Sunday, October 20, 2013

Bahasa

Sunday, October 20, 2013 Posted by rizka farizal 4 comments
Jika mengutip quote Pak Mario Teguh bahwa “Bahasa adalah pembeda kelas”. Eh tapi jangan disalahtafsirkan bahwa orang yang bisa menguasai bahasa asing lebih dari 1, 2, 3, dst itu disebut “berkelas” yah! Maksud pembeda kelas di sini adalah menggunakan bahasa yang lebih baik dapat menunjukan kelas seseorang. Seseorang yang selalu menggunakan bahasa yang baik tergolong kelas “bangsawan”. Sedangkan seseorang yang sering menggunakan bahasa yang kasar tergolong kelas “proletar” semacam kelas budak bawahan gituh. 

Seharusnya kelas bangsawan yang berpendidikan tinggi dan harta melimpah itu memang menggunakan tutur bahasa yang baik dan santun. Tapi, itu tidak mutlak. Sekarang ini banyak dijumpai orang yang berpendidikan tinggi tapi menggunakan tutur bahasa yang tidak mencerminkan pendidikannya. Banyak juga orang yang mempunyai jabatan dan harta melimpah tapi menggunakan tutur bahasa yang tidak semestinya.

Seseorang hendaknya menggunakan bahasa yang halus dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang pasti pengen dipanggil dengan bahasa kesayangan nan halus. Semua orang gak pengen dipanggil dengan menggunakan bahasa yang kasar dalam kehidupan sehari-hari.

Semua orang memang mempunyai emosi untuk marah. Lumrah saja kok. Tapi marah itu sewajarnya sajalah. Janganlah menggunakan bahasa yang menunjukan kekurangan fisik seseorang. Misalnya cacat, bodoh, penyakitan, pendek, hitam, dan sebagainya. Perkataan seperti itu tidak hanya membuat orang lain menjadi marah tapi juga membuat orang lain minder. 

Teori itu memang tak semudah prakteknya. Semua orang juga tau menggunakan bahasa itu harus bahasa yang baik. Tapi yah itu tadi. Kalau sudah emosi semua teori jadi tidak ada artinya. Bahasa kotorpun tak sengaja diucapkan. Karena itulah semua orang harus bersabar untuk menjaga tutur bahasanya. Allah SWT sangat mencintai orang yang sabar. "Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS. Al-Anfal : 46). 

***

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui. Tapi tulisan ini hendaknya bisa merefleksikan diri masing-masing termasuk penulis sendiri. #NoMention
Reaksi:

4 comments:

  1. Seringnya, tambah tinggi pendidikan, hati seseorang malah mengeras, tidak peka terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  2. kalo kata2 kasar itu bukan lagi sekedar pemakaian bahasa, namun sudah kategori menghardik.. nah itu konsekuensinya udah lain karena sudah kategori mengata2-i.
    Refleksi tuk kita bersama agar bisa lebih berhati2 dalam pemakaian bahasa,

    ReplyDelete
  3. Bener banget, berbahasa halus mencerminkan pribadi lembut dan santun.

    ReplyDelete
  4. yap. kalau kata howard gardner.. berbahasa itu merupakan salah satu kecerdasan yang beliau pelajari. dan kecerdasan ini bisa merubah!
    Selamat pagi kak :)

    ReplyDelete