Wednesday, February 27, 2013

Habibie & Ainun

Wednesday, February 27, 2013 Posted by rizka farizal No comments

Ceritanya memang bagus. Kisah nyata yang romantis. Tidak banyak kan pasangan yang setia di dunia ini? Salut deh sama mereka. Diantara katanya yg paling romantis, aku paling suka puisinya Bapak Habibie utk Ibu Ainun yg so sweet banget. Ini puisinya:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

Saat ini, aku tidak akan banyak menceritakan kisah romantisnya. Tapi aku akan membahas cuplikan adegan yang menjadi tamparan utk bangsa Indonesia. Jlebbb banget. Berikut ini rinciannya:

1. Bangsa ini hampir tidak dikenal di luar negeri
Masih inget adegan ketika Rudi Habibie dirawat di RS Jerman. Perawatnya yg sedang ngobrol lalu menanyakan "Dimana Indonesia?"

2. Bangsa ini dipandang sebelah mata, bahkan tidak dianggap. (Terlepas dari no 1)
Adegan ini ketika para insinyur Jerman sedang berbicara dg sesama insinyur Jerman "Kamu yakin dengan insinyur pesawat Asia ini. Negara dia saja mengimpor kereta dari tempat kita"

3. Bangsa ini kurang menyambut orang-orang yang ingin berkarya dan memajukan Bangsa.
"Masih ingat adegan dimana Rudi Habibie mengirimkan surat ke Indonesia mengajukan diri (kembali ke Indonesia) dan menerima balasan yang mengecewakan, setelah keberhasilannya di Jerman"

4. Bangsa ini masih banyak yang mengunakan cara-cara jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu.
"Masih ingat adegan ketika Rudi Habibie sudah kembali ke Indonesia dan mulai menjalankan proyeknya, dan mulai datang orang-orang yang ingin menjalin kerjasama, bahkan ketika sudah menjabat menteri. Mulai dari bapak Ibnu Sutowo sampai cewe genit"

5. Bangsa ini sangat kurang dalam penghargaan terhadap hasil karya anak bangsa.
"Ingat adegan toilet, lewat pesawat Amerika tembak... dan jatuh, lewat pesawat Indonesia... biarin aja nanti juga jatuh sendiri"

6. Bangsa ini tidak suka melihat keberhasilan anak bangsa.
"Apa yang terjadi setelah Rudi Habibie berhasil dengan pesawatnya, mulai muncul tuduhan-tuduhan yang menjatuhkan"

7. Bangsa ini kurang mencintai produk dan hasil karya anak bangsa, yang sebenarnya dapat meningkatkan perekonomian bangsa.
"Ingat adegan ketika Rudi Habibie kembali ke IPTN bersama ainun" "Aku telah mengorbankan hidupku  darimu untuk pesawat ini." Tapi malah pesawatnya hanya disimpen di pabrik.

Entah memang sengaja bapak Habibie menceritakan hal di atas atau memang untuk memberi tamparan untuk bangsa ini agar berintrospeksi diri. Yang jelas menurutku itu sangat jleb banget.

Sampai sekarangpun bangsa ini kurang menghargai SDM. Hmm, krn aku berkutat dg hasil SDA. Aku contohin saja ttg kasus Blok Mahakam di Cekungan Kutai, Blok Tangguh, bahkan hampir semua cadangan migas yg banyak masih dikuasai asing (Cekungan Sumatera Tengah, Blok Cepu, Blok Natuna). Belom lagi dengan cadangan emas dan tembaga di timur Indonesia.

Bangsa ini harus berkaca dan melakukan instropeksi diri, terutama dalam memberikan penghargaan terhadap hasil karya anak bangsa. Habibie yang berhasil menciptakan baja ringan dan mendapatkan kepercayaan dari negara lain, namun di negaranya sendiri hasil karyanya dipertanyakan, sungguh ironis sekali.
Jadi jangan salahkan jika ada penduduk Indonesia yg lebih memilih go internasional dibanding bekerja membangun Indonesia. Jangan dibilang ga nasionalis atau apalah itu.

Aku masih berharap Indonesia akan maju di segala bidang dan menghargai SDM.
Anyway, super salut dengan hasil karya tulis bapak Habibie yg dibuat film oleh anak bangsa ini.

Maju terus Indonesiaku!!!
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment