Thursday, February 14, 2013

Short Term Loss Memory Syndrome

Thursday, February 14, 2013 Posted by rizka farizal No comments

Sebelum memulai cerita ini, ada perubahan dalam penulisan si pemilik blog ini. Kalau biasanya si pemilik menggunakan kata saya, sekarang diganti dengan aku. Penting beut yah? Ckckck 

Kembali ke laptop. Mari kita lanjutkan cerita tentang topik yang akan dibahas. 

Akhir-akhir ini aku sering mengalami penyakit Short Term Loss Memory Syndrome. Ga usah ada sangkut pautnya dengan kuliah deh. Tentang kehidupan sosial aja aku mengalami penyakit tersebut. Masa yah, aku baru kenalan dg seseorang dalam hitungan menit langsung lupa. PARAHHH Umur masih 20-an tapi otak sudah seperti nenek-nenek. Atau mungkin lebih parah yah??? 

Aku mencoba untuk menyembuhkan penyakit ini. Setelah googling ini itu aku menemukan artikel yang menarik. Semoga aja penyakit ini bisa sembuh. Macem serem gitu penyakitnya. Btw, si artikelnya menyebut sindrom bukan penyakit loh. Akunya aja yg lebayyy. 

Sindrom hilang ingatan sesaat atau yang populer dengan istilah medisnya short term loss memory memang terbilang masih normal. Namun, harus tetap waspada, jika dibiarkan terus menerus dan otak tidak dilatih daya ingatnya, lama kelamaan bisa semakin menurun kemampuannya. Sindrom ini tidak ada hubungannya dengan usia. Tapi mungkin kurang atau tidak memperhatikan suatu objek/hal. 

Faktor Penyebab 
  • Faktor trauma jika penderita pernah mengalami benturan keras di kepala akibat kecelakaan atau peristiwa lain. 
  • Faktor non trauma jika pembuluh darah penderita mengalami gangguang sehingga tidak bisa menyuplai darah ke otak. 
Kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap kinerja otak tidak maksimal. Akibatnya ketika otak melakukan proses mengingat akan mengalami kesulitan. 

Bagaimana pencegahannya? 
Ini ada tips pencegahan sindrom ini: 

Mengatur pola makan dan menghindari makanan instan atau junk food. Makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Akibatnya, pada pembuluh darah timbul plak yang akan menghambat jalannya darah ke pembuluh darah.

Aku akui emang sering makanan jenis tersebut. Baiklah mulai sekarang akan dikurangi. 
Mulailah berolahraga secara teratur. Setidaknya jalan kaki 30 menit setiap hari.

Ini juga aku sedang menjalankan program ini. Aku udah ada program aerobic 2x/minggu. Jalan kaki sepertinya juga sudah cukup. Mungkin berlebih. Maklumlah belum lama ini, kampus saya hanya membuka gerbang belakang yang di ujung barat (gerbang deket gedung yang biaya kuliahnya paling mahal). Alhasil, aku musti jauh jalan ke gedung di bagian timur. *curcol 

Sering-sering asah otak. Bisa maen teka-teki silang, quiz, menghafal ayat-ayat Al Qur’an, dll

Brb download TTS dan quiz deh. Menghafal ayat Al Qur’an bagus banget selain mengasah otak juga menambah amalan akhirat. 

Maen games yang mengasah otak

Aku ga terlalu suka maen games. Huhuhu 

Cara mengatasi sindrom ini dalam kegiatan sehari-hari
  • Sediakan post-it di meja dan segera tuliskan tugas-tugas penting ketika tugas itu didelegasikan kepada Anda, dan tempelkan di tempat yang langsung terlihat oleh mata Anda.
  • Gunakan fasilitas outlook pada komputer sebagai reminder untuk jadwal meeting dan deadline Anda.
  • Sebelum terlelap di malam hari, sempatkan diri membaca kembali inbox message pada handphone untuk mengecek apakah Anda pesan penting menyangkut pekerjaan.
  • Persiapkan pada malam hari sebelumnya semua hal yang akan dibawa esok hari ke kantor, kampus atau sekolah.
  • Setiap pagi, sesampainya Anda di kantor, kampus atau sekolah lihat agenda Anda mengenai jadwal Anda di hari itu.
Baiklah, semoga bisa mengatasi penyakit ini bagi siapapun yang mengalaminya. 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment