Wednesday, September 18, 2013

Dukungan Kak Ika untuk Dek Ika

Wednesday, September 18, 2013 Posted by rizka farizal 1 comment
Kak Ika mempunyai hobby jalan-jalan dan berkelana. Secara tidak sengaja, Kak Ika melewati rumah Dek Ika. Tak dinyana Kak Ika dan Dek Ika ternyata memiliki suatu kesamaan. Mereka sama-sama menjadi SWASTA (Mahasiswa Tingkat Akhir). Bedanya Kak Ika menjadi SWASTA magister sedangkan Dek Ika menjadi SWASTA sarjana. Karena Kak Ika sudah pernah melewati jadi SWASTA sarjana, Kak Ika pun ingin berbagi dengan Dek Ika.

Sebenarnya, Kak Ika mengalami hambatan sewaktu menjadi SWASTA sarjana. Kak Ika termasuk orang yang tidak beruntung sewaktu mengerjakan Tugas Akhir. Kak Ika mendapat tantangan untuk mengotak-atik software yang sebelumnya belum familiar di kampusnya. Berkali-kali Kak Ika gagal menjalankan software tersebut. Kak Ika mencoba meminta bantuan kepada dosen dan seniornya. Tapi Kak Ika masih tetap tidak bisa menjalankan software tersebut. Kak ika pun hampir depresi. Hampir sebulan lebih Kak Ika tidak mengerjakan Tugas Akhir sama sekali.

Kak Ika yang ingin wisuda di Bulan Oktober kembali bangkit. Dia yakin bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini. Akhirnya, Kak Ika mencoba menghubungi perusahaan software tersebut. Perusahaan itu mengajarkan solusi untuk menjalankan software tersebut. Akhirnya Kak Ika pun berhasil menjalankan software tersebut.

Hari berganti hari. Batas akhir sidangpun sudah di depan mata. Kak Ika pun berusaha mati-matian menyelesaikan Tugas Akhir. Kak Ika bela-bela weekend di kampus untuk mengerjakan Tugas Akhir. Jadwal tidur Kak Ika pun hanya beberapa saja. Namun, akhirnya Tugas Akhir itu selesai dibuat.

Sesuatu yang akan terjadi itu tidak dapat diprediksi. Ternyata, Kak Ika menemukan suatu kendala dengan kedua Dosen Pembimbingnya. Benar kata orang, dosen pembimbing itu seperti menemukan jodoh. Kak Ika ternyata tidak berjodoh dengan dosen pembimbingnya. Dosen kedua mempersulit Kak Ika. Kak Ika telah mengumpulkan draft Tugas Akhir. Tapi, dosen kedua Kak Ika memperlamanya mengoreksi draft Kak Ika. 

Waktupun semakin mepet. Kak ika pun berniat menemukan dosen pertama. Sebenarnya, Kak Ika sudah diberi izin oleh dosen pertama untuk seminar. Sayangnya, dosen pertama Kak Ika yang menjadi “orang kedua di kampus” itu memiliki jadwal yang super padat. Dosen pertama Kak Ika tidak mempunyai jadwal kosong di minggu akhir batas seminar dan sidang. Kak Ika pun tidak bisa sidang di saat tersebut. Kak Ika stres. Bye Bye Oktober!!!

Refreshing adalah sesuatu hal yang dibutuhkan Kak Ika. Kak Ika pun traveling dengan orang tuanya ke Jogja. Kak Ika berkeliling Jogja. Malioboro, Alun-alun, dan Candi Borobudur.

Setelah otak Kak Ika menjadi fresh. Kak Ika mencoba mengerjakan Tugas Akhir lagi. Kak Ika menambah materi Tugas Akhir. Karena Kak Ika beranggapan lebih baik mendapatkan hasil yang maksimal. Toh, Kak Ika juga tidak bisa wisuda periode Oktober.

Setelah menyelesaikan Tugas Akhirnya, Kak Ika pun mencoba memberikan draft kepada dosen keduanya. Dosen kedua Kak Ika sangat sibuk waktu itu. Berkali-kali Kak Ika bolak-balik menyampirinya tapi draft Kak Ika masih belum diperiksa. Hari berganti hari, draft Kak Ika pun sudah diperiksa. Banyak koreksi yang harus diperbaiki. Kak Ika disuruh mengulang kembali pengolahan datanya dan memperbaiki kualitas gambar yang dicantumin pada draft. Kak Ika pun berusaha memperbaiki draft dan mengulang lagi pengolahan datanya. 

Akhirnya, Kak Ika selesai mengerjakan sesuatu yang harus diperbaiki. Kak Ika pun langsung menemui dosen keduanya. Kak Ika mengumpulkan draft yang baru lagi. Kak Ika berharap draftnya selesai dikoreksi dosen keduanya.

Kak Ika menunggu kepastian draftnya. Minggu pertama dan keduamasih belum ada tanda-tanda kepastiannya. Minggu ketiga juga masih dijanjikan segera. Sampai akhirnya, minggu keempat pun draft Kak Ika selesai dikoreksi.

Kak Ika sedih. Ternyata draftnya masih banyak yang perlu ditambah. Tapi, pekerjaan yang sudah ada hanya sedikit yang dikoreksi. Kak Ika disuruh menambahkan hasil Tugas Akhirnya. Kak Ika disuruh mencari data yang sulit dicari. Kak Ika stress. Kenapa Tugas Akhir ini tidak ada akhirnya? Masa depan Kak Ika tidak hanya untuk Tugas Akhir kan?

Kak Ika pun tidak menemukan data yang diminta dosen kedua. Akhirnya, Kak Ika tidak mengerjakan tugas yang diminta dosen kedua. Kak Ika meminta izin kepada dosen kedua untuk menghadap dosen pertama. Sayangnya, Kak Ika tidak diizinkan. Tapi Kak Ika nekat menemui dosen pertama.

Saat menemui dosen pertama, Kak Ika dimarahi. Kak Ika dibilang males-malesan mengerjakan Tugas Akhir. Kak ika sedih banget. Ternyata, usaha dan kerja kerasnya selama ini yaitu tiap hari ke lab bahkan weekpun ke lab, jadwal tidurnya berkurang masih dianggap males-malesan oleh dosen pertamanya. Dan yang membuat Kak Ika makin sedih adalah kerjaan Kak Ika itu salah fatal. Seharusnya, Kak Ika mengerjakannya menyilang tapi Kak Ika malah mengerjakannya horizontal dan vertikal. Padahal, Kak Ika mengerjakannya secara horisontal dan vertikal itu karena disuruh dosen kedua. Kak Ika terpaksa mengerjakannya dari awal. Tapi, Kak Ika masih bersyukur karena data yang disuruh dosen kedua Kak Ika untuk ditambahkan, tidak disuruh dosen pertama Kak Ika. Alhamdulillah, beban berkurang satu.

Kak Ika berusaha mengerjakan dari awal Tugas Akhirnya. Karena Kak Ika sudah tau pengerjaan yang benarnya, Tugas Akhir itu selesai dibuat. Kak Ika memang sengaja ngebut mengerjakannya bahkan sering tidak tidur dalam dua minggu itu. Kak Ika pun menemui dosen pertama. Akhirnya, Kak Ika diizinkan untuk seminar. Tapi, yang membuat Kak Ika itu panik adalah seminarnya dua hari setelah pertemuan terakhir Kak Ika dengan dosen pertama. Kak Ika pun tidak bisa tidur saat itu.

Hari seminar pun berlangsung. Saat itu, Kak Ika seminar dengan dua orang teman Kak Ika yang memang dosen pembimbingnya sama. Kak Ika seminar hanya dengan dosen pertama. Karena memang dosen keduanya sudah berangkat ke Jepang. Seminarpun selesai walaupun ada yang perlu dikoreksi. Tapi yang dikoreksi itu tidak banyak.

Dua minggu kemudian, Kak Ika menemui dosen pertama. Kak Ika senang sudah diberi izin untuk sidang Tugas Akhir. Waktu sidangnya hanya sekitar sepuluh hari dari pertemuan terakhir Kak Ika dengan dosen pertamanya.

Hari yang dinantipun tiba. Kak Ika sudah berpakaian rapi dan mempersiapkan hal lainnya untuk sidang Tugas Akhir. Kak Ikapun sudah meminta doa kepada orang tua. Kak Ika makin panik karena waktunya sebentar lagi. Tapi, Kak Ika menemukan masalah. Dosen pertama Kak Ika dijebak macet super parah. Mobil dosen Kak Ika tidak bisa jalan sama sekali. Akhirnya, sidang Kak Ika diundur besok paginya. 

Keesokan harinya tepat tanggal 11 Februari, Kak Ika sudah siap. Kak Ika pun dipanggil ke ruang sidang. Setelah dua jam di ruang sidang, akhirnya Kak Ika dinyatakan lulus. Akhirnya…

Dua bulan kemudian, tepatnya tanggal 9 April akhirnya Kak Ika resmi menjadi sarjana dari perguruan tinggi negri yang memang diimpikan Kak Ika semenjak kecil.

Begitulah, perjuangan akhir Kak Ika supaya lulus sarjana.

Berkaca kepada pengalaman dan pengamatan Kak Ika terhadap teman-teman di sekitarnya. Kak Ika mempunyai beberapa saran kepada Dek Ika. Semoga Dek Ika bisa siap-siap menghadapi “masa yang indah” menjadi SWASTA. Adapun saran Kak Ika kepada Dek Ika adalah:

Nikmatilah masa SWASTA

Sebenarnya masa SWASTA itu tidak semuanya menyeramkan. Masa SWASTA dapat Dek Ika manfaatkan untuk menjadi asisten lab atau asisten dosen. Masa SWASTA juga dapat Dek Ika manfaatkan untuk “menjahili” junior Dek Ika yang sedang ospek. Kapan lagi kita menjahili mereka? Tapi, jangan kelewatan batas menjahili junior. Kalau juniornya tiba-tiba masuk rumah sakit atau juniornya benci dengan kita, lebih baik jangan dijahili.

Berkonsultasi dengan senior atau dosen

Rajin-rajinlah bertanya kepada senior tentang pemilihan dosen dan topik Tugas Akhir yang recommended. Saran Kak Ika lebih baik hanya memiliki satu dosen pembimbing. Apabila dosen pembimbingnya dua, khawatirnya mereka tidak sepaham. Alhasil, Tugas Akhir Dek Ika makin lama pengerjaannya. Seperti pengalaman yang Kak Ika ceritakan tadi. Pilihlah dosen yang membuat Dek Ika nyaman untuk berkonsultasi. Semoga Dek Ika berjodoh dengan dosen yang super skill dan nyaman diajak konsultasi.

Membuat jadwal kegiatan sehari-hari

Jangan menunda-nunda waktu mengerjakan segala macam tugas. Karena kalau ditunda, tugas itu akan bertumpuk dan hasilnya pun sering tidak maksimal. Buatlah jadwal pekerjaan setiap harinya. Tempelkan jadwal tersebut di kamar Dek Ika. Dek Ika harus mematuhi jadwal tersebut. Berilah reward diri sendiri apabila berhasil mengerjakan jadwal kegiatan tersebut setiap harinya.

Tetap semangat dan jangan menyerah

Selama mengerjakan Tugas Akhir, kita harus siap menghadapi segala macam cobaan. Kak Ika dulu pernah mengalami stagnan mengerjakan Tugas Akhir. Berkali-kali revisi baik pengolahan datanya sendiri maupun draft. Sudah banyak uang yang dikeluarkan hanya untuk revisi draft. Karena itu, Dek Ika harus tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Dek Ika harus yakin pasti akan ada jalan termudah menyelesaikan Tugas Akhir. Yakinlah, semua itu akan indah pada waktunya.

Menjalankan pola hidup sehat


Selama Tugas Akhir, Dek Ika akan membutuhkan fisik yang kuat. Otak kita akan sulit berpikir apabila menunda makan. Karena itu, Dek Ika harus menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Jangan lupa juga untuk berolahraga agar menjaga daya tahan tubuh karena Dek Ika akan sering begadang selama Tugas Akhir. Jangan lupa mandi setiap hari karena banyak orang yang tidak sempat mandi apalagi mandi pagi.

Enjoy for your life

Sebenarnya setiap orang mempunyai visi yang berbeda. Ada orang yang ambisius dan ingin menyelesaikan sarjana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Mereka selalu fokus mengerjakan Tugas Akhir. Tidak ada waktu sedikitpun bagi mereka untuk liburan, main ke mall, arisan dengan teman lainnya, bahkan membeli kebutuhan seharipun tidak sempat. Ada juga orang yang santai dan beranggapan biar lambat asal selamat. Orang seperti ini cenderung santai mengerjakan skripsi/Tugas Akhir. Mereka lebih memanfaatkan liburan dengan biaya murah (backpacker). Sekarang ini banyak dijumpai promo dari beberapa maskapai yang harganya super murah. Bahkan ada maskapai yang menawarkan promo kurang dari Rp 50 ribu. Wuah, itu sudah seperti harga bis saja kan? Intinya lakukanlah sesuatu hal yang nyaman untuk Dek Ika. Seimbangkanlah waktu Dek Ika untuk mengerjakan Tugas Akhir dan bersosialisasi dengan orang lain.

Perbanyak Doa dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Usaha tanpa doa itu akan nihil hasilnya. Apabila kita rajin berdoa, maka Tuhan akan mempermudah jalan kita. Jangan lupa juga berbuat baik dan meminta doa orang tua. Karena Doa orang tua itu akan dikabulkan Tuhan.








Menambah kursus dan pengetahuan lainnya

Kak Ika dulu mengambil kursus Bahasa Inggris dan sempat juga kursus Bahasa Korea. Tapi, kursus Bahasa Korea hanya sebentar dan Kak Ika juga sudah lupa dengan Bahasa Korea. Dek Ika juga bisa mengikuti kursus seperti Kak Ika. Tidak hanya kurusus bahasa, Dek Ika juga bisa mengikuti kursus lainnya seperti kursus mengemudi, masak, public speaking, musik, desain, atau bisa juga kursus olahraga seperti menyelam, fitness, taekwondo dan lainnya. Lumayan selain mengurangi stress, kursus itu juga dapat menambah pengetahuan kita.

Hunting job/beasiswa

Biasanya proses perekrutan kerja itu membutuhkan waktu yang lama. Dek Ika bisa apply ke beberapa perusahaan yang menerima mahasiswa tingkat akhir yang belum lulus kuliah. Hal itu bisa menambah pengalaman dan mengukur kemampuan kita. Syukur-syukur Dek Ika bisa melewati proses seleksi perusahaan tersebut. Sehingga, beberapa hari setelah wisuda langsung bekerja di perusahaan tersebut. Apabila Dek Ika berniat melanjutkan master setelah lulus sarjana, Dek Ika juga dapat mencari beasiswa baik itu beasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Persiapkan Mental

Usia Dek Ika sekarang adalah usia yang memerlukan mental yang kuat. Banyak orang yang akan menanyakan kapan kamu sidang? Kapan kamu wisuda? Kapan kamu kerja? Kapan kamu kawin? Kapan kamu punya anak? Banyak orang yang sensitif dengan pertanyaan “kapan” tersebut. Dek Ika harus mempunyai mental yang kuat untuk menghadapinya.

Cukup sekian, saran Kak Ika. Semoga Dek Ika bisa menyelesaikan Tugas Akhir/Skripsinya dengan lancar. Doakan juga Kak Ika bisa mengerjakan Tesis dengan lancar yah.

Hmm, sebelum Kak Ika pulang dari rumah Dek Ika. Kak Ika ingin menyampaikan sesuatu hal. Rumah Dek Ika itu bagus. Warnanya putih dan bersih. Rumah Dek Ika juga simple dan enak dilihat karena tidak banyak pernak-pernik yang terkadang membuat sakit mata. Rumah Dek Ika itu juga nyaman dan tidak ada suara berisik seperti musik. Karena terkadang Kak Ika tidak nyaman dengan musik yang tidak disukai. Mungkin yang perlu Kak Ika sarankan untuk Rumah Dek Ika adalah perlunya tambahan posting di Rumah Dek Ika. Supaya kalau Kak Ika berkunjung ada hal baru yang akan Kak Ika dapatkan. 

Demikianlah pengalaman, saran dan dukungan Kak Ika untuk Dek Ika. Semoga Dek Ika gak puyeng membaca dukungan, pesan, dan kesan Kak Ika. 

Reaksi:

1 comment:

  1. hai kak ika :)
    salam kenal
    terimakasih semangkanya, juga buat cerita inspiratif pengalaman waktu melewati masa2 semester akhir S1 kakak.
    Semoga aku bisa S2 kaya kak ika,
    makasi udah ikutan GAku kak :)

    ReplyDelete