Tuesday, August 27, 2013

Manusia yang terdesak

Tuesday, August 27, 2013 Posted by rizka farizal 5 comments

Setiap manusia memiliki kondisi terdesak yangmana biasanya saat itu manusia akan memiliki sifat over pressure untuk menyelesaikan tujuannya. (over pressure lagi over pressure lagi). Dalam kondisi terdesak, manusia bisa mengeluarkan kekuatan luar biasa yang tak bisa diduga sebelumnya. Kekuatan tersebut hampir tidak mungkin bisa dilakukannnya dalam kondisi normal. Tak jarang, manusia merasa takjub dengan kemampuannya sendiri, karena secara tiba-tiba bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya jauh dari kemampuannya. Contohnya: manusia bisa berlari dua kali lebih cepat saat dikejar sesuatu yang membuatnya takut (dikejar anjing, maling, atau apapun itu), manusia bisa mengangkat beban berat saat panik (aku pernah merasakannya di saat osjur yaitu berjalan sehari semalem dg membawa carrier yang bebannya mungkin lebih berat dari aku), manusia bisa melompat bangunan yang lebih tinggi dari tinggi badannya, manusia bisa tiba-tiba mendapat ide cemerlang saat detik-detik terakhir ujian. Hayooo, pernah kan merasakannya?

Kebanyakan manusia memang akan mengeluarkan seluruh energinya pada saat terdesak dengan deadline pekerjaan tertentu. Contohnya: seorang mahasiswa mengerjakan tugasnya sebelum deadline pengumpulan tugasnya. Seorang pekerja lembur sebelum deadline meeting. 

Sebagian besar manusia memang akan lebih rajin di saat sebelum “terjepit” agar targetnya tercapai atau mungkin juga berharap diberikan apresiasi oleh orang lain. Namun, semua itu jauh lebih baik daripada manusia yang meskipun telah diberi deadline namun tetap saja bermalas-malasan dan selalu menunda-nunda pekerjaan. Seperti kata Mario Teguh “orang yang terdesak selalu lebih hebat daripada yang malas dan suka menunda”.

Akan tetapi, pepatah yang mengatakan “biar lambat asal selamat” itu juga ada benarnya. Mungkin ada seorang manusia yang telat mengerjakan pekerjannya sampai batas deadline tertentu, namun hasilnya jauh lebih bagus dibanding manusia yang mengumpulkan sebelum deadline. Memang terkadang hasil pekerjaan manusia yang terburu-buru di saat terdesak sering berantakan dan banyak yang keliru. Nah, berarti lebih baik yang kerjanya telat dunk.

Kerja cepat & hasil jelek vs kerja lambat & hasil bagus

Manakah yang lebih baik???

Jawabannya kerja cepat & hasil bagus. Hahaha

Meskipun demikian, seseorang yang bekerja hanya di saat terdesaklah, seseorang yang bekerja lambat sampai waktu deadline-nya molorlah. Semua itu masih lebih baik dibanding orang yang tidak ada usaha sama sekali. Tiap hari bermalas-malasan. Hadeuh, mau jadi apa itu orang? 

Mari kita hilangkan sikap bermalas-malasan dan menunda-nunda supaya kita menjadi orang yang hebat dan sukses. Aamiin.

Friday, August 23, 2013

Tanah Surga ... Katanya

Friday, August 23, 2013 Posted by rizka farizal No comments
Bukan lautan hanya kolam susu … katanya.
"Tapi kata kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu".

Kail dan jala cukup menghidupimu… katanya
"Tapi kata kakekku, ikan ikan kita dicuri oleh banyak negara".

Tiada badai tiada topan kau temui .,.. katanya.
"Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke malaysia?"

Ikan dan udang menghampiri dirimu. .. katanya.
"Tapi kata kakekku, awas ada udang di balik batu".

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman … katanya.
"Tapi kata dokter intel, belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yg menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri".

(Film: Tanah Surga ... Katanya)

Thursday, August 22, 2013

Misteri Cicak dan Seputar Rejeki

Thursday, August 22, 2013 Posted by rizka farizal 7 comments
Cicak cicak di dinding 
Diam diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap hap lalu ditangkap

Lagu ciptaan Bapak (alm) A.T Mahmud itu sangat popular di jamanku masih kecil (tahun 90-an).


Seperti kutipan lagu di atas, aku akan menceritakan seputar cicak. Cicak itu penuh misteri. Tapi aku tidak menceritakan mitos – mitos aneh cicak yang katanya merupakan salah satu hewan sebagai tanda kehadiran makhluk halus. Tidak!!! Aku tidak percaya masalah mitos begituan apalagi makhluk halus. Aku juga tidak akan membahas detil cicak yang merupakan hewan yang diperintahkan Rasulullah SAW untuk dibunuh. Sebagaimana dijelaskan “saat Ibrahim A.S dilemparkan ke api namrud maka semua hewan berusaha memadamkan api Ibrahim A.S itu, kecuali cicak. Maka Rasul SAW memerintahkan untuk membunuh hewan ini dimanapun kita jumpai”. (Tafsir Imam Bn katsir juz 3 hal.185, Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal 45). Dan sabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa yg membunuh cicak dengan satu pukulan maka baginya 100 pahala, dan bila dengan dua pukulan maka terus berkurang dan berkurang" (shahih muslim hadits no.2240).

Saat ini, aku akan membahas seputar cicak yang mengajarkan kita tentang rejeki. Yups, seperti kita ketahui, cicak itu tidak bisa terbang, sementara makanan cicak adalah nyamuk yang bisa terbang.

Meski demikian, cicak itu tidak stress memikirkan bagaimana cara dia mendapatkan makan. Cicak hanya menempel di dinding sedangkan nyamuk yang merupakan makanannya terbang ke mana-mana. Tapi cicak tahu pasti bahwa rejekinya memang terjamin. Sebagaimana ayat Al Qur’an berbunyi “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata” (Lauhul Mahfudz). [QS 11:6]

Seekor cicak saja tidak stress memikirkan rejekinya. Seekor cicak tidak pernah putus asa mencari mangsanya yang terbang kian kemari. Seekor cicak selalu sabar menunggu rejekinya. Kita sebagai manusia gak boleh kalah dunk dg seekor cicak. Gak mau kan disamakan dg seekor binatang?

Seperti halnya cicak, manusia juga sudah diatur rejekinya oleh Allah SWT. “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba- Nya”. [QS 17:30]

Meskipun rezeki sudah di atur oleh Allah, tetapi kita tetap dituntut untuk berusaha sendiri. Cicak juga berusaha mendekati tempat terang yang banyak nyamuk. Apabila ada kesempatan untuk mendapatkan rejeki, jemputlah rejeki itu. Apabila ada lowongan pekerjaan, cobalah melamar dan ikuti semua tahapan seleksinya. Namun, apabila kita masih gagal mendapatkannya, janganlah putus asa. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mengabulkan semua doa hambanya yang selalu meminta. 

Allah SWT menegaskan kembali “Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan- Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [QS 8.53]

So, gimana? Masih stress karena masih belom dapat rejeki? Semangat dunk. Introspeksi diri apakah sikap kita ini sebelumnya sudah baik? Apabila merasa sombong, rubahlah. Apabila merasa pesimis, optimislah. Apabila merasa belum skill, rajinlah belajar dengan lebih baik. Apabila masih males-malesan, tekunlah. Apabila ibadahnya masih standar aja, tingkatkanlah. Rajin-rajin sholat Dhuha, Tahajud, Tilawah, Puasa Sunnah, dan bersedekah. Ingatlah Allah SWT tidak akan mengurangi rejeki kita apabila kita berzakat, berinfaq, dan bersedekah bahkan akan diganti Allah SWT dengan berlipat-lipat.

Jangan pernah putus asa tapi selalu bersemangatlah. Jangan pernah merasa dunia itu tidak adil dengan melihat teman sebayamu yang telah sukses. Roda itu akan terus berputar. Yakinlah kita tidak akan selalu berada di putaran roda yang terbawah.

