Thursday, September 05, 2013

Photographing Food Habits

Thursday, September 05, 2013 Posted by rizka farizal No comments

Waktu terus berlalu. Banyak kebiasaan orang pun berubah seiring dengan perjalanan waktu. Dahulu, begitu makanan sudah tersaji di restoran, mereka berdoa sebelum makan. Sekarang, ritual itu sudah berganti dengan memotret makanan yang sudah tersaji kemudian diupload ke media social (instagram, path, twitter, facebook, dan media social lainnya). Normal saja sebenarnya. Toh, pas sebelum makanan tersebut masuk ke mulut kan kita juga berdoa. Akupun juga sering melakukan hal tersebut. Foto fiti makanan yang sudah tersaji.

Sebenarnya sekitar sebulan yang lalu, aku pernah membaca artikel dari kompas. Katanya kebiasaan memotret makanan itu berbahaya. Bahkan ada beberapa restoran yang melarang pelanggannya memotret makanan. Alasannya karena restoran itu bertujuan supaya pelanggannya tidak hanya menikmati hasil makanannya yang sudah tersaji saja. Tapi juga supaya pelanggannya mempelajari sesuatu tentang bahan-bahan atau teknik yang digunakan untuk memasak. Kemaren, aku juga baca artikel food.detik.com isinya ada seorang chef yang tidak terima restorannya dihina oleh kritikus makanan lewat foto. Aku terima saja apabila ada resto yang mempunyai aturan untuk tidak boleh memotret. Itu kan hak mereka. 

Namun, aku masih aneh saja dengan pendapat psikiatri yang mengatakan “pamer makanan di media sosial bisa jadi tanda gangguan mental”. Apa gangguan mental??? Alasan psikiatri dr Valerie Taylor itu begini:

Kebiasaan ini membuat banyak orang memilih makanannya. Bukan lagi memilih makanan karena ingin diet atau hidup sehat, tapi memilih makanan mana yang keren untuk difoto dan membanggakan kalau dia sudah pernah makan di restoran mahal tersebut. Orang tak hanya makan untuk mendapat nilai gizi saja. Mereka jadi berpikir bahwa makanan yang mahal, waktu makan, tampilan yang menggiurkan, dan restoran yang dipilih menjadi kunci utama eksistensi untuk interaksi sosial mereka. Selain itu, demi eksis di media sosial mereka juga berusaha untuk selalu makan di restoran, makan makanan mahal hanya untuk difoto, posting, dan menunggu komentar atau pujian dari teman mayanya.
  • Menurut aku tergantung orangnya. Untuk orang yang ingin diet memang sebaiknya dikurangi karena kebiasan ini justru akan mengubah pola diet menjadi obesitas. Tapi untuk orang yang ingin gemuk seperti aku justru itu akan menambah nafsu makan dan menambah berat badan. 
  • Memilih makanan di restoran mahal >>> itu juga tidak semua orang. Banyak juga kok orang yang memotret hidangan di restoran sederhana bahkan warung kaki lima di pinggir jalan. 
  • Demi eksis di media social itu juga tergantung orangnya. Ada orang yang murni hanya ingin share dan promo makanan di restoran tersebut. Ada juga orang yang memang dia ingin “pamer” di media social. Intinya mah jangan suudzuan dulu.

Menurut psikiatri itu juga, kebiasaan tersebut membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan motret dan share dan ada yang mulai mengabaikan lingkungan, ada yang mau membelanjakan berapun uang untuk memesan makan untuk difoto, bukan hanya sekedar untuk dimakan. 
  • Aku tidak tau kalau ada orang seperti itu. Belum pernah meneliti orangnya. Tapi, kalau itu ada mungkin hanya minoritas saja yang ke restoran bukan hanya sekedar makan tapi tujuan utamanya untuk memotret.

Anyway, menurutku kebiasaan memotret makanan itu ada positifnya loh. Selain karena efek kebiasaan tersebut dapat menggiurkan selera makan juga menjadi faktor pendorong bagi para chef di restoran untuk selalu menyajikan makanan dengan tampilan yang sangat menarik. 

So, apapun pro dan kontranya itu tergantung pribadi orangnya masing-masing. Yang penting be positive thinking dan jaga etika. Apabila memang ada sebuah restoran yang melarang pelanggannya memotret makanan jangan lakukan. Tapi apabila ada sebuah restoran yang didesain khusus untuk pemotretan menu makanan seperti di salah satu resto milik studio foto di Bandung apa salahnya kita gunakan kesempatan tersebut. Jadikan kebiasan tersebut just to share info kepada orang lain jangan digunakan untuk ajang pamer.

Mari mensyukuri nikmat makan yang diberikan Allah SWT!!!
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment