Saturday, February 16, 2013

Polemik Permasalahan Transportasi Umum

Saturday, February 16, 2013 Posted by rizka farizal 1 comment

Sudah banyak permasalahan pada angkutan umum bahkan banyak juga penumpang yang kehilangan nyawanya akibat naek angkutan umum. Beberapa hari yang lalu ada kejadian seorang mahasiswi UI lompat dari angkutan umum. Kalau menurut keluarga korban ada kesalahan dari sopir angkutan umum (angkot) sendiri. Si sopir mengendarai angkot di luar jalur semestinya dan tidak mau memberhentikan mobilnya padahal si korban sudah minta berhenti. Seminggu sebelum kejadian tersebut, aku diceritain temanku. Dia naik KOPAJA. Ketika naik KOPAJA tersebut ada salah satu penumpang terjatuh ke jalan. Lukanya parah bahkan darahnya sudah menyebar dimana-mana. Tapi, si sopir + kneknya hanya membiarkan saja. Bahkan, penumpang yang ada di mobil tidak ada yang berani nelpon ambulans apalagi polisi. Tragis banget. Masih banyak lagi korban dari angkutan umum. Ada kecopetan, perempuan yang diperkosa, dll.

Aku sendiri sebenarnya juga pernah menjadi korban. Saat itu, ketika aku masih tingkat pertama kuliah (TPB) di Bandung. Aku pernah menaiki angkutan umum. Frontal ajalah aku nyebut merk angkutan umumnya. Angkot jurusan caheum-ledeng tapi lupa plat mobilnya. Waktu itu, si angkotnya agak ngebut dan kejar-kejaran dengan angkot yang jurusannya sama. Karena waktu itu buru-buru langsung aja aku stop salah satu angkotnya. Apa yang terjadi setelahnya? Si sopir langsung melajukan mobilnya. Padahal aku belum duduk di angkot dan masih di pintu. Sepatu aku lepas satu. Aku minta sopirnya berhenti dulu krn aku belum duduk dan sepatunya juga lepas. Si sopir tidak mau berhenti. Akhirnya, aku terjatuh ke jalan yang beraspal. Aku masih beruntung bokong aku yang jatuh duluan bukan punggung atau kepala. Emang, lumayan sakit waktu itu. Tapi, si sopir tetap langsung jalan dan membiarkan aku terjatuh. Perasaan aku bercampur aduk antara kesal, sedih, dan sakit. Tapi, yasudah aku masih bersyukur masih selamat dan tidak perlu berobat ke rumah sakit.

Melihat banyaknya korban dari angkutan umum perlu banget dicari solusinya supaya tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan. Bagaimana Indonesia akan maju kalo transportasinya banyak masalah gitu? Pengen dunk kita merasakan seperti di luar negri sana yang fasilitas transportasi umumnya bagus, nyaman, tepat waktu, sopirnya ga ugal-ugalan dan ga pake ngetem.

Sudah banyak solusi dari permasalahan ini diantaranya dengan memberikan pengenal berupa seragam kepada angkutan atau membuat kaca film mobil angkutan agar tembus pandang dari luar, mendaftarkan secara tepat agar bisa teridentifikasi semua perilaku sang sopir, memisahkan lokasi duduk antara perempuan dan laki-laki (di KRL dan busway). Pak Jokowi yang Gubernur Jakarta juga pernah memberikan solusi yaitu: razia sopir tembak, sebar Satpol PP di titik rawan, membuat satu manajemen yang mengelola setiap angkutan umum di Jakarta.

Semua idenya bagus-bagus. Tapi kalo boleh ditambahin aku akan usul:
  • Menambah halte. Nantinya angkutan umum hanya menurunkan dan menaikan penumpang di halte. Setelah penumpangnya naik/turun, angkutan umumnya langsung berjalan kami. Usul ini seperti sistem busway. Lumayan mengurangi kemacetan kalo menurut aku mah
  • Memisahkan gender. Satu bus/angkot khusus wanita, satu bus/angkot khusus pria, dan satu bus/angkot khusus yang berkeluarga. Semuanya berjalan bergantian dan bergilir. Lumayanlah bisa mengurangi kejadian kriminal untuk wanita.
  • Semua sopir wajib memakai atribut dan tanda pengenal yang lengkap. Misalnya: baju seragam, nama, identitas lengkap sopir yang diletakkan di depan tempat duduk sopir. Ini mirip kalo kita naik taxi.
  • Adanya costumer service yang siap menerima kritik dan saran dari penumpang. Jadi, kalau ada permasalahan dari angkutan umum, si penumpang dapat langsung menelpon customer service-nya.
Idenya agak ngasal yah. Maklumlah bukan pakar transportasi. Hihihi

Btw, sebenarnya tidak semua sopir transportasi umum yang “nakal”. Banyak juga aku jumpai sopirnya ramah, nyetir ga ugal-ugalan, mengembalikan ongkos penumpang dengan semestinya. Bahkan, aku juga pernah menjumpai sopir yang bilang makasih ketika kita memberikan ongkos. Langka banget pastinya itu. Dann aku salut banget sama sopir seperti itu. 

Baiklah cukup sekian ceracauanku. Aku berharap tidak ada lagi permasalahan dari transportasi umum. :D
Reaksi:

1 comment: