Sunday, October 06, 2013

Ikhlas

Sunday, October 06, 2013 Posted by rizka farizal 3 comments
Entah kenapa akhir-akhir ini apabila menghadiri pengajian pas banget topiknya dengan aku? Entah karena akunya yang makin menyimpang atau memang Allah SWT memberikan nasihat kepadaku melalui pengajian yang aku hadiri. Tapi, Aku yakin karena Allah SWT sayang sama aku. Allah SWT memang memberikan ujian kepadaku tapi Allah SWT memberikan kunci jawaban ujian untukku melalui perantara orang lain.

Topik pengajian terakhir tentang IKHLAS. Aku memang sedang diuji Allah SWT untuk ikhlas. Ikhlas menjalani kehidupan duniawi. Bahkan, Aku hampir depresi menghadapi realita dunia ini. Tapi, Allah SWT selalu membantuku untuk menyelesaikan ujian ikhlas.

Ikhlas adalah meniatkan ibadah hanya untuk mengharap keridhaan Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dalam beribadah. Setiap perbuatan itu dimulai dengan niat. Seperti diungkapkan dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad'i al-Wahyi, hadits no.1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907])

Niat itu terbagi dua yaitu niyatu al-’amal dan niyat al-ma’mul lahu. Niyatu al-’amal adalah niat yang dilakukan untuk membedakan antara satu jenis perbuatan dengan perbuatan lainnya. Misalnya ketika mengerjakan shalat harus dibedakan niatnya shalat wajib atau shalat sunnah. Sedangkan niyat al-ma’mul lahu adalah niat yang hanya mencari keridhaan Allah. Maksudnya amal itu harus ikhlas. Di dalam al-Qur’an, niat semacam ini diungkapkan dengan kata-kata iradah (menghendaki) atau ibtigha’ (mencari).

Ikhlas itu memang tidak mudah. Kata si ustadz: barang siapa yang berkata ikhlas itu mudah berarti dia tidak tau makna ikhlas. Tosss ustadz. Ikhlas itu memang tidak mudah karena ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak sehingga tujuan ibadah murni karena Allah.

Untuk mewujudkan keikhlasan dalam beramal ada beberapa cara yaitu:
  1. Do’a. Berdo’alah agar setiap amalan ikhlas karena Allah. Umar bin Khattab R.A sering berdo'a seperti ini: “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun amalanku karena orang lain.”
  2. Menyembunyikan amal. Amal kebaikan harus dilakukan dengan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).
  3. Memandang rendah amal kebaikan. Memandang rendah amal kebaikan dapat mendorong untuk ikhlas. Seorang hamba harus merasa ridha saat terkena bencana dengan amal kebaikan yang dilakukan, janganlah berbuat ujub (berbangga diri) karena dapat menyebabkan rusaknya keikhlasan. Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang dilakukannya, maka akan semakin rusak keikhlasan amalnya, bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang. Secara umum golongan orang yang beramal terbagi 4 kelompok yaitu: orang yang ikhlas dan mengikuti sunnah, orang yang amalnya sesuai dengan dalil dan syari'ah tapi tidak ikhlas, orang yang amalnya karena Allah SWT tapi tidak ada dalilnya, dan orang yang amalnya bid'ah & riya. Diantara 4 kelompok tersebut yang akan diterima amalnya hanya orang yang ikhlas dan mengikuti sunnah. 
  4. Khawatir tidak diterima amal. Ikhlas itu berada dalam tiga waktu yaitu ikhlas sebelum beramal, ikhlas saat beramal, dan ikhlas setelah beramal. Karena itu, tidak ada gunanya ikhlas saat beramal tapi setelahnya merasa bangga dan hebat.
  5. Tidak terpengaruh dengan ucapan orang. Ucapan orang itu ada yang berupa pujian dan ada yang berupa celaan. Apabila dipuji janganlah sombong tapi berusahalah untuk rendah hati. Apabila dicela janganlah marah namun berusahalah untuk sabar.
  6. Menyadari bahwa manusia tidak pemilik surga dan neraka. Ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata: “Barang siapa yang berpuasa, shalat, berzikir kepada Allah, dan dia maksudkan amalan-amalan tersebut untuk mendapatkan dunia, maka tidak ada kebaikan dalam amalan-amalan tersebut sama sekali, amalan-amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, bahkan hanya akan menyebabkan ia berdosa”. Yaitu amalan-amalannya tersebut tidak bermanfaat baginya, terlebih bagi orang lain.

Sumber: motivasi islami

Referensi:
Catatan kajian oleh Ustadz Abu Qotadah
Reaksi:

3 comments:

  1. wah me-refres-kan kembali niat di hati, makasih mbak..
    jadi teringat pembahasan ahasanul amal ^_^

    ReplyDelete
  2. Mari kita meluruskan niat mas
    hehe

    ReplyDelete