Monday, October 14, 2013

Setengah Setengah

Monday, October 14, 2013 Posted by rizka farizal 2 comments
Ketika berada di kampus, orangnya biasa saja. Tidak terlalu menonjol di satu bidang.
Ketika berkumpul dengan kolega, terkadang disebut anak yang baik. Tapi ketika berkumpul dengan teman-teman pengajian, rasanya itu seperti orang yang hina. 
Ketika menulis di blog, terkadang sering merasa minder dengan orang lain yang bisa puitis, bisa rutin nge-blog. Tapi dibilang isi blog nyampah doank sepertinya enggak juga deh.
Ketika ada yang nanyain punya prestasi atau gak? Sebenarnya punya sih. Tapi masa iya sih di CV ditulis pernah menang lomba yang tidak ada nyambungnya dengan dunia perkuliahan?
Ketika dibilang suka membaca, tapi sebenarnya masih banyak buku-buku yang belum dibaca.
Ketika menemukan bakat, dibilang ahli juga enggak. Masih banyak yang harus dipelajari.
Ketika berpergian, penampilannya sering mencoba hijab yang syar’i. Tapi dibilang syar’i pakaiannya masih aja unyu-unyu dan hijabnya tidak sedalam mukena.
Ketika dibilang masih belum bisa membanggakan orang tua, setidaknya dulu pernah membanggakan orang tua bisa menjadi sarjana pada salah satu PTN favorit di Indonesia.

***

Begitulah hidup setengah-setengah. Tidak menonjol di suatu hal tapi tidak lemah juga di suatu hal. Akan tetapi, syukuri saja hidup dengan apa adanya ini. Karena Tuhan memang menciptakan manusia terbatas. Coba saja perhatian organ vital manusia itu sendiri terutama otak. 

Otak manusia terdiri dari 3 bagian besar : Cerebrum (otak besar), Cerebelium (otak kecil), dan Brain stem (otak tengah /batang otak). Setiap bagian otak berfungsi masing-masing dan saling berkerja sama.

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, meskipun ada juga beberapa gerakan refleks otak.

Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. 


Long term memory berfungsi untuk mengingat hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman seseorang dalam memahami kenyataan hidup. Bagian ini terletak di otak sebelah kanan. Long term memory adalah memori yang lambat dilupakan dan kapasitasnya tidak terbatas. Ia adalah tempat penyimpanan fakta yang luas dan hubungan-hubungan yang ada di otak manusia. Long term memory ini merupakan kreativitas dan bakat yang ada pada manusia. So, bisa dibilang kreativitas tersebut tidak ada batasnya.

Short term memory merupakan memori yang cepat diingat dan cepat pula dilupa, serta memiliki kapasitas yang terbatas. Memori ini merupakan tempat kecil di otak untuk memanipulasi data. Short term memory merupakan kemampuan numerik dan kemampuan berpikir manusia. So, wajar saja kalau manusia sering lupa apabila tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Meskipun kemampuan pikiran manusia itu terbatas, jangan makin dibatasi pula

Otak kecil mempunyai fungsi untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, menjaga keseimbangan dan mengkoordinasikan gerakan otot yang terjadi secara sadar. Contoh: ketika terjadi cedera pada otak kecil maka akan mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakanpun menjadi tidak terkoordinasi.

Otak tengah mempunyai fungsi untuk mengatur kerja fungsi organ dalam. Karena fungsi otak tengah bisa menpengaruhi semua fungsi otak besar dan otak kecil. Bahasa sederhana otak tengah ini adalah otak di bawah kesadaran. Misalnya manusia tak pernah hitung atau mengatur nafas setiap saat.

Otak manusia memang tidak akan berhenti untuk bekerja dan berkembang. Namun, pada akhirnya manusia itu akan kembali ke tanah. Berbeda dengan Tuhan Yang Maha Pencipta. Tuhan tidak memiliki keterbatasan. Tuhan akan selalu abadi.

***

Kembali lagi kepada topik sebelumnya yaitu setengah-setengah. Hidup setengah-setengah itu memang datar saja. Tidak ada yang menonjol dan tidak ada yang lemah. Memang Dia tidak akan popular pada satu bidang tapi Dia akan bisa multitasking. Dia bisa bekerja pada satu bidang meskipun tidak seprofesional orang lain tapi Dia juga bisa bekerja pada bidang yang lain. Dia juga bisa mempunyai kelebihan karena bisa hidup di tengah masyarakat yang berbeda sifatnya. Dia bisa bergaul dengan orang alim dan bisa juga bergaul dengan orang yang gaul duniawi. 

Berbeda halnya dengan manusia yang ahli atau spesialis pada satu bidang tertentu. Manusia tersebut memang popular karena keahliannya pada suatu bidang. Tapi Dia tidak akan bisa popular pada bidang lain. Seorang dokter hanya akan menjadi spesialis pada bidang tertentu. Dokter spesialis THT hanya akan menjadi spesialis THT, dia tidak akan menjadi dokter spesialis mata. Seorang professor ahli matematika hanya ahli pada bidang matematika saja, Dia tidak akan menjadi professor pada bidang hukum atau sastra. 

***

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan.” (Al-Anfal: 24)
Reaksi:

2 comments:

  1. sepertinya kok masih masuk dalam realitas setengah2 ya hehe...

    ReplyDelete
  2. hehe. Kalau setengah-setengah dalam kemampuan memang masih masuk di akal tapi klo setengah2 dlm perbuatan beda lagi ceritanya.

    ReplyDelete