Tangerang Selatan
    Share:https://www.facebook.com/yati.rachmat?ref=tn_tnmn

    Maaf ya, mudah-mudahan bunda benar cara nge-share-nya.

    1. Kata-kata Mutiara:
    Sampai sekarang bunda masih ingat kata-kata mutiara yang bunda baca dari kumpulan kata-kata mutiara Nur Aeni Iskandar. Masalahnya kata-kata mutiara ini pernah bikin bunda tersipu-sipu. Ini dia: "Asmara dan asma itu tidak dapat disembunyikan." Lho, koq? Coba saja kalau orang yang sedang kasmaran a.k.a. jatuh cinta, apa bisa menyembunyikan semburat pipi merah, ketika bertatap mata dengan orang yang dicintainya? Begitu juga dengan penyakit asma, kalau Sang Asma sudah kumat, bisakah rasa sesaknya disembunyikan? Hehe..Oh, cinta, oh, asma.


    2. Malas?
    Sebagai seorang ibu, apalagi sekarang sudah menjadi nenek dari 4 orang cucu, rasanya koq gak ada kamus malas di hati bunda. Semua bunda kerjakan (apa saja) yang bisa membuat hati bunda senang, begitu juga orang-orang tercinta di sekeliling bunda. Tapi, ada tetapinya lho! Malas itu seringkali menguasai otak dan pikiran bunda dalam satu hal, yaitu ketika akan menjalankan sholat tahajud. Bayangkan, ketika sedang asyik-asyik terlelap dan bermimpi, dering alarm hape berbunyi. Mau bangun? Malasnya minta ampun. Lha koq malah menarik selimut sampai ke dagu. Cara mengatasinya? Gampang banget! Si Otak membentak tanpa ampun: “Hei, ini saat yang paling afdhol kau bersujud kepadaNya. Bersyukurlah, kau sudah diberi bonus usia sekian puluh tahun. Masih malas juga? Sungguh terlalu!" Astaghfirullah alaaziim, tak ayal lagi, langsung bunda lempar selimut, bergegas ke kamar mandi, gosok gigi dan berwudhu. Yeee…sang iblis kecele, hehe.. Sampai sekarang alhamdulillah malas itu hilang dan menjadilah sebuah kebiasaan yang baik.


    3. Pernah. Ketika itu tahun 1959, seorang perempuan - fresh graduated from Senior High School - yang kini menjadi bunda para blogger, hehe.. (ngaku-ngaku boleh donk..) diharuskan oleh ayah bundas untuk bekerja di sebuah kantor pemerintah. Sebetulnya bukan memilih pekerjaan, tapi bunda ditempatkan di bagian Perpustakaan, sedangkan ketika di test, sebagai staff bagian Sekretariat. Menghadapi buku-buku yang bejibun dan harus mempelajari hal baru sebagai Librarian, sungguh menyebalkan. Andai buku-bukunya sudah tertata dengan rapih sih gak masalah, tapi ini, ya, ampun, aku harus menyortir dan menyusun buku-buku itu sesuai dengan jenis dan kelompoknya. Alamaa, rasanya lama benar ,menunggu jam kantor usai. Lagi dan lagi otak memberi peringatan dengan gencar. “Sampai kapan kau mau merenungi tumpukan buku-buku ituj? “ Sisi baikku berkata: “Benar juga ya, kenapa gak aku usahakan untuk enjoy dengan pekerjaan baru ini." Akhirnya, dari menyorter dan menyusun buku-buku aku memetik sebuah kesenangan yang luar biasa. Aku jadi suka membaca. Berawal dari suka membaca, aku jadi suka menulis. Alhamdulillah, rasa sebel yang berbuah manis.


    ReplyDelete
  14. Bismillahirohmanirrohim,
    mohon ijin untuk ikutan ya bu,
    Nama: Hariyanto Wijoyo
    ID twitter/email: @hariyantowijoyo / hariyantowijoyo67@gmail.com
    Domisili: Makassar
    Share: https://twitter.com/hariyantowijoyo/status/423098072269193216
    Jawaban :
    1. Kata Mutiara, kalau kau kehilangan harta bendamu, sesungguhnya kau belum kehilangan apa-apa, akan tetapi apabila kau kehilangan kehormatan, maka kau telah kehilangan segalanya.
    2. Cara menghindari malas supaya rajin adalah dengan selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Sang Khaliq kepadaku, dan salah satu wujud dari rasa syukur terbaik adalah dengan tidak bermalas-malasan, melainkan dengan kerja keras untuk kebaikan dalam kehidupan ini.
    3. Saya pernah merasa salah memilih pekerjaan karena perkerjaan itu menurutku tidak cocok dengan minat dan bakat saya, namun hal itu hanya berlangsung di awal pekerjaan saja, karena saya lalu berusaha membalikkan rasa tidak suka saya menjadi suka dengan mencoba menjadi pekerjaan itu sebagai hobby yang menghasilkan untuk saya, dan karena kerja menjadi hobby maka berarti pekerjaan itu harus saya minati dan menyesuaikannya menjadi salah satu bakat tambahan dalam kehidupanku.

    Terimakasih.
    keep happy blogging always, salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  15. Bismillahirrahmanirrahim.. Ikutan yaa.

    Nama: Juwita
    ID twitter/email: @JuwitaZahar / it4.z4h4r@gmail.com
    Domisili: Batam, Kep. Riau
    Share: via twitter
    https://mobile.twitter.com/JuwitaZahar/status/422966013311733760
    Jawaban:

    1. Quote tentang makhluk hidup.
    Wanita...
    "Dibalik kata 'cie', ada cemburu...
    Dibalik kata 'gpp', ada masalah...
    Dibalik kata 'terserah', ada keinginan...
    Dibalik kata 'ya udah', ada kecewa..."

    2. Mengatasi malas.
    Kalau saya sih pakai cara deadline waktu dengan anak saya sebagai alarm hidup.

    Malas paling sering menghinggapi saat saya sedang asyik main HP.
    Malas sholat tepat waktu.
    Malas masak.
    Malas bersih-bersih rumah.
    Solusinya ya menetapkan deadline waktu. Misal jam segini harus sudah off-in HP lalu mulai kerja.
    Dan saya sering memakai anak sulung saya sebagai alarm hidup. Karena dia nggak akan puas atau berhenti mengoceh kalau saya hanya bilang "ya, nanti dulu." Saya harus benar-benar bertindak agar dia berhenti mengoceh.
    Misal adzan sudah berkumandang, saat itu anak sulung saya akan mengingatkan saya untuk segera sholat, dan dia tidak akan puas saat saya bilang "Ya, nanti dulu," dia akan terus merecoki saya, dan baru berhenti saat saya ambil air wudhu lalu sholat.
    It works! :)

    3. Pernah merasa nggak cocok dengan jurusan/ pekerjaan yang saya ambil?
    Pernah. Dulu saya masuk jurusan Perpajakan karena 'saran' mama. Dan saya akhirnya masuk jurusan itu pun mungkin karena doa mama. Jurusan yang saya ingin sebenarnya adalah sastra inggris.
    Saya kurang suka berhitung dan lebih suka menghapal, sedangkan jurusan perpajakan lebih banyak menghitung.
    Saya berusaha keras supaya saya bisa enjoy dengan lingkungan dan semua pelajaran dengan target utama lulus dengan IPK yang memuaskan, dan mama sebagai motivator utama saya. Semua itu saya persembahkan untuknya.

    Akhirnya, dengan menjadikan mama sebagai motivator utama dan do'a mama sebagai pendukung yang kuat, alhamdulillah saya bisa lulus tepat waktu dengan IPK yang memuaskan.

    ReplyDelete
  16. Nama : M. A. Rizaldy
    Twitter : @hajimemimi
    Domisili : Gresik - Jawa Timur
    Share : https://twitter.com/hajimemimi/status/423463174579310592

    1. Aku paling suka sama quote ini :
    Fase dalam hidup sama halnya dengan metamorfosis seekor kupu-kupu, proses keluar dari kepompong yang menyakitkan itulah dia menguatkan sayapnya, mengeluarkan cairan tubuh nya sehingga dia siap terbang.
    Begitu juga dengan hidup. Hidup setiap orang itu selalu membutuhkan tempaan, jatuh, sakit ataupun gagal agar mereka kuat. Tak ada orang yang berhasil tanpa belajar dari kegagalan di hidupnya.

    2. Cara mengatasi malas versiku :
    Mengabadikan dengan foto atau cerita tentang semua pencapaian yang telah aku raih selama ini, baik pencapaian yang gagal maupun yang berhasil. Lalu, saat perasaan malas tiba-tiba datang, aku akan membuka kembali foto atau cerita bagaimana sakitnya ketika keinginan itu tak tercapai. Dan sedikit banyak, hal itu cukup memberiku suntikan energi utk tak lagi malas. Selamat mencoba!! :D

    3. Pernah merasa salah memilih jurusan/pekerjaan?
    Well, karena aku msh SMA, jd aku blm mrasa pernah slh memilih jurusan pun dg pekerjaan. Tapi, kalau di luar koridor jurusan/pekerjaan, aku pernah mengalaminya. Ketika itu masih SD dan atas keinginanku aku bergabung dlm ekskul jiujitsu. Tapi lambat laun, aku sering sakit dan keseleo setelah latihan. Alhasil, ibu menyuruhku pindah ke ekskul sains. Dan tanpa diduga stlh masuk dlm ekskul tsb, aku menyabet juara sains SD se-Propinsi Jatim mewakili sekolahku 2 tahun berturut-turut, :D

    ReplyDelete
  17. Hai kakak yang sering menang giveaway, semoga setelah first giveaway ini, kakak jadi kecanduan ngadain giveaway ya *banci gratisan kek saya siap ngeramein kok :p

    Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    ID twitter/email : @inokari_ / intankamala@gmail.com
    Domisili : Kota Bengkulu
    Share : https://twitter.com/Inokari_/status/423609096990773248

    Jawaban :

    1) Kutipan favorit : ‘Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.’ (dari film Forrest Gump). Ketika kita membeli atau menerima satu kotak cokelat, beragam bentuk dan rasa di dalamnya menanti untuk kita nikmati. Kita tidak pernah tau rasa seperti apakah yang akan kita dapatkan, manis atau malah sedikit pahit, kita menyukainya atau tidak. Yang jelas, kita harus mencoba terlebih dahulu, baru tau rasanya seperti apa. Seperti itu pulalah yang terjadi dalam kehidupan. Selalu penuh kejutan dan tidak bisa ditebak. Kita tidak bisa menjalani pergantian hari ke hari dengan terkaan, kita harus menghadapi hidup. Menikmati segala yang terjadi, satu demi satu, tahap demi tahap. Dan berharap pada akhirnya kita bisa mensyukuri segalanya.

    2) Cara menghindari rasa malas :
    Pakai bantuan ALARM. Misal, saya harus mengejar deadline lomba menulis yang sudah mepet sekali. Tapi rasanya kok ya males, pengennya leyeh-leyeh sambil baca novel aja. Nah, saya akan menuruti dahulu keinginan tubuh saya tersebut, namun disertai tenggat waktu, misal satu jam. Setelah satu jam, alarm akan berbunyi dan saya harus memenuhi janji pada diri sendiri untuk sesegera mungkin menulis. Awalnya berat, namun saya belajar untuk mulai patuh pada tanda waktu yang diberikan alarm. Biasanya, saya membutuhkan waktu tambahan sekitar sepuluh detik untuk mengingat-ingat betapa ruginya saya jika melewatkan kompetisi itu, kompetisi yang harusnya bisa saya perjuangkan. Selain itu, saya juga berusaha ‘membujuk diri sendiri’ dengan pikiran-pikiran positif. Seperti, “jika kemarin-kemarin saya berhasil melewati berbagai deadline dengan baik, maka kali ini pun sama, saya pasti bisa.” atau “ayolah Intan, nulisnya pasti sebentar aja udah kelar deh. Paling hanya dua puluh menit.” Selama ini, metode ‘mengingatkan diri’ menggunakan alarm dan menanamkan pikiran positif, selalu berhasil saya terapkan. Intinya, saya tau tujuannya untuk apa saya mengenyahkan rasa malas tersebut dan mulai bisa bergerak.

    ReplyDelete
  18. Sambungan jawaban ->>

    3) Merasa bahwa jurusan yang saya pilih dahulu tidak sesuai dengan diri saya? Pernah dong *loh salah jurusan kok malah bangga ._. Itu yang tengah saya alami sekarang. Kuliah di jurusan eksak, Fisika, tapi ternyata kemampuan diri saya lebih condong ke Ilmu Sosial dan Komunikasi. Terlebih, saya tak pernah mendulang prestasi di bidang Fisika atau akademik lainnya semasa kuliah (sudah lewat 5 semester), namun beragam tropi dari lomba pidato, debat kritis dan baca berita malah menghiasi rak buku kamar kost saya. Hal yang membuat saya semakin yakin, bahwa saya memang salah jurusan. Tapi apa mau dikata, saya tak ingin menyusahkan orangtua dengan meminta ‘kuliah ulang’. Saya harus bisa menikmati dan menjalani apa yang telah saya pilih. Mungkin saya tidak jenius dalam Fisika, tapi saya tak boleh patah arang, semua orang akan bisa jika mau belajar, bukan? Saya harus menyelesaikan studi saya dengan hasil yang cantik. Meskipun tak camlaude, meskipun tak meraih nilai tertinggi, saya akan berusaha melakukan usaha terbaik saya. Selepas itu, saatnya saya mengejar dunia yang saya inginkan. Kebetulan, beberapa waktu lalu, saya menjadi juara lomba penyiar yang diadakan RRI kota ini, sedikit banyaknya itu menguatkan langkah kaki saya untuk mengajukan lamaran sebagai penyiar di sana selepas memakai toga kelak. Meskipun jurusan saya salah, namun masa depan tak akan salah bila saya mau melewatinya dengan baik. Jadi inget kata Kugi (Perahu Kertas), ‘mungkin jalannya harus berputar-putar dulu, sebelum kita mendapatkan apa yang kita mau’. Yep, mungkin sekarang saya tengah berputar, jika saya kuat, aka nada masanya saya akan berhenti berputar dan mendapatkan impian-impian saya :)

    Sekian jawaban dari saya, kak. Semoga berkenan dan mau nimpukin satu hadiahnya ke saya ^^

    ReplyDelete
  19. Nama: Emilia Fitriani
    ID twitter/email:emiliafitriani3@gmail.com
    Domisili:Bengkulu
    Share: facebook (emilia fitriani)
    Jawaban:
    1.If u love a flower, dont pick it up.
    Because if u pick it up it dies and It ceases to be What u love.
    So if u love a flower ,let it be .
    Love is not about possession.
    Love is about appreciation.

    2.cara saya ketka malas itu menyerang adalah mengingat bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk diiri saya sendiri untuk kebaikan saya sendiri kalo saya malas malasan terus tentunya tidak ada perubahan hidup yang saya lakukan sedangkan pemikiran dan tujuan saya bisa menembus apapun yang tidak mgkn bisa di tembus dg waktu singkat tapi tindakan saya seperti ini??
    Kalo saya cma diam dan tidak melakukan apa apa maka saya adalah orang yang paling bodoh akan waktu.. karena wKtu akan terus menghasilkan hari esok dengan kejutan baru namun saya masih seperti ini..
    Yaa saya cukup memotivasi diri saya dengan semua tujuan dan cita cita bahwa ini semua emang salah satu material dari kesuksesan . Dan saya harus melalui itu.

    3.memilih jurusan yang tidak sesuai dg diri sendiri..
    Untuk saya tidak ada sesuatu yang sia sia didunia ini..
    Apapun yang udah terjadi itu adalah yang terbaik untuk diri kita semua kegiatan dan hal hal yang saya lakukan itu meskipun awalnya kepaksa tapi ingatkan diri bahwa ini akan menambah ilmu ku ilmu untuk lebih memahami hal baru memahami bagaimana caranya mencintai hal yg tidak pada diri kita maka sdengan itulah kita tahu bagaimana caranya menutupi kekurangan yang tidak menerima menjadi mencintai dan mengikhlaskan.

    ReplyDelete
  20. Nama:Dwi Puspita Nurmalinda
    ID twitter/email:@dwi__puspita/dwipita@yahoo.co.id
    Domisili: Surabaya
    Share:
    https://www.facebook.com/dwiexz.someo/posts/3939979714996?stream_ref=10
    https://twitter.com/dwi__puspita/status/423946229609811968
    Jawaban:
    1. Kalau ingin bahagia, bahagiakan orang lain dulu, karena kebahagian itu akan datang dengan sendirinya, berkat do'a-do'a mereka,,.
    2. Malas memang penyakit yang ada pada diri kita. Cara menghilangkannya dengan cara memberi semangat pada diri sendiri bahwa malas akan membuat diri kita tidak akan maju. Orang-orang sukses selalu melawan malas, jadi jika ingin sukses jangan pernah ada kata malas.
    Bangun, cuci muka, dan segera kerjakan semua list keinginan kita.
    3. Pernah salah memilih pekerjaan dimana tidak sesuai jurusan saya, so cara menghadapinya adalah kita menikmati setiap pekerjaan itu, karena pekerjaan yang kita lakukan bisa menambah ilmu bagi kita, dan lama-lama ilmu dan pengalaman yang kita miliki semakin banyak...

    ReplyDelete
  21. Nama: Prihatin Nurlatifah

    ID twitter/email: @iatifah / titintitan@gmail.com

    Domisili: Bandung

    Share: https://twitter.com/Iatifah/status/424007148159254528

    Jawaban:
    1. menjadi istimewa itu sederhana, yaitu saat ada yang mengingatmu dalam doa.

    quote itu selalu mengingatkan saya agar selalu mendoakan kebaikan untuk sahabat dan saudara, yang pernah bertemu atau belum, yang udah kenal lama atau barusan. me listnya satausatu dan mendoakannya setelah shalat atau kapan saja.

    atau bahkan ketika melihat sesuatu yang tak disuka.. mending mendoakan kebaikan untuknya drpd 'menghujat, mengomentari' atau semacamnya..


    2. Malas? ya kerjakan saja dengan lebih cepat. kan setelah selesai, kita bisa 'bermalas-malasan' :D

    atau dengan kata lain, semakin malas mengerjakan sesuatu, maka segera selesaikan pekerjaan itu dengan cepat, agar cepat selesai. karena malas memang nggak ada obatnya, selain menyelesaikannya sesegera mungkin hingga kita bisa segera terbebas dari rasa malas itu.

    3. saya kuliah di adm negara, sedang cita-cita saya ingin menjadi jurnalis.

    ya dijalani aja kuliahnya sembari saya nggak berhenti nulis dan terus berlatih untuk menulis. ikut kegiatan yang ada hubungannya dengan dunia jurnalistik. dan mencari pekerjaan juga yanga da hubungannya dengan tulis menulis.

    dan akhirnyapun saya merasa beruntung, karena tetap bisa bekerja sesuai passion tetapi saya juga punya ilmu mengenai adm. negara ^,^

    ReplyDelete
  22. Nama: Amelia Aura
    ID twitter/email: @meliarawr/ameliaura66@gmail.com
    Domisili: Jakarta Timur
    Share: https://twitter.com/meliarawr/status/424170912070385664
    Jawaban:
    1. Quote buatan sendiri kan? boleh bahasa inggris ya? hehehe. Btw, ini tentang ilmu dan makhluk hidup.
    - Sekolah adalah "Paradise" alias surganya ilmu pengetahuan :)
    - Buku adalah guru sesungguhnya yang punya jangkauan ilmu seluas-luasnya, praktis ada dimaan saja, & yang terpenting: gak prnh marah:)
    - "if you want to be somebody you dream, bring it!" Maksudnya, buktikanlah (bring it) jika kamu ingin menjadi seseorang yang kamu impikan.
    - "if you never try you'll never success" and "the real failure is you do nothing for your success" artinya jika kita tidak pernah mencoba (untuk rajin) menulis maka kita tidak akan bisa menghasilkan sebuah karya (success).
    - "Delusion a little, work a lot" artinya perkecil khayalan, perbanyak kerja. Jadi, jangan cuma ngayal doang, tapi pakai aksi!
    - "if there's anyone hate you, just because you're better than them." artinya jika ada yang membencimu, itu hanya karena kau lebih baik dari mereka. Jadi, pede aja lagi! yang penting, be yourself :) biasanya yang benci itu sebenernya ngiri sama kita hihihi..
    - "Act like you're on speed to the perfect happiness."
    - "Every girls is beautiful no matter what they're in their own way." jadi, jangan minder, girls!

    sebenarnya quotes diatas sengaja kutulis dalam notes dan pikiran buat motivasi pribadi :) ini original lho yaa, aku emang biasa pake b.ing kalau bikin quotes hehe. Biasa, kan ditulis untuk diri sendiri. Berhubung disini aku share, ya jadi aku artikan ke bahasa indonesia. B.ing-nya tetap dicantumkan, biar greget dan kelihatan keindahan kalimatnya #ea #masa #plak

    (lanjut di bawah, nggak muat bro)

    ReplyDelete
  23. 2. Huaaa, malas emang penyakitku yang paling parahhh-___- solusinya sih, cari partner rajin yang mengerjakan sesuatu yang sama denganku (misalnya sama-sama penulis, temen sekelas yg sama2 punya pr, dll). Klo di kelas, partner-ku temen sebangku. Dia selalu mengerjakan tugas di awal waktu. Jadi, yang lain belum bikin, dia udah selesai. Nah, dia tuh mulutnya pedes. Pernah waktu aku telat ngumpulin tugas, dia marah-marah dan menghinaku habis-habisan. Otomatis, semangatku terpacu walau tercampur dengan gondok._. sejak itu, kalau aku punya tugas, aku selalu inget dia. Inget hinaannya. Walau malas, demi 'balas dendam' ke dia, aku akan secepatnya ngerjain tugas tsb. Pokoknya, aku berjanji akan menyelesaikan tugas lebih cepat dari dia!
    Trus, kalau soal nulis karena aku hobi nulis dan pengen jadi penulis (yaiyalah), aku punya cara: banyak-banyakin deadline. APA?!
    Iya, serius. Berhubung aku penulis amatir online, yang punya cukup banyak pembaca, aku akan menjanjikan kepada readersku untuk menulis lebih dari satu cerita, apakah itu serial atau oneshoot. Padahal ada serial yang masih on-going (belum selesai), tapi aku memberanikan diri membuat janji akan menuliskan cerita baru. Biasanya sih oneshoot, yang singkat aja gitu wkwkwk. Biar serial yang sedang berjalan nggak terbengkalai. Tapi, kan namanya janji harus ditepati. Apalagi janji kepada readers, pasti kalau kuabaikan dan ku-cancel alias gak jadi, aku bakal ngerasa nggak enak banget dan terancam kehilangan readers. Readers itu kan fans hihi :p
    Nah, itulah cara ampuh yang dapat melawan rasa malasku untuk menulis. Karena aku cinta sama readersku, dan begitupula mereka, maka aku tidak akan tega mengecewakan mereka #ea Jadi, rasa malas itu terkalahkan oleh rasa cintaku pada readers. Ah, love is always win in every ways...

    3. Hm, pernah 'kerja sampingan' jadi semacam babu buat temen, dengan dalih menambah uang jajan. Itu waktu aku masih kelas 1 SMP. Yah, maklum masih lugu. Aku rela disuruh-suruh, beliin makanan ke kantin lah, ambilin itulah, inilah, demi dikasih duit Rp. 1000/suruhan yang aku kabulkan/lakukan. Aduh, kalau dipikirin sekarang, kok aku bisa sebegitu bodohnya ya? Mungkin, saking polosnya aku waktu itu (dan matre)-_- Aku baru sadar kelakuanku itu nggak ada manfaatnya dan malah dimanfaatin waktu beranjak ke kelas 8. Kalau gak salah gara-gara baca novel2 teenlit dan film2 remaja yang premisnya sama kayak kehidupan nyataku. Mulai saat itu, aku berjanji akan membawa harga diriku baik-baik, menganggapnya sebagai harta karun paling berharga, dan tak ada satupun yang boleh menginjaknya. Aku pun lama-kelamaan jadi cewek galak, tegas, dan tomboy. Well, itu emang pendirianku. Aku nggak mau diremehkan orang lain lagi. Cukup di kelas 7 saja. Nah, itulah awal mula aku jadi rajin bikin motivasi pribadi, tujuannya untuk mengangkat kepercayaan diriku ketika diserang oleh orang-orang yang meremehkan/membenciku. Karena aslinya aku ini anaknya kalem. Jadi, dengan motivasi itu, harga diriku akan tetap naik :)

    btw, pengen bangeeettt Suite Francaise aaa!!! #ngiler hehehe...

    ReplyDelete
  24. Nama: Mita Oktavia
    ID twitter/email: @Oktaviamithaa
    Domisili: Bogor, Jabar
    Share:https://twitter.com/OktaviaMithaa/status/424196560121892866

    Jawaban:

    1. Alam barangkali tak bisa berkata secara lantang tentang penindasan yang seringkali ia alami. Berkat tangan-tangan jahil yang tega menodai keindahannya. Alam menjadi rusak! Alam tak murka, Ia hanya sedikit menaruh rasa pedulinya kepada kita semua. Bahwa keseimbangan itu penting. Alangkah baiknya sebagai manusia, makhluk yang diciptakan Allah Swt sebagai khalifah di muka bumi ini, sudah selayaknya kita lebih peduli terhadap alam sekitar. Minimal jangan mengotori keindahannya :)

    2. Cara menghindari malas adalah dengan berteman baik dengannya, maksudnya adalah nggak apa-apa malas, sesekali kita perlu rasa malas. Karena rasanya akan boring kalo terus-terusan serius aja :D
    Tapi barangkali kita perlu untuk menikmatinya. Nanti juga kalau malasnya udah bosen dia bakalan pergi sendiri. Intinya, jangan terlalu di paksa. Jika malas sudah lengah segeralah panggil niat dan rajin untuk menghampiri :D

    3. Pasti pernah, caranya adalah dengan mengikuti kembali kata hati. Walau pasti ada pertentangan disana sini terlebih dari lingkungan. Yang namanya kata hati pada akhirnya akan menemukan tujuannya sendiri. Nikmati prosesnya, salah memilih bukan untuk di sesali, setidaknya kita jadi belajar untuk memperbaiki. Dan well, Cintailah apa yang memang menjadi pilihan kata hatimu. Udah, gitu aja :)

    ReplyDelete
  25. Nama: Sabariah
    ID twitter/email: @cabbyy_ / sabariiah13@yahoo.com
    Domisili: Medan
    Share: https://twitter.com/Cabbyy_/status/424198204188405762
    Jawaban: 1. “Hari ini, anda adalah orang yang sama dengan anda yang di lima tahun mendatang, kecuali 2 hal, orang-orang disekeliling anda dan buku-buku yang anda baca”
    “It can be a miracle, when you believe.” (Percaya saja. Percaya pada mimpi karena Nothing is impossible! Impossible is nothing!)
    “Jangan pernah takut, dan jangan pernah menyesal!” (Maknanya sih, apa yang akan terjadi, tidak perlu takut. Dan apa yang telah terjadi, tidak perlu menyesal)
    “DNA -> Dream N Action” (Percuma kalau kita punya mimpi segudang, kalau kita tidak melakukan apapun sama sekali).
    2. kalau aku sih kak awalnya memantapkan hati ingin berubah. Jadi ketika malas menghampiri aku selalu ingat kalau aku ingin berubah, berusaha semaksimal mungkin mengalahkan rasa malas dalam diriku. Aku juga selalu menyebutkan kata rajin dan membayangkan kalau aku rajin, ke depannya pasti aku lebih baik bukan? Karena saya percaya apa yang saya pikirkan itu yang terjadi.
    Selain itu harus ada sang pengingat. Mengingatkan saya untuk ‘sembuh’ dari penyakit malas. Untuk memulai emang sulit, tapi kalau sudah jadi kebiasaan yaa pasti setidaknya sedikit rasa malas itu hilang:D
    3. pernah kak, mengajar privat anak SD. Jujur, dari dulu sampai sekarang saya gak suka sama profesi satu itu (mengajar). Tapi Ibunya si anak memohon sama saya untuk mengajar. Karena kepribadian saya yang mudah emosi, emang gak bisa menjelaskan seperti guru dalam arti sebenarnya, jadi awalnya saya terima. Lumayan, untuk tambahan uang saku. Tapi emang dasarnya saya gak suka (gak dari hati, dan saya percaya, jika kita melakukan sesuatu gak dari hati hasilnya pun kurang memuaskan) dan saya bingung, selama 2 bulan mengajar si anak tetep gak ada perubahan. Gitu, gitu saja. Yang salah saya atau dia? untuk ini saya merasa terbebani dan pusing sendiri sampai sakit. Akhirnya, saya lepas saja. Pekerjaan ini tidak sesuai dengan diriku :D

    ReplyDelete
  26. Giveaway case closed
    Makasih yah udah ikutan
    Sabar menunggu pengumumannya :-)

    ReplyDelete