Sunday, December 22, 2013

[REVIEW] Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Sunday, December 22, 2013 Posted by rizka farizal 31 comments
Tak sabar rasanya menonton sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel best seller karangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Belum lagi dengan trailernya yang sangat menakjubkan, artisnya yang legendaris, pemeran pendukung yang sudah familiar pada bidangnya masing-masing, dan publikasinya di media online dan media cetak. Siapa yang tak penasaran menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa?

Akhirnya, seminggu yang lalu Saya tidak penasaran lagi. Saya menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa bersama adik Saya. Kami menonton hari Minggu yangmana pada hari Minggu HTM Bioskop lebih mahal daripada weekdays. Sempat terbesit dibenak Saya menunda menonton film tersebut karena kantong Saya yang sudah menipis. Niat tersebut Saya tepis karena rasa penasaran yang melebihi kondisi ekonomi Saya saat itu. Saya pun mengajak adik menonton di bioskop yang HTM miring dan terjangkau. Kata orang “harga itu menentukan kualitas”. Demikian juga dengan bioskop. Jika harganya mahal, maka fasilitasnya juga bagus. Jika harganya murah, maka fasilitasnya juga seadanya. Saya pun menerima kenyataan tersebut. Fasilitas bioskop yang seadanya bahkan berkali-kali adik Saya mengeluarkan kipas karena AC yang kurang dingin. Namun, ketidaknyamanan tersebut hilang karena film 99 Cahaya di Langit Eropa yang sangat menakjubkan.

Penasaran dengan film 99 Cahaya di Langit Eropa? 

Simak sinopsis dan review Saya berikut ini:

SINOPSIS

Sutradara: Guntur Soeharjanto
Produser: Ody M. Hidayat
Penulis: Alim Sudio, Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra (screenplay)
Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra (novel, 99 Cahaya di Langit Eropa) 
Penyunting: Ryan Purwoko
Sinematografi: Enggar Budiono 
Distributor: Maxima Pictures
Pemain: Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, Nino Fernandez, Alex Abbad, Marissa Nasution, Geccha Tavvara, Dewi Sandra, Dian Pelangi, Hanum Salsabiela Rais, Fatin Shidqia Lubis 
Musik: Cahaya di Langit Itu (Fatin Shidqia Lubis)
Durasi: 105 menit

99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film yang diadaptasi dari novel karangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan Hanum dan Rangga selama 3 tahun tinggal di Eropa. Film dwilogi ini menceritakan kisah agen muslim yang mengenal situs dan sejarah Islam di Eropa dengan benang merahnya kisah persahabatan dan perjalanan. Penonton dimanjakan dengan keindahan kota Vienna (Austria) dan Paris (Prancis). Selain menawarkan keindahan di tempat tersebut, film 99 Cahaya di Langit Eropa didukung oleh pemain film yang sudah fenomenal.

REVIEW

Berawal dari Vienna (Austria), Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) memulai kisahnya. Rangga yang saat itu menempuh kuliah doktor di WU Vienna dan Hanum yang dulunya bekerja di bidang jurnalistik mendampingi sang suami selama di Eropa. Mereka sangat sulit hidup di Eropa apalagi dengan status mereka sebagai muslim. Rangga kesulitan mencari makanan yang halal dan kesulitan mencari tempat sholat di kampusnya. Sedangkan Hanum mengalami kesulitan mencari pekerjaan karena kurang fasih berbahasa Jerman.

Hanum menemukan harapannya setelah melihat sebuah poster kursus berbahasa Jerman gratis. Saat mengikuti kursus tersebut, Hanum bertemu dengan Fatma (Raline Shah), seorang muslimah Turki yang berkerudung. Mereka pun akhirnya bersahabat. Fatma mengajak Hanum ke sekolah anaknya, Ayse (Geccha Tavvara). Di sana Hanum bertemu dengan Ayse. Ayse sempat bertanya kepada Fatma “Tante Hanum muslim ya? Tapi kok Tante Hanum tidak berkerudung seperti kita?” Menurut Saya pertanyaan seorang bocah seperti Ayse cukup menusuk apalagi untuk Hanum. Namun, Fatma dengan cerdasnya berkilah “Tante Hanum sakit kepala, jadi dia tidak berkerudung?” Lalu Hanum menjawab “Iya, tante sakit kepala”. Ayse pun berceloteh lagi “Kalau sakit kepala hilang, janjinya ya Tante Hanum pake kerudung?” Adegan ini sangat menarik bagi Saya. Secara tidak langsung, film ini memberikan pesan kepada penontonnya tentang urgensi berkerudung (hijab). Menurut Saya adegan ini tidak menggurui karena diucapkan secara spontan oleh bocah kecil. 

Sebenarnya, Ayse sering di-bully teman-temannya terutama Leon di sekolah. Kerudung adalah penyebab utamanya. Karena terlalu sering di-bully, Guru Ayse sempat membujuk Ayse untuk membuka kerudungnya. Namun, Ayse tetap tidak mau membuka kerudungnya.

Hanum, Fatma, dan Ayse makan di sebuah cafe. Ada kejadian menarik di sini. Hanum bercerita tentang masalahnya yang berat selama di Vienna. Ayse bercelutuk dengan polosnya. Menurut Saya, celutukan Ayse sederhana tapi maknanya sangat dalam.

“Hei masalah besar, aku punya Allah yang lebih besar” (Ayse)

Tatkala di cafe tersebut, Fatma bercerita tentang asal mula cappuccino. Ternyata Cappucino tersebut berasal dari negara Turki. Tak lama setelah menceritakan cappuccino, Hanum menguping di balik pintu tempat duduknya. Saat itu, dua pria bule berceloteh saat makan roti Croissant. Si bule bercerita kepada temannya bahwa roti Croissant bentuknya seperti bendera Turki. Berdasarkan sejarahnya, pasukan Eropa pernah mengalahkan pasukan Muslim Turki. Karena masyarakat Eropa masih dendam dengan masyarakat Turki, maka masyarakat Eropa membuat roti Croissant berbentuk bulan sabit untuk dimakan bukan untuk dihormati.

Hanum langsung naik pitam mendengar percakapan bule tersebut. Dia melarang Fatma dan Ayse memakan roti Croissant. Namun, Fatma malah memanggil pelayan untuk membayar kedua bule dan menulis sepucuk surat untuk kedua bule tersebut. Menariknya adalah di akhir tulisannya Fatma menulis sesuatu yang membuat Hanum terkesan.

“Saya agen muslim dan sebagai muslim ingin membawa kedamaian” (Fatma)

Melalui cerita Hanum, penonton diajak melihat keindahan benua Eropa. Hanum diajak Fatma dan Ayse ke situs dan sejarah Islam di Vienna. Sungai Danube merupakan objek pertama yang mereka kunjungi. Sungai tersebut sangat bersih dan asri. Di sudut sungai tersebut, Kita dapat melihat Bukit Kahlenberg. Bukit Kahlenberg merupakan tempat pasukan Turki yang dipimpin Kara Mustafa Pasha sehingga pasukan Turki terusir dari tentara Jerman dan Polandia. Ayse sangat senang di Bukit tersebut. Dia meminjam kamera Hanum untuk mengabadikan pemandangan indah di sana. Museum Wien Stadt merupakan objek berikutnya. Museum tersebut memiliki benda bersejarah negara Austria. Dalam museum tersebut, Fatma sempat menangis karena melihat foto Kara Mustafa Pasha yang masih memiliki hubungan darah dengannya. Kara Mustafa dianggap sebagai panglima perang yang menyerang Austria yang mengakibatkan kerugian dan kematian. Sebelum meninggalkan museum tersebut, Fatma sempat berkata kepada Hanum "ayo kita pergi, kita tinggalkan kara Mustafa di sini agar menyesali kesalahannya". Selain objek wisata di Vienna, Fatma juga mengajak Hanum mengunjungi rumahnya. Di rumah Fatma, Hanum bertemu dengan sahabat Fatma yaitu Latife (Dian Pelangi) dan Ezra (Hanum Salsabiela Rais). Hanum diajak untuk menjalankan misi agen muslim bersama Fatma, Latife, dan Ezra. Hanum diajak menjadi pengajar untuk anak-anak kecil yang muallaf. Fatma mengajak Hanum karena Hanum sangat fasih berbahasa Inggris.

Bukit Kahlenberg

Sungai Danube

Kara Mustafa Pasha

Pada adegan Rangga, penonton ditunjukkan tentang lika-liku kehidupan kampus dengan mahasiswa muslim minoritas. Rangga memiliki teman bernama Stefan (Nino Fernandez), seorang penganut atheis yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap Islam. Stefen sering bertanya kepada Rangga tentang Tuhan, sholat dan puasa. Stefen pernah bertanya kepada Rangga “kenapa sih Tuhan kamu suka menyiksa umatnya?”, “memang tujuan puasa itu apa?”, “bagaimana kalau ternyata Tuhan kamu tidak ada?” Semua pertanyaan Stefen tersebut dapat dijawab Rangga dengan baik. Rangga menjawab dengan menganalogikan premi asuransi. Setiap nasabah asuransi harus membayar kewajiban berupa premi asuransi setiap waktunya. Demikian juga, dengan seorang muslim harus membayar kewajibannya dengan tunduk kepada Allah (berupa puasa dan sholat).

Rangga juga mempunyai seorang teman muslim asal Pakistan yang bernama Khan (Alex Abbad). Bersama Khan, Rangga merasa tidak sendiri sebagai seorang Muslim. Khan pernah memberi bekal makanan yang halal kepada Rangga. Rangga sangat senang menerimanya. Namun, kehidupan kampus Rangga dan Khan sangat sulit. Kampus Rangga dan Khan tidak memiliki sebuah musholla yang layak. Mereka pun harus sholat di ruangan ibadah yang bercampur dengan agama lain (Konghucu, Buddha, Kristen). Khan bahkan ragu dengan sholatnya apakah diterima Allah atau tidak? Hal yang paling bergejolak pada Rangga dan Khan adalah saat akan mengikuti jadwal ujian yang bentrok dengan sholat Jumat. Tak terima dengan keputusan profesor yang membuat jadwal bentrok dengan sholat jumat, Rangga mengajak Khan menemui profesor tersebut. Sayangnya Khan berkata “Maaf kawan, untuk agama, saya tidak ada toleransi. Untuk masalah ini, kamu sendirian”. Rangga pun menemui Profesor yang mempromosikan beasiswanya. Rangga tidak berhasil mendapatkan dispensasi dari Profesor tersebut. Apalagi profesornya sempat bercelutuk untuk tidak meluluskannya terhadap mata kuliah tersebut. Rangga pun pasrah saat profesor berkata "Mr. Almahendra, saya pernah mendengar kalimat bismillahirrahmanirrahim yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. So, what's the big deal?" Dengan berat hati, Rangga meninggalkan ruangan profesor. Hati Rangga masih bergejolak sampai ujian dilaksanakan. Khan memutuskan tidak mengikuti ujian dan langsung sholat jum’at ke Masjid. Awalnya Rangga juga memutuskan hal yang sama dengan Khan. Namun, setiba di masjid, Rangga kembali ke kampus dan mengikuti ujian.

Selain Stefen dan Khan, Rangga mempunyai seorang teman perempuan yang bernama Maarja (Marissa Nasution). Sebenarnya Maarja sangat tertarik dengan Rangga. Dia tidak memperdulikan bahwa Rangga sudah mempunyai istri. Namun, Maarja selalu menggoda Rangga.

Perpustakaan kampus Rangga

Saat di rumah, Hanum mempersiapkan makan malam untuk Rangga. Hanum membuat ikan asin. Karena bau ikan asin yang menyengat, tetangga rumah Hanum sampai menggedor pintu rumah Hanum. Hanum dilarang memasak makanan yang dapat mengganggu penciuman tetangga lain. Hanum kesal dengan tingkah laku tetangganya. Setelah adegan tersebut, Rangga pun datang. Rangga berusaha merayu Hanum yang sedang kesal dengan tetangganya. Saat makan, Hanum dan Rangga menceritakan kisahnya masing-masing. Hanum bercerita tentang kerudung yang dipakai Fatma dan Ayse. Rangga pun berkata “Tapi, kamu cantik loh pakai kerudung”. Pernyataan Rangga mengandung pesan dari film ini yaitu urgensi berkerudung. Sejujurnya, Saya iri dengan kemesraan Rangga dan Hanum di film ini. Rangga selalu sabar menghadapi Hanum. Sering pula mereka mengumbar kemesraan yang membuat penonton gigit jari. 

Saat di rumah, Hanum menunjukkan kelembutannya sebagai seorang muslim. Hanum membalas tetangga yang mengomeli makanan ikan asinnya dengan membuat mie goreng ikan asin. Mie goreng ikan asin tersebut sangat dinikmati oleh tetangganya. Sehingga, tetangganya ketagihan dan ingin dibuatkan ikan asin lagi oleh Hanum.

Mie goreng ikan asin

Suatu kali, Rangga harus menghadiri seminar yang diadakan di Paris. Hanum pun diajak Rangga ke Paris. Hanum sangat senang. Saat di Paris, Hanum bertemu dengan teman Fatma yang bernama Marion Latimer (Dewi Sandra). Marion adalah seorang muallaf yang merupakan ahli sejarah di Paris. Bersama Marion, Hanum diajak mengelilingi kota Paris. Hanum diajak ke Menara Eiffel yang merupan icon kota Paris. Marion juga mengajak Hanum ke Museum Louvre. Dalam Museum tersebut terdapat beragam foto dan lukisan diantaranya adalah lukisan Monalisa dan lukisan Bunda Maria berkerudung. Hal yang menarik pada lukisan Bunda Maria adalah terdapat kaligrafi yang dilihat bertuliskan La ilaha illallah. Objek yang dikunjungi Hanum dan Marion berikutnya adalah Monumen Arc de Triomphe. Monumen Arc de Triomphe memiliki patung Napolleon Bonaparte. 
Monumen Arc de Triomphe memiliki garis lurus imajiner (Axe Historique) yang tepat membelah kota Paris. Jika garis tersebut ditarik lurus sampai ke timur, maka garis tersebut tepat mengarah ke Ka’bah, Mekkah.

Menara Eiffel

Museum Louvre

Monumen Arc de Triomphe

Foto bunda Maria

Rangga adzan di Menara Eiffel

Usai acara seminar Rangga di Paris, Hanum berjalan-jalan dengan Rangga ke Menara Eiffel. Di atas Menara Eiffel, Rangga mengumandangkan adzan. Bergetar hati Saya saat Rangga mengumandangkan adzan. Usai jalan-jalan, Hanum pun pamit kepada Marion. Sebelum balik ke Austria, Marion menitip barang kepada Hanum. Barang tersebut merupakan titipan Fatma. 

Setiba di Vienna, Hanum mencari Fatma dan Ayse. Namun, Hanum tidak menemukan mereka. Hanum dan Rangga juga membuka titipan dari Marion. Mereka kaget dengan titipan Marion karena titipan tersebut merupakan obat kanker. Dalam titipan tersebut, Marion juga menyisipkan sebuah surat yang berisi bahwa obat tersebut untuk Ayse. Hanum pun kaget karena Ayse menderita kanker. Adegan ini sempat membuat mata Saya berkaca-kaca. Saya kasihan dengan Ayse yang masih kecil tapi mengidap kanker.

Akhir cerita dari film ini adalah saat Hanum dan Rangga berjalan-jalan di Vienna. Saat itu, Hanum dan Rangga berjumpa dengan Fatin. Mereka pun saling bertukar nomor handphone.


***

Berdasarkan alur cerita di atas banyak keunggulan dari film 99 cahaya di langit Eropa.

Film 99 cahaya di langit Eropa banyak memiliki edukasi kepada penonton tentang sejarah Islam di Austria dan Prancis. Film tersebut menunjukkan bahwa Eropa juga memiliki peradaban Islam yang kuat. Saya juga baru tahu bahwa Napolleon Bonaparte seorang Muslim. 

Film 99 cahaya di langit Eropa sangat unik karena menceritakan kehidupan warga muslim yang minoritas di Eropa. Saya sangat salut dengan masyarakat muslim yang masih istiqomah menjalankan kewajiban Allah. Banyak sekali godaan di Eropa untuk masyarakat muslim. Tidak hanya mencari makan yang halal, mencari tempat sholat yang layakpun sulit. Seingat Saya, belum ada film Indonesia yang menceritakan hal tersebut.

Film 99 cahaya di langit Eropa mencotohkan akhlak agen muslim yang sangat baik. Hal itu bisa dilihat dengan keramahan Fatma yang tidak marah kepada bule-bule yang menyindir roti croissant. Ayse yang sabar menghadapi ejekan teman sekolahnya. Hanum yang membalas perlakuan tetangganya dengan memberikan mie goreng ikan asin. Rangga yang sabar menghadapi semua pertanyaan Stefen.

Sinematografi dan setting film 99 cahaya di langit Eropa membuat Saya ingin ke Eropa. Harus diakui bahwa sinematografi dan setting film ini sangat bagus. Objek pada film ini sangat indah. Pengambilan gambar dan warnanya juga bagus. Film ini berhasil memanjakan mata Saya dan penonton lainnya tentang keindahan alam dan bangunan-bangunan di Eropa.

Pemain film 99 cahaya di langit Eropa sangat sesuai dengan karakternya masing-masing. Jika ditanya siapa pemain film terfavorit dalam film ini? Nino Fernandez dan Geccha Tavvara jawaban Saya. Saya menyukai karakter Stefen yang diperankan Nino. Nino berhasil membuat Saya kagum karena acting-nya mengkritisi Rangga. Saya sering ketawa melihat adegan Nino yang “kekeuh” mengemukakan pendapatnya. Padahal, pendapatnya tersebut salah. Sedangkan Gecca, sangat polos, lucu, dan menggemaskan. Saya juga suka dengan percakapan bahasa Jerman Gecca yang fasih di awal cerita. Bahkan, Saya sempat bergumam “itu anak Indonesia asli atau penduduk Indonesia yang sudah lama tinggal di Jerman?” Meskipun demikian, pemain lainnya juga bagus. Acha Septriasa yang berhasil menimbulkan chemistry dengan Rangga, Abimana Aryasatya yang sangat mencerminkan mahasiswa doktor sebenarnya (rajin belajar dan study oriented), Raline Shah yang membuat Saya pangling karena sangat cantik berkerudung dan sangat cerdas menceritakan sejarah peradaban Islam, Alex Abbad yang sangat taat menjalankan ibadah (padahal Alex sebelumnya sering memerankan peran antagonis), Marissa Nasution yang berhasil memperlihatkan kegenitannya terhadap Rangga, Dewi Sandra yang sangat pas untuk karakter muallaf, Dian Pelangi dan Hanum Salsabiela Rais yang berhasil menunjukan kebolehan acting pertamanya, bahkan Saya sempat bergumam “kenapa bukan Hanum Salsabiela Rais saja yang berperan sebagai Hanum pada film ini?” Sedangkan Fatin Shidqia Lubis tidak bisa Saya berikan penilaian karena adegannya sangat sedikit pada film ini.


Pemain film 99 Cahaya di Langit Eropa

Fashion para pemain film 99 cahaya di langit Eropa bagus. Tidak percuma ada designer terkenal seperti Dian Pelangi dalam film ini. Saya paling suka dengan coat para pemainnya. Kostum Fatin dalam film ini juga sangat bagus. Fatin sangat cantik memakai pakaian muslimah berwarna pink.

Soundtrack film 99 cahaya di langit Eropa juga bagus. Liriknya sangat dalam. Selain itu, suara fatin cocok menyanyikan Cahaya di Langit Itu. Seperti diketahui bahwa tidak semua jenis musik yang pas dinyanyikan oleh Fatin. Namun, lagu Cahaya di Langit Itu sangat pas dan cocok untuk Fatin.

Untuk memajukan industri film Indonesia agar bisa selevel dengan film Hollywood, Bollywood, dan Korea, ada beberapa hal yang menjanggal menurut Saya. Pertama, Saya sempat bingung dengan dialog yang menggunakan bahasa Indonesia. Padahal, Fatma dan Ayse orang Turki, Khan orang Pakistan, Stefen, Maarja, dan Marion juga bukan turunan Indonesia. Seharusnya bisa menggunakan bahasa asing dan menggunakan subtitle. Sehingga, film ini dapat go international. Namun, Saya menyadari bahwa penggunaan bahasa asing akan sulit bagi pemain film. Saya pun menerima keputusan pembuat film ini.

Kedua, Saya kurang setuju dengan film yang dibuat bersambung. Karena ending dari film belum mencapai klimaks. Film ini baru menampilkan prolog. Setelah Saya pikir, mungkin alasan pembuat film membuat ceritanya bersambung sebelum mencapai klimaks agar penonton penasaran dengan film 99 cahaya di langit Eropa part 2. Strategi marketing yang sangat tepat dari pembuat film ini. 

Ketiga, seringnya sponsor pada film ini. Banyak penonton yang tidak menyukai kemunculan sponsor dalam sebuah film. Namun, Saya mengerti dengan adanya kemunculan sponsor. Saya yakin banyak sponsor yang memberikan perjanjian dengan pembuat film. Sehingga, pembuat film mau tidak mau harus memunculkan sponsor dalam film. Meskipun terdapat banyak sponsor dalam adegan film ini, menurut Saya cara memasukkan sponsor dalam film ini lebih halus dan tidak dipaksakan seperti kebanyakan film-film Indonesia. Make up wardah yang ada pada meja Hanum sangat pas. Demikian juga dengan adegan pengambilan uang di ATM oleh Rangga. 

RATING

Berdasarkan sinopsis dan review yang Saya ceritakan di atas, film 99 cahaya di langit Eropa sangat menarik dan layak ditonton oleh khalayak umum. Tidak hanya muslim, tapi juga non muslim bisa menonton film ini. Film ini juga unik dan banyak memberikan kelebihan seperti yang Saya ungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu, Saya memberikan rating 4 skala 5 untuk film ini. Selamat kepada tim 99 cahaya di langit Eropa yang telah berhasil membuat film ini dengan sangat apik. Good job!



SUMBER GAMBAR
https://www.facebook.com/99CahayaOfficial
https://twitter.com/Film99Cahaya

Sunday, November 10, 2013

Berkarakter Ganda

Sunday, November 10, 2013 Posted by rizka farizal 8 comments
Ceritanya dua minggu yang lalu, Aku ikutan tes psikologi kecil-kecilan yang diadakan temanku (a.k.a teteh Maryam). Hanya 5 atau 6 orang yang ikutan tes psikologi tersebut. Tes psikologi untuk mengukur DISC. Apakah karaktermu itu tergolong D, I, S, atau C. Eits, tunggu dulu sepertinya ada yang bingung dengan DISC. Baiklah daripada nanti roaming, lebih baik aku jelaskan sekilas tentang DISC terlebih dahulu.

Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. (sumber: http://tesdisconline.blogspot.com/) Dalam tes DISC tersebut membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance.



Dan, setelah dilakukan perhitungan dan dianalisis hasil DISC aku adalah

Taddaaa

D dan S tinggi

Wow, secara karakter D dan S itu sangat bertolak belakang loh. Aku juga sempat nanya lagi ke teteh “mana yang lebih tinggi diantara D dan S?”. Si teteh sendiri menjawab keduanya sama nilainya. It means D dan S sama-sama tinggi. Bahkan, teteh dan suaminya yang menghitung nilai DISC itu juga bingung. Kok ada yah orang yang nilai D dan S sama? Padahal itu kan bertolak belakang. D yang biasanya tegas, to the point, tidak peduli, kompetitif. Sedangkan S yang biasanya ramah, senang membantu, tulus, santai. Tapi itu semua karakterku. 

Sebenarnya karakterku itu memang berubah-ubah. Kadang-kadang di suatu sisi aku bisa menjadi tegas, cuek, dan bersaing dengan kompetitif. Akan tetapi kadang-kadang aku juga bisa menjadi tidak tega, friendly, generous, dan tidak peduli dengan persaingan. Hidup itu kan seperti roller coaster. Selalu berubah-ubah. Bahkan, kata dosen aku itu sebenarnya manusia memiliki semua karakter DISC. Manusia bisa tegas di saat terjepit. Manusia bisa bahagia dengan hidupnya yang menyenangkan. Manusia bisa ramah dan peka dengan orang lain. Manusia juga bisa hidup dengan berpikir sistematis dan tidak ceroboh. Life is not stagnant.

By the way, aku telah beberapa mengikuti tes DISC atau semacamnya. Tapi hasilnya berubah-ubah. FYI, pertama kali tes DISC hasilnya adalah S dan C betis (beda tipis red). Tes kedua DISC hasilnya S tinggi, D nilai lumayan tinggi sedangkan I dan C nilainya rendah banget. Tes ketiga DISC yang hasilnya dua minggu lalu D dan S kedudukannya sama. Tes keempat DISC … (*MASIH MYSTERY). It’s means karakter orang itu selalu berubah-ubah dan bisa diubah. Kalau mau memperbaiki sifat yang tidak dominan, silakan introspeksi diri dan buatlah resolusi untuk merubah karakter yang tidak dominan tersebut. Insya Allah bisa berubah kok karakternya.

Pertanyaannya adalah “bagaimana cara manusia menghadapi keempat karakter DISC yang berbeda-beda ini?”

Berikut ini ada beberapa tips menghadapi karakter DISC:

D tinggi

Karakter D hanya ingin mendengar hasil dan poin-poin penting, tidak suka dengan orang yang berbicaranya bertele-tele, suka membicarakan tentang visi atau hal yang berbau “big picture”. Solusi ketika berbicara dengan orang yang berkarakter seperti ini adalah tatap matanya (awas jangan love at the first sight), jangan kelihatan takut, dan bersuara dengan keras dan berani.

I tinggi

Karakter I hanya ingin mendengar hal positif dan menyenangkan. Karakter I biasanya juga senang dipuji, tidak suka direndahkan, dan tidak suka ditanya secara detail. Solusi menghadapi karakter seperti ini adalah jangan menjaga jarak terlalu jauh, gunakan tatapan mata yang bersahabat, ajak bercanda, dan cara berbicara harus penuh antusias.

S tinggi

Karakter S ingin mendapatkan informasi yang banyak dan meyakinkan, single tasking, dan suka dengan topik keharmonisan. Solusi menghadapi karakter S adalah jangan berbicara cepat tapi berbicaralah dengan lemah lembut dan santai. 

C tinggi

Karakter C ingin konsisten dengan perkataan dan ingin mendapatkan informasi sedetail-detailnya. Karakter C tidak suka mendengarkan orang yang kurang persiapan. Solusi menghadapi karakter seperti ini adalah ketika berbicara jagalah jarak, fokuslah terhadap percakapan, dan jangan terlalu banyak menggunakan gerakan.

Pertanyaan terakhir nih. "Bagaimana menghadapi manusia yang berkarakter ganda?" Karakter seperti aku gitu loh.

Jawabannya adalah kombinasikan saja solusi dari keempat karakter di atas. Gampang kan? Hehe. 

Thursday, November 07, 2013

Pendidikan vs Penghasilan

Thursday, November 07, 2013 Posted by rizka farizal 4 comments
Banyak orang yang beranggapan tittle diploma saja sudah cukup. Banyak kok perusahaan yang menawarkan gaji gede kepada lulusan diploma. Contohnya industri perminyakan, pertambangan, dan keuangan. Belum lagi beberapa perusahaan BUMN yang terletak di daerah, beberapa pejabat tingginya hanya lulus setara SMA. 

Di lain hal, seseorang yang ingin menjadi dokter musti berpendidikan tinggi. Seorang dokter harus menempuh kuliah minimal 4 tahun sarjana kedokteran ditambah pengalaman PTT selama 1 tahun ditambah 2-4 tahun kuliah spesialis baru menjadi seorang dokter spesialis. Ada selentingan kabar dari media ini bahwa gaji seorang fresh graduate dokter umum di puskesmas itu kurang dari 3 juta (*belum termasuk buka praktek pribadi di luar). Bukannya buka praktek itu harus menjadi dokter yang familiar dulu yah? Hmm, sungguh berat perjuangan menjadi seorang dokter. Sudahlah uang masuk kuliahnya yang mahal, lalu lulus kuliahnya dibayar sedikit.

Tidak jauh beda dengan seorang dokter, seorang yang ingin menjadi dosen di PTN ternama (contoh: ITB dan UI) harus menempuh pendidikan sampai jenjang S3. Minimal sudah terdaftar menjadi mahasiswa S3. Jika kuliah sarjana minimal 4 tahun ditambah kuliah master minimal 1.5 tahun dan kuliah dokter minimal 3 tahun, maka sungguh lama perjalanannya untuk menjadi seorang dosen. Menurut kabar dari media ini bahwa gaji seorang fresh graduate dosen CPNS golongan 3C itu juga kurang dari 3 juta (*belum termasuk tunjangan dari kampus dan honor projek dari luar). Kalau dosennya banyak projek sih enggak masalah tapi kalau enggak ada projek gaji segitu mah kurang.

Aku pernah satu kali bertemu dengan seorang yang sedang kuliah doktor di luar negeri. Saat itu, dia belum mempunyai pekerjaan tetap. Baru mengandalkan beasiswa dan beberapa projek dari kampusnya. Ketika aku bertanya “mbak kalau sudah lulus doktor mau jadi apa?”. Tebak jawaban dia apa? “Ibu Rumah Tangga”. Why? Sudah berpendidikan tinggi tapi ke depannya hanya mau jadi Ibu Rumah Tangga. Aku sangat speechless saat itu. Menurut dia “negara ini sangat rendah penghargaannya terhadap seorang doktor. Daripada dia bekerja menjadi PNS seperti L*P* dan nantinya hanya dibayar 2-3 jutaan lebih baik dia menjadi ibu rumah tangga. Pasti anaknya bangga baru lahir sudah bertemu dengan seorang doktor. Tidak perlu menunggu ke jenjang universitas karena di rumah sendiri sudah diajari seorang doktor.” Hmm, aku pikir benar juga kata mbak yang baru aku jumpai sekali itu. Negara ini sangat tidak menghargai seorang fresh graduate doktor. Tidak seperti dengan negara lain yang memfasiitasi seorang doktor. Mereka memberikan banyak riset dari negaranya sendiri terhadap fresh graduate doktor. 

Berbeda halnya dengan dokter dan doktor yang hanya digaji rendah. Negara ini justru memberikan fasilitas lebih kepada sopir busway, tukang parkir, dan buruh. Menurut berita yang beredar di media bahwa Pemda DKI akan memberikan gaji sopir busway hampir 7 juta, gaji tukang parkir hampir 4 juta, dan gaji buruh minimal 2.2 juta. Gaji yang sangat fantastis dibandingkan dengan seorang lulusan dokter dan doktor. Bahkan, anehnya yang melakukan demo kenaikan gaji itu adalah buruh, bukan dokter ataupun doktor. Persatuan buruh menginginkan gajinya di atas 3 juta. What??? Dan yang sangat membuat aku antipati adalah berita pengemis dan pengamen jalanan di Bandung yang meminta gajinya berkisar antara 4-10 juta. Para pengemis dan pengamen jalanan tidak mau dipekerjakan sebagai petugas kebersihan yang hanya dibayar 700 ribu. Speechless!!! Kalau mau digaji tinggi jangan jadi buruh, pengemis, dan pengamen dunk!

Melihat kondisi seperti itu, tidak salah banyak orang yang beranggapan “ngapain kuliah tinggi-tinggi, sudahlah capek, biaya mahal, dan gajinya juga belum tentu banyak?”. Banyak orang yang berpikiran bahwa pendidikan itu tidak penting. Banyak orang yang bilang bahwa pendidikan itu hanya jembatan untuk bekerja setelah lulus. Tidak masalah lulusan dari jurusan apa yang penting bekerja. 

Sejujurnya, aku sangat miris dengan pemikiran beberapa orang seperti itu. Menurutku pendidikan itu sangat penting. Negara ini tidak akan bisa maju tanpa ada ide jenius dari orang hebat. Alat komunikasi dan media social tidak akan terus berkembang tanpa inovasi dari orang yang smart. Alat transportasi tidak akan ada tanpa adanya penemuan hebat dari penemunya. 

Tidak ada maksud untuk mempromosikan seorang capres atau apapun. Aku sangat menyukai sosok Anies Baswedan. Menurutku ide dia tentang Indonesia Mengajar dan Indonesia Bersinar itu sangat luar biasa. Aku sangat setuju dengan program pendidikannya. Indonesia itu bisa maju jika masyarakatnya berpendidikan. Tossh Pak!

Apapun tanggapan orang tentang pendidikan yang tidak berbanding lurus dengan penghasilan itu tidak usah ditanggapi. Menurutku pendidikan dan menuntut ilmu itu adalah kewajiban. Menuntut ilmu tidak ada batasnya yaitu dari ayunan sampai liang lahat. Seperti dalam Al Qur’an “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Dan sebuah hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu”.

So, janganlah berharap pendidikan itu hanya untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi. Karena orang yang berpendidikan itu akan tinggi derajatnya di akhirat. Mari meluruskan niat dan ikhlas untuk menuntut ilmu.

***

NB: Tulisan ini tidak ada maksud untuk merendahkan atau meninggikan orang lain. Tulisan ini hanya untuk introspeksi.

Kenapa disebut "BANCI"?

Thursday, November 07, 2013 Posted by rizka farizal 2 comments
Bingung deh dengan kamus bahasa gaul jaman sekarang. Banyak istilah yang menurut aku sudah mengalami pergeseran makna. Istilah yang dulunya hanya bahasa pameo tapi di jaman sekarang istilah itu menjadi kebanggaan. Contohnya saja istilah BANCI. Setau aku makna banci itu adalah seorang pria yang berperilaku seperti seorang wanita, baik dalam berpakaian, perilaku, berbicara, berjalan, berdandan, maupun sifat-sifat feminin lainnya. Padahal banci yang karena sengaja meniru-niru seorang wanita (bukan banci alami sejak lahir) itu merupakan perbuatan tercela, tergolong dosa besar, dan dilarang oleh Allah. Bahkan, ada hadits juga yang mengatakan bahwa "Rasulullah SAW melaknat para pria yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai pria".

Akan tetapi makna BANCI itu sekarang sudah mengalami pergeseran makna menjadi suka, senang, crazy, interest, dan semua yang mengandung makna menyenangkan lainnya. Entah karena pengen menyebut antonim dari benci itu tinggal diganti banci, enggak tau jugalah. 

Ada seseorang yang suka difoto disebut banci foto, ada seseorang yang suka kontes disebut banci kontes, ada seseorang yang suka dandan disebut banci dandan, ada orang yang suka ke salon disebut banci salon, ada seseorang yang suka traveling disebut banci traveling, ada seseorang yang suka tampil di acara-acara disebut banci tampil, dan lainnya. WHY IS CALLED “BANCI”? Apakah tidak ada istilah lain yang lebih okeh? 

Konon katanya istilah banci yang bermakna menyukai itu memang sering dilakukan banci. Misalnya banci foto dan banci dandan. Para banci memang suka narsis dengan memotret diri sendiri. Mereka juga sering berdandan dan bermake-up ria. Tapi kenapa juga kita harus berkiblat kepada banci? Enggak ada tokoh panutan lagi yah sampe banci dijadikan kiblat? Bye the way anyway, tetep aku masih geuleuh dengan istilah BANCI.

Monday, October 28, 2013

Bahaya Sotoi

Monday, October 28, 2013 Posted by rizka farizal 12 comments
SOTOI (SOk TaO tentang Ilmu)

Pernah gak sih kamu menjumpai orang yang Sotoi?
Atau
Pernah gak sih kamu merasa menjadi orang yang Sotoi?

Bagaimana tanggapanmu tentang sifat Sotoi tersebut?

Sejujurnya, Saya pernah menjumpai orang yang sotoi dan pernah juga merasa sotoi. Hal itu tidak bisa dipungkiri dengan mudahnya mendapatkan informasi terkini. Kadang-kadang informasi tersebut memang sesuai dengan fakta dan ilmunya. Tapi, kadang-kadang informasi tersebut hanya sekedar gosip dan tidak ada ilmunya. Oleh karena itu, Kita harus mencermati informasi yang sesuai dengan faktanya dan mengkaji ilmu atau referensinya agar tidak dianggap Sotoi.

Jika Kita melihat media elektronik, media cetak, dan buku-buku yang ada saat ini, maka tidak semuanya benar. Bahkan, seorang ilmuwan/ustadz/wartawan yang ahli dibidangnya juga belum tentu benar memberikan ilmu yang semestinya. Maklumlah, mereka semua juga manusia. Mereka juga mempunyai khilaf. Namun, sebagai manusia sebaiknya perlu memberikan informasi atau ilmu yang benar dan tidak Sotoi. Karena Sotoi itu memberikan banyak dampak negatif. Adapun dampak negatif dari sotoi adalah:

  1. Merupakan dosa tertinggi
  2. Haram
  3. Tidak mendapat Rahmat dan Keberkahan dari Allah
  4. Merupakan sikap mendahului Allah dan Rasul-Nya
  5. Gagal mendapat pahala dari Allah
  6. Sulit dikabulkan do'a oleh Allah
  7. Tergolong Riya
  8. Tergolong ghibah
  9. Tergolong dusta dan munafik
  10. Berteman dengan syaitan
  11. Termasuk perilaku menyimpang
  12. Dapat menyesatkan orang lain
  13. Menanggung dosa orang yang disesatkan
  14. Menimbulkan pertentangan dengan orang lain
  15. Tidak dipercaya orang lain
  16. Dihujat orang lain
  17. Merusak hati dan pikiran
  18. Hidup tidak tenang
  19. Sikap yang hanya mengikuti hawa nafsu
  20. Tanggungjawabnya besar di dunia dan akhirat
  21. Menyelisihi jalan Ahlussunnah wal Jama'ah

Sebenarnya masih banyak dampak negatif dari Sotoi (orang menyebarkan informasi & ilmu tanpa ilmu yang benar). Oleh karena itu, semua manusia perlu menghindari Sotoi. Lebih baik diam daripada sotoi. Karena Diam itu emas.

Sunday, October 20, 2013

Bahasa

Sunday, October 20, 2013 Posted by rizka farizal 4 comments
Jika mengutip quote Pak Mario Teguh bahwa “Bahasa adalah pembeda kelas”. Eh tapi jangan disalahtafsirkan bahwa orang yang bisa menguasai bahasa asing lebih dari 1, 2, 3, dst itu disebut “berkelas” yah! Maksud pembeda kelas di sini adalah menggunakan bahasa yang lebih baik dapat menunjukan kelas seseorang. Seseorang yang selalu menggunakan bahasa yang baik tergolong kelas “bangsawan”. Sedangkan seseorang yang sering menggunakan bahasa yang kasar tergolong kelas “proletar” semacam kelas budak bawahan gituh. 

Seharusnya kelas bangsawan yang berpendidikan tinggi dan harta melimpah itu memang menggunakan tutur bahasa yang baik dan santun. Tapi, itu tidak mutlak. Sekarang ini banyak dijumpai orang yang berpendidikan tinggi tapi menggunakan tutur bahasa yang tidak mencerminkan pendidikannya. Banyak juga orang yang mempunyai jabatan dan harta melimpah tapi menggunakan tutur bahasa yang tidak semestinya.

Seseorang hendaknya menggunakan bahasa yang halus dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang pasti pengen dipanggil dengan bahasa kesayangan nan halus. Semua orang gak pengen dipanggil dengan menggunakan bahasa yang kasar dalam kehidupan sehari-hari.

Semua orang memang mempunyai emosi untuk marah. Lumrah saja kok. Tapi marah itu sewajarnya sajalah. Janganlah menggunakan bahasa yang menunjukan kekurangan fisik seseorang. Misalnya cacat, bodoh, penyakitan, pendek, hitam, dan sebagainya. Perkataan seperti itu tidak hanya membuat orang lain menjadi marah tapi juga membuat orang lain minder. 

Teori itu memang tak semudah prakteknya. Semua orang juga tau menggunakan bahasa itu harus bahasa yang baik. Tapi yah itu tadi. Kalau sudah emosi semua teori jadi tidak ada artinya. Bahasa kotorpun tak sengaja diucapkan. Karena itulah semua orang harus bersabar untuk menjaga tutur bahasanya. Allah SWT sangat mencintai orang yang sabar. "Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS. Al-Anfal : 46). 

***

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui. Tapi tulisan ini hendaknya bisa merefleksikan diri masing-masing termasuk penulis sendiri. #NoMention

Thursday, October 17, 2013

Behind a Great Kid, There Must Be a Great Mom

Thursday, October 17, 2013 Posted by rizka farizal 11 comments
Seorang anak terlahir untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang, minimal memimpin dirinya sendiri. Karena itu, semua orangtua perlu mendidik dan membesarkan anaknya dengan cara yang paling baik. Semua orangtua memerlukan perjuangan agar menciptakan seorang pemimpin yang berguna untuk masa yang akan datang. Jangan sampai seorang anak yang kelak akan menjadi pemimpin tersebut, terlahir kurang sehat baik dari segi fisik maupun akhlak. 

Anak adalah Aset Bagi Keluarga, Masyarakat, dan Negara

Keberadaan anak sangat didambakan karena anak merupakan aset terbesar bagi kehidupan orangtua, masyarakat, dan negara. Bagi orangtua, anak adalah penyejuk mata dan hati bagi ayah ibunya, penerus generasi, dan kebanggaan keluarganya. Orangtua menjadi semangat membanting tulang agar anak-anaknya bisa meraih cita-citanya. Bagi masyarakat dan negara, anak adalah calon pemimpin dan calon pewaris masa depan. Mungkin saja calon Presiden Indonesia yang akan datang adalah anak kita sendiri. Sebelum memimpin masyarakat dan negara sebaiknya anak-anak harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, anak-anak harus diberi kepercayaan dari orangtuanya sendiri. Orangtua harus bisa mendidik anaknya agar menjadi generasi muda yang baik dan berguna bagi masyarakat dan negara.

Peran Ibu Lebih Besar Dibandingkan Ayah

Peran ibu untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya lebih besar dibandingkan ayah. Anak lahir ke dunia lewat ibunya. Ketika benaknya masih kosong dari segala bentuk gambaran dunia, ibulah orang pertama yang dilihat anak ketika baru lahir. Ibu yang memberikan nutrisi pertama kepada anaknya. Ibu yang mengajarkan anak-anak berkata, berdiri, dan berjalan. Selain peran ibu yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, peran seorang ayahpun tidak bisa dihilangkan. Karena ayah bertugas mencari nafkah dan sekali-kali ayah juga menggantikan ibu dalam mendidik anak. Misalnya memandikan dan mengantar anaknya ke sekolah.

Peran ibu lebih besar dibandingkan ayah. Karena ibu memiliki naluri, kesabaran, dan insting yang begitu kuat dibandingkan ayah. Ibu memiliki semua hal tersebut karena ibu yang mengandung dan melahirkan anaknya. Ikatan kasih sayang ibu dan anaknya tidak akan pernah putus ibarat plasenta yang pernah menghubungi janin dan ibu saat dalam kandungan. Contoh kasusnya: Apabila sang anak dan ibu berada di tempat yang berbeda. Sang anak mengalami kecelakaan atau sakit. Biasanya ibu memiliki insting (indra keenam) dan mengetahui keadaan anaknya. Meskipun, anaknya tidak memberitahukan ibunya.

Air Cucuran Atap (Biasanya) Jatuh ke Pelimbahan Juga

Sebuah pepatah mengatakan bahwa "air cucuran atap (biasanya) jatuh ke pelimbahan juga". Maksud pepatah tersebut adalah sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya. Apabila orangtuanya pintar, biasanya anaknya juga pintar. Apabila orangtuanya mempunyai bakat seni, biasanya anaknya mempunyai bakat seni. Apabila orangtuanya bekerja sebagai entrepreneur, biasanya anaknya berbakat menjadi entrepreneur. Nah, untuk mencetak anak yang berguna bagi orang banyak, maka seorang ibu harus menjadi ibu yang baik dulu. Bagaimana mungkin seorang ibu ingin anaknya baik tapi ibunya sendiri tidak baik?

Seorang ibu harus bisa mendidik anaknya sejak anaknya belum lahir. Seorang ibu harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang sehat supaya anaknya juga memiliki kesehatan yang prima. Seorang ibu harus berpendidikan dan mengetahui ilmu yang diperlukan untuk mendidik anak serta membantu anak mengerjakan PR. Perilaku dan kebijakan seorang ibu sangat tergantung pada tingkat pendidikan dan pengalamannya. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa mengajarkan anaknya tapi ibunya sendiri tidak paham tentang ilmu yang dibutuhkan anaknya? Saya menyarankan seorang ibu untuk memiliki pendidikan sampai tingkat magister atau mungkin bisa sampai tingkat doktor. Alangkah beruntungnya seorang anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang bergelar doktor. Anak tersebut tidak harus menunggu sampai jenjang kuliah di universitas supaya diajari oleh seorang doktor. 

Seorang ibu harus mempunyai akhlak yang baik dan menjadi contoh teladan bagi orang lain. Karena perilaku ibu akan ditiru anaknya dan akan dijadikan panutan bagi anaknya. Anaknya akan mengambil nilai-nilai dan perilaku positif dari ibunya. Oleh karena itu, untuk menjadi contoh teladan yang baik, seorang ibu harus memiliki akhlak yang tercermin dalam sikap dan perilakunya.

Seorang ibu harus memiliki management yang baik. Sebelum mendidik anaknya, seorang ibu harus bisa mengatur dirinya sendiri. Seorang ibu harus bisa mengatur waktu supaya bisa menyeimbangkan tugasnya sebagai ibu, istri, dan wanita karir. Alangkah sayangnya apabila seorang ibu itu sukses dalam karir pekerjaannya, tapi ibu itu sendiri tidak ada waktu untuk mendidik anaknya. Sehingga, anaknya itu akan sering membandel, nilai sekolahnya kurang memuaskan, dan anaknya hanya menikmati kesenangan duniawi.

Rencana dan Persiapan Menjadi Seorang Ibu



Saat ini, Saya memang belum berkeluarga. Tapi, Saya berencana untuk menjadi seorang great mom mulai sejak dini. Saya akan menerapkan rencana yang akan Saya jelaskan di bawah ini agar bisa diterapkan untuk waktu yang akan datang. 

Persiapan Sebelum Hamil

Untuk menjadi ibu yang baik dimulai dari sebelum hamil. Alangkah baiknya seorang calon ibu melakukan kebiasan yang baik dan menghindari kebiasan buruk seperti dijelaskan berikut ini:


  1. Mengkonsumsi pola makanan sehat dengan memperhatikan asupan nutrisi dan meminum air putih dengan cukup. Mengkonsumsi makanan 4 sehat dan 5 sempurna dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (untuk menghindari anemia), asam folat (untuk membantu perkembangan otak dan syaraf tulang belakang janin), vitamin A (untuk mengoptimalkan perkembangan janin), vitamin D (untuk meningkatkan kesuburan), vitamin E (untuk mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta), vitamin B6 (untuk keseimbangan hormon estrogen dan progesteron), vitamin C (untuk fungsi indung telur dan pembentukan sel telur, sebagai antioksidan yang berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan) yang mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi), seng (berperan penting dalam pertumbuhan organ seks).
  2. Olahraga dan istirahat yang teratur untuk menjaga kekebalan tubuh.
  3. Rutin memeriksa kesehatan. Melakukan pemeriksaan penyakit dan virus seperti virus rubella, herpes (untuk menghindari terjadinya kecacatan pada janin), virus hepatitis dan HIV (untuk menghindari penyakit turunan akibat virus tersebut), penyakit menular (untuk menghindari penyakit menular yang dapat menjangkiti anak), penyakit tidak menular (untuk menghindari penyakit jantung, asma, diabetes, dan sebagainya). Selain itu, juga melakukan imunisasi untuk kesehatan ovarium, memeriksakan darah (untuk menghindari bahaya yang mengancam janin dalam kandungan) dan faktor genetika (untuk mengetahui penyakit dan cacat bawaan yang mungkin dialami bayi akibat genetika dari orangtuanya).
  4. Mempersiapkan mental dan mengkondisikan pikiran dan batin dari pikiran-pikiran negatif. Selalu berpikiran positif dan bersyukur terhadap pemberian Tuhan.
  5. Mempersiapkan finansial karena finansial sangat dibutuhkan untuk proses kehamilan, melahirkan, dan mendidik anak. Belajarlah hemat dan tidak konsumtif dalam kehidupan sehari-hari. 
  6. Tidak mengkonsumsi makanan mentah dan kurang matang karena makanan tersebut memiliki potensi penyakit toxoplasmosis (THORC) dan salmonella.
  7. Mengurangi minuman yang mengandung kafein karena kafein dapat menurunkan kemungkinan wanita untuk hamil.
  8. Tidak mengkonsumsi alkohol dan merokok karena dapat menurunkan kesuburan, menyebabkan impotensi, menyebabkan anak cacat genetik, dan memiliki resiko untuk mengidap kanker pada anak.
  9. Tidak memakai narkoba karena narkoba lebih berbahaya pada janin yang dikandung dibanding alkohol dan rokok. 

Persiapan Saat hamil dan Melahirkan

Lingkungan pertama dari seorang anak ada pada rahim seorang ibu. Lingkungan pertama tersebut sangat berkaitan dengan perkembangan janin karena janin adalah bagian yang tak terpisahkan dari ibu. Sehingga, semua kondisi yang dialami oleh ibu akan berpengaruh terhadap janinnya. Seorang ibu sebaiknya melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk calon anaknya dan menghindari kegiatan yang menyebabkan pengaruh negatif bagi calon anaknya. Adapun yang perlu dilakukan seorang ibu hamil adalah sebagai berikut:


  1. Mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, mengkonsumsi asam folat, memperbanyak makanan yang banyak mengandung gandum, makanan segar, kacang-kacangan, sayuran, buahan, dan susu. Produk susu untuk ibu hamil sudah banyak diproduksi salah satunya adalah Lactamil ibu Hamil. Lactamil merupakan susu yang mengandung dua asam lemak, omega 3 dan omega 6 (dalam jumlah dan rasio yang seimbang), Frukto Oligo Sakarida (FOS), asam folat, kalsium, fosfor, magnesium & vitamin D, kandungan zat besi yang optimal serta diperkaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh.
  2. Menikmati masa-masa kehamilan. Perubahan ibu saat hamil umumnya akan berdampak pada psikologis. Karena saat hamil, ibu akan mengalami perubahan fisik. Seorang ibu akan mengalami morning sickness, naiknya berat badan, membengkaknya kaki, dan membesarnya payudara. Namun dengan cara menikmati masa kehamilan dengan santai, akan membuat ibu lebih menyenangkan. Ada baiknya seorang ibu selalu berbuat dan berpikiran positif supaya hidupnya akan makin menyenangkan.
  3. Memperbanyak pemahaman spiritual selama hamil. Persiapan spiritual merupakan salah satu kunci dihasilkannya generasi rabbani yang berkualitas tinggi. Apabila janin sedini mungkin dikenalkan dengan pemahaman spiritual, maka setelah lahir akan menjadi anak yang mudah menyerap kemampuan spiritual. Sadarilah bahwa hamil itu adalah anugrah dari Tuhan. Alangkah baiknya seorang ibu mensyukuri-Nya dan lebih mendekati-Nya. Perbanyaklah ibadah, membaca dan mendalami kitab suci, serta beramal baik.
  4. Olahraga yang rutin saat hamil karena dapat memperbaiki suasana hati, lebih nyaman saat tidur, mengurangi rasa pegal dan sakit pinggang, serta lebih siap menghadapi persalinan. Selain itu, olahraga juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung baik jantung ibunya maupun janinnya. Contoh olahraga yang dapat dilakukaan saat hamil adalah jalan kaki, berenang, yoga, latihan beban, dan senam untuk ibu hamil. Adapun manfaat dari masing-masing olahraga tersebut dapat dilihat pada sumber ayahbunda.co.id.
  5. Rutin memeriksa kesehatan ke dokter, menghindari obat tanpa resep dokter, melakukan USG sebanyak 3 kali, dan menjaga berat badan tubuh. Apabila mengalami sakit berlebihan pada perut bagian bawah, pendarahan, atau kondisi janin kurang bergerak di rahim, maka segeralah ke dokter untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan pada janin.
  6. Melibatkan suami sebagai calon ayah. Ayah juga berperan untuk anak. Ayah yang siaga akan selalu menemani istrinya berkonsultasi ke dokter, mendiskusikan untuk menentukan nama anaknya, membantu istrinya, tidak membuat masalah dalam berkomunikasi, dan berdoa untuk kesehatan istri dan keselamatan anaknya.
  7. Membaca buku, mencari informasi, dan sering bertanya kepada orang yang telah berpengalaman. Saat ini, sudah banyak informasi tentang cara menjadi ibu yang baik. Sebaiknya seorang ibu harus rajin mencari informasi tersebut agar bisa mendidik anak-anaknya dengan baik.
  8. Memilih Rumah Sakit yang sigap melayani ibu hamil dan akan melahirkan. Proses melahirkan merupakan proses yang tidak mudah. Pertolongan medis yang bagus akan membantu ibu dan anak. Oleh karena itu, ibu harus memilih Rumah Sakit yang selalu sigap menghadapi pasiennya yang akan melahirkan. Jangan terlalu idealis memilih Rumah Sakit yang sudah familiar tapi pada saat itu Rumah Sakitnya terlalu ramai sehingga kurang memperhatikan ibu yang akan melahirkan.
  9. Melahirkan dengan cara normal. Melahirkan dengan cara normal akan mempercepat proses penyembuhan ibu. Tapi apabila kondisi ibu dan janinnya tidak mendukung, maka tidak dianjurkan melahirkan dengan cara normal.
  10. Menghindari makanan junk food dan banyak mengandung penyedap rasa. Karena makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan baik untuk ibu maupun untuk janin yang ada di dalam kandungannya.
  11. Tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol karena dapat menyebabkan penyakit pada janin.
  12. Menghindari stres saat hamil. Saat stres, denyut jantung manusia lebih cepat dari biasanya, hormon adrenalin ke luar secara berlebihan sehingga calon ibu mudah emosi. Padahal, ibu hamil harus dalam kondisi tenang agar janin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stres juga dapat memicu terjadinya pendarahan yang berpengaruh terhadap suplai oksigen ke janin. Jika suplai oksigen berkurang, maka akan memicu terjadinya kelainan pertumbuhan janin. Stres juga dapat memengaruhi kondisi gizi dan dapat memacu gangguan metabolisme tubuh. Sehingga, ibu akan mengalami dehidrasi dan defisit gizi yang berpengaruh terhadap suplai makanan ke janin. Suplai makanan yang kurang akan mengganggu proses pertumbuhan janin, bahkan bisa terjadi kecacatan. Efek negatif dari kondisi ini akan muncul setelah bayi lahir. Di antaranya, bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi mengalami sulit tidur di awal kelahirannya sehingga membuatnya tak cukup istirahat. Akibatnya bayi pun mudah menangis dan sulit ditenangkan.
  13. Tidak mager (malas gerak). Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sifat ibu biasanya akan menurun kepada anaknya. Apabila ibunya bermalas-malasan, maka calon bayi akan mempelajari respon ibunya. Contohnya apabila ibunya malas mandi maka berkemungkinan calon bayinya juga akan malas dimandikan.
  14. Tidak menjelek-jelekan orang lain. Ucapan itu adalah doa. Apabila ibu menjelek-jelekan atau menghina orang lain bisa jadi anaknya yang akan seperti itu. Kalau kata pepatah “senjata makan tuan”. Contohnya seorang ibu hamil menghina orang yang cacat, bisa berkemungkinan anak yang dilahirkan ibu tersebut akan terlahir cacat karena kutukan dari Tuhan.

Persiapan Saat Anak Sudah Lahir

Melahirkan seorang anak yang sehat merupakan dambaan semua ibu. Setelah anak dilahirkan, maka seorang ibu harus merawat dan mendidik anak-anaknya sejak dini. Usia dini (0-5 tahun) merupakan masa keemasan (the golden years) bagi anak karena pada usia dini tersebut anak akan mulai sensitif untuk menerima rangsangan. Anak juga akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan pada usia tersebut. Adapun yang perlu dipersiapkan ibu untuk membentuk anak setelah anak itu lahir adalah sebagai berikut ini.

Persiapan Saat Anak Masih Bayi


  1. Memberikan nama yang baik. Nama itu adalah doa. Alangkah baiknya seorang ibu dan ayah memberikan nama yang baik untuk anak-anaknya. 
  2. Memberikan ASI sampai usia dua tahun. ASI sangat bermanfaat untuk anak baik untuk kesehatannya, kecerdasaannya, dan psikologisnya. Manfaat kesehatan adalah mengurangi anak menderita kanker anak, pneumonia, diare, penyakit jantung, alergi, asma, dan malnutrisi. Manfaat kecerdasan dan otak adalah anak ASI akan memiliki IQ yang tinggi dan mempunyai pendidikan yang tinggi. Manfaat psikologis adalah pengaruh kontak langsung ibu dan anak akan membentuk ikatan kasih sayang karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit. Anak akan merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengarkan denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak anak masih dalam rahim.
  3. Merawat bayi. Caranya dengan memandikan, menggantikan popok, memberikan imunisasi, mengontrol dan memeriksa bayi ke dokter / POSYANDU, menjemur bayi di pagi hari untuk menjaga kesehatan kulitnya, dan memberikan pijatan bayi untuk memperlancar sirkulasi darahnya.
  4. Memberikan pendidikan kepada bayi. Pendidikan anak dimulai sejak dini. Sang ibu bisa mengajarkannya berbicara, duduk, berdiri, dan berjalan. Berikanlah pendidikan yang positif kepada bayi agar bayi memiliki akhlak yang positif untuk masa yang akan datang.
  5. Memperbanyak berkomunikasi kepada bayi. Ibu akan mendongeng, bercerita, membacakan Kitab Suci, menyanyikan lagu anak-anak sehingga bayi merasa nyaman dan emosinya akan stabil.
  6. Tidak menunjukan emosi negatif. Contohnya tidak marah, sedih, kesal, dan sifat lainnya yang membuat bayi menangis bahkan stres.
  7. No labeling. Seorang ibu janganlan mencap anaknya yang masih bayi. Misalnya ketika bayi rewel, ibu jangan berucap kepada bayinya “nyusahin”, “bodoh”, “manja”, dan sebagainya. Namanya juga masih bayi, pastilah Dia belum mengerti apa-apa.

Persiapan Saat Anak Berusia Balita


  1. Memberikan pola makanan yang sehat dan seimbang untuk anak. Ibu berperan dalam memberikan pola makanan yang mengandung asupan energi dan nutrisi yang seimbang pada anak. Pola makanan tersebut harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, dan air. Semua makanan tersebut terdapat pada beras, gandum, ikan, daging, sayuran, buahan, air putih, dan susu. Susu untuk anak balita sudah bayak dijual di pasaran contohnya adalah SGM. Susu tersebut mengandung protein whey, sukrosa, susu bubuk skim, susu bubuk full cream, minyak nabati, laktosa, Frukto Oligosakarida (FOS) Inulin, maltodekstrin, madu bubuk, mineral, DHA, perisa vanila, pengemulsi lesitin kedelai, vitamin. Memberikan pola makanan yang sehat dan seimbang untuk anak balita tidak semudah yang dibayangkan. Banyak anak balita yang memiliki gangguan pola makan dan kurang nafsu makan karena tidak menyukai makanan sehat seperti sayuran, buahan, dan daging. Oleh karena itu, seorang ibu harus cermat menyiasatinya. Seorang ibu bisa menyiasatinya dengan memberikan resep yang berbeda setiap kali makan, menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama, dan memberikan multivitamin untuk anaknya.
  2. Memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia balita sangat penting diperhatikan. Karena saat usia tersebut, seorang anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Banyak anak yang suka melakukan hal-hal yang baru misalnya memanjat, mencoret-coret, bertanya-tanya, dan sebagainya. Menurut sumber ibudanbalita.net, seorang ibu harus memperhatikan perkembangan anaknya yaitu perkembangan kemampuan motorik, perkembangan fungsi fisik, perkembangan kemampuan kognitif, dan perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan kemampuan motorik dapat dievaluasi pada kekuatan otot, kualitas gerakan, kemampuan menggerakan bagian-bagian kecil dari tubuh anaknya. Perkembangan kemampuan fisik diamati dari perkembangan bagian tubuh yang besar lebih dulu dibandingkan bagian tubuh yang kecil contohnya perkembangan fungsi tangan dan kaki lebih dulu dibandingkan jari. Perkembangan kognitif dapat diamati dari kemampuan daya ingat, kemampuan menganalisa maupun kemampuan memecahkan masalah. Perkembangan berbahasa sangat melibatkan ibu. Biasanya seorang anak akan menggunakan bahasa ibu (mother tongue) dalam berbicara. Diawali dengan mengoceh dengan ucapan yang masih belum jelas (cadel), mengucapkan sebuah kata, menggabungkan dua kata, kemudian membuat kalimat sederhana. Kemampuan anak berbahasa ini merupakan cermin dari kecerdasan anak.
  3. Mengetahui kesehatan anak. Tidak semua ibu merupakan seorang dokter, apoteker, perawat, dan bidan yang mengetahui tentang kesehatan anak. Hal itu bukan berarti semua ibu tidak mengetahui pencegahan kesehatan anaknya. Minimal pertolongan kesehatan pertama untuk anaknya. Semua ibu dapat mendapatkan pengetahuan dan informasi melalui buku, media, dan orang yang berpengalaman tentang masalah kesehatan anak. Banyak cara yang dapat dilakukan seorang ibu untuk memberikan pertolongan kesehatan pertama untuk anaknya. Jika anak mengalami luka memar, maka ibu bisa melakukan kompres dengan es selama 20 menit di bagian yang memar. Jika anak mengalami luka berdarah karena jatuh, maka ibu bisa membersihkan luka dengan kapas bersih yang sudah dicelupkan dengan alkohol (khusus untuk luka) dan memberikan obat antiseptik. Jika anak mengalami demam tinggi, maka ibu bisa memberikan minum yang banyak, memberikan obat penurun panas dengan batas tolerensi suhu tubuh pada anak adalah 38° Celcius, memberikan pakaian yang longgar agar bisa menyerap keringat, dan memberikan kompresan air hangat di daerah kepala. Jika anak mimisan, ibu bisa mendudukan anak dengan posisi badan dan kepala membungkuk, meminta anak bernafas dengan mulut, menekan dan menutup hidung selama 5 menit, mengkompres hidung dengan es yang dibungkus handuk kecil. Jika anak diare, ibu bisa memberikan cairan oralit atau larutan gula garam dengan komposisi 1 sendok teh gula manis dan 0.5 sendok teh garam yang dilarutkan dalam segelas air.
  4. Memahami karakteristik anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, seorang ibu harus memahami karakteristik anaknya. Jika anak memiliki sifat pemalu, maka ibu bisa sering mengajak anaknya bertemu dengan orang lain sampai anaknya merasa nyaman dan bisa berbaur dengan orang lain. Jika anaknya ceriwis atau hiperaktif, maka ibu harus menghadapinya dengan ekstra sabar dan lebih fleksibel. Jika anaknya penurut, maka ibu harus banyak bersyukur mempunyai anak yang penurut dan memberikan lebih banyak perhatian untuk anak.
  5. Memberikan pendidikan kepada anak. Seorang ibu merupakan guru pertama bagi anaknya. Selain mengajarkan berbicara, duduk, berdiri, dan berjalan, seorang ibu juga bertanggungjawab memberikan pendidikan lain yang berguna bagi anaknya. Ibu harus mengajarkan anaknya prinsip hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajarkan akhlak yang baik, mengajarkan anak untuk berdoa dan meminta maaf kepada orang lain, mengajarkan untuk membaca dan menulis huruf, mengajarkan untuk membaca Kitab Suci, mengajarkan cara berhitung, mengajarkan untuk menggambar. Selain itu, ibu juga bisa meluangkan waktunya untuk membacakan dongeng, menceritakan kisah teladan seseorang, dan menyayikan lagu anak-anak yang bisa mendidik anaknya.
  6. Tidak memukul anak. Tak jarang dijumpai seorang ibu yang memukul anaknya karena gemes melihat perilaku anaknya yang nakal. Memukul anak tersebut sebaiknya dihindari karena memukul dapat mengakibatkan gangguan emosional dan perilaku anak. Anak akan menunjukan depresi dan krisis kepercayaan diri. Memukul juga akan mengakibatkan anak belajar bahwa seorang anak boleh memukul temannya bila temannya bersalah.
  7. Tidak mengancam anak. Mengancam anak baik secara halus maupun kasar tidak akan memecahkan permasalahan. Mengancam hanya bersifat sementara karena mengancam hanya didasari rasa takut bukan karena kesadaran anak.
  8. Tidak menghina dan membanding-bandingkan anak. Menghina dan membanding-bandingkan anak dapat menghilangkan kepercayaan dirinya, mematahkan semangatnya, menghilangkan kemampuannya, menjadinya tidak kompetitif karena merasa tertinggal dengan rivalnya, serta menimbulkan sifat apatis pada anak.
  9. Tidak menuduh dan berprasangka buruk terhadap anak. Berprasangka buruk terhadap anak menunjukan tidak adanya kepercayaan dari ibu. Sehingga, akan menimbulkan ketidakpercayaan dari anak terhadap ibunya.
  10. Tidak memberi nasihat secara berlebihan dan mendikte anak. Memberikan nasihat secara berlebihan dan mendikte anak akan membuat anak bosan dan merasa digurui. Bahkan, banyak anak yang mencibir dan memberikan label “cerewet” kepada ibunya karena terlalu sering memberi nasihat dan mendikte anaknya.
  11. Tidak membentak anak. Bentakan seorang ibu akan menimbulkan dampak negatif bagi anak contohnya mengakibatkan trauma pada anak dan merusak komunikasi antara ibu dengan anak.
  12. Tidak mencela dan mengomel kepada anak. Mencela dan mengomel akan menanamkan dendam dalam hati anak, merusak hubungan komunikasi dan kasih sayang antara ibu dan anak.
  13. Tidak menuruti semua kemauan anak karena dapat mengakibatkan anak manja dan tidak mandiri.

Persiapan Saat Anak Menjelang Remaja

Perilaku anak yang berusia remaja dianggap sudah lebih mengerti karena anak sudah mengenyam bangku sekolah. Secara umum, perilaku ibu kepada anak yang berusia menjelang remaja hampir sama dengan usia balita. Namun, ada beberapa hal yang perlu ditambahkan diantaranya adalah sebagai berikut:


  1. Memberikan pendidikan formal yang terbaik untuk anak. Anak membutuhkan pendidikan formal yang terbaik untuk masa depannya. Sebaiknya, ibu menyekolahkannya ke sekolah yang favorit agar anak bisa bersaing dengan temannya. Anak juga akan termotivasi untuk belajar. Sangat disarankan juga untuk menyekolahkan anak di sekolah agama supaya anak bisa mempelajari ajaran agama lebih mendalam sehingga anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
  2. Mendampingi anak belajar di rumah, mengajarkan pelajaran yang tidak dimengerti anak saat di sekolah, dan selalu menanyakan kepada anak: "PR hari ini apa, nak?". Jika anak kesulitan mengerjakan PR, sebaiknya ibu membantu anaknya.
  3. Mengajarkan dasar ilmu agama, mendampingi anak beribadah, dan memberikan apresiasi kepada anak yang telah beribadah. Secara umum, memang memberikan apresiasi kepada anak itu menunjukan perbuatan yang tidak ikhlas bagi anak. Tapi lama-kelamaan anak akan terbiasa dan mudah-mudahan anak akan menjadi ikhlas untuk beribadah. 
  4. Mengetahui dan menyalurkan bakat anak. Setiap anak memiliki bakat masing-masing. Bakat merupakan passion yang menumbuhkan semangat pada anak. Jika anak memiliki bakat menggambar, maka ibu dapat memasukan anak pada lembaga kursus menggambar atau desain. Jika anak memiliki bakat olahraga, maka ibu bisa mencari pelatih olahraga untuk anak.
  5. Mengikutsertakan anak dalam perlombaan. Perlombaan dapat menumbuhkan sifat kompetitif pada anak. Sebagaimana Kita ketahui bahwa hidup itu penuh kompetisi. Dengan mengikuti anak berbagai macam lomba yang sesuai dengan kemampuan dan bakatnya, anak akan termotivasi untuk berkarya. Anak juga akan mengerti makna menang dan kalah. Seorang ibu hendaknya mengapresiasikan anak apabila anaknya memenangkan perlombaan. Seorang ibu juga harus mengajarkan anak untuk bersikap “gentle” dan menerima kekalahan dengan ikhlas.

Demikianlah peran ibu untuk mempersiapkan dan mendidik anak yang hebat. Peran ibu itu sangat penting dan sulit saat membentuk calon pemimpin masa depan, karena itu sangat pantas dikatakan "surga ada di telapak kaki ibu". Because, "behind a great kid, there must be a great mom".

Referensi:

Monday, October 14, 2013

Setengah Setengah

Monday, October 14, 2013 Posted by rizka farizal 2 comments
Ketika berada di kampus, orangnya biasa saja. Tidak terlalu menonjol di satu bidang.
Ketika berkumpul dengan kolega, terkadang disebut anak yang baik. Tapi ketika berkumpul dengan teman-teman pengajian, rasanya itu seperti orang yang hina. 
Ketika menulis di blog, terkadang sering merasa minder dengan orang lain yang bisa puitis, bisa rutin nge-blog. Tapi dibilang isi blog nyampah doank sepertinya enggak juga deh.
Ketika ada yang nanyain punya prestasi atau gak? Sebenarnya punya sih. Tapi masa iya sih di CV ditulis pernah menang lomba yang tidak ada nyambungnya dengan dunia perkuliahan?
Ketika dibilang suka membaca, tapi sebenarnya masih banyak buku-buku yang belum dibaca.
Ketika menemukan bakat, dibilang ahli juga enggak. Masih banyak yang harus dipelajari.
Ketika berpergian, penampilannya sering mencoba hijab yang syar’i. Tapi dibilang syar’i pakaiannya masih aja unyu-unyu dan hijabnya tidak sedalam mukena.
Ketika dibilang masih belum bisa membanggakan orang tua, setidaknya dulu pernah membanggakan orang tua bisa menjadi sarjana pada salah satu PTN favorit di Indonesia.

***

Begitulah hidup setengah-setengah. Tidak menonjol di suatu hal tapi tidak lemah juga di suatu hal. Akan tetapi, syukuri saja hidup dengan apa adanya ini. Karena Tuhan memang menciptakan manusia terbatas. Coba saja perhatian organ vital manusia itu sendiri terutama otak. 

Otak manusia terdiri dari 3 bagian besar : Cerebrum (otak besar), Cerebelium (otak kecil), dan Brain stem (otak tengah /batang otak). Setiap bagian otak berfungsi masing-masing dan saling berkerja sama.

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, meskipun ada juga beberapa gerakan refleks otak.

Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. 


Long term memory berfungsi untuk mengingat hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman seseorang dalam memahami kenyataan hidup. Bagian ini terletak di otak sebelah kanan. Long term memory adalah memori yang lambat dilupakan dan kapasitasnya tidak terbatas. Ia adalah tempat penyimpanan fakta yang luas dan hubungan-hubungan yang ada di otak manusia. Long term memory ini merupakan kreativitas dan bakat yang ada pada manusia. So, bisa dibilang kreativitas tersebut tidak ada batasnya.

Short term memory merupakan memori yang cepat diingat dan cepat pula dilupa, serta memiliki kapasitas yang terbatas. Memori ini merupakan tempat kecil di otak untuk memanipulasi data. Short term memory merupakan kemampuan numerik dan kemampuan berpikir manusia. So, wajar saja kalau manusia sering lupa apabila tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Meskipun kemampuan pikiran manusia itu terbatas, jangan makin dibatasi pula

Otak kecil mempunyai fungsi untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, menjaga keseimbangan dan mengkoordinasikan gerakan otot yang terjadi secara sadar. Contoh: ketika terjadi cedera pada otak kecil maka akan mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakanpun menjadi tidak terkoordinasi.

Otak tengah mempunyai fungsi untuk mengatur kerja fungsi organ dalam. Karena fungsi otak tengah bisa menpengaruhi semua fungsi otak besar dan otak kecil. Bahasa sederhana otak tengah ini adalah otak di bawah kesadaran. Misalnya manusia tak pernah hitung atau mengatur nafas setiap saat.

Otak manusia memang tidak akan berhenti untuk bekerja dan berkembang. Namun, pada akhirnya manusia itu akan kembali ke tanah. Berbeda dengan Tuhan Yang Maha Pencipta. Tuhan tidak memiliki keterbatasan. Tuhan akan selalu abadi.

***

Kembali lagi kepada topik sebelumnya yaitu setengah-setengah. Hidup setengah-setengah itu memang datar saja. Tidak ada yang menonjol dan tidak ada yang lemah. Memang Dia tidak akan popular pada satu bidang tapi Dia akan bisa multitasking. Dia bisa bekerja pada satu bidang meskipun tidak seprofesional orang lain tapi Dia juga bisa bekerja pada bidang yang lain. Dia juga bisa mempunyai kelebihan karena bisa hidup di tengah masyarakat yang berbeda sifatnya. Dia bisa bergaul dengan orang alim dan bisa juga bergaul dengan orang yang gaul duniawi. 

Berbeda halnya dengan manusia yang ahli atau spesialis pada satu bidang tertentu. Manusia tersebut memang popular karena keahliannya pada suatu bidang. Tapi Dia tidak akan bisa popular pada bidang lain. Seorang dokter hanya akan menjadi spesialis pada bidang tertentu. Dokter spesialis THT hanya akan menjadi spesialis THT, dia tidak akan menjadi dokter spesialis mata. Seorang professor ahli matematika hanya ahli pada bidang matematika saja, Dia tidak akan menjadi professor pada bidang hukum atau sastra. 

***

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan.” (Al-Anfal: 24)