Tuesday, September 01, 2015

Hidup Berkecukupan dengan Penghasilan Minim? Bisa, Asalkan...

Tuesday, September 01, 2015 Posted by rizka farizal 8 comments
Selepas lulus kuliah magister, Aku bekerja sebagai dosen. Aku memutuskan menjadi seorang dosen setelah galau memilih pekerjaan antara dosen atau pegawai. Aku juga sempat diingatkan senior, "Kamu yakin mau jadi dosen? Dosen itu pekerjaannya banyak tapi penghasilannya kecil. Bahkan penghasilannya bisa 10% dari teman-teman yang bekerja di perusahaan". Dipikir-pikir memang benar reminder dari senior aku itu. Pekerjaan dosen itu berat. Dosen tidak hanya mengajar di kelas, tapi juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Belum lagi dengan syarat pendidikan, seorang dosen minimal harus berpendidikan S2. Masa iya, sudahlah pekerjaannya berat, jenjang pendidikannya tinggi tapi penghasilannya rendah di bawah UMR. Meskipun demikian, aku tetap bertahan menjadi dosen. Biarlah penghasilannya sedikit, yang penting aku bisa menabung untuk akhirat, dengan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada anak didikku.

Jika berpikir secara realistis, aku memang tidak akan bisa hidup dengan penghasilan dosen yang minim (hanya 1.6 juta). Dalam sebulan, aku mempunyai kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. Seperti:

Makan 3X/hari: 30.000 x 30 hari = 900.000
Bayar listrik dan air kosan: 200.000
Bayar pulsa dan internet: 150.000
Kebutuhan pribadi (alat mandi, pembalut, dll): 250.000
Transportasi/bulan: 100.000
Total: 1.600.000

See, penghasilan aku hanya cukup memenuhi kebutuhan bulanan. Dengan penghasilan tersebut, secara realistis aku tidak akan bisa berhura-hura di mall, karaoke, makan di restoran mewah, traveling. Jangankan beli smartphone, makannya saja sudah paket hemat. Jangankan beli lipstick 500 ribu, beli lipstick 50 ribu saja tidak sanggup.

Lalu, apa solusinya? Minta tambahan uang lagi kepada orangtua? Jujur, aku sudah malas meminta tambahan kepada orangtua. Meskipun orangtua aku masih mau membantu finansial, tapi aku tidak enak hati harus merengek meminta tambahan uang lagi. Sudah cukuplah orangtua membiayai finansial aku sampai pendidikan S2. Sekarang saatnya aku mandiri secara finansial. Aku ingin melatih mengelola keuangan supaya kelak tidak gagap saat berkeluarga, menjadi istri dan seorang ibu. Kalau bukan sekarang, kapan lagi bijak mengelola keuangan. Betul ngga?

Rajin bersedekah adalah solusi pertama menambah rejeki

Aku sangat percaya dengan keajaiban sedekah. Karena pengalamanku selama ini, sedekah malah menambah rejeki. Yap, aku sering mendapat rejeki yang tidak disangka-sangka melalui sedekah. Aku pernah bersedekah, beberapa jam kemudian aku melihat pengumuman kompetisi blog dan aku menang. Hadiah kompetisi blog itu 5X dari sedekah yang baru aku sedekahkan. Pernah juga saat pertama kali berqurban sewaktu kuliah dulu. Dua bulan setelah berqurban, aku dikasih umrah gratis. Masih banyak keajaiban sedekah lainnya yang aku rasakan. Karena itu, sampai saat ini aku tidak pernah khawatir dengan kondisi finansial. Meskipun penghasilan minim, tapi selalu bersedekah, Insya Allah ada rejeki tambahan yang datangnya tidak disangka-sangka.

Cerdik mencari penghasilan tambahan 

Dengan penghasilan bulananku yang minim, mau ngga mau aku harus mencari tambahan income untuk memenuhi kebutuhan finansial. Aku pernah mendengar quote Ridwan Kamil, "pekerjaan yang menyenangkan itu adalah hobi yang menghasilkan uang". Aku pun memanfaatkan hobi dan bakat untuk produktif. Saya hobi berkebun. Dengan berkebun, aku tidak hanya menjaga lingkungan tapi juga dapat menghemat biaya keuangan. Aku tinggal panen sayuran kemudian makan sayur. Lumayan hemat uang dan sehat.

Aku juga hobi menulis blog. Kemudian aku memanfaatkannya supaya menulis blog itu produktif. Aku sering mengikuti lomba blog dan job review. Alhamdulillah, dari hobi blog tersebut, aku bisa mendapatkan smartphone baru, tambahan uang belanja, buku, souvenir, dll. Aku bersyukur meskipun penghasilan bulanan aku minim, tapi aku masih bisa menabung dan bertahan hidup berkat hobi nge-blog.  

Sumber: Sun Life Financial

Bijak mengelola keuangan

Bagi aku, orang yang keuangannya cukup itu bukanlah orang yang berpenghasilan tinggi tapi orang yang mampu mengelola keuangannya sehingga bisa hidup berkecukupan. Untuk apa penghasilan banyak tapi hidup berfoya-foya, tidak ada tabungan dan kemudian berhutang. Banyak loh kita lihat kisah nyata orang yang mudanya kaya raya namun tuanya miskin dan banyak hutang.

Aku juga pernah dinasihati tanteku, "kita tidak perlu menjadi orang kaya raya, yang penting itu menjadi orang yang berkecukupan. Kalau mau beli rumah, ada uang yang cukup untuk membayar DP dan menyicil uang. Kalau mau beli kendaraan, ada anggaran cukup untuk membelinya. Kalau mau traveling keliling nusantara atau ke luar negeri, ada uang yang cukup. Pokoknya ada uang yang cukup untuk memenuhi keinginan. Percuma saja menjadi orang yang kaya raya, punya banyak rumah mewah, kendaraan mewah dan harta milyaran. Toh, uang itu tidak akan dibawa saat mati". Nasihat tante tersebut selalu aku ingat. Aku pun berupaya mengelola keuangan supaya dapat hidup berkecukupan.

Oleh karena itu, aku pun mempunyai tips bijak mengelola keuangan.

1. Membuat cashflow pemasukan dan pengeluaran yang rapi

Setiap bulannya aku selalu merencanakan anggaran bulanan. Aku membuat anggaran dengan kelompok-kelompok:

Kelompok belanja bulanan: uang makan, uang belanja bulanan di supermarket, biaya listrik dan air
Kelompok uang tak terduga: sakit, dll
Kelompok uang tabungan

Kelompok belanja bulanan dan tak terduga aku pisahkan dan disimpan dalam amplop. Sedangkan kelompok uang tabungan, aku pisahkan dalam rekening tabungan yang berbeda. Rekening tabungan tersebut tidak ber-ATM. Supaya aku bisa menabung dan tidak tergoda dengan discount dan sale besar-besaran yang dapat memanfaatkan kartu debit.

2. Berhemat 

Sumber: Sun Life Financial

Aku selalu menerapkan pepatah hemat pangkal kaya. Cara berhematku adalah berjalan kaki ke kampus, masak sendiri, berkebun, memanfaatkan WiFi gratis, dll.

3. Mempertimbangkan skala prioritas
 
Saat ini, prioritas keuanganku adalah memenuhi kebutuhan bulanan. Oleh karena itu, aku berupaya memenuhi kebutuhan bulanan terlebih dahulu. Prioritas lainnya adalah menabung untuk masa depan yang lebih cerah. Oleh karena itu, aku berupaya mengontrol keungan untuk tidak berbelanja yang tidak dibutuhkan, tidak berbelanja yang hanya memenuhi nafsu saja. Tapi berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan.

4. Tidak menganut paham BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita) 

Sumber: Sun Life Financial

Untuk menghemat keuangan, aku berupaya untuk tidak menganut paham BPJS. Aku bermain-main ke mall atau pusat perbelanjaan sekali seminggu atau sekali dua minggu. Kalaupun ke pusat perbelanjaan aku selalu menghindari store yang dapat merangsang aku mengeluarkan uang tabungan. Hal itu aku lalukan supaya tidak tergoda dengan belanja yang tidak dibutuhkan. Pokoknya aku harus bisa menghindari jiwa sosialita supaya dapat berhemat.

5. Berinvestasi masa depan

Sumber: Sun Life Financial

Aku ingin masa depan yang cerah dan mapan. Karena itu aku berupaya untuk mewujudkan masa depan yang cerah. Menurut aku, solusi untuk masa depan cerah adalah dengan berinvestasi. Karena investasi tidak akan mengurangi tabungan tapi malah menjaga tabungan. Berinvestasi itu banyak caranya, seperti: investasi emas, investasi tanah, investasi pendidikan dan asuransi.
So, sudah jelaskan bahwa kunci hidup berkecukupan itu adalah bijak mengelola keuangan. Meskipun penghasilan dari profesi utama itu minim, asalkan mengelola keuangannya jago, masih bisa kok hidup berkecukupan. For your information, meskipun penghasilan utamaku minim, aku tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan bulanan tapi juga masih bisa memiliki tabungan yang lumayan dan sesekali menikmati kesenangan hidup seperti: makan di tempat mewah, traveling, dll. Yuk, kelola keuangan dengan bijak!!!

Thursday, July 30, 2015

Warna Warni Kemenangan Keluarga Besar Rambai

Thursday, July 30, 2015 Posted by rizka farizal 4 comments
Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa ilahaillaahu Allahu Akbar 
Allahu Akbar wa lillah ilham

Keluarga besar rambai sangat antusias menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1436 H. Bagaimana tidak? Setelah setahun tidak berkumpul akhirnya berkumpul lagi di rumah tuo kami. Karena telah lama tidak berkumpul, nenek berinisiatif mengadakan buka bersama seluruh keluarga besar rambai pada penghujung Ramadhan. Kami sekeluarga sangat senang dengan acara buka bersama karena dapat menjalin silaturrahim dan dapat menyicipi masakan rumahan favorit hasil masak sendiri. Berhubung kesehatan nenek sudah tidak fit, maka master chef tahun ini adalah anak dan cucunya. Kami pun masak bersama-sama sambil ngobrol hingga menghidangkan makanan untuk berbuka puasa.

Akhirnya mentari terbenam dari balik bukit Danau Maninjau, mengeluarkan rona jingga yang indah pada senja hari. Kemudian adzan maghrib berkumandang pertanda berbuka puasa pada penghujung Ramadhan. Tak lama kemudian takbir pun berkumandang pertanda hari kemenangan di bulan Syawal telah tiba.

Keluarga besar rambai langsung menikmati masakan berbuka puasa termasuk aku pastinya. Sejujurnya aku kalap dengan hidangan berbuka puasa. Menunya banyak dan lezat-lezat. Daripada saliva mengalir terus lebih baik aku comot-comot semua menu berbuka puasa. Jarang-jarangnya bisa menikmati masakan rumahan yang ngga ada tagihan bill-nya. Hehehe. 

suasana berbuka puasa keluarga besar rambai
Beberapa menu berbuka puasa

Usai berbuka puasa, aku sholat maghrib kemudian ngobrol-ngobrol bersama keluarga besar rambai. Beberapa sepupuku juga ada yang bermain kembang api di halaman. Kemudian om mengajakku dan sepupu melihat rakik-rakik sebagai acara malam takbiran. Sejujurnya aku sudah lelah dan pengen nempel di kasur saat itu. Namun, karena belum pernah melihat rakik-rakik dari tahun-tahun sebelumnya, akupun bela-belain habis isya melihat rakik-rakik. Lagian sebagai orang Maninjau malu juga sih, hampir tiap tahun lebaran di Maninjau tapi belum pernah sekalipun melihat rakik-rakik. Sebelumnya hanya melihat foto-foto dan mendengarkan cerita-cerita dari keluarga yang melihat rakik-rakik. #kesian

Rakik-rakik adalah tradisi malam takbiran yang telah diadakan sejak jaman Belanda di Maninjau. Rakik-rakik (rakit-rakit) merupakan seni merakit bambu dengan menambahkan aksesoris lampu obor, lampion dan telong (rakik-rakik kecil yang tergantung di samping rakik-rakik utama). Saat menjalankan rakik-rakik ke danau, sesekali terdengar gema badia batuang (meriam bambu) dan kembang api di selingkaran Danau Maninjau. Supaya lebih meriah, rakik-rakik diiringi dengan lantunan takbir yang berkumandang dan atraksi tambua tansai sebagai kesenian tradisional Maninjau.

Acara rakik-rakik diselenggarakan oleh banyak jorong di Maninjau. Kebetulan tahun ini, jorongku mengadakan rakik-rakik di Masjid Ummil Qura’, Bancah. Letaknya tidak jauh dari rumah tuo kami. Acara rakik-rakik Masjid Ummil Qura’ lebih awal, sekitar jam 22.00 WIB. Hal itulah yang membuatku semakin antusias melihat rakik-rakik. Karena tahun-tahun sebelumnya di atas jam 00.00 WIB, dimana aku sudah tepar jam segitu.

Sekitar jam 22.00 WIB, aku dan para sepupu sudah sampai di Masjid Ummil Qura’. Posisi rakik-rakik masih di tengah danau saat itu. Namun, warga sekitar sudah memadati halaman masjid untuk melihat rakik-rakik.

Perlahan-lahan rakik-rakik sudah mulai ke tepian danau. Hiasan rakik-rakik semakin terlihat indah. Suara tambua tansai dan lantunan takbir juga semakin jelas terdengar. Melihat kemeriahan rakik-rakik, aku dan para sepupu langsung mengabadikan fotonya.

Rakik-rakik
Narsis dulu kaka

Puas melihat rakik-rakik, kamipun pulang ke rumah. Beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk merayakan hari kemenangan esok.

Keesokan harinya, keluarga besar rambai sudah hectic bersiap melaksanakan sholat Idul Fitri. Meskipun demikian, kami masih sempat masak menu lebaran. Setelah masak, kami bergegas dandan dan memakai baju lebaran. Yippyyyyy. Kami sengaja tidak membuat baju seragam lebaran supaya bajunya terlihat warna-warni.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar rambai melaksanakan sholat Ied di Masjid Ummil Qura’. Kami telah sampai di masjid sebelum jam 07.30 WIB. Berhubung tante dan sepupuku sudah datang duluan, keluarga rambai yang muslimah mendapat shaf terdepan.

Jam 07.30 WIB, sholat Ied dimulai. Kamipun sholat Ied dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua. Setelah itu, seorang khatib langsung berdiri di atas mimbar dan memberikan Khutbah Idul Fitri. Khatib berkhutbah cukup lama sehingga ada keluarga rambai yang ketiduran. Ooops.

Setelah satu jam berkhutbah, selesai juga pelaksanaan sholat Ied. Keluarga besar rambai pulang dan beberapa diantara kami sudah ada yang saling bermaaf-maafan di masjid. Akupun ikut bermaaf-maaf dan orang pertama yang aku sungkem adalah mamiku.

Sampai di rumah, aku kembali sungkeman dengan seluruh keluruh besar rambai. Termasuk om-om yang tidak bertemu di masjid serta nenek dan keluarga besar rambai yang berhalangan datang ke masjid.

Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)

Di atas meja makan sudah terhidang menu lebaran. Keluarga besar rambaipun langsung melipir ke meja makan dan mengambil menu lebaran. Hmm, menunya banyak banget. Ada ketupat, sayur toucho, rendang, itiak hijau, sop tunjang segede gaban, gulai rinuak, pangek ikan. Ada pula appetizer dan desert seperti lamang pisang, kue bolu koja, kolang-kaling, kue bolu dan buah-buahan. Ondeh mandeh, alun makan lah tabik salero deknyo. (Ya ampun, belum makan sudah ngiler duluan salivanya).

Kapan lagi bisa makan menu lezat sebanyak restaurant
Setelah perut kenyang, aku dan sepupu ber-selfie ria dengan memeragakan baju lebaran. Melihat kenarsisan cucu-cucunya, nenekpun tak mau kalah. Nenek juga ingin berfoto bersama dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Akhirnya foto bersama lebaran 1436 H terabadikan juga.

narsis dengan sepupu
bersama mami dan tadek
See... fotonya berwarna-warni karena kami memang merayakan warna warni kemenangan keluarga besar rambai.

Oke deh. Perut sudah kenyang, narsispun sudah kesampaian. THR mana? THR mana?

Kemudian omku membagikan THR kepada semua keponakan yang diikuti bagi-bagi THR oleh nenek, tante, tadek dll. Semua kebagian THR termasuk aku. Sebenarnya aku sudah malu mendapat THR. Maklum sudah lulus S2 dan mau bekerja tapi masih dapat jatah THR dari nenek, om-om, tante-tante, ibu dan lain-lain. Sudah ngumpet-ngumpet tapi masih dapat jatah THR. Kalau kata omku, umur boleh saja sudah tua, tapi hubungan keponakan selalu ada. Supaya adil dengan keponakan lainnya yang mendapat THR, om juga memberikan THR kepadaku sebagai kepedulian kepada keponakannya. Alhamdulillah.

Bagi keluarga besar rambai, THR bukan menunjukkan seberapa besar kekayaan yang diperoleh tapi seberapa besar perhatian dan kepedulian kepada sanak saudaranya. Dengan saling memberi akan muncul keakraban dan kedekatan dengan keluarga besar rambai. Tak heran sampai sekarang tradisi bagi-bagi THR masih ada di keluarga rambai. Tak hanya anak-anak kecil yang memperoleh THR tapi juga nenek, ibu dan saudara –saudara ibu juga dapat THR. Oh iya, berkat tradisi THR para sepupuku selalu merengek kepada orang tuanya apabila ragu untuk mudik. Menurut mereka, jika mereka tidak mudik, maka tidak akan dapat THR. #bukakartu Bagi aku dan para sepupu, tradisi THR dapat menambah tabungan. Tak heran kami bisa mengumpulkan 7 digit rupiah hasil THR yang kemudian ditabung untuk masa depan.

Sepupu dapat THR
Aku juga dapet. hehehe
Selesai dzuhur, aku, mami, tadek dan 2 orang sepupuku pergi silaturrahim ke rumah keluarga alm papi di Lubuk Basung. Jarak Maninjau ke Lubuk Basung tidak terlalu jauh dan perjalanannya berkisar 45 menit. Jalan dari Maninjau ke Lubuk Basung hanya 1 jalan utama, yaitu di tepi danau. Selama perjalanan aku memandangi Danau Maninjau yang elok. Perlahan Danau Maninjau mulai menghilang dan berganti dengan pohon-pohon, pasar dan perumahan.

Akhirnya kami tiba di rumah keluarga almarhum papi. Di sana kami bertemu dengan nenek dan saudara-saudara alm papi. Alhamdulillah semuanya sehat. Senang deh bisa bertemu mereka lagi. Semoga jalinan silaturrahim masih terjaga ya, nek, pak uo dan amak. Bersyukur kepada Allah yang masih mempertemukan aku dan keluarga alm papi pada hari kemenangan tahun ini. Semoga hari kemenangan berikutnya masih bisa dipertemukan dengan mereka lagi. Aamiin.

Bersama nenek lubuk basung. Sayang hasil fotonya tidak bagus. hiks
Puas berkumpul dengan keluarga alm papi dan menikmati hidangannya, kami pun balik ke Maninjau. Menjelang maghrib, kami singgah ke rumah famili lainnya di Maninjau. Alhamdulillah momen lebaran dapat menjalin silaturrahim yang putus-nyambung setelah setahun tidak bertemu.

Hari berikutnya…

Biasanya keluarga rambai mempunyai agenda wisata pada hari kedua dan ketiga. Entah itu keliling Danau Maninjau, melancong ke Bukittinggi, main-main di pantai atau piknik di Puncak Lawang seperti lebaran tahun sebelumnya yang aku ceritakan di sini.

Tahun ini aku berwisata dengan keluarga kecilku: aku, mami dan tadek. Kami berencana mengeksplor Malaysia-Singapore. Pemilihan Malaysia-Singapore karena hanya Malaysia satu-satunya penerbangan luar negeri yang ada di Bandara Internasional Minangkabau. #sedih Sedangkan pemilihan waktu wisata pada libur lebaran karena pada saat itulah kami mempunyai kecocokan jadwal. Ngga bentrok.

Bagi kami, libur lebaran adalah salah satu yang membuat kekompakan kami semakin bertambah. Dengan berlibur lebaran, kami sama-sama fun, sama-sama fresh, sama-sama senang, sama-sama kecewa selama perjalanan. Yap, liburan tidak selamanya mulus. Kadang-kadang ada problem selama liburan, misalkan tiba-tiba mobil rusak, tersesat di jalan dll. Alhasil liburan dapat membuat kami kompak dalam suka dan duka.

Berikut ini foto kebahagiaan kami selama libur lebaran Malaysia-Singapore



Dibalik warna-warni kemenangan keluarga besar rambai tersimpan sebuah hadiah istimewa

Sebenarnya sebelum lebaran, ada diantara keluarga besar rambai yang masih bimbang mudik. Alasannya pun beragam, ada yang sibuk, ada yang ingin lebaran dengan keluarga mertua, dll. Namun 2 minggu menjelang lebaran, banyak diantara keluarga besar rambai yang berubah pikiran dan ingin mudik. Alasannya tidak hanya ingin bertemu nenek dan keluarga yang sudah setahun tidak bertemu tapi juga ada satu hadiah istimewa. Apa coba hadiah istimewanya?

RUMAH BARU

Yap, bagi keluarga besar rambai tahun ini adalah pertama kalinya merayakan lebaran di rumah yang baru saja direnovasi. Jika tahun sebelumnya kami masih berlebaran di rumah tuo yang terbuat dari papan, maka tahun ini kami berlebaran di rumah batu yang bernuansa minimalis. Alhamdulillah bisa menikmati lebaran tahun ini di rumah baru.

Tahun 2014, masih dapurnya yang sudah direnovasi
Tahun 2015 rumah sudah direnovasi

Pembangunan rumah baru ini dipercayakan kepada para pekerja di Maninjau dan om aku sebagai project leader-nya. Kami puas dengan hasil rumahnya. Rumahnya bagus, kerjaannya rapi, biayanya irit. Rumah kami sangat nyaman ditempati karena interiornya rapi. Kami bisa merasakan udara sejuk dan memandangi hamparan sawah yang hijau dari halaman depan rumah dan menikmati deburan ombak Danau Maninjau dari halaman belakang rumah. Tidak hanya itu, rumah kami juga terlihat cantik dari luar. Bahkan dari kejauhan, rumah kami masih tetap kinclong.

Aku sempat kepikiran, "ini rumahnya bisa kinclong dari jauh pasti karena pemilihan cat rumahnya". Sempat kepo maksimal dengan pemilihan cat rumahnya. Sampai akhirnya aku menemukan sekaleng cat besar di kamar mandi? Kamar mandi? Yap, setelah mengecat, om aku membersihkan kaleng catnya dan menjadikan kaleng cat tersebut sebagai ember cucian. Lumayan deh kami bisa menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah-sampah bahan bangunan hasil renovasi termasuk kaleng cat.

By the way, tau ngga merk cat tersebut?

Dulux Weathershield!!!



Saat melihat merk cat Dulux, aku sih tidak ragu dengan hasil cat rumahnya. Pantes saja cantik karena Dulux mempunyai keunggulan sebagai berikut:

1. Berkualitas tinggi 
Dulux merupakan cat berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Cat Dulux untuk eksterior, tahan terhadap perubahan iklim Indonesia baik hujan maupun kemarau. Cat eksteriornya tidak mudah berjamur, mengelupas dan luntur sehingga tetap terlihat baru dan kinclong dari luar. Sedangkan cat Dulux untuk interior juga berkualitas tinggi. Bahannya terbuat dari bahan dasar air dan mudah membersihkan noda yang menempel pada dinding rumah.

Para pekerja yang mengecat rumahku memilih Dulux Weathershield. Dulux Weathershield digunakan untuk mengecat eksterior rumah. Dulux Weathershield mempunyai kelebihan tahan terhadap cuaca tropis Indonesia. Dengan teknologi Keep Cool, Dulux Weathershield dapat memantulkan panas dari cahaya matahari yang diserap dinding sehingga mengurangi suhu permukaan dinding rumah hingga 5 derajat C.

sumber: katalog warna dulux

2. Dapat memilih jenis produk dan warna sesuai pilihan sendiri 
Dulux memiliki banyak varian produk baik interior maupun eksterior serta warna-warni cat yang beragam. Kerennya, pembeli dapat memilih sendiri sesuai seleranya. Caranya:

Pembeli dapat berkonsultasi melalui Dulux Previews Consultant. Dulux akan memberikan saran kepada pembeli yang masih ragu memilih warna cat. Adapun cara berkonsultasi dengan Dulux Previews Consultant adalah ambil foto eksterior dan interior rumah yang akan dicat, daftarkan nama, alamat dan nomor telepon ke www.dulux.co.id kemudian Dulux Previews Consultant akan mensimulasikan warna dan mengirimkan hasilnya melalui email.

sumber: katalog warna dulux

Pembeli dapat meracik warna cat sendiri dengan Dulux Colour Solutions System. Pembeli dapat menemukan puluhan ribu formulasi warna di toko yang memiliki mesin tinting Dulux. Caranya: pilih warna yang diinginkan dari Dulux Fandeck yang tersedia di toko. Kemudian dapatkan warna yang diinginkan di toko dengan mesin tinting Dulux. 

3. Harga terjangkau dan sering promo khusus 
Berdasarkan perhitungan total pengeluaran renovasi rumah keluarga rambai, biaya yang dikeluarkan selama renovasi cukup murah. Om aku sebagai project leader dapat menjalankan prinsip ekonomi, yaitu dengan harga minimal dapat menghasilkan rumah yang maksimal. Karena aku tau cat rumah menggunakan Dulux, maka kesimpulanku harga cat Dulux lumayan terjangkau dan hemat untuk renovasi rumah kami. Tidak hanya terjangkau, harganya juga sesuai dengan kualitas produknya.

Berbicara mengenai promo, dalam memeriahkan lebaran tahun ini, Dulux memberikan promo Warna-warni kemenangan 2015 berupa potongan harga 100 ribu rupiah setiap pembelian produk Dulux senilai 1 juta rupiah. Alhamdulillah, ada rejeki anak sholeh ya. Yuk segera borong cat Dulux mumpung masih ada promonya.



Oh iya, dalam rangka memeriahkan warna warni kemenangan 2015, Dulux juga mengadakan photo competition di www.warnawarnikemenangan.com. Ayo ayo ikutan, siapa tau dapet xiaomi redmi 2, rocking chair, bedside table dan storage table. Aku sudah loh. Cara mengikuti kompetisi ini juga mudah kok.

  1. Pilih stiker kebahagiaan Pilih frame
  2. Upload foto
  3. Pilih next
  4. Tulis ceritamu
  5. Isi data dirimu (nama, no telp dan email) sebagai syarat dan ketentuan untuk memenangkan furniture cantik dari DULUX
  6. Submit
  7. Share on twitter atau share on facebook


Untuk informasi Dulux lainnya, dapat menghubungi kontaknya:

Website: http://warnawarnikemenangan.com/ 
Youtube: http://www.youtube.com/user/LetsColourID

Demikianlah Warna Kemenangan keluarga besar Rambai. Kami senang dengan Warna-Warni Kemenangan 2015. Semoga bisa berkumpul lagi lebaran tahun depan. Aamiin.

Referensi: 

Friday, May 29, 2015

Hidup Sehat Tanpa Stres

Friday, May 29, 2015 Posted by rizka farizal , 10 comments
Awal menjalankan hidup sehat sejak kepergian mendiang papi. Kepergian yang mendadak dan tidak disangka-sangka padahal umurnya masih muda saat itu. Papi yang biasanya selalu fit tiba-tiba dibawa ke rumah sakit karena muntah berdarah. Setelah 3 hari dirawat, papi pergi meninggalkan kami. Menurut diagnosa dokter, papi positif menderita hepatitis bahkan organ hatinya sudah pecah makanya muntah berdarah. Kami kaget dengan diagnosanya. Karena tidak ada tanda-tanda penyakit hepatitis seperti badan kuning, mata kuning, badan lemes, perut buncit. Papi juga terbiasa menjaga makanan, tidak merokok, tidak minum alkohol tapi kok masih bisa menderita hepatitis? 

Setelah kepergian papi, aku termotivasi menjalankan pola hidup sehat seru supaya selalu sehat. Seru? Iya, aku menjalankannya dengan happy, santai dan tidak terbebani. Inilah pola hidup sehat seru versiku:

  1. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah toilet, setelah berkotor-kotoran. Aku membiasakan cuci tangan dengan sabun supaya tidak terkena virus.
  2. Vaksinasi dan cek kesehatan. Dua bulan setelah kepergian papi, aku dan keluargaku mengecek kesehatan. Alhamdulillah kami semua negatif menderita hepatitis. Tak cukup di situ, kami juga menjalankan vaksinasi hepatitis dengan waktu berkala.
  3. Mengkonsumsi makanan sehat dan nutrifood. Meskipun seorang food blogger, aku tetap selektif memilih makanan. Karbohidrat, protein, sayuran dan buahan menjadi konsumsiku sehari-hari. Jujur, saat ini aku belum bisa menganut paham one day no rice. Karena aku butuh asupan gizi untuk meningkatkan berat badan. Iya, saat orang lain diet, aku malah ingin gemuk. Aku mencoba food combining terutama dengan protein. Contoh tidak bersamaan makan daging dan ikan karena keduanya berasal dari habitat yang berbeda dan melarut di tubuh juga berbeda. Meskipun demikian ada makanan yang aku hindari, seperti: MSG, makanan kalengan, minuman bersoda, berwarna dan beralkohol. Aku sering request kepada penjual makanan untuk tidak memberikannya.
  4. Berkebun. Aku mulai suka berkebun saat menjadi penggiat bdgberkebun. Berkebun bermanfaat bagi kesehatan. Aku bisa menyicipi makanan organic yang langsung ditanam sendiri. Berkebun juga menjadi pengganti olahraga.
  5. Jalan dan lari santai. Sehari itu mungkin > 2 jam aku berjalan santai.
  6. Istirahat cukup dan tidak begadang. Aku ingat diagnosa dokter bahwasanya organ hati papi sudah bekerja di atas normal. Makanya aku berusaha untuk tidak memforsir tubuh.
  7. Tidak stres. Bagiku inilah yang terpenting dari pola hidup sehat. Karena stres dapat menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Sekeren apapun metode mengkonsumsi makanan, akan luruh saat stres. Stres juga menyebabkan insomnia karena banyak pikiran. Parahnya lagi stres bisa membuat malas menjalankan hidup sehat. Percuma deh point-point sebelumnya. Jika sudah malas, program hidup sehat gagal dijalankan. Saat usiaku sekarang, sangat rentan merasa stres. #malahcurhat Tapi aku berusaha untuk mengendalikannya. Jika mulai stres, biasanya aku menyalurkan hobiku dengan menulis, browsing, jalan-jalan supaya hidupku kembali happy. Sebenarnya upaya pengendalian stres yang paling manjur adalah beribadah dan bertawakal. Karena aku yakin Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untukku.

Begitulah pola hidup sehat seru versiku. Oh iya, supaya konsisten menjalankannya, aku sering mengevaluasi pola hidup sehat setiap minggu. Aku juga selalu bersyukur karena sadar sehat itu mahal. Yuk menjadi #HealthAgent bersama Nutrifood supaya sehat.

Thursday, May 28, 2015

Maninjau, Danau Ribuan Keramba

Thursday, May 28, 2015 Posted by rizka farizal 2 comments
Kesan Maninjau, Sumatera Barat bagiku bukan hanya kampung halaman tempat nenek buyutku lahir. Bagiku Maninjau adalah danau tektonik dengan pemandangan terindah. Apalagi jika melihat Danau Maninjau dari kelok 44, makin elok pemandangannya. Tak hanya pemandangan, Danau Maninjau juga kaya akan hasil perikanan. Banyak hasil danau yang hanya ada di Maninjau, seperti: pesi (kerang versi mini), ikan bada (ikan sebesar telunjuk), rinuak (ikan sangat mini berukuran sekitar 1 cm). Semua hasil danau tersebut menjadi sumber lauk pauk penduduk dan oleh-oleh bagi wisatawan. 

Sadar akan potensi perikanan Maninjau, banyak penduduk yang mencari penghasilan dari perikanan. Bermula dengan pesi, ikan bada dan rinuak kemudian penduduk setempat mencari peluang bisnis untuk budidaya perikanan. 

Adalah keramba jaring apung yang biasa disebut penduduk setempat dengan "karamba" menjadi bisnis budidaya perikanan di Maninjau. Keramba adalah sarana pemeliharaan ikan berbentuk persegi yang terapung di air. Jenis ikan yang biasa dibudidayakan adalah nila. Keramba Danau Maninjau memiliki kerangka bambu (batuang) dengan media jaring dan kerangka besi dengan media pelampung berupa drum plastik. Untuk keramba batuang dibutuhkan 18 batang batuang sedangkan keramba besi dibutuhkan 16 drum. Ukuran keramba keseluruhan 6x6 meter dengan luas jaring 5x5 meter.


Budidaya keramba dimulai dengan sterilisasi benih. Caranya dengan merendam dalam larutan Kalium Pemanganat selama 15-30 menit. Setelah itu, tebarkan benih pada sawah pembibitan. Setelah 1 bulan pembibitan, tebarkan bibit ikan (biasanya berukuran 1 inchi) ke keramba. Sebaiknya penebaran bibit dilakukan pagi hari supaya ikan tidak kaget atau mati akibat perbedaan suhu. Lama budidaya ikan keramba sekitar 3-4 bulan sampai ikan siap panen. Selama pemeliharaannya, berikan pakan berupa pelet selama 3 kali/hari: pagi, siang, malam.


Budidaya keramba Maninjau sangat menguntungkan. Penduduk tidak khawatir dengan sempitnya lahan tanah karena budidaya keramba dilakukan di danau. Modal budidaya keramba juga tidak terlalu mahal. Budidaya keramba tidak hanya untuk konsumsi pribadi/keluarga tapi juga dapat dijual dengan laba yang lumayan. Penjualannya sampai ke luar Maninjau bahkan luar provinsi Sumatera Barat seperti Riau dan Jambi.

Melihat potensi bisnis budidaya keramba Maninjau, banyak pengusaha luar yang tertarik. Saat ini, budidaya keramba justru lebih banyak milik pengusaha luar Maninjau daripada penduduk setempat. Bahkan, keramba sudah over capacity. Jumlah ideal keramba Maninjau 3.000 petak. Saat ini, jumlah keramba sudah lebih 30.000 petak.

Masalah over capacity mengakibatkan berkurangnya keindahan wisata Danau Maninjau. Selain itu, mengakibatkan berlebihnya jumlah pakan yang masuk ke danau. Karena terlampau banyaknya pakan yang ditebar, ikan pun tak sanggup memakannya. Sehingga seperlima dari pakan yang tidak dimakan ikan (sekitar 18.000 ton) mengendap di dasar danau sebagai sedimen kimia. Sisa pakan mengakibatkan peningkatan kadar fosfat dan nitrogen sehingga menimbulkan ledakan organisme mikro yang dapat menguras sumber daya oksigen. Para peneliti menyebut kondisi tersebut "ekosistem air danau mati"[1]. 

Masalah lain dari keramba Maninjau adalah peristiwa alam berupa angin atau hujan yang membuat danau berombak dan membuat sedimen pakan menyebar ke permukaan. Peristiwa tersebut disebut tubo belerang. Tubo belerang mengakibatkan kematian masal ikan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Upaya Memajukan Budidaya Ikan Keramba Danau Maninjau

Untuk mengatasi masalah budidaya keramba, perlu dilakukan upaya sebagai berikut:

  1. Petani memberikan pakan organic yang tidak merusak lingkungan dan tidak memberikan pakan ikan berlebihan. Untuk mengurangi pengendapan di dasar danau, petani dapat menyedot tumbukan pakan yang mengendap. Petani juga harus memiliki break time dengan tidak menebar benih. Disarankan pada musim hujan (bulan Oktober-Januari). Selain itu, perlu melakukan panen secara dini agar tidak menimbulkan over capacity.
  2. Petani harus mengatur kedalaman dan jarak antar keramba dengan bibir danau. Petani juga dapat membuat model keramba alternatif seperti keramba jaringan berlapis. Sehingga pakan yang tidak dimakan ikan pada lapisan atas dapat dimakan ikan pada lapisan bawah. 
  3. Pemerintah harus menegakkan peraturan yang dibuatnya sendiri, yaitu Perda No.5/2014 tentang Pelestarian Danau Maninjau. Pemerintah harus membatasi jumlah keramba. Sebaiknya budidaya keramba hanya untuk penduduk setempat dan tidak perlu pengusaha luar Maninjau. Penduduk setempat juga perlu dibatasi jumlah kerambanya. Selain itu, lokasi keramba perlu ditertibkan untuk kenyamanan wisatawan ke Danau Maninjau. Sebaiknya lokasi keramba terletak dekat hutan yang jauh dari wisatawan. 
  4. Perlunya kerja sama dengan lembaga/perusahaan perikanan/akuakultur yang peduli dengan kelestarian ekologi dengan memberikan pelatihan kepada petani tentang budidaya perikanan seperti CP Prima. CP Prima adalah perusahaan akuakultur terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang pakan dan makanan olahan. Sejak berdiri April 1980, CP Prima sudah memproduksi dan memasarkan pakan budidaya perikanan, benur, probiotik dan produk udang untuk pasar ekspor dan dalam negeri. CP Prima juga mengevaluasi kinerja dan kontribusi di bidang sosial dan menetapkan praktik yang ramah lingkungan di seluruh proses operasional[2].

Referensi:


Wednesday, May 20, 2015

Pengen Cantik, Euy

Wednesday, May 20, 2015 Posted by rizka farizal 6 comments
Pengen cantik, euy

Tetiba hasrat itu terpikir dibenakku. Maklum keseharianku biasanya sangat cuek, kadang ngga pakai bedak, ngga pakai lipstick atau lips balm, sering pakai pakaian belel. Dengan penampilan seperti itu, aku sering banget diceramahin mami. Maklum mami aku itu orangnya modis, ratu matching di kantor, suka dandan. Bener-bener bertolak belakang lah denganku.

Pengen cantik, euy

Sadar perempuan itu harus dandan biar cantik tapi kan disesuaikan juga dengan situasinya. Kalau acara pesta nikahan sering sih dandan pake bedak, lips balm, kerudung ala hijabers, baju agak rempong. Tapi kan ngga tiap hari pergi nikahan atau acara formal. Lebih banyak acara santai dengan kostum dan dandanan yang santai juga.

Pengen cantik, euy

Gimana ya? Dandanan yang rempong aja bisanya hanya pakai bedak dan lips balm. Ngga punya alat make up yang lengkap. Bahkan, nama-nama alat make up aja banyak yang ngga tau. #Kesian Belum lagi takut dengan alat make up yang dipakai di kelopak mata bawah. *apa ya nama alatnya? Rasanya orang yang dandanin mau nyolok mataku. Hiks.

Pengen cantik, euy

Tetiba ada yang mengajak make up class plus nonton film Hijab gratis. Oh Tuhan, tau saja kalau aku pengen banget belajar dandan. Rejeki anak sholeh. Begitulah ungkapan yang tepat. Alhamdulillah…

Acara make up class diadakan oleh MAZAYA. Sebuah brand make up muslimah baru di Indonesia. Bersama Blogger BDG dan Komunitas Indonesia Hijab Blogger, aku mengikuti rangkaian acara make up class yang diadakan di arena show, Trans Studio. Meskipun agak telat tapi tetap antusias mengikuti rangkaian acaranya.


Melihat bedak yang bermacam-macam, aku pun bingung memakai bedak. "Duh, ini pakainya gimana ya?", kataku kepada teh efi yang duduk di samping. Teh efi pun mengajarkanku cara memakai bedak. Kebetulan juga teh efi sudah pernah mengikuti make up class yang diadakan MAZAYA.



Setelah berbedak, kami diajarkan cara menggunakan eye shadow, lipstick dan blush on. Pluk pluk dandannya pun selesai.

Suka banget deh dengan produk MAZAYA. Halal sudah pasti. Kandungan produknya juga nyaman. Selain warnanya netral minimalis, pastel, ngga menor, bahannya pun ringan di kulit. Cocok bangetlah dipake sehari-hari untuk hang out nge-mall gituh.

Ada yang berpendapat kalau berdandan (tabarujj) dilarang digunakan kepada laki-laki yang bukan mahram. Tapi kalau bertabarujj untuk laki-laki yang mahram, itu sangat dianjurkan. Selain itu, bertabarujj dengan minimalis dan tidak menor saat ke luar rumah juga ngga ada salahnya kan? Memang kecantikan hakiki itu bukan dari fisik (face) tapi dari hati. Namun, sebagai perempuan berpenampilan rapi juga ibadah.

Beruntungnya lagi, setelah make up class ada acara jumpa pers dengan artis film Hijab. Saat itu, artis yang datang adalah Clarissa Putri, Natasha Rizki dan Mike Luccok. Ketiga artis itu menceritakan proses pengambilan, suka duka selama syuting film Hijab. Menurut mereka, film Hijab itu tidak seberat judulnya, komedi ringan. Setiap orang bisa menonton. Setiap artis bermain natural, tidak ada kesan yang menceramahi. Dan yang paling utama adalah setiap pemain dapat mengambil pesan dari film Hijab. 

Bersama pemain fim Hijab dan Blogger BDG

Review Film Hijab
 

Film Hijab adalah film komedi yang bercerita tentang 3 orang muslimah (Bia, Sari, Tata) yang berhijab karena "terjebak". Selain itu, ada 1 orang muslimah lagi (Anin) yang masih belum berhijab tapi bersahabat dengan ketiga orang muslimah. Mereka sering berkumpul bersama keluarga setiap bulannya lewat acara arisan. Hingga suatu ketika, suami Sari (Gamal) bercelutuk "sepertinya arisan ini adalah arisan bapak-bapak karena yang bayar bapak-bapak". Semuanya pun terdiam.

Keempat muslimah tersebut mulai menyadari bahwa mereka harus mandiri. Mereka pun berencana membuka boutique Hijab bernama Meccanism. Berbekal modal orang tua dan temannya orang tua Anin, mereka pun memulai usahanya. Strategi marketing pun mereka ke luarkan. Mulai dari media sosial, bekerja sama dengan seleb fashion blogger, launching store Meccanism, sampai diundang acara International Fashion Week. Selama menjalankan bisnis, mereka juga mengalami kondisi pasang surut. Mulai dari complaint pelanggan sampai masalah keluarga.

Bisa dibilang Film Hijab itu film kontroversi. Ada yang berpendapat positif. Ada juga yang berpendapat negatif. How about me? Menurutku film Hijab ada positif dan negatifnya. Positifnya pesan film Hijab itu tentang urgensi restu suami. Sebagai istri hendaklah patuh kepada suami. Istri harus jujur kepada suami. Pesan itu sangat jelas disampaikan film Hijab. Pesan lainnya adalah saat scene terakhir. Anin yang mulanya belum menggunakan Hijab kemudian menggunakan Hijab dengan hati nuraninya. Tanpa paksaan. Subhanallah.

Adapun negatif film Hijab adalah adanya scene yang menunjukan bir, mabuk, club "dunia malam". Padahal minuman keras itu haram dalam Islam. Ada juga scene yang menunjukan Sari tidak berhijab syar’I (kelihatan lehernya).

Terlepas dari pro kontra film Hijab, aku sangat senang menghadiri undangan MAZAYA. Selain impianku untuk belajar make up tercapai, aku juga bisa bertemu artis Clarissa Putri yang katanya mirip denganku. Please, jangan muntah yah! Itu bukan pendapatku tapi pendapat sepupuku. Mungkin ada yang salah dengan matanya. Peace!

Thursday, May 07, 2015

Desain Interior Impian

Thursday, May 07, 2015 Posted by rizka farizal 3 comments
Setiap orang punya rumah impiannya masing-masing. Kalau rumah impian versi aku sih rumah yang berdesain minimalis dengan luas yang lapang, halamannya memiliki kebun lengkap dengan sayuran organic, sedangkan interior ruangan maunya sih bernuansa shabby chic.

Shabby chic?

Kalau yang pernah ke cafe Tree House dan Djoeroe Masak di Bandung pasti tau interior Shabby chic. Itu loh interior dari bahan yang sudah "lusuh" di daur ulang menjadi baru, indah dan mewah. Bahan yang sudah didaur ulang tersebut justru banyak dipakai orang yang berekonomi menengah ke atas. Bahan shabby chic itu biasanya berwarna pastel dan ada bunga-bunganya. So, kesannya unyu-unyu lembut gitu deh.

Sebenarnya beberapa stuff yang shabby chic seperti dinding ruangan, kotak perhiasan, sarung bantal bisa dibuat sendiri. Buat kotak perhiasan; tinggal beli saja kertas kado yang wallpaper shabby chic trus tempel ke kotak perhiasan. Buat sarung bantal; tinggal beli bahan meteran berwarna pastel atau bunga-bunga lembut kemudian jahit seukuran bantal yang tersedia. Sedangkan dinding ruangan tinggal beli cat berwarna pastel.

Bagaimana nasib furniture lainnya?
Dulunya aku bingung tuh mencari furniture yang shabby chic. Apalagi di kota kecilku ini. Ngga bakal ada tuh furniture shabby chic.

Iseng-iseng aku meluncur ke website online shop yang lagi happening di media sosial. Apalagi kalau bukan Shopious. Beneran loh hampir setiap blogwalking ada yang mengulas Shopious. Ditambah lagi dengan Instagram Shopious yang instagramable.

Shopious adalah media iklan online shop yang ada di Instagram. Penjual Instagram tidak perlu repot mengupload foto jualannya ke Shopious karena semuanya dilakukan secara otomatis sehingga penjual bisa santai-santai menunggu orderan datang. Tidak hanya itu, penjual juga tidak perlu membuat beraneka ragam hashtag Instagram. Karena Shopious langsung memasukan produk jualan dari Instagram tanpa hashtag ke website Shopious. Jadi, jika ada pembeli yang tidak mempunyai akun Instagram, masih bisa belanja produk di website Shopious. Keren dan praktis kan?

Oh iya, Shopious fungsinya hanya untuk mengiklankan produk dan tidak menyimpan stok barang. Jadi, jika barang yang dicari sold out, jangan salahkan Shopious yah!

Awalnya aku kira Shopious hanya menjual produk fashion seperti pakaian, sepatu, tas dan aksesoris. Ngga taunya setelah diubek-ubek, Shopious juga menjual gadget dan furniture rumah. Aku pun semakin KEPO dengan website Shopious. Sampai akhirnya aku menemukan furniture yang bernuansa shabby chic. Duh, mataku ngga bisa berkedip melihat produk shabby chic yang unyu-unyu. Mana banyak lagi produknya.

tempat telur shabby chic credit: Shopious

jam tangan shabby chic credit: Shopious
lemari shabby chic credit: Shopious
kulkas shabby chic credit: Shopious
kitchen set shabby chic credit: Shopious
kursi shabby chic credit: Shopious
sarung bantal shabby chic credit: Shopious

Beli furniture via online shop ngga ribet tuh?
Ngga donk!

Karena online shop Shopious mempermudah pembeli saat order. Pembeli tinggal klik foto barang atau nama toko. Pada setiap foto tertera nomor kontak penjual. Kemudian pembeli langsung menghubungi nomor kontak penjual barang atau toko. Gampil bingits, kan?

Iya, kalau barangnya kecil dan gampang dikirim via pos atau jasa kurir sih gampang. Kalau furniture-nya segede gaban gimana donk? Hei, ngga usah khawatirlah. Sudah banyak kan jasa pengiriman dan pengangkutan barang yang segede gaban. So, ngga masalahlah beli kursi atau lemari Shabby chic impian.

Bagaimana kredibilitas Shopious?

Shopious memiliki kredibilitas tinggi dan merupakan media online terpercaya. Shopious menyeleksi ketat terhadap penjual dan toko-toko yang ada dalam website. Shopious me-review produk dan toko-toko kemudian mengajak bicara pemilik toko untuk mengetahui kejujuran tokonya. Setelah itu penjual dan pemilik toko diwajibkan membayar biaya membership untuk menjadi member Shopious. Jadi, Insya Allah aman berbelanja di Shopious.

 
tonton video Shopious bentar yuk

Monday, April 27, 2015

Hadapi Tantangan dan #BeraniLebih Pintar

Monday, April 27, 2015 Posted by rizka farizal No comments
Setelah lulus S1, terbesit dibenakku untuk melanjutkan S2. Beruntungnya ibu mendukung impianku. Aku sempat memastikan lagi kepada ibu. "Ibu yakin sanggup menyekolahkanku? Masih ada adek yang masih kuliah S1", kataku. "Insya Allah sanggup", kata ibuku. Sejak ayah meninggal, ibuku menjadi single parent dan tumpuan keuangan keluarga. Meskipun ibu seorang dosen tapi aku sempat ragu melanjutkan S2 karena kondisi keuangan keluarga. Memang ada program beasiswa. Namun, nilai S1 yang nge-pas menurunkan semangatku untuk bersaing mendapatkan beasiswa.

Setelah mendapat restu ibu, Aku mempersiapkan diri menghadapi tes. Belajar TOEFL dan TPA. Alhamdulillah, aku diterima menjadi mahasiswa S2 pada program studi dan PTN yang sama dengan S1 dulu.

Huh, paling lanjut kuliah karena belum bekerja

Ucapan itu sering terlontar kepadaku. Tidak hanya satu orang tapi banyak orang. Awalnya, aku sedih. Memang sih sebelum mendaftar S2, aku sempat mengikuti rekrutasi 1-2 perusahaan. Kebetulan juga aku belum berjodoh dengan perusahaannya. Bukan berarti aku kuliah S2 karena iseng dan tidak terkesan pengangguran. Justru aku kuliah S2 karena merasa kurang cukup dengan perbekalan ilmu saat S1. Mungkin juga Tuhan sependapat denganku. Tuhan mentakdirkanku gagal rekrutasi ke perusahaan supaya aku istiqamah dengan impianku sebelumnya, yaitu melanjutkan S2.

Tidak peduli ucapan orang lain kepadaku. Lebih baik membuktikan keseriusanku dengan belajar tekun. Toh, menuntut ilmu bermanfaat bagiku. Selain menjadi lebih pintar juga bernilai ibadah. Hmm, apa mereka takut melihatku #BeraniLebih pintar?

Memangnya keluargamu sanggup membiayai kuliah?

Seperti yang diceritakan sebelumnya bahwa aku kuliah S2 dengan uang pribadi. Ada orang yang ragu dengan kesanggupan finansial keluargaku. Alhamdulillah, Tuhan memudahkannya. Aku meringankan ibu membayar SPP sejak awal semester perkuliahan. Meskipun tidak 100% membiayai kuliah sendiri, tapi masalah SPP dapat teratasi lewat tambahan rejeki berikut:

Semester 1: dapat honor penelitian dosen 
Semester 2: honor asisten laboratarium + uang THR dari keluarga besar 
Semester 3: tabungan hasil berhemat selama beberapa bulan 
Semester 4: menang lomba blog

Uang memang bukan segalanya. Tapi uang merupakan alat untuk melangsungkan kehidupan, termasuk pendidikan. Apabila niat menuntut ilmu itu baik, maka Tuhan akan mencukupi rejeki umat-Nya lewat jalan yang tidak disangka-sangka. Sehingga, keraguan untuk membayar SPP setiap semester dapat terpenuhi dengan kerja keras mendapatkannya. Meskipun harus mengorbankan tenaga 2X, yaitu: belajar di kelas dan bekerja.

Memangnya kamu dapat bersaing dengan temanmu?

Aku tergolong anak yang berkemampuan biasa saat S1. Dosenpun tidak mempertimbangkanku. Malah dosen lebih sayang dengan memberikan pujian dan kepercayaannya kepada teman-temanku. Tapi itu tidak membuatku minder bersaing dengan teman-teman. Aku belajar tekun. Tanpa tugas dari dosen, aku tetap membaca referensi kuliah dan mengerjakan soal latihan. Alhasil, nilaiku S2 meningkat drastis. Lebih tinggi dari beberapa orang temanku. Bahkan, saat sidang kelulusan ada dosen yang bilang, nilaiku sangat fantastis. Alhamdulillah, selain berniat menjadi perempuan yang #BeraniLebih pintar, aku pun memperoleh nilai IPK tinggi.

Kata orang, "Hidup itu seperti roda yang selalu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Tak selamanya seseorang berada di bawah. Suatu saat pasti akan berada di atas dengan mengerahkan semua kemampuan yang dimilikinya". Dan aku berhasil membuktikannya.

Twitter: @rizka2701
Facebook: Rizka