Terakhir, seperti kutipan Thomas Alva Edison:

“Jenius adalah 1% inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras”
“keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu kesiapan.”
“Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.”

Monday, August 19, 2013

Orang-orang yang Curang dalam Timbangan

Monday, August 19, 2013 Posted by rizka farizal No comments
Di jaman sekarang ini, mencari orang yang berilmu lebih mudah dibandingkan mencari orang yang jujur. Setuju gak? Yups, kalau kita sering memantau berita di tanah air ini, sudah banyak para pejabat yang terlibat korupsi. Belum selesai satu kasus, ada lagi kasus korupsi baru. Hampir semua elemen lembaga terkena kasus korupsi. Dari keuangan, peternakan, pendidikan, kepolisian, keimigrasian, migas, bahkan departemen agama yang mustinya berlandaskan Al Qur’an saja malah korupsi pengandaan Al Qur’an. Masya Allah. Kenapa orang-orang lebih gila harta dan tahta? Tidakkah mereka sadar, selama-lamanya hidup di dunia ini tidak akan sampai 200 tahun? Tidakkah mereka sadar, menjadi juara dunia itu biasa tapi menjadi juara akhirat itu baru luar biasa? Kenapa tidak mereka gunakan dengan sebaiknya? 

Hal di atas hanya terjadi pada lembaga yang besar. Apabila lembaga kecil juga diperiksa KPK, bisa jadi loh mereka korupsi. Hmmm bukannya suudzon yah, semakin tinggi tahta dan semakin banyak rejeki seseorang bukan berarti semakin istiqomah keimanannya.

For moslem in the world, berikut ini adalah tarjim Surat Al Muthaffiffin. Surat ini menjelaskan tentang ancaman bagi mereka yang suka menipu dan mengambil hak orang lain, serta ancaman bagi orang-orang kafir yang suka mengejek dan menghina orang-orang beriman. Semoga dengan mendalami kandungan dari Surat ini, kita dapat mengamalkannya. Aamiin.

1. Celakalah bagi orang-orang yang mengurangi takaran!
2. Yang jika mereka menakar (untuk dirinya) dari orang lain, mereka menakar dengan penuh.
3. Tetapi ketika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya.
4. Tidakkah mereka mengira bahwa mereka akan dibangkitkan?
5. Pada Hari yang Besar.
6. Pada hari tatkala manusia berdiri di hadapan Tuhan sementa alam.
7. Tidak! Sesungguhnya buku (catatan) orang-orang jahat itu berada dalam Sijjin.
8. Dan apakah yang membuat engkau tahu apakah sijjin itu?
9. Sebuah kitab yang ditulis.
10. Celakalah pada hari itu orang-orang yang menyangkal!
11. Orang-orang yang menyangkal Hari Pengadilan.
12. Dan tidak ada yang menyangkalnya kecuali orang yang melanggar (melampaui batas) dan berdosa.
13. Tatkala ayat-ayat kami dibacakan kepadanya, ia berkata: "Dongengan orang-orang kuno".
14. Tidak! Apa yang mereka usahakan menjadi karat pada hati mereka.
15. Tidak! Sesungguhnya pada bari itu mereka tertutup dari Tuhan mereka!
16. Lalu sesungguhnya mereka akan memasuki api (neraka) yang menghanguskan.
17. Lalu akan dikatakan: Inilah yang dulu kau dustakan.
18. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya buku (catatan) orang-orang yang benar ada di 'Illiyyin.
19. Dan apakah yang membuat engkau tahu apakah 'Illiyun itu?
20. Sebuah kitab yang ditulis.
21. Orang-orang yang didekatkan [kepada Allah] akan menyaksikan itu.
22. Sesungguhnya, orang-orang yang tulus ada di dalam kenikmatan.
23. Di atas sofa yang empuk mereka memandang.
24. Engkau melihat dalam wajah mereka ada sinar kenikmatan.
25. Mereka diberi minum dari minuman sangat lezat yang disegel (ditutup).
26. Segelnya adalah kesturi, dan untuk itu hendaknya bercita-citalah mereka yang mau bercita-cita.
27. Dan campurannya adalah dari air yang datang dari atas.
28. Mata air yang diminum oleh orang-orang yang dekat (kepada Allah).
29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa biasa menertawakan orang-orang yang beriman.
30. Dan bila mereka melewati mereka (orang beriman), mereka saling mengerlingkan mata.
31. Dan jika mereka kembali kepada golongan mereka, mereka kembali dengan gembira ria.
32. Dan jika mereka melihat mereka (orang beriman), mereka berkata: Sesungguhnya mereka dalam kesesatan.
33. Dan mereka tidak disuruh sebagai penjaga atas mereka (orang beriman).
34. Maka pada hari ini orang-orang yang beriman akan menertawakan orang-orang yang kafir.
35. Di atas sofa yang empuk, mereka memandang.
36. Sesungguhnya orang-orang kafir akan diberi ganjaran atas apa yang mereka lakukan.

Apabila ingin mendengar bacaan ayat Al Qur'an. Silahkan buka video di bawah ini. Surat itu dilafalkan oleh anak yang masih berusia 7 tahun.


Sunday, August 18, 2013

Cita-cita yang Tidak Mungkin Terwujud

Sunday, August 18, 2013 Posted by rizka farizal No comments
Waktu jaman sekolah SD, SMP, SMA, aku bercita-cita ingin menjadi Paskibraka di Istana Negara. Tapi boro boro jadi Paskibraka tingkat nasional, tingkat sekolahpun aku tidak pernah merasakannya. Padahal keluargaku juga ingin suatu saat nanti aku menjadi Paskibraka dan muncul di tv. Karena sepupu ibuku ada yang pernah menjadi Paskibraka di Istana Negara. Saat itu, Presidennya adalah alm Bapak Soeharto.

Saat upacara bendera di SD, aku biasanya main pianika. Jangankan ikut audisi, mengajukan diri untuk jadi paskibra aja gak pernah. Waktu jaman SD itu, yang jadi paskibra adalah anak guru olahragaku.

Saat SMP itu memang ada audisi. Tapi yang ikut audisi adalah anak Pramuka. Aku gak ikut Pramuka karena sudah terlanjur ikut PMR. Bisa aja seh aku ikut keduanya Pramuka dan PMR. Tapi latihan Pramuka dan PMR itu tiap minggu. Pagi itu latihan Pramuka sedangkan siang latihan PMR. Kalau aku ikut keduanya, yah dari pagi-sore aku latihan. Tentu saja ortu gak mengizinkan. Karena mereka sangat mewantiku untuk mengutamakan akademik dibandingkan kegiatan ekstrakurikuler.

Ketika aku dalam Masa Orientasi Sekolah SMA itu ada acara baris-berbaris. Hari terakhir itu ada pendaftaran untuk menjadi paskibra tingkat kotamadya. Sebenarnya aku ingin mengikutinya. Tapi saat itu ada aturan untuk peserta perempuan yaitu harus melepaskan kerudung. What??? Sudah jelas aku memilih untuk tidak mendaftar. Padahal, dua tahun setelah seleksi kotamadya yaitu tahun 2005. Pemegang baki Paskibraka di Istana Negara itu berasal dari Aceh dan dia memakai kerudung saat menjadi Paskibraka.

Seperti halnya tingkat SMP, tingkat SMA pun setiap upacara aku menjadi paduan suara. Agak bosen karena aku gak terlalu menyukainya. Aku merasa suaraku gak selaras dengan teman-temanku yang lain di grup paduan suara. Saat SMA itu, paskibra dipilih oleh guruku langsung. Tidak ada audisi sebelumnya.

Hmmm, yasudahlah mungkin aku memang tidak bisa mewujudkan cita-citaku menjadi tim Paskibraka. Tapi setidaknya ada keluarga ibuku yang menjadi Pakibraka. Dan semoga saja nanti anaku ada yang menjadi Paskibraka. Aamiin

Kisah Cinta Dalam Diamnya Ali & Fatimah

Sunday, August 18, 2013 Posted by rizka farizal , No comments
Suatu malam menjelang tidur, aku mengecek timeline twitter. Saat itu ada temanku yang berkicau.

L: Ali dan Fatimah. Kisah cinta dalam diam dan doa :D

Hmm, menarik banget yah sepertinya kisah Ali dan Fatimah. Tidak hanya aku yang tertarik bahkan temanku berinisial “N” yang non-muslim pun menarik. Dia bahkan KEPO dan membalas twitnya temanku yang berinisial “L”.

N: film L? Novel? Sepertinya seru romansanya
L: hehe itu kisah nyata dari putri Nabi Muhammad. Kisahnya terkenal kak. Seruu, terharuu~

Akupun KEPO dan mencari asal akun yang menceritakan Kisah Ali dan Fatimah tersebut. Ternyata, kisahnya benar-benar tertarik. Berikut Kisah Ali dan Fatimah yang ditwit oleh pemilik akun @Sahabat_Rasul tersebut:

Cinta sahabat Ali dan Fatimah memang luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekspresi. Hingga konon karena saking teramat rahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Dan akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Disinilah bunga-bunga cinta mulai merekah.

Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Ummar melamar Fatimah. Sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Apalagi yang menjadi "saingannya" adalah 2 orang sahabat terbaik Nabi.

Pada saat kaum muslimin hijrah ke Madinah, Fatimah dan kakaknya Ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi mengutus orang untuk menjemputnya. Setelah Rasulullah SAW menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar para sahabat berusaha meminang Fatimah. Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang tapi Nabi menolak dengan lemah lembut.

Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar, lalu ketika Nabi bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu ? ”, Tidak ada ya Rasulullah,” jawabnya.
“Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya Rasullah SAW lagi.
“Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawab Ali.
“Berikan itu kepadanya (Fatimah) sebagai mahar,” kata beliau.

Ali bergegas pulang dan membawa baju besinya, Nabi menyuruh menjualnya dan baju besi itu dijual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham. Kemudian diberikan kepada Rasulullah dan diserahkan kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin. Dan di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya. Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib.

Setelah setahun menikah lalu dikaruniai anak bernama..... Al - Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H.

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah,
Fatimah berkata kepada Ali: Wahai suamiku, aku telah halal bagimu, aku sangat bersyukur pada Allah karena ayahku memilihkan suami yg tampan, sholeh, cerdas & baik sepertimu
Ali: “Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang, aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lama kupendam telah menjadi halal dgn ikatan suci pernikahanku dgnmu.”
Fatimah: (berkata dg lembut) “Wahai suamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? Karena aku ingin terjalin komunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tanggakita” ucap Fatimah.
Ali: “Tentu saja istriku, silahkan, aku akan mendengarkanmu…”.
Fatimah: “Wahai Ali suamiku, maafkan aku, tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lama mengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda dan aku merasa pemuda itu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan aku denganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlas melayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berdua bersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah” ...

Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungi bahtera kehidupan bersama. Suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus dari hati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketika mengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendam perasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimah menikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah. Ali kagum pada Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbakti kepada orang tuanya yaitu Rasul & mau menjadi istri Ali dg ikhlas. Namun Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagia sekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yang sangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hati Fatimah. Karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karena cinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya.

Ali bingung ingin berkata apa, perasaan di dalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telah menikah dengan Fatimah dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapi disisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka.

Ali pun terdiam sejenak,

Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamiku sayang, Astagfirullah maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demi Allah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yang menguasai hatiku.”
Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimah yang cantik itu.

Melihat sikap Ali, Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkan kata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolah sayang, aku menantimu Ali”.
Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah
Tiba-tiba Ali pun berkata, Fatimah, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demi untuk ikatan suci bersamamu. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karena mengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin org yg kucintai tersakiti, aku merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karena kau sungguh-sungguh cinta padaku.

Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung, tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata, lalu dengan sangat tulus Ali berkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudah menikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci. Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kau cintai itu, aku akan ikhlas lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi aku tak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hnya bertepuk sbelah tangan sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku tak ingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.

Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangat kagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah ingin berkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata, “Tapi Fatimah, sebelum aku menceraikanmu,..... bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kau pendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagi darimu.

Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasa bahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat. Lalu Fatimah pun berkata dengan tersedu-sedu,“Wahai Ali, demi Allah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah”. Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol, Fatimah pun berkata kepada Ali. “Wahai Ali, Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah aku mengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemuda sebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu. Sudah lama aku ingin bisa bercanda mesra bersamamu.Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kau tahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah wahai Ali ???”

Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesal dengan ulah Fatimah kepadanya. ”Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda tapi kau malah bilang sangat mencintaiku,dan kau juga bilang ingin tertawa melihat sikapku,apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah? Sudahlah tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun dia sudah menikah?”

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yang mesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja, “Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun sudah sejak lama aku ingin mengungkapkannya, tapi aku terlalu takut. aku tak ingin menodai anugerah cinta yang Allah berikan ini. Aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemu dengannya. Tapi tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yg baru dinikahinya.

Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali, ”Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku…”

Ali berkata kepada Fatimah, “Jadi maksudmu…???”
Fatimah pun berkata, “Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”. Alipun terdiam, bisu ,hening sejenak penuh haru, atas ucapan istrinya barusan.:)

Sumber: @Sahabat_Rasul

Menarik bukan ceritanya?
Sejujurnya, sifat Fatimah itu sebelas dua belas denganku. Dari SMP sampai kuliah, aku memang selalu diam kalau ditanya temanku persoalan cinta. “Ka, kamu pernah suka sama seseorang gak? Ka, tipe cowo yang kamu suka itu gimana? Sapa cowo yang pernah kamu suka itu?” Setiap kali teman-temanku bertanya hal tersebut, aku selalu diam. Bagaimanapun temanku memaksa agar aku menjawabnya tidak pernah aku ungkapkan. Aku memang tidak pernah percaya kepada seseorang kalau masalah percintaan. Aku malu kalau hal tersebut tersebar ke orang lain apalagi sampai di telinga kecenganku. Mihihi. Sampai-sampai ada temanku yang bilang “Ka, kamu masih normalkan?” Ya masihlah.

Sebenarnya semua kecenganku dari jaman SMP itu sudah punya pasangan masing-masing. Tapi ketika aku pertama kali mengetahuinya reaksiku biasa saja. Tidak ada satupun air mata menetes dari mataku. Akupun juga masih berteman seperti biasa dan tidak ada rasa canggungpun. So, kalo ada yang bilang sifat seseorang yang biasa memendam cinta itu buruk dan bisa mengakibatkan depresi… ANDA SALAH BESAR.

Aku senang ternyata putri Rasulullah SAW yang bernama Fatimah saja memendam rasa suka kepada Ali. Tidak ada yang tau bahkan setanpun juga tidak tau.
Menurutku cinta manusia kepada lawan jenis itu tidak abadi. Cinta abadi itu adalah cinta seorang hamba manusia kepada Sang Pencipta Allah SWT. Allah yang membolak-balikan hati manusia. Mungkin suatu saat kita suka kepada seseorang beberapa saat kemudian Allah menjadikan kita benci kepada orang tersebut. Saya termasuk orang yang setuju dengan prinsip “Menikahlah kamu dengan seseorang karena cinta kepada Allah. Apabila kita menikah hanya karena cinta kepada Allah niscaya Allah akan memberikan kebahagian kepada kedua pasangan yang menikah tersebut”

Liburan Lebaran ke Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat, Indonesia

Sunday, August 18, 2013 Posted by rizka farizal No comments
Selama lebih kurang 7 tahun di Bandung, baru kali ini saya merayakan lebaran Idul Fitri di Bandung. Kebetulan, mamiku pergi menyampiri ke Bandung. Selama mami di Bandung, tiap hari kami jalan-jalan di sekitaran Bandung. Namun, hanya sehari saja yang mengunjungi objek wisata. Objek wisata yang kami kunjungi adalah Kawah Putih, Ciwidey. Objek itu dipilih, karena request mami. Katanya objek di Bandung yang pernah dikunjunginya adalah Gunung Tangkuban Perahu, Air Panas Ciater, Hutan Raya Djuanda dan Goa Jepang. Nah, ke Kawah Putih itu belum pernah.

Sebenarnya aku dan adiku sudah pernah ke Kawah Putih. Aku pergi sewaktu masih tingkat dua kuliah bersama teman seangkatanku sedangkan adiku pergi bersama temannya juga saat dia masih kuliah. Walaupun demikian, pergi ke Kawah Putih sekarang ini berbeda dengan sebelumnya. Perbedaannya adalah kami naik transportasi umum. Yuhuuu, seperti kata temanku yang berinisial K “traveling is journey, it’s not destination. Kapan lagi merasakan jalan-jalan dengan menikmati suasana angkot ngetem, duduk berdempetan seperti ikan pepes, dan tidak ada AC?

Perjalanan dari Bandung ke Kawah Putih itu sekitar 2 jam dan menaiki 3-4 kali angkot + 1 ontang-anting. Dari tempat adiku, kami naik angkot ke arah Leuwi Panjang kemudian naik Bandung-Ciwidey, Ciwidey-Kawah Putih (angkotnya warna kuning), dan setelah sampai di gerbang Kawah Putih naik ontang-anting yang merupakan transportasi dari pemilik Kawah Putihnya sendiri. Ribet amat yah perjalanan ke sana. Huhuhu

Sampai di sana, sudah siang terik dan suasana di sanapun rame karena memang lagi liburan. Dan yang paling mengecewakan adalah kabut yang berwarna putihnya sudah hilang. Yups, kalau mau merasakan suasana kabut seperti “musim salju” di negara 4 musim itu kita harus pagi ke Kawah Putihnya pagi hari. Namun, mamiku tampaknya masih tetap happy saja. Beliau semangat banget foto-fiti dan narsis di beberapa spot. Adiku juga ikutan narsis di sana. Emang keluarga narsis seh. Hehehe

Setelah puas di Kawah Putih, kamipun beristirahat dan sholat disekitar sana. Tepat di gerbang keluarnya, mami melihat ada stand yang mencetak foto pada mug. Mami sangat antusias ke stand-nya dan ingin mencetak foto juga. Katanya biar bisa dilihatin mug-nya ke teman di kantornya. Kamipun memilih foto yang akan dicetak. Sayangnya, ketika hendak mencetak foto ternyata orang di stand tidak menyediakan Bluetooth dan kabel data untuk android. Mereka hanya menyediakan kabel untuk BB dan colokan USB. Damn, gak bisa dunk dicetak fotonya. Tapi orang stand-nya bilang, di toko pusatnya disediakan kabel data dll. Kamipun mencari toko tersebut yang berada di gerbang paling depan. Setibanya di sana, kami langsung memilih foto yang kemudian dicetak sama pelayan di sana. Awalnya, foto kami diprint pakai kertas biasa setelah itu baru disablon mug-nya. Waktu lihat hasilnya MENGECEWAKAN. Fotonya gelap. Mamiku sudah ngomel2 gituh. Klo mnrt aku seh hasilnya itu jelek sewaktu memprint ke kertas biasa. Warna tinta printernya kurang bagus menurutku. Tapi yasudahlah yang penting ada foto kami pada mug. 

Sebenarnya, setelah dari Kawah Putih, aku pengen ke Danau Situpatenggang yang lokasinya tidak jauh dari sana. Namun, haripun makin sore dan khawatir perjalanan pulang tidak mulus. Kamipun langsung pulang ke Bandung dengan menaiki transportasi umum dengan rute seperti saat berangkat.

Berikut adalah beberapa foto narsis kami selama di sana.

Mami di gerbang paling depan Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat

Narsis di gerbang menuju Kawah Putih

Suasananya seperti musin gugur ya?

Mirip ya mami dan adiku...

Narsis deui si tadek