Sunday, April 21, 2013

Awas!!! Ada Penyakit Lidah

Sunday, April 21, 2013 Posted by rizka farizal No comments
(Perhatian: Judul tersebut tidak berhubungan dengan penyakit di dunia medis


Penyakit ini hampir dimiliki setiap orang. Penyakit ini terkadang timbul dari ketidaksengajaan atau bisa juga dari kesengajaan. Sungguh terluka bagi orang yang diserang oleh orang lain. Bahkan ada yang menimbulakan dendam dan kematian. Itulah lidah. Organ yang merupakan salah satu nikmat Allah dan keajaiban penciptaan-Nya memiliki fisik yang kecil. Walaupun demikian, lidah memiliki banyak kemanfaatan yang luas bagi yang menjaganya dan memiliki kejelekan bagi yang meremehkannya atau menggunakannya tidak semestinya.

Apabila perkataan yang baik dituturkan maka sudah tentu akan memberikan kebaikan untuk diri sendiri dan juga orang lain. Misalnya lidah yang digunakan untuk berzikir kepada Allah, membaca Al-Quran atau menyampaikan dakwah sudah tentu akan mendapat banyak manfaatnya, menasehati manusia dan mengajak mereka kepada jalan Allah dan ketaatan serta memperkenalkan kepada mereka tentang kewajiban-kewajiban terhadap Allah SWT. Namun, apabila lidah digunakan pada perkara yang tidak baik, seperti berdusta, menggunjing (ghibah), adu domba (namimah), bermuka dua (nifaq), berkata-kata kotor, berdebat yang tidak ada gunanya, memuji diri sendiri, membicarakan kebatilan, menyebarkan permusuhan, menyakiti hati orang lain, menodai kehormatan orang lain, melontarkan kata-kata kasar pada orang, maka sudah tentu akan dihitung oleh Allah sebagai dosa.

Tidak mudah menjaga percakapan. Terkadang kita berniat memberi nasehat kepada orang lain namun bisa jadi orang lain itu tersinggung dengan nasehat kita karena kita “salah berbicara” dan orang lain itu salah tanggap dengan maksud yang kita bicarakan (tersinggung). Semacam miscom gituh. Nah, kalau kejadian seperti itu bisa berabe deh. Mungkin akan menimbulkan amarah atau kebencian. Intinya aku mau bilang aja kalau mengkritik orang lain dengan “menasehati” orang lain itu beda tipislah.

Jaman sekarang, bahaya lidah ini tidak hanya terjadi secara langsung. Tapi bisa juga dengan media komunikasi dan media social. Segala celaan dan hinaan tidak hanya menjadi konsumsi internal saja tapi juga sudah menjadi konsumsi public. Banyak akibat fatal dari kejadian ini misalnya pemecataan, penskorsingan, bahkan ada juga yang sampai ke meja hijau. Astaghfirullah.

Rasulullah SAW sudah menasehati kita agar menjaga lidah dengan baik, minimal dengan jalan tidak banyak berbicara, selagi tidak bermanfaat atau tidak mengandung kebaikan, beliau SAW bersabda (yang artinya): “ Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka berkatalah yang baik, atau (jika tidak), diamlah “. (HR. Bukhori dan Muslim).

Terakhir, "mulutmu adalah harimaumu". Jagalah lidahmu karena organ ini begitu mudah sekali melakukan dosa. Bahkan kata-kata yang terbit dari mulut ada kalanya lebih hebat bahkan lebih tajam dari mata pedang. Siapapun yang tidak menjaga mulut dan lidah, kalau pun mungkin hidupnya kaya, pangkatnya tinggi namun Allah SWT tetap meletakkan martabat mereka jatuh lebih rendah dari hewan.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment