Monday, September 02, 2013

Bye Bye Shopaholic

Monday, September 02, 2013 Posted by rizka farizal 6 comments

Shopaholic atau kecanduan belanja sering "dicap" pada wanita karena wanita lebih sering belanja dibanding pria. Ketika jalan-jalan di mall atau pusat pertokoan seringkali muncul nafsu konsumerisme. Aihh barangnya lucu discount pula. Hmmm, mumpung di sini takutnya besok gak ada lagi barangnya. Awalnya hanya berniat sightseeing eh pulangnya malah bawaannya segambreng. Ada saja alesannya memperbaiki suasana hatilah, menghilangkan stresslah, pengen gaulah, blablabla. Apalagi sejak perkembangan teknologi yang makin pesat ini, tidak perlu capek-capek belanja ke luar. Cukup dengan internetan liat barang dagangan lucu langsung kepincut. Sis, aku book barang yang ini yah nanti aku transfer ke rekeningnya. Sehari atau dua hari kemudian barangpun sampai.

Anyway, menurut para ahli penyebab shopaholic itu adalah:

April Benson, seorang psikolog dari Manhattan, AS, dalam bukunya I Shop Therefore I Am : Compulsive Buying and the Search for Self While, mengungkapkan sembilan dari sepuluh orang wanita mengalami shopaholic. Orang-orang tersebut seringkali merasa cemas, gelisah, dan depresi ketika keinginannya berbelanja atau membeli suatu barang tidak kesampaian. Bahkan, wanita shopamaniac itu seringkali berbelanja sekadar untuk melepaskan diri dari kejenuhan. Tapi, kebiasaan ini menjadi rutinitas, tiap kali shopamaniac mengalami kejenuhan. Sampai akhirnya mereka kecanduan belanja. April Benson mengatakan penyebab seseorang menjadi pecandu belanja adalah karena secara kejiwaan mengalami masa kecil yang kurang bahagia. Merasa ditolak, kurang diperhatikan, dan tak mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika dewasa dan memiliki kehidupan finansial memadai, orang-orang ini mulai melepaskan ketegangan yang dialami waktu kecil. Tapi, kebanyakan tak bisa menghentikan kebiasaan ini, sehingga prosesnya berulang dan membuat kecanduan. Faktor lain yang ikut andil membuat orang jadi gila belanja, di antaranya adanya waktu luang yang tak termanfaatkan dengan baik, kurang percaya diri, dan gencarnya promosi barang dan jasa melalui berbagai media. (Sumber: pandangan islam tentang hobi belanja.html)

Kasandra Putranto melalui wawancara wolipop (19/6/2013) menjelaskan pada dasarnya wanita berbelanja bukan hanya untuk dirinya sendiri. Saat berbelanja wanita cenderung membeli barang atau makanan untuk seluruh orang di rumahnya. Contoh: kalau suami beli mobil, kalau istri beli makanan, baju, peralatan bersih-bersih. Jadi lebih banyak yang dibeli oleh seorang wanita, di samping memang barang untuk dirinya sendiri lebih banyak. Beberapa wanita, punya kecenderungan untuk kompulsif sehingga ketika belanja tidak bisa fokus. "Jadi sudah beli warna ini, mau lagi warna lain. Ada kecenderungan seperti itu tapi tidak semua orang," tambahnya.

Para ilmuwan di University of Michigan School of Public Health yang diketuai oleh Daniel Kruger mengungkapkan, perbedaan perilaku belanja antara pria dan wanita ini sudah terlihat sejak zaman nenek moyang di masa berburu. Misalnya: jika pria masa kini dalam hal belanja fokus dan tahu apa yang dicari saat pergi ke suatu toko, perilaku ini mirip dengan sikap pria zaman dulu yang ingin mencari buruan dan pulang membawa hasil secepat mungkin ke rumah. Sedangkan wanita perilakunya yang hobi memilah-milah barang dan berpindah-pindah toko saat berburu sale, sama seperti sikap wanita zaman dulu yang ketika mencari makanan memilah-malah mana yang matang dan baik untuk dimakan. (Sumber: penyebab wanita lebih suka belanja)

Sifat shopaholic ini hendaknya harus bisa dikendalikan. Karena sifat ini hanya “nafsu dunia” yang mengutamakan keinginan bukan kebutuhan. Adapun solusinya adalah:

  1. Membuat anggaran belanjaMembuat anggaran belanja yang memang kebutuhan bulanan. 
  2. Persiapkan diri sebelum berbelanjaMembawa uang tunai seperlunya saat belanja. Jangan membawa kartu debit dan kartu kredit di rumah. Cukup bawa uang tunai seperlunya saja. Apabila uang tunainya tidak cukup, jangan paksa diri untuk berbelanja. Makanlah sebelum berbelanja. Hal ini lumayan untuk menghemat uang untuk tidak berbelanja di food court. Bagi ibu-ibu, jangan membawa anak-anak saat berbelanja karena anak-anak biasanya “banyak mintanya”.
  3. Menabung dan berinvestasiMembuat minimal dua rekening tabungan. Rekening pertama untuk biaya bulanan dan rekening kedua untuk tabungan masa depan. Jangan pernah mengambil uang tabungan untuk hal yang tidak penting.
  4. Berpikir panjang sebelum membeliJangan langsung tergiur dengan papan diskon yang di pusat-pusat perbelanjaan yang menggoda "iman". Berpikirlah jangka panjangnya. Mungkin memang barang itu lebih murah ketika dibandingkan harga normal. Namun, kadangkala kita merasa menyesal membeli barang discount yang ujung-ujungnya tidak pernah digunakan dan hanya menguras kantong.
  5. Memiliki sifat kreatifJika sedang mencari barang tertentu, sebaiknya buatlah perbandingan harga dari tempat lain. Karena biasanya harga yang ditawarkan berbeda dan bisa saja lebih murah. Meskipun, kegiatan ini sering menguras waktu dan tenaga dengan berkeliling dari satu toko ke toko berikutnya tapi kita tidak akan menyesal mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih murah.
  6. Terapkan prinsip “belanja itu sesuai kebutuhan bukan keinginan”Kebutuhan merupakan prioritas sedangkan keinginan hanya nafsu semata. Hal ini juga bisa diterapkan via online shop yaitu dengan membeli barang sesuai kebutuhan.
  7. Ubahlah kebiasaan buruk yaitu pergi belanja karena stress dan emosi sesaat. Seperti diketahui, kebiasaan itu dapat dihindari dengan memperbanyak ibadah. Karena dengan hati kita tenang dan dekat dengan-Nya, Insya Allah emosi stress kita akan hilang. Tuhan senang dengan umat yang dekat dengan-Nya. Tuhan tidak suka dengan pemboros dan suka menghambur-hamburkan harta.
  8. Untuk menghindari online shopaholic, miliki sifat pengendalian diri. Buat waktu reguler untuk buka-buka web belanja. Hindari sifat "iseng" membuka web belanja. Niat awalnya hanya melihat-lihat akhirnya tergoda untuk belanja. Luruskan niat!!! Buat schedule melihat web belanja misalnya sejam/minggu.

Bye bye shopaholic!!!
Reaksi:

6 comments:

  1. Yg susah dikendalikan itu kl blanja online. Apalagi pake mobile banking. Haduuuuuu

    ReplyDelete
  2. setuju tu mak khusnul,,bikin rekening kering kalo belanja online,,tmbh lg pake sms banking,,duduk di kursi berasa udah keliling mall,,hi hi

    ReplyDelete
  3. mak khusnul & mak tita: hehe jgn keseringan buka website online shop aja biar gak jebol rekeningnya

    ReplyDelete
  4. Dulu pas ada online shop, di kantor kerjanya browsing terusss... Hahaha, tapi akhirnya gara-gara banyak kecewanya akhirnya ga pernah lgi, terus sekarang gara2 uda belajar smart shopping uda bener2 bye2 sama shopaholic :D

    Skrng jatah shopping dikumpulin utk digunakan membeli barang2 yang bener2 perlu/dibutuhin hihihi..

    Salam kenal ya dari Bandung juga :)

    ReplyDelete
  5. Salam kenal juga teh noniq

    ReplyDelete