Thursday, September 26, 2013

Kisah Seorang Blogger Amatiran

Thursday, September 26, 2013 Posted by rizka farizal 2 comments

Kisah ini adalah kisah nyata seorang penulis blogger amatiran yang bernama Kika.

Sebenarnya Kika sudah tahu tentang dunia blogger sejak 5 tahun yang lalu. Saat itu, Kika mengikuti organisasi kemahasiswaan di kampusnya. Ketua divisi dari organisasi tersebut menganjurkan setiap anggotanya memiliki blogger. Akan tetapi, Kika yang orangnya gaptek dengan dunia blogger masih tetap saja ngeyel tidak membuat blog. Alasannya, Kika tidak mengerti cara mengedit tulisan, mengganti template blog, tidak ada ide untuk menulis, dan sebagainya.

Di kampus, Kika mempunya teman-teman akrab yang selalu berbagi cerita. Karena sering bercerita itu, Kika pun tahu teman-temannya sudah banyak yang mempunyai blog. Teman-teman Kika pun memperkenalkan blognya masing-masing. Kika hanya bisa speechless melihat blog teman-temannya dengan template yang unyu-unyu dan tulisan yang inspiring. Tapi, tetap Kika masih belum mempunyai blog. Alasannya tetap sama yaitu tidak mengerti cara mengedit tulisan, mengganti template blog, tidak ada ide untuk menulis, dan sebagainya.

Waktupun berlalu, entah kenapa Kika yang dulunya kekeuh tidak akan membuat blog, tiba-tiba mendapat hasrat untuk membuat blog. Kika akhirnya menyadari bahwa manusia itu hidupnya hanya sementara dan suatu saat akan wafat. Kika ingin supaya tetap dikenang orang lain meskipun dia telah tiada. Salah satu cara yang dapat membuat orang lain mengenang seseorang meskipun telah wafat adalah “tulisan”. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Tanggal 10 Januari 2013, Kika berniat akan menulis di dunia blogger. Kika sadar tulisannya melalui media blog yang bersifat publik ini akan berguna untuk orang lain. Saat itu, Kika hanya berkonsentrasi menyajikan tulisan yang bermanfaat. Kika tidak peduli template blog yang hanya ala kadarnya. Menurut Kika tulisan yang bermanfaat itu adalah segalanya dibandingkan bentuk template.

Kika meresmikan blognya tepat di saat hari ulang tahunnya yaitu tanggal 27 Januari 2013. Saat itu, Kika hanya memperkenalkan blognya kepada teman-teman dekatnya. Kika memilih tema “My Life is Everything” karena memang tulisannya everything. Tulisan blog Kika membahas tentang kuliah, traveling, sinopsis, kuliner, opini, dan kebiasan sehari-hari yang menarik untuk dibahas.

Menurut Kika media blogger itu lebih menyenangkan dibandingan media sosial lainnya seperti twitter, facebook, path, dan instagram. Media blogger itu lebih leluasa untuk menulis. Tidak ada batasan jumlah huruf yang digunakan. Tidak ada batasan jumlah foto yang akan dideskripsikan. Blogger is unlimited.

Setelah delapan bulan eksis di dunia blog, Kika pun menganggap blogger sebagai “passion. Kika pun menargetkan setiap bulannya minimal harus menulis tiga tulisan. Kika sering membaca blog teman dekatnya. Namun, lama-lama Kika pun bosan dengan tulisan temannya yang jarang menambahkan tulisan. Kika pun mencari komunitas blogger via google. Akhirnya, Kika pun bergabung dengan beberapa komunitas blogger. Kika pun menyadari bahwa dia adalah seorang blogger amatiran dengan tulisan yang hanya biasa saja dan template seadanya. Kika sering minder dengan penulis di komunitas blogger. Menurut Kika, penulis komunitas blogger itu banyak yang keren. Ada seorang Nenek yang telah berumur lebih 70 tahun tapi masih eksis di dunia blogger. Tulisannya pun menginspirasi dengan menggunakan bahasa anak muda jaman sekarang. Apabila tidak melihat profil orangnya mungkin kita bisa percaya bahwa yang menulis itu anak remaja. Ada lagi seorang anak SMP yang eksis di dunia blog. Anak tersebut sudah menerbitkan sebuah buku yang telah dijual di toko buku sekelas togamas dan gramedia. Ada lagi seorang perempuan yang berprofesi sebagai penyiar radio tapi dia selalu eksis menulis setiap harinya. Bahkan, setiap hari Dia bisa menulis lebih dari satu tulisan. Dia menulis sesuai dengan bulan kalender. Misalnya, Bulan Agustus merupakan bulan kedelapan maka setiap bulan Agustus Dia menulis delapan topik setiap harinya. Speechless. Kika saja dalam sehari sulit menemukan ide tulisan.

Setelah bergabung di komunitas blogger, Kika mengetahui beberapa istilah di dunia blogger contohnya BW, GA, dan Kopdar. Kika juga tahu info lomba blog dan giveaway yang sering diadakan untuk para blogger. Kika pun mencoba berpartisipasi mengikuti beberapa lomba. Walaupun, belum ada yang menang tapi Kika tetap enjoy. Namanya juga amatiran dan masih banyak yang perlu dipelajari. Kika juga sering memberikan link tulisan terbarunya via grup facebook di komunitas blogger. Karena itu, tulisannya sering dikomentari padahal sebelumnya tidak ada yang mengomentari semua tulisan Kika. Kika juga pernah memberikan link tulisannya via twitter tapi karena Kika yang tidak familiar dan masih amatiran, link tulisan tersebut tidak pernah di Retweet adminnya. Sebenarnya, Kika tidak berharap di Retweet tapi Kika hanya berharap tulisannya berguna bagi orang lain. FYI, tulisan Kika yang sudah sekitar 8 bulan ini ada yang sudah dilihat lebih dari 600 orang. Padahal, tulisan Kika tersebut tidak pernah di-share via media apapun. 



Seiring berjalannya waktu, Kika yang dulunya tidak bisa mengedit template, tidak mengerti cara memberikan link pada foto GA, tidak mengerti cara joint blog orang lain sekarang semuanya itu sudah bisa. Walaupun, masih terkendala cara mengedit kolom komentar supaya bisa berubah satu persatu menjadi komentar-balas-komentar-balas tapi setidaknya Kika sudah bisa memuaskan orang lain yang berkunjung ke blognya. Setidaknya gak jelek amatlah tampilan blognya. Hehe. 

Saat ini, blogger adalah dunia kedua Kika. Dunia pertama Kika masih tetap kuliah dan tesis. Menurut Kika sebulan tanpa menulis blog itu berasa ada yang kurang. Kika pun selalu mencuri-curi waktu supaya bisa menghasilkan tulisan setiap bulannya. Meskipun masih amatiran tapi Kika berpendapat bahwa menulis itu tidak mengenal usia. Gak masalah sekarang menjadi amatir apabila selalu dilatih suatu saat tentu akan menjadi professional. Ibarat besi yang selalu diasah lama kelamaan akan menjadi pisau yang berguna bagi banyak orang. 

Menulis di dunia blogger itu memiliki banyak arti sendiri bagi beberapa orang. Namun, menurut Kika seorang blogger itu perlu memperhatikan hal sebagai berikut:

Menulis dengan Hati yang Ikhlas

Menulis dengan hati yang ikhlas akan mendapatkan kepuasan tersendiri bagi penulisnya. Menulis dengan ikhlas akan berbeda rasanya dengan menulis yang hanya ingin memenangkan suatu lomba blog atau GA. Apabila tidak menang maka Dia akan sangat kecewa. Alangkah baiknya suatu lomba menulis itu dilakukan dengan hati dan berusaha ikhlas menerima hasil pengumumannya. Lomba menulis itu bersifat subjektif. Lomba menulis itu tidak seperti lomba matematika yang hasilnya pasti. 2+2 itu tidak akan selalu 4. Tulisan itu adalah opini seseorang yang dapat menimbulkan pro dan kontra bagi pembacanya. Apabila tulisannya disukai (pro) jurinya dan tulisannya sesuai dengan kriteria lombanya maka si penulis itu akan menang. Namun, apabila tulisan itu tidak disukai (kontra) juri dan tidak memenuhi kriteria maka dia akan kalah. 

Membuat Tulisan yang Menginspirasi dan Berguna untuk Orang Banyak

Seperti kata Kika sebelumnya bahwa tulisan itu abadi. Tulisan itu tidak akan lenyap meskipun kita telah tiada. Tulisan yang bisa menginspirasi banyak orang tentu akan selalu dikenang dan dibaca orang lain. Contohnya: Buya Hamka. Sampai saat ini orang masih suka dengan novelnya bahkan novelnya yang berjudul Di bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dibuatkan film oleh produser jaman sekarang. Bagi dunia blogger, adakah yang kenal dengan Bunda Inong dan penulis Enigma? Mereka itu telah tiada tapi sampai sekarang kita masih bisa blogwalking tulisannya.

Timbul pertanyaan: mencari ide tulisan yang bisa menginspirasi banyak orang itu sulit kan? Karena saya biasanya menulis di blog hanya sekedar curhat dengan tulisan ala kadarnya. Jangan salah! Tulisan yang isinya hanya biasa saja itu terkadang bisa menginspirasi banyak orang. Kita bisa merujuk novel Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata. Kalau kita cermati tulisannya itu hanya kisah hidup penulis sendiri sewaktu masih kecil. Namun, banyak hal yang bisa dipelajari dari kisah hidupnya. Semangat beliau sewaktu kecil untuk bersekolah itu sangat menginspirasi banyak orang.

Menjadikan Blogger sebagai Kebutuhan

Menjadikan blogger sebagai kebutuhan akan membuat kita terus eksis di dunia blogger. Sepadat apapun jadwal kegiatan kalau blogger sudah menjadi kebutuhan pasti akan ada waktu nge-blog. Trus, bagaimana menjadikan blogger tersebut sebagai kebutuhan? Bagaimana caranya supaya bisa tetap eksis di dunia blogger? Gak susah kok. Berikut ini tips dari Kika supaya bisa eksis di dunia blogger:

1. Kumpulkan Ide

Ide itu bisa muncul dari hal yang paling sepele sampai hal yang spektakuler. Contoh ide sepele adalah menceritakan kehidupan selama sehari/seminggu/sebulan. Setiap saat pasti ada momen yang bisa diceritakan misalnya ketika berangkat sekolah/kerja kita akan menemui pengamen, polisi, mobil, pohon-pohon, pedagang, sopir angkot, macet, dan sebagainya. Kita bisa menceritakan kisah pengamen yang pantang menyerah di saat panas terik. Kita juga bisa menceritakan penyebab macetnya jalan. Sedangkan ide spektakuler contohnya membuat cerpen, membuat naskah film, membuat inovasi teknologi, menemukan obat untuk penyakit tertentu, dan sebagainya.

Ide bisa muncul dari hasil blogwalking, membaca buku, menonton tv, dan traveling. Tapi ide juga bisa muncul dengan tiba-tiba. Karena itu, kita juga harus sigap mencatat ide yang tiba-tiba tersebut. Berarti kita harus selalu bawa laptop kemana-mana donk? Tidak. Kita bisa mencatat pada notebook yang mini, memo pada handphone/gadget, membuat status via facebook atau twitter. Setelah itu, kita bisa menuliskannya via blog.

2. Management Waktu

Seringkali alasan waktu menjadi penghambat keeksisan orang nge-blog. Oke, tiap hari selalu sibuk bahkan tidurpun hanya beberapa jam saja. Oke, dalam seminggu gak ada waktu senggang karena sedang dikejar deadline. Oke, sebulan di daerah remote area tanpa ada signal untuk nge-blog. Oke, baru ada waktu off setelah 6 minggu kerja. Nah, itu ada waktu off kan setelah 6 minggu. Daripada hanya hibernasi atau hedon setelah 6 minggu kerja lebih baik menyisihkan waktu sejam, dua jam, sampai tiga jam untuk nge-blog kan? Orang yang menjadikan blogger sebagai kebutuhan pasti dia akan mempunyai waktu khusus untuk nge-blog meskipun waktunya itu sedikit. Dia bisa mencuri-curi waktu menjelang tidur atau sebelum berangkat sekolah/kerja.

3. Persiapkan Jaringan Internet

Ide sudah ada, waktu luangpun juga ada, tapi akses untuk internet tidak mendukung bagaimana? Hal itu tidak menjadi alasan untuk eksis di dunia blogger. Memang fasilitas internet di Indonesia ketinggalan dari negara maju. Tapi, fasilitas internet itu sudah luas. Apabila internet di rumah mati, kita bisa pergi ke warnet. Hmm, tapi serem kan malam-malam ke warnet? Oke, kan masih bisa menggunakan aplikasi blog via gadget dan HP. Tapi saya gak punya gadget dan HP saya masih jadul bagaimana donk? Oke, besok pagi saja ke warnetnya. Tapi besok saya sibuk dari pagi hingga malam? Oke, besok lusa. Tapi tapi tapi… Orang yang menganggap blogger sebagai kebutuhan pasti tidak akan ada alasan apapun baginya. Dia pasti akan mencari jalan lain supaya bisa mengakses internet.

Demikianlah, Kisah Kika seorang penulis blogger amatiran. Semoga kisahnya dapat menginspirasi orang lain. Jika boleh mengutip kata Imam Al-Gazhali, maka Kika memang bukan seorang anak raja dan dia juga bukan seorang anak ulama besar. Karena itulah lebih baik menjadi penulis yang akan selalu dikenang banyak orang.

Sunday, September 22, 2013

Janganlah Mengeluh!

Sunday, September 22, 2013 Posted by rizka farizal 4 comments
Mengeluh memang wajar bagi manusia. Namun, apabila frekuensi mengeluh itu sudah berlebih, ada baiknya dihindari sifat mengeluh tersebut. Karena mengeluh memiliki dampak negatif bagi manusia. Adapun dampak negatifnya adalah:
  1. Mengeluh mengindikasikan seseorang yang tidak bersyukur. Padahal Tuhan telah memberikan Nikmat-Nya yang jumlahnya tak terhitung kepada manusia. Coba pikirkan apabila nikmat tersebut diambil Tuhan?
  2. Menurut penelitian University College London (UCL) yang dipimpin Prof. Andrew Steptoe bahwa mengeluh dapat merusak kesehatan. Orang yang mengeluh dan kurang menikmati hidup biasanya berusia tiga kali lebih pendek. Sedangkan orang yang bisa menikmati hidupnya cenderung hidup lebih lama, yaitu hingga 9-10 tahun kedepan, dibandingkan mereka yang sering mengeluh.
  3. Mengeluh akan menimbulkan sikap sinis yang sangat skeptis dan pesimis terhadap semua realitas, pengalaman hidup, dan penderitaan yang dirasakan. Sehingga, akan menimbulkan stress dan depresi.

Untuk meminimalisir sifat mengeluh tersebut, marilah berkaca kepada orang lain yang memiliki kekurangan. Kepada para pengeluh, cobalah renungkan pernyataan berikut ini:
  1. Ketika Anda mengucapkan perkataan yang tidak baik, pikirkan seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
  2. Ketika Anda mengeluh makanan yang disantap, pikirkan seseorang yang hanya untuk makan sekali dalam sehari saja bagi mereka itu sangat sulit
  3. Ketika Anda mengeluh tentang hidup Anda, pikirkan seseorang yang hanya diberi umur pendek
  4. Ketika Anda mengeluh tidak mempunyai apa-apa, pikirkan orang lain yang meminta-minta
  5. Ketika Anda mengeluh pekerjaan Anda, pikirkan pengangguran atau orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda.
  6. Ketika Anda mengeluh tugas sekolah/kuliah Anda, pikirkan seseorang yang tidak mampu membiayai sekolah
  7. Ketika Anda mengeluh rumah Anda yang tidak dibersihkan pembantu, pikirkan tentang seseorang yang tidak mempunyai tempat tinggal
  8. Ketika Anda mengeluh mobil Anda atau jauhnya Anda telah menyetir, pikirkan pejalan kaki yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
  9. Ketika Anda mengeluh komputer atau laptop Anda loading-nya lama, pikirkan seseorang yang tidak mempunyai komputer/laptop sama sekali.
  10. Ketika Anda mengeluh jaringan internet yang dipakai lemot, pikirkan seseorang yang tinggal di pelosok yang tidak mendapatkan jaringan internet dan sulit mendapatkan signal provider apapun.
  11. Ketika Anda mengeluh suami/istri, pikirkan seseorang yang masih belum memiliki pendamping hidup.
  12. Ketika Anda mengeluh kelakuan anak, pikirkan seseorang yang sudah bertahun-tahun menikah tapi masih belum dikaruniai anak

Karena itu, jauhilah sifat mengeluh dan hadapilah hidup dengan bersyukur terhadap semua nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Wednesday, September 18, 2013

Dukungan Kak Ika untuk Dek Ika

Wednesday, September 18, 2013 Posted by rizka farizal 1 comment
Kak Ika mempunyai hobby jalan-jalan dan berkelana. Secara tidak sengaja, Kak Ika melewati rumah Dek Ika. Tak dinyana Kak Ika dan Dek Ika ternyata memiliki suatu kesamaan. Mereka sama-sama menjadi SWASTA (Mahasiswa Tingkat Akhir). Bedanya Kak Ika menjadi SWASTA magister sedangkan Dek Ika menjadi SWASTA sarjana. Karena Kak Ika sudah pernah melewati jadi SWASTA sarjana, Kak Ika pun ingin berbagi dengan Dek Ika.

Sebenarnya, Kak Ika mengalami hambatan sewaktu menjadi SWASTA sarjana. Kak Ika termasuk orang yang tidak beruntung sewaktu mengerjakan Tugas Akhir. Kak Ika mendapat tantangan untuk mengotak-atik software yang sebelumnya belum familiar di kampusnya. Berkali-kali Kak Ika gagal menjalankan software tersebut. Kak Ika mencoba meminta bantuan kepada dosen dan seniornya. Tapi Kak Ika masih tetap tidak bisa menjalankan software tersebut. Kak ika pun hampir depresi. Hampir sebulan lebih Kak Ika tidak mengerjakan Tugas Akhir sama sekali.

Kak Ika yang ingin wisuda di Bulan Oktober kembali bangkit. Dia yakin bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini. Akhirnya, Kak Ika mencoba menghubungi perusahaan software tersebut. Perusahaan itu mengajarkan solusi untuk menjalankan software tersebut. Akhirnya Kak Ika pun berhasil menjalankan software tersebut.

Hari berganti hari. Batas akhir sidangpun sudah di depan mata. Kak Ika pun berusaha mati-matian menyelesaikan Tugas Akhir. Kak Ika bela-bela weekend di kampus untuk mengerjakan Tugas Akhir. Jadwal tidur Kak Ika pun hanya beberapa saja. Namun, akhirnya Tugas Akhir itu selesai dibuat.

Sesuatu yang akan terjadi itu tidak dapat diprediksi. Ternyata, Kak Ika menemukan suatu kendala dengan kedua Dosen Pembimbingnya. Benar kata orang, dosen pembimbing itu seperti menemukan jodoh. Kak Ika ternyata tidak berjodoh dengan dosen pembimbingnya. Dosen kedua mempersulit Kak Ika. Kak Ika telah mengumpulkan draft Tugas Akhir. Tapi, dosen kedua Kak Ika memperlamanya mengoreksi draft Kak Ika. 

Waktupun semakin mepet. Kak ika pun berniat menemukan dosen pertama. Sebenarnya, Kak Ika sudah diberi izin oleh dosen pertama untuk seminar. Sayangnya, dosen pertama Kak Ika yang menjadi “orang kedua di kampus” itu memiliki jadwal yang super padat. Dosen pertama Kak Ika tidak mempunyai jadwal kosong di minggu akhir batas seminar dan sidang. Kak Ika pun tidak bisa sidang di saat tersebut. Kak Ika stres. Bye Bye Oktober!!!

Refreshing adalah sesuatu hal yang dibutuhkan Kak Ika. Kak Ika pun traveling dengan orang tuanya ke Jogja. Kak Ika berkeliling Jogja. Malioboro, Alun-alun, dan Candi Borobudur.

Setelah otak Kak Ika menjadi fresh. Kak Ika mencoba mengerjakan Tugas Akhir lagi. Kak Ika menambah materi Tugas Akhir. Karena Kak Ika beranggapan lebih baik mendapatkan hasil yang maksimal. Toh, Kak Ika juga tidak bisa wisuda periode Oktober.

Setelah menyelesaikan Tugas Akhirnya, Kak Ika pun mencoba memberikan draft kepada dosen keduanya. Dosen kedua Kak Ika sangat sibuk waktu itu. Berkali-kali Kak Ika bolak-balik menyampirinya tapi draft Kak Ika masih belum diperiksa. Hari berganti hari, draft Kak Ika pun sudah diperiksa. Banyak koreksi yang harus diperbaiki. Kak Ika disuruh mengulang kembali pengolahan datanya dan memperbaiki kualitas gambar yang dicantumin pada draft. Kak Ika pun berusaha memperbaiki draft dan mengulang lagi pengolahan datanya. 

Akhirnya, Kak Ika selesai mengerjakan sesuatu yang harus diperbaiki. Kak Ika pun langsung menemui dosen keduanya. Kak Ika mengumpulkan draft yang baru lagi. Kak Ika berharap draftnya selesai dikoreksi dosen keduanya.

Kak Ika menunggu kepastian draftnya. Minggu pertama dan keduamasih belum ada tanda-tanda kepastiannya. Minggu ketiga juga masih dijanjikan segera. Sampai akhirnya, minggu keempat pun draft Kak Ika selesai dikoreksi.

Kak Ika sedih. Ternyata draftnya masih banyak yang perlu ditambah. Tapi, pekerjaan yang sudah ada hanya sedikit yang dikoreksi. Kak Ika disuruh menambahkan hasil Tugas Akhirnya. Kak Ika disuruh mencari data yang sulit dicari. Kak Ika stress. Kenapa Tugas Akhir ini tidak ada akhirnya? Masa depan Kak Ika tidak hanya untuk Tugas Akhir kan?

Kak Ika pun tidak menemukan data yang diminta dosen kedua. Akhirnya, Kak Ika tidak mengerjakan tugas yang diminta dosen kedua. Kak Ika meminta izin kepada dosen kedua untuk menghadap dosen pertama. Sayangnya, Kak Ika tidak diizinkan. Tapi Kak Ika nekat menemui dosen pertama.

Saat menemui dosen pertama, Kak Ika dimarahi. Kak Ika dibilang males-malesan mengerjakan Tugas Akhir. Kak ika sedih banget. Ternyata, usaha dan kerja kerasnya selama ini yaitu tiap hari ke lab bahkan weekpun ke lab, jadwal tidurnya berkurang masih dianggap males-malesan oleh dosen pertamanya. Dan yang membuat Kak Ika makin sedih adalah kerjaan Kak Ika itu salah fatal. Seharusnya, Kak Ika mengerjakannya menyilang tapi Kak Ika malah mengerjakannya horizontal dan vertikal. Padahal, Kak Ika mengerjakannya secara horisontal dan vertikal itu karena disuruh dosen kedua. Kak Ika terpaksa mengerjakannya dari awal. Tapi, Kak Ika masih bersyukur karena data yang disuruh dosen kedua Kak Ika untuk ditambahkan, tidak disuruh dosen pertama Kak Ika. Alhamdulillah, beban berkurang satu.

Kak Ika berusaha mengerjakan dari awal Tugas Akhirnya. Karena Kak Ika sudah tau pengerjaan yang benarnya, Tugas Akhir itu selesai dibuat. Kak Ika memang sengaja ngebut mengerjakannya bahkan sering tidak tidur dalam dua minggu itu. Kak Ika pun menemui dosen pertama. Akhirnya, Kak Ika diizinkan untuk seminar. Tapi, yang membuat Kak Ika itu panik adalah seminarnya dua hari setelah pertemuan terakhir Kak Ika dengan dosen pertama. Kak Ika pun tidak bisa tidur saat itu.

Hari seminar pun berlangsung. Saat itu, Kak Ika seminar dengan dua orang teman Kak Ika yang memang dosen pembimbingnya sama. Kak Ika seminar hanya dengan dosen pertama. Karena memang dosen keduanya sudah berangkat ke Jepang. Seminarpun selesai walaupun ada yang perlu dikoreksi. Tapi yang dikoreksi itu tidak banyak.

Dua minggu kemudian, Kak Ika menemui dosen pertama. Kak Ika senang sudah diberi izin untuk sidang Tugas Akhir. Waktu sidangnya hanya sekitar sepuluh hari dari pertemuan terakhir Kak Ika dengan dosen pertamanya.

Hari yang dinantipun tiba. Kak Ika sudah berpakaian rapi dan mempersiapkan hal lainnya untuk sidang Tugas Akhir. Kak Ikapun sudah meminta doa kepada orang tua. Kak Ika makin panik karena waktunya sebentar lagi. Tapi, Kak Ika menemukan masalah. Dosen pertama Kak Ika dijebak macet super parah. Mobil dosen Kak Ika tidak bisa jalan sama sekali. Akhirnya, sidang Kak Ika diundur besok paginya. 

Keesokan harinya tepat tanggal 11 Februari, Kak Ika sudah siap. Kak Ika pun dipanggil ke ruang sidang. Setelah dua jam di ruang sidang, akhirnya Kak Ika dinyatakan lulus. Akhirnya…

Dua bulan kemudian, tepatnya tanggal 9 April akhirnya Kak Ika resmi menjadi sarjana dari perguruan tinggi negri yang memang diimpikan Kak Ika semenjak kecil.

Begitulah, perjuangan akhir Kak Ika supaya lulus sarjana.

Berkaca kepada pengalaman dan pengamatan Kak Ika terhadap teman-teman di sekitarnya. Kak Ika mempunyai beberapa saran kepada Dek Ika. Semoga Dek Ika bisa siap-siap menghadapi “masa yang indah” menjadi SWASTA. Adapun saran Kak Ika kepada Dek Ika adalah:

Nikmatilah masa SWASTA

Sebenarnya masa SWASTA itu tidak semuanya menyeramkan. Masa SWASTA dapat Dek Ika manfaatkan untuk menjadi asisten lab atau asisten dosen. Masa SWASTA juga dapat Dek Ika manfaatkan untuk “menjahili” junior Dek Ika yang sedang ospek. Kapan lagi kita menjahili mereka? Tapi, jangan kelewatan batas menjahili junior. Kalau juniornya tiba-tiba masuk rumah sakit atau juniornya benci dengan kita, lebih baik jangan dijahili.

Berkonsultasi dengan senior atau dosen

Rajin-rajinlah bertanya kepada senior tentang pemilihan dosen dan topik Tugas Akhir yang recommended. Saran Kak Ika lebih baik hanya memiliki satu dosen pembimbing. Apabila dosen pembimbingnya dua, khawatirnya mereka tidak sepaham. Alhasil, Tugas Akhir Dek Ika makin lama pengerjaannya. Seperti pengalaman yang Kak Ika ceritakan tadi. Pilihlah dosen yang membuat Dek Ika nyaman untuk berkonsultasi. Semoga Dek Ika berjodoh dengan dosen yang super skill dan nyaman diajak konsultasi.

Membuat jadwal kegiatan sehari-hari

Jangan menunda-nunda waktu mengerjakan segala macam tugas. Karena kalau ditunda, tugas itu akan bertumpuk dan hasilnya pun sering tidak maksimal. Buatlah jadwal pekerjaan setiap harinya. Tempelkan jadwal tersebut di kamar Dek Ika. Dek Ika harus mematuhi jadwal tersebut. Berilah reward diri sendiri apabila berhasil mengerjakan jadwal kegiatan tersebut setiap harinya.

Tetap semangat dan jangan menyerah

Selama mengerjakan Tugas Akhir, kita harus siap menghadapi segala macam cobaan. Kak Ika dulu pernah mengalami stagnan mengerjakan Tugas Akhir. Berkali-kali revisi baik pengolahan datanya sendiri maupun draft. Sudah banyak uang yang dikeluarkan hanya untuk revisi draft. Karena itu, Dek Ika harus tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Dek Ika harus yakin pasti akan ada jalan termudah menyelesaikan Tugas Akhir. Yakinlah, semua itu akan indah pada waktunya.

Menjalankan pola hidup sehat


Selama Tugas Akhir, Dek Ika akan membutuhkan fisik yang kuat. Otak kita akan sulit berpikir apabila menunda makan. Karena itu, Dek Ika harus menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Jangan lupa juga untuk berolahraga agar menjaga daya tahan tubuh karena Dek Ika akan sering begadang selama Tugas Akhir. Jangan lupa mandi setiap hari karena banyak orang yang tidak sempat mandi apalagi mandi pagi.

Enjoy for your life

Sebenarnya setiap orang mempunyai visi yang berbeda. Ada orang yang ambisius dan ingin menyelesaikan sarjana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Mereka selalu fokus mengerjakan Tugas Akhir. Tidak ada waktu sedikitpun bagi mereka untuk liburan, main ke mall, arisan dengan teman lainnya, bahkan membeli kebutuhan seharipun tidak sempat. Ada juga orang yang santai dan beranggapan biar lambat asal selamat. Orang seperti ini cenderung santai mengerjakan skripsi/Tugas Akhir. Mereka lebih memanfaatkan liburan dengan biaya murah (backpacker). Sekarang ini banyak dijumpai promo dari beberapa maskapai yang harganya super murah. Bahkan ada maskapai yang menawarkan promo kurang dari Rp 50 ribu. Wuah, itu sudah seperti harga bis saja kan? Intinya lakukanlah sesuatu hal yang nyaman untuk Dek Ika. Seimbangkanlah waktu Dek Ika untuk mengerjakan Tugas Akhir dan bersosialisasi dengan orang lain.

Perbanyak Doa dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Usaha tanpa doa itu akan nihil hasilnya. Apabila kita rajin berdoa, maka Tuhan akan mempermudah jalan kita. Jangan lupa juga berbuat baik dan meminta doa orang tua. Karena Doa orang tua itu akan dikabulkan Tuhan.








Menambah kursus dan pengetahuan lainnya

Kak Ika dulu mengambil kursus Bahasa Inggris dan sempat juga kursus Bahasa Korea. Tapi, kursus Bahasa Korea hanya sebentar dan Kak Ika juga sudah lupa dengan Bahasa Korea. Dek Ika juga bisa mengikuti kursus seperti Kak Ika. Tidak hanya kurusus bahasa, Dek Ika juga bisa mengikuti kursus lainnya seperti kursus mengemudi, masak, public speaking, musik, desain, atau bisa juga kursus olahraga seperti menyelam, fitness, taekwondo dan lainnya. Lumayan selain mengurangi stress, kursus itu juga dapat menambah pengetahuan kita.

Hunting job/beasiswa

Biasanya proses perekrutan kerja itu membutuhkan waktu yang lama. Dek Ika bisa apply ke beberapa perusahaan yang menerima mahasiswa tingkat akhir yang belum lulus kuliah. Hal itu bisa menambah pengalaman dan mengukur kemampuan kita. Syukur-syukur Dek Ika bisa melewati proses seleksi perusahaan tersebut. Sehingga, beberapa hari setelah wisuda langsung bekerja di perusahaan tersebut. Apabila Dek Ika berniat melanjutkan master setelah lulus sarjana, Dek Ika juga dapat mencari beasiswa baik itu beasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Persiapkan Mental

Usia Dek Ika sekarang adalah usia yang memerlukan mental yang kuat. Banyak orang yang akan menanyakan kapan kamu sidang? Kapan kamu wisuda? Kapan kamu kerja? Kapan kamu kawin? Kapan kamu punya anak? Banyak orang yang sensitif dengan pertanyaan “kapan” tersebut. Dek Ika harus mempunyai mental yang kuat untuk menghadapinya.

Cukup sekian, saran Kak Ika. Semoga Dek Ika bisa menyelesaikan Tugas Akhir/Skripsinya dengan lancar. Doakan juga Kak Ika bisa mengerjakan Tesis dengan lancar yah.

Hmm, sebelum Kak Ika pulang dari rumah Dek Ika. Kak Ika ingin menyampaikan sesuatu hal. Rumah Dek Ika itu bagus. Warnanya putih dan bersih. Rumah Dek Ika juga simple dan enak dilihat karena tidak banyak pernak-pernik yang terkadang membuat sakit mata. Rumah Dek Ika itu juga nyaman dan tidak ada suara berisik seperti musik. Karena terkadang Kak Ika tidak nyaman dengan musik yang tidak disukai. Mungkin yang perlu Kak Ika sarankan untuk Rumah Dek Ika adalah perlunya tambahan posting di Rumah Dek Ika. Supaya kalau Kak Ika berkunjung ada hal baru yang akan Kak Ika dapatkan. 

Demikianlah pengalaman, saran dan dukungan Kak Ika untuk Dek Ika. Semoga Dek Ika gak puyeng membaca dukungan, pesan, dan kesan Kak Ika. 

Monday, September 16, 2013

Obat Mujarab Perlindungan Kesehatan Keluarga

Monday, September 16, 2013 Posted by rizka farizal 3 comments
Kesehatan itu sangat penting. Kesehatan merupakan nikmat Tuhan yang paling berharga. Karena dengan nikmat kesehatan itulah kita semua dapat beraktivitas dengan normal dan dapat menikmati hidup ini. Kesehatan juga dibutuhkan untuk menunjang pembangunan negara. Karena jika manusianya sehat maka dia akan bisa bekerja efektif untuk memajukan pembangunan negara. 

Kesehatan itu akan terasa mahal ketika kita sakit. Apalagi di zaman sekarang ini banyak penyakit yang terjangkit pada diri manusia. Rumah sakit semakin rame dengan pasien yang sering memeriksakan kesehatannya. Ruang kamar inap sering dijumpai penuh oleh pasien-pasien. Penyakit yang diderita makin aneh dan penyakit itu tidak hanya diderita oleh orang lanjut usia tapi juga oleh anak remaja bahkan balita. Diantara penyakit tersebut adalah kolesterol, asam urat, stroke, gagal ginjal, kanker, lupus, dan penyakit lainnya yang dulunya belum familiar. Gaya hidup, polusi, dan jenis makanan yang mengandung bahan kimia pada saat ini menjadi faktor utama kemungkinan timbulnya penyakit tersebut.

10 Besar Penyakit Terfatal Berdasarkan Case Fatality Rate (CFR) pada awal Rawat Inap Rumah Sakit Tahun 2009&2010
Sumber: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI yang disadur dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Tahun 2010-2011

Memiliki keluarga yang sehat adalah impian setiap keluarga. Karena itu, setiap keluarga perlu melindungi kesehatan keluarganya masing-masing. Seperti diketahui bahwa sakit itu bisa disembuhkan dengan obat. Apa salahnya kita sendiri yang meracik obat itu agar keluarga kita sehat? Obat mujarab untuk menghindari sakit itu ada pada diri kita sendiri. Apabila kita selalu menjalankan pola hidup sehat maka kecil harapan kita untuk sakit. Untuk menjalankan hidup sehat itu tidak mudah bagi setiap orang. Dibutuhkan banyak langkah yang tepat. Langkah-langkah tersebut harus dibiasakan bagi setiap anggota keluarga meskipun terkadang pahit. Sama halnya dengan obat. Obat itu pahit tapi kita harus menelannya agar sehat. 

Adapun langkah yang tepat sebagai obat mujarab perlindungan kesehatan keluarga adalah sebagai berikut:

Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

Sumber: blog setia1heri

Sebelum melindungi orang lain kita harus menjaga diri kita sendiri. Caranya adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi secara teratur dan mengindari makanan yang mengandung bahan kimia. Minum air putih 1.5 liter per hari agar metabolisme tubuh tetap terpelihara baik. Istirahat yang cukup supaya daya tahan tubuh kuat. Olahraga yang teratur untuk menjaga kekebalan tubuh. Mengkonsumsi suplemen secara teratur baik itu suplemen yang telah diolah menjadi bentuk obat-obatan maupun suplemen alami dari tumbuh-tumbuhan. Menjauhkan keluarga dari obat-obatan terlarang, minuman keras, dan pergaulan bebas. Karena kebiasaan ini akan dapat menimbulkan penyakit HIV/AIDS yang obatnya masih langka sekarang ini.

Selain itu, janganlah merokok karena merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Kata-kata tersebut selalu ada di setiap bungkus rokok tapi kata-kata tersebut hanya diacuhkan bagi beberapa orang. Kebiasaan merokok juga tidak hanya bagi orang dewasa tapi anak-anak yang masih ingusanpun sudah banyak yang merokok. Berikut tabel pemakai rokok dari usia 5 sampai >30 tahun.


Trend Usia Merokok
Sumber: Direktorat PPTM, P2PL Kementerian Kesehatan RI berdasarkan data SUSENAS 2011 dan Riskesdas 2010

Menjaga lingkungan yang bersih dan sehat


Lingkungan merupakan faktor pendukung kesehatan keluarga. Kita harus menjaga kebersihan di semua sudut tempat tinggal, memperbaiki sirkulasi udara, membiarkan sinar matahari masuk ke rumah, menghindari pakaian yang menumpuk, menanam tanaman obat-obatan, merawat binatang peliharaan kalau punya, dan melakukan program 3M (menguras air, menutup tempat pembuangan air dan sampah, serta mengubur barang bekas). Supaya terhindar dari bakteri, virus, dan bibit penyakit lainnya.

Berinvestasi

Masa depan itu misteri. Tidak ada manusiapun yang dapat mengetahui kehidupannya kelak. Karena itu kita perlu mempersiapkan diri untuk meminimalisir sesuatu yang menyangkut kesehatan keluarga. Bayangkan apabila salah satu keluarga kita tiba-tiba sakit dan harus dirawat sementara kita tidak mempunyai keuangan yang cukup. Tidak mungkinkan kita rela mengorbankan keluarga kita sendiri? Tidak mau jugakan mempunyai hutang yang banyak? Untuk itu kita perlu investasi. Ada dua cara investasi untuk perlindungan kesehatan keluarga yaitu dengan menabung setiap bulannya atau dengan membayar premi asuransi setiap bulannya. Diantara kedua cara tersebut, asuransi merupakan solusi yang tepat. Kenapa? Alasannya jika kita dalam menjalankan misi untuk menabung dan tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit, maka tabungan yang sudah susah payah ditabung tersebut mungkin akan habis. Sedangkan jika kita memiliki asuransi dan tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit, maka tabungan kita masih tetap utuh karena sudah dibayarkan pihak asuransi. 

Asuransi tidak hanya bermanfaat untuk investasi tapi juga untuk proteksi. Kenapa? Karena asuransi dapat melindungi keluarga apabila ada nasabah yang menderita penyakit kritis sejak tahap awal. Beberapa perusahaan asuransi ada yang menfasilitasi nasabahnya mulai dari hanya konsultasi dokter sampai dengan penggantian perawatan yang dilakukan untuk membantu kesembuhan atau manajemen penyakit tertanggung. Asuransi juga bermanfaat apabila nasabah perlu dirawat jalan, rawat inap, maupun perawatan gigi. Nasabah yang dirawat akan ditanggung perusahaan asuransi untuk biaya kamar, biaya konsultasi dokter, biaya obat, biaya laboratorium, biaya persalinan, biaya perawatan gigi, maupun biaya pemasangan gigi palsu. Bahkan, ada beberapa Rumah Sakit yang sering memprioritaskan pasien yang mempunyai asuransi. Misalnya apabila ada pasien yang akan dibedah maka pihak Rumah Sakit pasti akan memprioritaskan orang yang mempunyai asuransi. Alasannya untuk prepare apabila ada resiko yang akan terjadi. Jadi, setiap anggota keluarga perlu menjadi nasabah asuransi untuk proteksi keluarga.

Nah, sekarang ini banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produknya masing-masing. Namun, kita harus pintar memilih asuransi yang menguntungkan bagi keluarga. Kita juga harus perhatikan kondisi keuangan keluarga karena terkadang besarnya premi tidak sesuai dengan kondisi keluarga. Kita juga harus mempelajari cara pembayaran dan proses klaim asuransi tersebut. 

Perusahaan asuransi kesehatan yang bisa menjadi pilihan keluarga adalah Sun Life Financial. Perusahaan yang memiliki slogan Life’s brighter under the sun memiliki banyak kelebihan diantaranya adalah: 

1. Sun Life Financial memiliki track record yang bagus. Perusahaan yang didirikan tahun 1865 ini telah melayani jutaan konsumen dari seluruh dunia. Perusahaan ini memiliki kantor cabang di beberapa negara yaitu Amerika Serikat, Canada, Bermuda, Inggris, Irlandia, India, China, Hongkong, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia, perusahaan ini memiliki lebih dari 50 kantor pemasaran di 30 kota. Perusahaan ini juga memiliki banyak pestasi diantaranya adalah peraih penghargaan bronze Stevie® pada 11th Annual American Business Awards, peringkat pertama asuransi di Filipina pada tanggal 31 Desember 2012, salah satu dari 100 besar perusahaan terbaik di seluruh dunia, juara pertama kategori The Best Risk Management Islamic Life Insurance dengan aset di bawah Rp 100 miliar dan juara ketiga untuk kategori The Best Islamic Life Insurance dengan aset di bawah Rp 100 miliar di Indonesia. 

Sumber: www.sunlife.com

2. Sun Life Financial mempunyai produk-produk yang bermanfaat bagi nasabahnya diantaranya adalah:

Sun Medicash. Produk ini merupakan asuransi kesehatan yang menggunakan dana tunai. Manfaat dari produk ini adalah apabila nasabah sudah memiliki polis asuransi rawat inap sebelumnya tapi dananya belum mencukupi, maka produk ini dapat mengembalikan premi sebesar 50%. Apabila pada tahun ke-8 nasabah selalu sehat dan tidak menginginkan asuransi, maka produk ini dapat mengembalikan dana yang telah disimpan sebelumnya sebanyak 50%. Manfaat lainnya adalah untuk perawatan intensif (ICU), nasabah akan diberikan dua kali santunan dana tunai. Apabila terjadi kematian, maka akan diberikan 10 kali santunan dana tunai.

Waiver of Premium – Critical Illness Rider (WP-CIR). Produk ini merupakan asuransi yang digunakan untuk penyakit kritis yang datang tidak terduga. Jumlah penyakit kritis yang dapat ditanggung dari produk ini ada 40 jenis penyakit. Beberapa diantaranya adalah penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, hepatitis. Manfaat dari produk ini adalah nasabah akan diberi kebebasan membayar Premi PAB + PIB. Apabila pemilik Polis didiagnosa menderita salah satu dari 40 penyakit sebelum mencapai usia 65 tahun, maka Premi akan dibebaskan sampai pemilik Polis berusia 65 sampai 88 tahun dengan masa pembebasan premi yang dipilih.

Sun Golden Life. Produk ini merupakan asuransi khusus untuk nasabah yang membutuhkan perlindungan jangka pendek. Manfaat dari produk ini adalah apabila nasabah meninggal dunia maka akan diberikan 100% uang pertanggungan, asuransi kecelakaan sebesar Rp 50 juta, premi pajak sebesar 50% pembayaran premi perpanjangan, pengembalian 20% premi tahunan jika polis tidak diperpanjang, tidak perlu melakukan pemeriksaan gratis, dan bebas memilih cara pembayaran premi yaitu bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan.

Hospital Income & Surgical Rider (HISR). Produk ini merupakan asuransi apabila ada keluarga nasabah yang dirawat di Rumah Sakit. Manfaat dari produk ini adalah lebih fleksibel menentukan besarnya santunan rawat inap harian dan nasabah juga diberi kebebasan memilih Rumah Sakit yang diinginkan. Untuk pembedahan akan disesuaikan dengan jenis bedah yang dilakukan (complex, major, intermediate, atau minor).

3. Sun Life Financial memiliki customer service yang baik. Perusahaan asuransi yang memiliki fasilitas customer service yang baik dan memiliki layanan selama 24 jam akan sangat menguntungkan bagi nasabah. Hal itu, sudah dimiliki oleh Sun Life Financial. Perusahaan ini berhasil mendapatkan penghargaan Call Center Service Excellence Award (CCSEA) di Indonesia pada awal tahun 2013 untuk kategori industri asuransi jiwa dan kesehatan. Perusahaan ini berhasil mendapatkan skor CCSEI sebesar 85.438 dan mendapatkan nilai excellence.


Jadi, perlindungan kesehatan keluarga itu penting. Kita akan menyadari bahwa kesehatan itu mahal ketika sakit. Saat sakit, kita butuh obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Obat mujarab itu ada pada keyakinan kita sendiri untuk mencegah penyakit tersebut. Jagalah kesehatan sendiri dan lingkungan sekitar, serta pilihlah asuransi yang tepat untuk investasi dan proteksi keluargamu. Be smart to prevent a disease!!!

“Orang yang bisa menyembuhkan penyakit mungkin saja orang yang berbakat. Tapi orang yang bisa mencegah penyakit itu adalah orang yang lebih hebat.”

Referensi:
Pusat Data dan Informasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2012. Penyakit Tidak Menular. (Semester II, 2012). Jakarta: Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan
http://www.sunlife.co.id

SUN LIFE, PERLINDUNGAN KESEHATAN, ASURANSI KESEHATAN KELUARGA

Friday, September 13, 2013

Emansipasi dan Kesetaraan Gender itu Berbeda

Friday, September 13, 2013 Posted by rizka farizal 1 comment
Ilustrasi Kesetaraan Gender (depkeu, 2012)

Perempuan berasal dari kata dasar empu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) empu artinya gelar kehormatan yg berarti "tuan" dan orang yg sangat ahli. Sedangkan menurut istilah perempuan adalah seseorang yang dihormati dan bersifat mengasihi. Pada hakikatnya, perempuan yang telah menjadi istri itu tugas utamanya adalah berbakti kepada suami, mengurus rumah tangga, menjadi guru bagi anak-anaknya supaya anaknya menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa. Sehingga, sering kita dengar istilah “dibalik lelaki hebat ada perempuan yang hebat pula”.

Sekarang peran perempuan tidak hanya mengurus rumah tangga. Perempuan dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan bekerja di luar rumah dengan syarat tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah "emansipasi". Emansipasi adalah pandangan orang tentang persamaan hak diantara laki-laki dan perempuan. Pernyataan inilah yang kemudian menjadi dasar terbentuknya istilah "Kesetaraan Gender".

Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu "genus", berarti tipe atau jenis. Menurut istilah Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan. Gender berbeda dengan seks. Gender ditentukan oleh sosial budaya setempat dan psikologis, sedangkan seks diartikan sebagai jenis kelamin dan hal yang berhubungan dengan alat kelamin. 

Di Indonesia, perjuangan emansipasi dirintis oleh R.A Kartini, Dewi Sartika, dan Rohana Kudus. Mereka mendirikan sekolah bagi kaum perempuan. Mereka tidak hanya mengajarkan budi pekerti, sastra, dan politik tapi mereka juga mengajarkan keterampilan seperti menjahit, merenda, memasak, dan menyulam. Karena jasanya itulah mereka menjadi pahlawan Nasional. Bahkan, R.A Kartini disebut sebagai simbol emansipasi wanita Indonesia dan tanggal kelahirannya ditetapkan pemerintah sebagai hari besar nasional yaitu hari Kartini. Walaupun banyak pihak yang tidak menyetujui hari Kartini sebagai hari besar dengan alasan politik etis, namun nama R.A Kartini masih harum di nusantara sampai sekarang ini.

Perempuan Indonesia semakin eksis di berbagai bidang, baik itu pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, militer, teknik, dan bidang lainnya. Bahkan, dalam politik adanya persyaratan yaitu sebuah partai politik harus memenuhi kuota perempuan sebanyak 30%. Banyak tokoh perempuan Indonesia yang berprestasi bahkan menjadi pemimpin di berbagai bidang. Contohnya Megawati Soekarno Putri pernah menjadi Presiden R.I, Sri Mulyani pernah menjadi Menteri Keuangan R.I dan sekarang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina, Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten, Agnes Monica sebagai seorang artis yang dinobatkan menjadi tiga besar perempuan paling berpengaruh di Indonesia, dan tokoh perempuan lainnya. Namun, diantara tokoh perempuan yang penulis sebutkan tadi, penulis mengagumi sosok Ibu Karen Agustiawan. Alasannya, selain beliau bekerja di bidang energi dan sumber daya alam khususnya perminyakan yang sama dengan bidang akademik penulis. Ibu Karen juga sukses di lingkungan keluarganya. Ibu Karen yang merupakan istri dari seorang profesor berhasil mendidik anak-anaknya sampai ke jenjang magister. Beliau juga selalu menjalin komunikasi dengan suami dan anak-anaknya.

Dibalik banyaknya kesuksesan perempuan Indonesia, masih ditemui kasus kekerasan dan pelecahan pada perempuan misalnya kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi perempuan, dan prostitusi. Melihat kondisi tersebut, anggota DPR RI sedang merumuskan RUU Kesetaraan Gender. Tujuan RUU Kesetaraan Gender itu adalah untuk mengakomodasi hak dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan sehingga dapat berpartisipasi dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, RUU Kesetaraan Gender itu menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat. Pihak yang kontra terhadap pengesahan RUU Kesetaraan Gender berasal dari kalangan ilmuwan Islam. Mereka berpendapat bahwa ayat-ayat Al-Quran dan Hadits memandang suami dalam ikatan perkawinan adalah sebagai pemimpin keluarga, sekarang digugat dan dipaksa untuk berubah, mengikuti konsep keluarga dalam “tradisi Barat modern” yang meletakkan suami dan istri dalam posisi setara dalam segala hal. (kompas, 2013).

Sebenarnya, penulis bukan seutuhnya memihak pada pihak kontra. Karena penulis mendukung RUU Kesetaraan Gender tersebut yang tujuannya untuk menghilangkan kasus kekerasan dan pelecahan pada perempuan. Namun, penulis mengamati bahwa makna kesetaraan gender ini perlu diluruskan kembali. Mungkin RUU Kesetaraan Gender tersebut dapat diganti namanya dengan RUU Emansipasi atau RUU Perlindungan Perempuan. Perempuan dan laki-laki itu tidak akan bisa setara. Mereka memiliki posisi dan perannya masing-masing. Makna emansipasi sebenarnya bukanlah persamaan hak dengan kaum laki-laki melainkan perjuangan kaum perempuan demi memperoleh hak memilih, mendapatkan keadilan, dan menentukan nasib sendiri. 

Menurut penulis, banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya kesetaraan gender. Dampak tersebut perlu diminimalisir supaya tidak merugikan perempuan. Adapun contoh dampak negatif yang sering dijumpai penulis adalah pada kasus berikut:
  1. Kesetaraan dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan kerja tidak semuanya adil bagi perempuan. Kasus ini dapat dijumpai pada perempuan di beberapa fakultas teknik, militer, dan kepolisian. Seperti kita ketahui, perempuan di sana hanya bagian minoritas. Tapi mereka juga menjalankan kegiatan yang setara dengan laki-laki. Mereka juga dituntut memiliki kekuatan fisik seperti kuatnya laki-laki. Contohnya: push up menggunakan carrier, lari pagi 10 keliling lapangan sepak bola, menelusuri hutan belantara tanpa membawa peralatan pribadi yang cukup, dan sebagainya. Apakah itu juga harus disetarakan?
  2. Banyaknya perempuan yang menunda pernikahan dengan alasan mengejar pendidikan setinggi-tingginya dan mencapai karir yang sukses. Seperti kita ketahui, perempuan yang hamil usia di atas 30 tahun sangat beresiko bagi kesehatan perempuan itu sendiri. Apabila perempuan menunda pernikahan sampai umur di atas 30 tahun berarti kehamilannya itu sangatlah beresiko.
  3. Lahirnya golongan “suami-suami takut istri”. Sudah banyak kita jumpai golongan seperti ini bahkan sebuah stasiun televisi pernah membuat sinetron komedi yang berjudul suami-suami takut istri. Banyak faktor yang membuat suami takut terhadap istri diantaranya pola hubungan antara suami dan istri tidak seimbang yang biasanya karena faktor sosial seperti pendidikan istri jauh lebih tinggi daripada suami, penghasilan istri jauh lebih banyak daripada suami, kepopuleran istri yang lebih terkenal daripada suami. Sikap istri yang merasa lebih dibandingkan suami tersebut menyebabkan istri merasa lebih berkuasa. Selain pola hubungan suami dan istri yang tidak seimbang, faktor lainnya juga dapat terjadi karena adanya pergeseran nilai. Dahulu tugas suami mencari nafkah dan tugas istri hanya mengurus rumah tangga. Akan tetapi, sekarang istri berhak untuk mencari nafkah dan bekerja di luar rumah. Apabila karir istri lebih sukses daripada suami, mungkin bisa menyebabkan suami merasa rendah diri. 

Ilustrasi Suami-suami Takut Istri (anneahira, 2013)

Penulis ingin meluruskan bahwa emansipasi adalah perjuangan untuk memperoleh keadilan bukan untuk menuntut kesetaraan gender. Karena Tuhan menciptakan kodrat perempuan dan laki-laki itu berbeda. Perbedaan itu indah. Karena perbedaan diantara perempuan dan laki-laki itu akan saling melengkapi kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hindarilah sesuatu hal yang bisa merugikan diri perempuan itu sendiri.

Referensi:

Thursday, September 05, 2013

Photographing Food Habits

Thursday, September 05, 2013 Posted by rizka farizal No comments

Waktu terus berlalu. Banyak kebiasaan orang pun berubah seiring dengan perjalanan waktu. Dahulu, begitu makanan sudah tersaji di restoran, mereka berdoa sebelum makan. Sekarang, ritual itu sudah berganti dengan memotret makanan yang sudah tersaji kemudian diupload ke media social (instagram, path, twitter, facebook, dan media social lainnya). Normal saja sebenarnya. Toh, pas sebelum makanan tersebut masuk ke mulut kan kita juga berdoa. Akupun juga sering melakukan hal tersebut. Foto fiti makanan yang sudah tersaji.

Sebenarnya sekitar sebulan yang lalu, aku pernah membaca artikel dari kompas. Katanya kebiasaan memotret makanan itu berbahaya. Bahkan ada beberapa restoran yang melarang pelanggannya memotret makanan. Alasannya karena restoran itu bertujuan supaya pelanggannya tidak hanya menikmati hasil makanannya yang sudah tersaji saja. Tapi juga supaya pelanggannya mempelajari sesuatu tentang bahan-bahan atau teknik yang digunakan untuk memasak. Kemaren, aku juga baca artikel food.detik.com isinya ada seorang chef yang tidak terima restorannya dihina oleh kritikus makanan lewat foto. Aku terima saja apabila ada resto yang mempunyai aturan untuk tidak boleh memotret. Itu kan hak mereka. 

Namun, aku masih aneh saja dengan pendapat psikiatri yang mengatakan “pamer makanan di media sosial bisa jadi tanda gangguan mental”. Apa gangguan mental??? Alasan psikiatri dr Valerie Taylor itu begini:

Kebiasaan ini membuat banyak orang memilih makanannya. Bukan lagi memilih makanan karena ingin diet atau hidup sehat, tapi memilih makanan mana yang keren untuk difoto dan membanggakan kalau dia sudah pernah makan di restoran mahal tersebut. Orang tak hanya makan untuk mendapat nilai gizi saja. Mereka jadi berpikir bahwa makanan yang mahal, waktu makan, tampilan yang menggiurkan, dan restoran yang dipilih menjadi kunci utama eksistensi untuk interaksi sosial mereka. Selain itu, demi eksis di media sosial mereka juga berusaha untuk selalu makan di restoran, makan makanan mahal hanya untuk difoto, posting, dan menunggu komentar atau pujian dari teman mayanya.
  • Menurut aku tergantung orangnya. Untuk orang yang ingin diet memang sebaiknya dikurangi karena kebiasan ini justru akan mengubah pola diet menjadi obesitas. Tapi untuk orang yang ingin gemuk seperti aku justru itu akan menambah nafsu makan dan menambah berat badan. 
  • Memilih makanan di restoran mahal >>> itu juga tidak semua orang. Banyak juga kok orang yang memotret hidangan di restoran sederhana bahkan warung kaki lima di pinggir jalan. 
  • Demi eksis di media social itu juga tergantung orangnya. Ada orang yang murni hanya ingin share dan promo makanan di restoran tersebut. Ada juga orang yang memang dia ingin “pamer” di media social. Intinya mah jangan suudzuan dulu.

Menurut psikiatri itu juga, kebiasaan tersebut membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan motret dan share dan ada yang mulai mengabaikan lingkungan, ada yang mau membelanjakan berapun uang untuk memesan makan untuk difoto, bukan hanya sekedar untuk dimakan. 
  • Aku tidak tau kalau ada orang seperti itu. Belum pernah meneliti orangnya. Tapi, kalau itu ada mungkin hanya minoritas saja yang ke restoran bukan hanya sekedar makan tapi tujuan utamanya untuk memotret.

Anyway, menurutku kebiasaan memotret makanan itu ada positifnya loh. Selain karena efek kebiasaan tersebut dapat menggiurkan selera makan juga menjadi faktor pendorong bagi para chef di restoran untuk selalu menyajikan makanan dengan tampilan yang sangat menarik. 

So, apapun pro dan kontranya itu tergantung pribadi orangnya masing-masing. Yang penting be positive thinking dan jaga etika. Apabila memang ada sebuah restoran yang melarang pelanggannya memotret makanan jangan lakukan. Tapi apabila ada sebuah restoran yang didesain khusus untuk pemotretan menu makanan seperti di salah satu resto milik studio foto di Bandung apa salahnya kita gunakan kesempatan tersebut. Jadikan kebiasan tersebut just to share info kepada orang lain jangan digunakan untuk ajang pamer.

Mari mensyukuri nikmat makan yang diberikan Allah SWT!!!

Wednesday, September 04, 2013

Perhatikan Hijabmu

Wednesday, September 04, 2013 Posted by rizka farizal 11 comments
Hari ini, 4 September merupakan hari hijab sedunia (World Hijab Day). Berbicara tentang hari hijab sedunia, aku teringat ketika aku masih kuliah S1 dulu. Ketika itu teman-teman muslimah yang biasanya tidak menggunakan hijab di prodiku, mereka menggunakan hijab pada hari hijab sedunia. Saat itu, hampir semua orang prodi merasa “aneh”. Baik itu dosen, pegawai TU, maupun teman cowo. Saat teman-teman muslimahku pergi ke TU, ada pegawai TU yang nanya.

Pegawai TU: ini kenapa cewe muslimah pake hijab semua?
Temanku yg tidak biasa pake hijab: kan katanya hari ini adalah hari hijab sedunia
Pegawai TU: ah, mana ada hari hijab sedunia???
(Ada tau hari hijab sedunia. Bagi yang belum tau ada hari hijab sedunia ini linknya Asal Mula Hijab Sedunia Sejak Kapan Hari Hijab Sedunia Diperingati?).

Pada tahun berikutnya, muslimah di fakultas aku mengadakan acara hari hijab sedunia lagi. Acaranya adalah bagi-bagi hijab. Kita meminta infaq kepada teman-teman sefakultas. Hasil dari infaq tersebut digunakan untuk membeli hijab kepada teman muslimah yang belum memakai hijab. Hal yang mengejutkan adalah kurang dari setahun sejak acara bagi-bagi hijab itu, banyak teman fakultas yang menggunakan hijab untuk seterusnya. Alhamdulillah, ternyata banyak hatinya yang sudah dipanggil Allah SWT. Memang menggunakan hijab itu tidak boleh dipaksakan. Banyak diantara muslimah yang beralasan “hijabin dulu hatinya, kalau hatinya sudah dihijab baru deh pake hijab”. Alasan itu mah sudah klasik. Kalau Allah sudah memanggil hati kita, nantinya kita juga bakalan berhijab tanpa memikirkan alasan ini dan itu.

Beberapa tahun ini, hijab sudah bukan style yang kuno bagi para muslimah. Banyak muslimah yang sekarang memakai hijab baik dari kalangan artis maupun yang bukan artis. Hijab dan model pakaian hijab menjadi laris manis di boutique hijab. Banyak desainer hijab bermunculan. Aku termasuk orang yang mengikuti perkembangan hijab style. Aku suka model pakaian para desainer hijabers sekarang. Unyu unyu dan fresh. Pokoknya stylish abis deh. Namun, banyak juga diantara model pakaian muslimah itu yang terlalu berlebihan. Para hijaberspun juga banyak yang memakai hijabnya berlebihan dan tidak syar’i lagi. Tau kan segala akhlak muslimah yang berhijab itu disorot orang lain? Ini beberapa model yang tidak syar’I tersebut:

Berhijab Punuk unta


Ya ampuun hijabnya tinggi banget, sudah seperti menara masjid aja

Berhijab menyerupai biarawati


Berhijab tapi kok anggota tubuhnya kelihatan


Pernah seorang teman muslimahku majang profpict tapi lengannya kelihatan. Kemudian dia ditegur oleh temanku yang cowo. 

Cowo: Mba tolong lengannya itu?
Muslimah: hahaha sengaja mas
Cowo: prinsipku jangan setengah-setengah. Klo gak mau sekalian aja gak pake hijab (Terus nunjukin foto artis yang gak pake hijab)
Muslimah: hahaha oke bro

FYI, temen cowo aku itu jauh dari alim loh. Dia aja berani negur kenapa kita yang tau diam saja?

Berhijab tapi tidak nutupin dada

Sumber: google.com

Kamu bisa saja stylish tapi hijabnya dijulurinlah dong sampai ke dada. Jangan salah, ini bisa mengundang nafsu syahwat lawan jenis loh.

Berhijab tapi transparan
Kalau pakaian kamu transparan, kan bisa didobel pakaiannya.

Berhijab tapi kok akhlaknya jelek (merokok dan bermesraan di tempat umum)

Nah, ini yang perlu digarisbawahi bahwa hijab dan akhlak itu adalah dua hal yang berbeda. Berhijab itu adalah murni perintah Allah, wajib untuk muslimah yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik atau buruk. Sedangkan akhlak adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berhijab melakukan dosa atau pelanggaran. Itu bukan karena hijabnya namun karena akhlaknya. Yang berhijab belum tentu berakhlah mulia, namun yang berakhlah mulia pasti berhijab. (@QueenSharia, 2013)

Nah, kalau masih mau berhijab stylish tapi syar’i ini ada contohnya


Sumber: kartun muslimah

So, sadarlah wahai hijaber, berhijablah secara syar'i bukan hanya mengikuti trend masa kini. Bagi para muslimah di seluruh dunia, semoga terbuka hatinya untuk berhijab karena itu adalah kewajiban. Bagi para hijabers style, perhatikan hijabmu!!! Marilah kita berubah secara bertahap agar hijab style masih tergolong syar’i. Mohon maaf apabila ada kata-kataku yang salah. Aku juga bukan orang yang baik seperti malaikat. Aku juga banyak dosa. Sebagaimana diketahui bahwa sesama muslim itu harus saling mengingatkan ke jalan yang lurus. Tulisan ini juga merupakan refleksi bagi diri aku sendiri yang juga menyukai hijab style. Apakah style hijabku sudah syar’i atau belum?

Selamat hari hijab sedunia hijabers

Monday, September 02, 2013

Bye Bye Shopaholic

Monday, September 02, 2013 Posted by rizka farizal 6 comments

Shopaholic atau kecanduan belanja sering "dicap" pada wanita karena wanita lebih sering belanja dibanding pria. Ketika jalan-jalan di mall atau pusat pertokoan seringkali muncul nafsu konsumerisme. Aihh barangnya lucu discount pula. Hmmm, mumpung di sini takutnya besok gak ada lagi barangnya. Awalnya hanya berniat sightseeing eh pulangnya malah bawaannya segambreng. Ada saja alesannya memperbaiki suasana hatilah, menghilangkan stresslah, pengen gaulah, blablabla. Apalagi sejak perkembangan teknologi yang makin pesat ini, tidak perlu capek-capek belanja ke luar. Cukup dengan internetan liat barang dagangan lucu langsung kepincut. Sis, aku book barang yang ini yah nanti aku transfer ke rekeningnya. Sehari atau dua hari kemudian barangpun sampai.

Anyway, menurut para ahli penyebab shopaholic itu adalah:

April Benson, seorang psikolog dari Manhattan, AS, dalam bukunya I Shop Therefore I Am : Compulsive Buying and the Search for Self While, mengungkapkan sembilan dari sepuluh orang wanita mengalami shopaholic. Orang-orang tersebut seringkali merasa cemas, gelisah, dan depresi ketika keinginannya berbelanja atau membeli suatu barang tidak kesampaian. Bahkan, wanita shopamaniac itu seringkali berbelanja sekadar untuk melepaskan diri dari kejenuhan. Tapi, kebiasaan ini menjadi rutinitas, tiap kali shopamaniac mengalami kejenuhan. Sampai akhirnya mereka kecanduan belanja. April Benson mengatakan penyebab seseorang menjadi pecandu belanja adalah karena secara kejiwaan mengalami masa kecil yang kurang bahagia. Merasa ditolak, kurang diperhatikan, dan tak mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika dewasa dan memiliki kehidupan finansial memadai, orang-orang ini mulai melepaskan ketegangan yang dialami waktu kecil. Tapi, kebanyakan tak bisa menghentikan kebiasaan ini, sehingga prosesnya berulang dan membuat kecanduan. Faktor lain yang ikut andil membuat orang jadi gila belanja, di antaranya adanya waktu luang yang tak termanfaatkan dengan baik, kurang percaya diri, dan gencarnya promosi barang dan jasa melalui berbagai media. (Sumber: pandangan islam tentang hobi belanja.html)

Kasandra Putranto melalui wawancara wolipop (19/6/2013) menjelaskan pada dasarnya wanita berbelanja bukan hanya untuk dirinya sendiri. Saat berbelanja wanita cenderung membeli barang atau makanan untuk seluruh orang di rumahnya. Contoh: kalau suami beli mobil, kalau istri beli makanan, baju, peralatan bersih-bersih. Jadi lebih banyak yang dibeli oleh seorang wanita, di samping memang barang untuk dirinya sendiri lebih banyak. Beberapa wanita, punya kecenderungan untuk kompulsif sehingga ketika belanja tidak bisa fokus. "Jadi sudah beli warna ini, mau lagi warna lain. Ada kecenderungan seperti itu tapi tidak semua orang," tambahnya.

Para ilmuwan di University of Michigan School of Public Health yang diketuai oleh Daniel Kruger mengungkapkan, perbedaan perilaku belanja antara pria dan wanita ini sudah terlihat sejak zaman nenek moyang di masa berburu. Misalnya: jika pria masa kini dalam hal belanja fokus dan tahu apa yang dicari saat pergi ke suatu toko, perilaku ini mirip dengan sikap pria zaman dulu yang ingin mencari buruan dan pulang membawa hasil secepat mungkin ke rumah. Sedangkan wanita perilakunya yang hobi memilah-milah barang dan berpindah-pindah toko saat berburu sale, sama seperti sikap wanita zaman dulu yang ketika mencari makanan memilah-malah mana yang matang dan baik untuk dimakan. (Sumber: penyebab wanita lebih suka belanja)

Sifat shopaholic ini hendaknya harus bisa dikendalikan. Karena sifat ini hanya “nafsu dunia” yang mengutamakan keinginan bukan kebutuhan. Adapun solusinya adalah:

  1. Membuat anggaran belanjaMembuat anggaran belanja yang memang kebutuhan bulanan. 
  2. Persiapkan diri sebelum berbelanjaMembawa uang tunai seperlunya saat belanja. Jangan membawa kartu debit dan kartu kredit di rumah. Cukup bawa uang tunai seperlunya saja. Apabila uang tunainya tidak cukup, jangan paksa diri untuk berbelanja. Makanlah sebelum berbelanja. Hal ini lumayan untuk menghemat uang untuk tidak berbelanja di food court. Bagi ibu-ibu, jangan membawa anak-anak saat berbelanja karena anak-anak biasanya “banyak mintanya”.
  3. Menabung dan berinvestasiMembuat minimal dua rekening tabungan. Rekening pertama untuk biaya bulanan dan rekening kedua untuk tabungan masa depan. Jangan pernah mengambil uang tabungan untuk hal yang tidak penting.
  4. Berpikir panjang sebelum membeliJangan langsung tergiur dengan papan diskon yang di pusat-pusat perbelanjaan yang menggoda "iman". Berpikirlah jangka panjangnya. Mungkin memang barang itu lebih murah ketika dibandingkan harga normal. Namun, kadangkala kita merasa menyesal membeli barang discount yang ujung-ujungnya tidak pernah digunakan dan hanya menguras kantong.
  5. Memiliki sifat kreatifJika sedang mencari barang tertentu, sebaiknya buatlah perbandingan harga dari tempat lain. Karena biasanya harga yang ditawarkan berbeda dan bisa saja lebih murah. Meskipun, kegiatan ini sering menguras waktu dan tenaga dengan berkeliling dari satu toko ke toko berikutnya tapi kita tidak akan menyesal mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih murah.
  6. Terapkan prinsip “belanja itu sesuai kebutuhan bukan keinginan”Kebutuhan merupakan prioritas sedangkan keinginan hanya nafsu semata. Hal ini juga bisa diterapkan via online shop yaitu dengan membeli barang sesuai kebutuhan.
  7. Ubahlah kebiasaan buruk yaitu pergi belanja karena stress dan emosi sesaat. Seperti diketahui, kebiasaan itu dapat dihindari dengan memperbanyak ibadah. Karena dengan hati kita tenang dan dekat dengan-Nya, Insya Allah emosi stress kita akan hilang. Tuhan senang dengan umat yang dekat dengan-Nya. Tuhan tidak suka dengan pemboros dan suka menghambur-hamburkan harta.
  8. Untuk menghindari online shopaholic, miliki sifat pengendalian diri. Buat waktu reguler untuk buka-buka web belanja. Hindari sifat "iseng" membuka web belanja. Niat awalnya hanya melihat-lihat akhirnya tergoda untuk belanja. Luruskan niat!!! Buat schedule melihat web belanja misalnya sejam/minggu.

Bye bye shopaholic!!!